Intervensi Berbasis Masyarakat untuk Penyalahguna Narkoba

Depok – Untuk melakukan pemulihan fungsi sosial seorang pengguna narkoba, kekuatan lokal yang bertumpu pada peran keluarga dan partisipasi masyarakat perlu diberdayakan. Untuk itu BNN Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Condongcatur telah membentuk tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan sebagai langkah awalnya adalah melakukan sosialisasi di Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (2/9/2021).

Sosialisasi ini sebagai bentuk pemahaman kepada warga khususnya pemangku kepentingan yang ada di padukuhan, bahwa IBM merupakan bagian dari masyarakat yang akan dilaksanakan bersama-sama sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap permasalahan narkoba yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Dari sosialisasi IBM ini ada beberapa respon dari para pemangku wilayah padukuhan, di antaranya adalah perlu adanya sekretariat IBM sebagai pusat pelaporan infomasi warga, dan anggaran kegiatan IBM didukung oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur sesuai kebutuhan. Selain itu juga mengemuka keresahan warga dengan banyaknya cafe-cafe dan pelaku usaha yang ada di wilayah Condongcatur karena disinyalir menjadi tempat kerumunan pemuda dan berpotensi menimbulkan terjadi kerawanan penyalahgunaan narkoba.

Sub Koordinator Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sleman, Menik Fardintika Zohara menyampaikan bahwa Kalurahan Condongcatur telah dicanangkan sebagai Desa Bersinar oleh BNN RI sejak tahun 2018 dan telah dibentuk tim Agen Pemulihan dan tim IBM untuk menangani permasalahan narkoba yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur. “Tim IBM mempunyai tugas di antaranya melakukan pemetaan terkait situasi dan kondisi penyalahgunaan narkoba, dan melakukan penjangkauan penyalahgunaan narkoba serta mengindentifikasi pengunaan narkoba dan tingkat permasalahannya,” kata Menik.

Selain itu, lanjut Menik lagi, tim IBM juga melakukan kegiatan intervensi yang dapat diakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebutuhan klien (komunikasi, informasi dan edukasi/KIE), pencegahan kekambuhan, kelompok dukungan sebaya, pertemuan keluarga, kunjungan rumah, dan pengembangan diri. Juga melakukan dukungan pemulihan mealui pemantauan dan pendampingan penyalahgunaan narkoba, melakukan rujukan ke layanan kesehatan dan sosial yang dibutuhkan bagi penyalahguna narkoba, dan melibatkan mantan penyalahguna narkoba dan masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penyalahguna narkoba.

Setelah Condongcatur, di tahun 2021 ini akan BNN Kabupaten Sleman akan melakukan pembentukan 8 Desa/Kalurahan Bersinar (Bersih Narkoba) yang akan dikuatkan dengan SK Bupati Sleman sehingga anggaran pemerintah kalurahan dapat dialokasikan untuk programini. Kalurahan-kalurahan tersebut adalah Purwomartani, Sumberejo, Tamanmartani, Wedomartani, Margomulyo, Tlogoadi, dan Banyuraden.(Wasana/KIM Depok)




MAN 4 Sleman Terapkan Sistem Administrasi Online untuk Mudahkan Vaksinasi Peserta Didik

Sleman – Vaksinasi untuk pelajar merupakan salah satu syarat utama untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah. Dengan vaksin, diharapkan para siswa dapat membentuk kekebalan komunal, sehingga tingkat penyebaran COVID-19 dapat diminimalisir.

Hal tersebut yang menjadi dasar utama Pemkab dan Kementerian Agama Sleman bekerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman mengadakan vaksinasi untuk pelajar pada Kamis (2/9/2021) yang berlangsung di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Sidik Pramono, Kepala Kantor Kemenag Sleman ketika membuka kegiatan vaksinasi berharap semua sekolah, khususnya madrasah yang berada di Kabupaten Sleman dapat mendukung program vaksinasi dari pemerintah, karena vaksinasi merupakan syarat utama untuk dapat memulai sistem belajar tatap muka.

“Kita berharap masalah COVID-19 ini segera berakhir, jangan jemu-jemu kampanye prokes 5 M, 1 D, dan 1 V, vaksinasi,” tegas Sidik Pramono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Sleman, TNI-POLRI, dan semua pihak yang mendukung terlaksanannya vaksinasi.

“Mudah-mudahan dengan program vaksinasi ditambah penerapan prokes ketat serta doa, pandemi COVID-19 segera berakhir,” ucapnya sambil resmi membuka kegiatan vaksinasi pembacaan ayat suci Al-Quran.

Vaksinasi sendiri diikuti oleh peserta yang terdiri dari 9 madrasah, yaitu MI Darul Umum Candibinangun, MI Darul Ulum Sinar Melati, MTs YAPPI Pakem, MTsN 7 Sleman, MTs Darul Ulum Sinar Melati, MTs Afkaaruna, MA-MTs AlQodir, dan MAN 4 Sleman. Selain madrasah, ada juga peserta yang berasal dari Sekolah Menegah Theologi Katolik (SMTK) Cangkringan.

Untuk mempermudah pendataan peserta, panitia vaksinasi memanfaatkan sistem administrasi online, sehingga memungkinkan setiap kepala madrasah dan kepala sekolah melakukan pemantauan terhadap peserta didik mereka yang mengikuti vaksinasi.

“Terpantau siswa yang sudah atau belum hadir by names, jumlah yang belum atau yang sudah vaksin maupun yang takbisa vaksin. Semua terpantau melalui aplikasi yang kami siapkan,” jelas Triono, Koordinator Tim IT MAN 4 Sleman.

Selain untuk pemantauan, sistem administrasi online diterapkan agar penghitungan data peserta dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif.

Mohammad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman melaporkan data yang diperolehnya lewat sistem yang ada, dari jumah pendatar orang, ada yang hadir. Dari peserta tersebut, ada 970 peserta yang dapat menerima vaksin, sedangkan sisa 52 peserta belum divaksin.

“Belum bisa divaksin dikarenakan tensi tinggi, belum genap 12 tahun, belum 3 bulan sembuh dari terpapar COVID-19, serta alasan lainnya,” beber Yusuf.

Sementara itu, Muntholib, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag DIY saat memantau pelaksanaan vaksinasi mengapresiasi penerapan sistem administrasi online yang diterapkan oleh panita vaksinasi MAN 4 Sleman. Menurutnya, hal tersebut dapat membantu kegiatan vaksinasi agar dapat berjalan lancar.

Ia juga menghimbau para peserta yang sudah divaksin untuk tetap taat protokol kesehatan, dan tetap semangat untuk belajar. (Edy/KIM Moyudan)