Kalurahan Caturtunggal Jemput Bola Pelayanan Pajak PBB di Semua Padukuhan

Depok – Untuk memudahkan masyarakat dan wajib pajak serta mempercepat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo, Kalurahan Caturtunggal menggeber Pekan PBB di masing-masing padukuhan. Pekan PBB yang berlangsung empat hari kali ini adalah yang keempat kalinya dilakukan selama tahun 2021 ini.

Kegiatan Pekan PBB pada hari pertama dilakukan di Padukuhan Manggung, Karangwuni, Kocoran, dan Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (8/9/2021). Hasilnya, diperoleh setoran PBB di Padukuhan Manggung senilai Rp. dengan 21 Wajib Pajak (WP), Padukuhan Karangwuni sebanyak 15 WP senilai Rp. , Padukuhan Kocoran sebanyak 14 WP senilai Rp. , dan Padukuhan Blimbingsari sebanyak 31 WP senilai Rp. .

Kaur Danarta (Keuangan) Kalurahan Caturtunggal, Sunarjo, menyampaikan bahwa kegiatan pekan pembayaran pekan PBB-P2 ini diharapkan dapat memudahkan wajib pajak, baik perorangan maupun perusahaan dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak. “Masih ada waktu hingga beberapa hari ke depan di tiap padukuhan, silahkan memanfaatkan layanan jemput bola pekan PBB ini. Semoga kita dapat menjadi orang bijak yang taat akan pajak,” kata Sunarjo.

Sukarni, salah seorang warga Padukuhan Kocoran yang membayar di rumah Dukuh Kocoran menyampaikan bahwa warga terbantu dengan sistem jemput bola dalam Pekan PBB ini. “Pembayaran Pekan PBB di rumah pak Dukuh ini mudah, cepat, tidak perlu menunggu lama,” akunya.

Pekan PBB sistem jemput bola dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini bisa terselenggara berkat dukungan serta sinergi antara kalurahan melalui dukuh-dukuh sebagai pemangku kewilayahan dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Kapanewon Depok, dan Bank BPD DIY.

Untuk selanjutnya, pekan PBB akan berlangsung di Balai Padukuhan Sagan, rumah Dukuh Samirono, Karanggayam, dan Karangmalang (Kamis, 9/9/2021), rumah Dukuh Santren, Mrican, Papringan, dan Balai Padukuhan Ambarukmo (Senin, 13/9/2021), rumah Dukuh Gowok, Nologaten, Tempel, Janti (Selasa, 14/9/2021) dan di hari terakhir nanti akan dilakukan di rumah Dukuh Ngentak, Kledokan, dan Seturan (Rabu, 15/9/2021). (Danang/KIM Depok). 




Pedagang Pasar Setan Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

Depok – Sebanyak 166 pedagang Pasar Setan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menjalani vaksinasi dosis kedua. Jalannya vaksinasi dilaksanakan Rabu (8/9/2021) di Gedung Barat Pasar Setan dengan menggandeng tenaga kesehatan Puskesmas Depok 1.

Pardi, Penanggungjawab Pasar Setan menuturkan bahwa sebelumnya para pedagang ini sudah menjalani vaksinasi dosis 1. “Yang tervaksin dosis 1 sebanyak 166 orang. Hari ini yang sudah datang untuk dosis kedua sebanyak 116,” ujar Pardi kepada Tim Satgas Covid-19 Kapanewon Depok saat memantau jalannya vaksinasi.

Sama seperti halnya vaksinasi di tempat lain, para peserta harus mematuhi prokes pencegahan penyebaran Covid-19. Usai mendaftar ulang, para pedagang mengisi formulir skrining kesehatan, cek kesehatan seperti tekanan darah, dan menjawab pertanyaan seputar riwayat kesehatan dari nakes yang bertugas. Setelah dinyatakan sehat dan layak, baru kemudian diberikan vaksin.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Aris Widiyantara menuturkan bahwa Tim Satgas Covid-19 bersama Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan pemantauan guna memastikan prokes berjalan dan memberikan dukungan kepada nakes dan pedagang. “Selain itu kami juga mengedukasi dan membagikan masker kepada pedagang Pasar Setan,” tutur Aris.

Selepas memantau vaksinsi di Pasar Setan, Tim Satgas kemudian melakukan patroli rutin PPKM di wilayah Maguwoharjo dan berakhir di Pasar Sambilegi. Tim Satgas juga membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak seperti pedagang kecil, angkringan, tukang tambal ban, maupun pemulung yang dijumpai selama perjalanan patroli.(Andri Afriyanto/KIM Depok)




Bisnis Olahan Rumput Laut dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Sleman – Hendi Avanda adalah seorang pengusaha sekaligus pendiri dan CEO di CV. Panda Food Yogyakarta yang berhasil mengembangkan usaha makanan ringan berbahan dasar rumput laut. Ia mengawali karir bisnisnya di tahun 2012 dengan tujuan membantu perekonomian orang tua dan juga atas saran dari temannya. Ia mencoba berinovasi di bisnis makanan ringan dari rumput laut (seaweed) yang diberi nama Panda Seaweed.

Pada awalnya, pria yang biasa disapa Vanda ini memulai bisnisnya dengan mengeluarkan dana sebanyak Rp ,00 di tahun 2012 sebagai modal awal. Dana tersebut, kata Vanda, berasal dari hasil tabungan dan juga pinjaman dari teman-temannya.

Vanda kemudian mencoba membuat produk olahan rumput lautnya, dan memperkenalkan produknya yang masih baru tersebut kepada pengunjung di even minggu pagi (Sunmor) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia membagikan produknya secara gratis kepada pengunjung, agar mereka dapat mencicipi serta memberikan respon terhadap produk yang dibuatnya.

“Jadi dulu waktu ada minggu pagi Sunmor UGM saya gak jualan saya hanya mencoba membagikan hasil dari gorengan saya, ternyata responnya pada senang banyak orang nyicip jadi orangnya pada nanya belinya dimana,” ujar Hendi Avanda pada saat diwawancarai di tempat produksinya CV. Panda Food yang berada di Kapanewon Condongcatur, Kabupaten Sleman pada Selasa (7/9/2021).

Setelah itu, Vanda kemudian memulai untuk memproduksi dan memasarkan produk olahan rumput laut buatannya. Namun, saat itu Vanda mengalami kendala perizinan pemasaran, karena belum memiliki tempat produksi sendiri.

“Untuk bisa memasarkan produk saya ini ternyata butuh yang namanya perizinan, nah perizinan didapat itu kalau seandainya sudah ada tempat produksi sendiri,” ujarnya.

Vanda kemudian mencoba untuk meminjam modal kembali kepada teman-temannya sehingga dirinya dapat menyewa rumah dan dapur untuk memulai produksi. Setelah itu, baru Vanda memperoleh izin untuk berjualan.

Vanda mengatakan bahan dasar usahanya didapatkan dari para pengepul rumput laut. Saat ini produk Panda Seaweed milik Vanda telah dipasarkan di banyak toko-toko di wilayah Yogyakarta. Tidak hanya itu, Vanda juga telah mengirimnya ke beberapa kota di luar Yogyakarta.

“Tahun 2012 dan 2013 masih fokus di dalam kota Yogyakarta dan Magelang pada saat itu, 2014 mulai ekspansi ke luar kota karena saya melihat Jogja sudah penuh, akhirnya menghubungi relasi saya untuk membatu jualin seperti di kota Bandung, Jakarta, Denpasar, lalu Mataram, dan Alhamdulillah di kota-kota besar sudah ada produk kita,” jelas Vanda

Vanda mengungkapkan jika omzet yang diterimanya dapat menyentuh angka 90 juta per bulannya. Namun diawal pandemi, Vanda mengakui bahwa bisnisnya mengalami lonjakan drastis, sebelum mengalami penurunan di 2 bulan pandemi berjalan. Hal itu terjadi dikarenakan di awal pandemi banyak orang berbelanja di supermarket, sedangkan penurunan omzet di 2 bulan pandemi dikarenakan supermarket banyak yang tutup.

“Di awal pandemi omzet kita naik drastis sebanyak 450 juta, lalu 2 bulan kemudian turun hingga 30 persenan. Omzet langsung turun karena supermarket tutup lebih awal dan tidak 24 jam lagi,” ujar Vanda. (Rep Nikke)




BAZNAS Sleman Santuni Anak Yatim Piatu Terdampak COVID-19

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh Muhmmadiyah (LAZISMU) menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim piatu di Kabupaten Sleman Sleman pada Selasa (7/9/2021) di Pendopo Parasamya  Seketariat Daerah Kabupaten Sleman.

Muhyi Darmaji, Wakil Ketua 3 Baznas Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan  menyampaikan satunan anak yatim ini merupakan progam rutin dari Baznas di Bulan Muharam, dan bertujuan untuk membantu anak yatim yang orang tuanya meninggal karena COVID-19

“Pada saat ini ada anak kita yang betul-betul kondisinya sangat mengkhawatirkan karena ditinggal oleh orang tuanya dan saat ini mereka butuh bantuan dari kita semua,” ungkap Muhyi Darmaji.

Ia menyampaikan dalam program acara satunan bagi anak yatim ini, Baznas telah menyiapkan 300 paket, dengan nominal 1 paketnya senilai , yang nantinya akan dibagikan kepada NU, Muhammadiyah, serta Pokjalu

“Untuk NU 100 paket, untuk Muhammadiyah 100 paket, dan untuk Pokjalu 100 paket,” jelasnya.

Selain untuk anak yatim piatu, Baznas Sleman juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 lainnya, seperti sekolah, pesanteren, dan komunitas.

“Kita juga membantu SMP dan Pondok pesantren Bumi Cendekia yang hampir semua santrinya terpapar COVID-19 dan sekarang masih ada yang isoman sehingga kita bersama Kementrian Agama Kabupaten Sleman membantu senilai 10 Juta Rupiah, serta memberikan bantuan kepada RVV Musisi Sleman senilai 13 Juta Rupiah, berupa paket logistik sembako,” tambah Muhyi Darmaji

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi bantuan yang diberikan ini. Ia juga mengatakan Pemkab Sleman akan memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19.

“Dalam rangka ini insya allah dalam pendidikan anak-anak ini akan di tanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sampai SMA,” ungkap Kustini Sri Purnomo. (Rep Rahayu)