Kalurahan Caturtunggal Salurkan BLT Tahap IX

Depok – Kalurahan Caturtunggal menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran Dana Desa (DD) Tahap IX pada September 2021 di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (2/9/2021). Terrdapat 221 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memperoleh hak menetima BLT ini, dengan rincian yang mengambil sejumlah 209 KPM dan 12 KPM belum mengambil (tanpa keterangan).

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak serentak sehingga BLT-DD Bulan September 2021 ini dapat disalurkan dengan lancar. “Saya berharap dengan bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa tersebut dapat meringankan beban masyarakat di masa PPKM level 4 ini,” kata Agus Santoso.

Lurah Caturtunggal ini juga berharap bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Pemerintah Kalurahan Caturtunggal dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tingkat Kalurahan telah berupaya semaksimal mungkin untuk seluruh warganya. Warga Kalurahan Caturtunggal juga diharapkan disiplin melaksanakan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkap Agus lagi.

Kegiatan yang dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif. Setiap KPM menerima nominal bantuan bantuan masing-masing sejumlah 300 ribu rupiah.

Kegiatan penyaluran BLT-DD Bulan September ini juga dihadiri oleh pamong, perwakilan dari Kapanewon Depok, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Depok, Tenaga Pendamping Sosial Desa Caturtunggal, Bhabinkamtibmas, dan unsur Badan Permusyaratan Kalurahan. (Danang/KIM Depok)




PKK Sleman Gelar Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi penyandang Disabilitas di Sleman City Hall (SCH), Kamis (2/9/2021).

Vaksinasi yang menyasar bagi penyandang Disabilitas tersebut merupakan kali kedua diselenggarakan di SCH. Sebelumnya vaksinasi bagi penyandang Disabilitas di wilayah Sleman diselenggarakan oleh Polda DIY, kali ini penyelenggaraan vaksinasi dilaksanakan oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sleman.

Ketua PKK Sleman, R. Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung program percepatan vaksin nasional di wilayah Kabupaten Sleman.

“Penyelenggaraan vaksinasi yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas dan pendampingnya ini  merupakan upaya dalam mendukung program percepatan vaksinasi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Hapsari menuturkan terdapat sebanyak 500 penyandang Disablitas dan 500 pendamping Disabilitas yang turut serta dalam penyelenggaraan program vaksinasi dosis pertama ini.

Selain vaksinasi, Sri Hapsari menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut juga PKK Sleman telah menyiapkan sebanyak 500 paket sembako yang akan diberikan kepada seluruh penyandang Disabilitas yang ikut serta dalam program vaksinasi tersebut.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada PKK Sleman maupun kepada para penyandang Disabilitas yang turut serta dalam pelaskanaan vaksinasi ini.

“Upaya PKK Sleman dalam mendukung program percepatan vaksinasi di Sleman merupakan salah satu bentuk sinergi untuk bersama – sama mendukung program vaksinasi bagi masyarakat. Upaya ini tentunya perlu diapresiasi dan kita dukung bersama,” jelasnya.

Kustini menilai kegiatan vaksinasi tersebut mendapat antusias dari masyarakat khususnya penyandang Disabilitas yang telah ikut mengikuti program vaksinasi yang diselenggarakan PKK Sleman.

Kutsini Sri Purnomo beserta jajarannya juga berkesempatan untuk langsung melihat proses vaksinasi bagi penyandang Disabilitas dan pendampingnya. Selain itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa juga berkesempatan menyerahkan secara langsung bantuan sembako kepada sejumlah penyandang disabilitas. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

Sleman – Sebagai bentuk upaya membangun herd immunity (kekebalan komunal) dan mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka, Santri Putri Pondok Pesantren (Ponpes) Pandanaran melaksanakan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Polisi Resor (Polres) Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab), pada Kamis (2/9/2021). Vaksinasi dilaksanakan di Aula Asrama Putri Ponpes Pandanaran.

Komandan Polisi Polsek Ngaglik Anjar Istriani menyampaikan bahwa tujuan dari vaksinasi ini untuk memutus rantai penularan COVID-19.

“Salah satu tujuannya memutus rantai penularan COVID-19,” ujar Anjar Istriani.

Vaksinasi ini diperuntukkan untuk para santri dan keluarga Ponpes Pandanaran, serta masyarakat sekitar dengan target peserta sebanyak 2500 orang.

“Dari pondok pesantren dan tadi juga ada masyarakat, tapi yang banyak dari pesantren santri-santri, hari ini kita 2500 sasarannya,” jelas Novita Krisnaeni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sekaligus sebagai Koordinator Lapangan pelaksanaan program vakisnasi.

Novita juga menambahkan, Pemkab Sleman akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi santri-santri dari pondok pesantren lainnya di Kabupaten Sleman sebagai bentuk persiapan pembelajaran tatap muka.

“Nanti ke depannya ada lagi, semua santri yang ada di Sleman akan divaksin dan ini menjadi prioritas, Insya Allah nanti Oktober,” tambahnya.

Sementara itu, relawan yang turut menangani program vaksinasi ini merupakan gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan dokter serta perawat dari Pondok Pesantren Pandanaran.

“Relawan yang bergabung dari Dinkes, ada juga perawat dan dokter pondok yang ikut membantu,” ujar dr. Ifa selaku Kepala Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Pondok Pesantren Pandanaran.

Ifa juga mengatakan, pihak Poskestren Pandanaran sebelumnya mengadakan sosialisasi kepada para peserta mengenai keamanan vaksinasi, bagi para peserta.

“Ada pra dan pasca vaksinasi kita harus sampaikan pada penerima vaksin, apalagi ini anak-anak sekolah, Insya Allah semua pada sehat, tapi tetap saja akan ada gejala penyerta setelah vaksin, nah itu kita sampaikan agar anak-anak jadi tahu,” tambahnya. (Rep Nikke/Rahayu)




BSI Gandeng Prima Kelola IPB untuk Dukung UMKM Naik Kelas

Sleman – Dalam rangka mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas maka Bank Syariah Indonesia (BSI) menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Prima kelola IPB yang merupakan anak perusahaannya dengan menyelenggarakan pelatihan bagi pengusaha UMKM secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, Rabu (1/9/2021)

Pelatihan selama tujuh pertemuan diikuti sebanyak 600 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di wilayah Indonesia dan ingin naik kelas usahanya yang terbagi menjadi 10 kelas sesuai dengan bidang usaha masing-masing agar terkonsentrasi.

Secara resmi Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria membuka pelatihan dengan memberikan pencerahan dan motivasi kepada peserta agar terbuka wawasannya dalam mengembangkan usahanya masing-masing dan bisa naik kelas dengan tujuan utama meningkat kesejahteraannya.

“Agar pelaku UMKM bisa naik kelas harus menerapkan tiga hal penting yaitu memiliki pola pikir baru, sikap dan perilaku yang baru, dan cara baru dalam melakukan sesuatu. Dengan demikian pelaku usaha harus mempunyai pandangan masa depan supaya bisa memenangi kompetisi di dunia usaha yang kian ketat,” tandas Prof Arif.

Adapun materi yang diberikan oleh pelatih UMKM naik kelas antara lain general motivation, digital marketing, legalitas dan perijinan usaha, teknis produksi terstandar, etika bisnis islam, admnistrasi keuangan, serta sosialisasi produk BSI dan prosedur pembukaan rekening online.

Setiap peserta yang aktif mengikuti pelatihan secara lengkap dari awal hingga akhir mendapatkan fasilitas berupa bantuan kuota internet, saldo pembukaan rekening Bank Syariah Indonesia, dan gimmick training, serta program pendampingan usaha dengan pelatih di masing-masing kelas selama satu bulan.

Selain itu, disediakan dana sebesar Rp. untuk bantuan pengembangan usaha bagi 3 orang peserta yang memenuhi kriteria sudah mengikuti pelatihan secara keseluruhan, aktif pada setiap sesi pelatihan, dan mendapatkan nilai tertinggi dalam menyusun rencana pengembangan usaha dengan pendekatan Business Model Canvass (BMC).

Menurut keterangan di laman resminya, Prima Kelola IPB sendiri adalah organisasi yang bertujuan untuk mengelola kemampuan Sumbed Daya Manusia (SDM), baik secara akademik maupun secara profesional serta mengelola fasilitas akademik IPB dengan sistem kemitraan, untuk mengembangkan masyarakat. Prima Kelola juga menyediakan pelayanan bagi mitra secara profesional berdasarkan kesepakatan bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dekranasda Sleman Gelar Vaksinasi untuk Pelaku UMKM

Sleman – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Vaksinasi COVID-19 untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Rabu (1/9/2021). Vaksinasi yang dilakukan di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman ini menyasar para pelaku UMKM dana masyarkat dengan kuota peserta sebanyak orang.

Abdul Kadir, Ketua Harian Dekranasda Sleman mengatakan kegiatan vaksinasi dilakukan karena merupakan salah satu langkah strategis untuk memulihkan ekonomi. Ia juga mengingatkan kepada para peserta yang sudah divaksin untuk tetap taat protokol kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi ini mendapatkan respon positif dari para pelaku UMKM. Sukarno, salah satu pelaku UMKM dari Moyudan merasa bersyukur dapat mengikuti vaksinasi di Dekranasda ini. Ia juga mengatakan ketika divaksin, dirinya tidak merasakan sakit sama sekali.

“Alhamdulillah akhirnya bisa vaksin juga, di beberapa faskes selalu penuh dan antriannya lama. Vaksin COVID aman dan tidak sakit, tidak seperti vaksin cacar dulu sewaktu SD,” ujar Sukarno

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sleman, Nurhidayat ketika menghadiri vaksinasi di Dekranasda Sleman mengatakan vaksinasi merupakan langkah penting untuk menurunkan status PPKM di Kabpaten Sleman. Dengan kesadaran masyarakat mengenai urgensi vaksinasi, Nurhidyat optimis status PPKM di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman akan mengalami penurunan.

Nurhidayat juga mengatakan, Komisi B DPRD Sleman terus mendorong Pemerintah untuk mengupayakan pemulihan ekonomi di semua sektor, terutama di UMKM. Menurutnya, bangkitnya UMKM Sleman akan menghidupkan kembali roda perekonomian daerah.

“Sleman ada program Borong Bareng, ini harus dioptimalkan dengan memasukkan sebanyak mungkin produk lokal sebagai komoditas modern,” imbuh Nurhidayat.

Ia juga menyarankan agar pelaku usaha mikro dapat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Semangat pantang menyerah dan terus berinovasi. Sinergi dan kolaborasi dengan platform digital akan menjadi langkah survive di tengah pandemi COVID-19,” ujar Nurhidayat. (HR91/KIM Moyudan)