Dinas PMK Gelar Rakor Persiapan TMMD di Kalurahan Margomulyo

Seyegan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pihak dan sektor terkait untuk membahas persiapan pelaksanaan TMMD tahap III Kabupaten Sleman yang berlokasi di Kapanewon Seyegan, tepatnya di Padukuhan Sawahan dan Gerjen Kalurahan Margomulyo. Rakor digelar di Ruang Pertemuan Dinas PMK pada Rabu (8/9/2021) menghadirkan perwakilan dari Kapanewon Seyegan, Danramil, Kalurahan Margomulyo, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Margomulyo, Dukuh Sawahan, Dukuh Gerjen, PU Cipta Karya dan Bagian umum Pemda Sleman.

Pada rakor, Sekretaris Dinas PMK Sleman, Budi Sutamba memberikan pengarahan berkaitan dengan pengkondisian wilayah. Ia meminta adanya koordinasi di tingkat pelaksana untuk persiapan pembukaan TMMD.

“TMMD ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dan masyarakat yang diwujudkan dengan gotong-royong sebagai wujud partisipasinya,” ujar Budi.

Budi juga mengingatkan agar peyelengaraan TMMD dapat berjalan lancar dengan persiapan yang lebih matang, terutama mengenai program non fisik.

“Beberapa agenda non fisik yang sudah diagendakan adalah penyuluhan nafza, penyuluhan COVID-19 dan pelaksanaan vaksinasi dengan kuota 1500 orang untuk warga Margomulyo dan sekitarnya,” jelas Budi.

Pada kesempatan yang salam, Irvan Susanto, Carik yang juga merupakan Plt. Lurah Margomulyo menyampaikan Kalurahan siap berpartisipasi dengan memberi bantuan dana dan mobilisasi linmas di lokasi TMMD.

Sementara Sujana, Danramil Seyegan melaporkan pembukaan TMMD akan dilakukan pada tanggal 15 September 2021. Ada 3 kegiatan fisik yang akan dilaksanakan selam TMMD, yaitu pemasangan corblock, talud, dan rehab gedung RW di Padukuhan Sawahan.

“Untuk kegiatn non fisik adalah penyuluhan dan vaksinasi,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati HAORNAS, Bupati Sleman Ajak Warga untuk Rutin Berolahraga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman peringati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) dengan menggelar upacara terbatas dan menerapkan protokol Kesehatan bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (9/9/2020).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo selaku inspektur dalam upacara tersebut mengatakan peringatan HAORNAS ini membawa pesan semangat mengajak semua warga masyarakat Sleman untuk melakukan olahraga secara rutin atau secara teratur setiap harinya.

“Kita harapkan olahraga menjadi kebutuhan hidup dan menjadi gaya hidup warga Sleman,” kata Kustini.

Adapun tema peringatan Hari Olahraga Nasional saat ini yaitu “Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju”. Dalam rangka mendukung tema tersebut, Pemkab Sleman telah menyusun perda tentang keolahragaan sebagai payung hukum, menyusun rencana aksi keolahragaan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan, menyusun peraturan bupati untuk sistem penghargaan dan lain sebagainya.

“Dengan adanya upaya tersebut kita harapkan pengembangan olahraga di Kabupaten Sleman dapat dilakukan secara lebih optimal dan terarah,” jelas Kustini.

Acara peringatan HAORNAS ditutup dengan peragaan Taiji 24 jurus dari Sasana Taiji Quan JIH. (Humas Sleman)




Kenduri Banyu Udan, Melihat Air Hujan sebagai Berkah untuk Semesta

Sleman – Untuk menanamkan kepedulian terhadap pemanfaatan air, khususnya air hujan, Komunitas Banyu Bening menggelar kegiatan Kenduri Banyu Udan ke-6 secara virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting dari Sekolah Air Hujan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (9/9/2021).

Founder Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Komunitas Banyu Bening untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap air hujan, yang selama ini dianggap sebagai sumber musibah. Ia ingin mengajak masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin.

“Menjadikan air hujan sebagai berkah yang luar biasa, sebagaimana tema kenduri kita pada tahun ini yaitu Air Hujan untuk Semesta,” imbuhnya.

Kenduri ini dilakukan sebagai bentuk kampanye Komunitas Banyu Bening tentang kepedulian terhadap air hujan. Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa kampanye tentang air hujan ini memiliki tantangan yang sangat besar. Masyarakat cenderung tidak memberikan respon yang diinginkan ketika melakukan kampanye kepedulian terhadap air hujan ini dengan cara yang biasa.

“Sehingga mulai tahun 2016, Komunitas Banyu Bening mengubah cara kampanye dengan salah satunya dengan mengadakan Kenduri Banyu Udan ini,” jelas Sri.

Dari proses kampanye melalui kenduri ini, Sri Wahnyuningsih mengakui bahwa Komunitas Banyu Bening dapat memperluas jaringan mereka sehingga tujuan gerakan mereka dapat diterima di seluruh lapisan masyarakat. “Semoga yang dilakukan ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan air yang kita hadapi,” kata Sri.

Apa yang diinisiasi oleh Komunitas Banyu Bening ini mendapatkan respon positif dari Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) Lilik Kurniawan. Ia mengatakan bahwa masyarakat selalu memiliki persepsi bahwa air hujan itu merupakan sumber bencana.

“Ini yang harus diluruskan, bagaimana lingkungan kita yang sebenarnya sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Ini semua bisa diubah dengan membalikkan persepsi dari hujan sebagai sumber bencana, menjadi hujan adalah bagian dari kehidupan kita. Menurut Lilik, kita harus bisa bersyukur ketika kita masih diberikan air hujan.

“Banyak yang bisa memanfaatkan air hujan ini untuk kehidupannya masing-masing. Kita sebagai kholifah (wakil tuhan) di bumi harus menjaga alam kita, tidak boleh membuat kerusakan, termasuk mensyukuri dan memanfaatkan alam yang ada, seperti yang dilakukan Komunitas Banyu Bening,” ujar Lilik.

Lilik berharap kepedulian terhadap pemanfaatan air hujan yang diinisiasi oleh Komunitas Banyu Bening ini dapat disebarluaskan di masyarakat, sehingga dapat menjadi gerakan dalam memanfaatkan air hujan untuk kehidupan masyarakat.




Pentingnya Membangun Budaya Digital di Lingkungan Pelajar

Sleman – Kementerian Komunikasi dan Informatikan Republik Indonesia bersinergi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Nasional dengan mengangkat tema ‘Untuk Indonesia Makin Cakap Digital’ secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud meeting, Rabu (8/9/2021).

Kegiatan yang dipandu oleh Anggie Gerhana menghadirkan narasumber Relawan TIK sekaligus Pengajar SMK Taruna Bhakti Depok, Verra Rousmawati yang mengupas tentang pentingnya membangun budaya digital di lingkungan pelajar.

Menurut Verra, terdapat tiga aspek penting dalam membangun budaya digital yakni bagaimana partisipasi masyarakat yang memberikan kontribusi untuk tujuan bersama, bagaimana masyarakat merubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat, dan bagaimana masyarakat membentuk hal baru dengan memanfaatkan hal yang sudah ada.

Selain itu, Verra menyebutkan ciri-ciri perilaku pelajar jaman sekarang, di antaranya percaya terhadap konten testimoni perorangan dibandingkan dengan informasi satu arah, memiliki akun media sosial sebagai alat komunikasi dan pusat komunikasi, memiliki minat membaca konvensional yang rendah, lebih memilih ponsel dibandingkan televisi, seta menjadikan ‘google search’ sebagai pemberi jawaban.

Sebagai pengajar, Verra menyampaikan pesan kepada para pelajar bahwa dengan adanya media sosial seharusnya pelajar dapat memanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Media sosial bagi siswa dapat dijadikan media pembelajaran dan jaringan dengan membuat forum diskusi pembelajaran, dan tempat mengekspresikan kreatifitas dengan memberikan konten positif yang berkaitan dengan hobi, pembelajaran dan pengalaman yang menarik.

“Yang tidak kalah penting adalah pelajar dapat berinteraksi dengan dunia yang lebih luas dan mendapatkan manfaat dan jejaring  serta informasi terkini perihal peluang kerja atau lowongan pekerjaan,” tambah Verra.

Di akhir pemaparan materinya, Verra menyampaikan bahwa pelajar yang cerdas adalah yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya.

“Dengan adanya penguatan pendidikan karakter bagi pelajar jaman sekarang yang diwujudkan melalui pengoptimalan peran Gerakan Literasi Digital Nasional yang salah satunya dengan memberikan literasi digital untuk membangun budaya digital bagi pelajar sudah sangat tepat, karena masa depan bangsa berada ditangan generasi muda jaman sekarang,” tutup Verra. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dukuh Terpilih di Padukuhan Lojajar dan Jaban Resmi Dilantik

Ngaglik – Lurah Sinduharjo, Sudarja resmi melantik Dukuh terpilih di Padukuan Lojajar dan Jaban pada Kamis (9/9/2021). Pelantikan dilakukan di Balai Kalurahan Sinduharjo, Jl. Kaliurang Km 10.5 Gentan, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (9/9/2021).

“Benar pagi ini kita melantik dua dukuh Padukuhan Lojajar atas nama Drajad Giri Pawoko menggantikan R. Prajarto, dan Hastungkoro dukuh padukuhan Jaban menggantikan Sudarmono yang habis pengabdianya hari ini,” ujar Sudarja.

Faizal Nur Achmad, Carik Sinduharjo yang juga merupakan Ketua Panitia Pemilihan mengatakan proses seleksi pamong dukuh ini telah melalui beberapa tahapan, dan menggandeng pihak ketiga yaitu Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, untuk menjaga netralitas para panitia.

“Semoga dapat mengemban tugas dan amanah,” kata Faizal.

Sementara itu, Subagyo, Panewu Ngaglik berharap Dukuh terpilih dapat bekerja dengan baik melayani masyarakat dengan sepenuh hati tanpa pamrih dan tidak mengenal waktu.

Pelantikan sendiri dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi Kapanewon Ngaglik, Perangkat dan Lembaga Kalurahan Sinduharjo. (SPN/KIM Ngaglik)