Dekatkan Layanan Konsultasi Permasalahan Keluarga, Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Diresmikan

Depok – Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi DIY, Witri Astuti Susani Anggraeni meresmikan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Kabupaten Sleman di Gedung Balai Penyuluhan Keluarga Berencana “Harmoni” Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (7/9/2021).
“PPKS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat berupa pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), konseling, dan rujukan dalam permasalahan keluarga,” jelas Witri Astuti saat memberikan sambutannnya.
Layanan ini dapat diakses masyarakat secara gratis, meliputi pelayanan data dan informasi Program Bangga Kencana (Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana), konsultasi dan konseling keluarga, balita, dan anak, serta konsultasi dan konseling keluarga dan remaja.
“selain itu ada juga konsultasi dan konseling pra nikah, konsultasi dan konseling keluarga berencana dan keluarga sejahtera, konsultasi dan konseling keluarga harmonis, konsultasi dan konseling keluarga lansia dan lansia, pembinaan usaha ekonomi keluarga,” imbuh Witri Astuti.
Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menyambut baik layanan PPKS ini. “Jika di P3AP2KB ada Pusat Pelayanan Keluarga (Puspaga) Kesengesem, ini merupakan layanan yang saling melengkapi dan akan sangat lebih bermanfaat jika ada kolaborasi,” tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman Suci Iriani.
Lebih lanjut Suci Iriani melanjutkan bahwa PPKS ini diharapakan dapat mendekatkan pelayanan subjek dan objek yang disasar. Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19, seperti anak-anak yang menjadi yatim maupun yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terkena covid-19.
“Saat ini sudah dalam tahap verifikasi. Jadi jangan ada sadikin, karena sakit jadi miskin,” kata Suci Iriani.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Abu Bakar saat memberikan sambutannya, bahwa anak-anak menjadi objek yang rentan terdampak covid-19. Perlu ada sentuhan pemerintah untuk bisa mengurus anak yatim maupun anak yatim piatu.
“Bagaimana masa depan anak-anak ini ketika orang tuanya meninggal karena covid-19, perlu ada upaya bersama dari berbagai pihak untuk bisa menyejahterakan mereka”, tandas Abu Bakar.
Panewu Depok, Abu Bakar berharap dengan adanya PPKS ini dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait agar permasalahan-permasalahan keluarga agar dapat dicarikan jalan keluar seperti mencari orang tua asuh.(Andri Afriyanto – KIM Depok)

