Tambah Jumlah Muscle, Yayasan Sioux Ular Indonesia Gelar Pelatihan Dasar

Gamping – Dalam rangka menambah jumlah muscle di Yogyakarta, Yayasan Sioux Ular Indonesia menyelenggarakan kegiatan Basic Training Muscle (BTM) yang merupakan pelatihan dasar bagi calon muscle atau relawan Yayasan Sioux selama satu hari penuh di Pendopo Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu (12/9/2021).

Pelatihan diikuti oleh 10 orang kandidat muscle yang dilaksanakan pada siang hari hingga malam hari dibawah pengawasan Febrianto Braso Reticulatus sebagai penanggung jawab kegiatan, didampingi sejumlah instruktur sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Braso menjelaskan, calon muscle akan menerima teori pengetahuan terlebih dahulu, sebelum melakukan praktik langsung ke lapangan. Beberapa materinya antara lain adalah biologi ular untuk mengetahui organ tubuh dan organ reproduksi serta tipe gigi ular, identifikasi untuk mengetahui habitat dan membedakan ular berbisa tinggi ataupun rendah, Snake Handling atau penanganan ular, dan Sweeping atau penangkapan ular untuk mengurangi populasinya pada suatu kawasan sesuai permintaan.

“Selain menerima teori pengetahuan yang lengkap, para kandidat muscle Sioux tersebut juga melakukan praktek langsung menangkap ular sesuai dengan teknik yang diberikan oleh Trainer menggunakan peralatan standar sehingga terlindungi dari gigitan ular,” kata Braso.

Braso berharap dengan selesainya kegiatan BTM dapat menghasilkan muscle Sioux yang dapat memberikan sosialisasi masyarakat untuk merubah pandangan buruk terhadap ular, sehingga bahaya bagi masyarakat dapat dihindari, dan ular terselamatkan dari kepunahan.

Di akhir sesi pelatihan para kandidat muscle menerima pengetahuan terkait penanganan pertama gigitan ular yang ditujukan untuk mengurangi angka kesakitan, mencegah adanya komplikasi lain sebelum korban mendapatkan pertolongan lanjutan di rumah sakit, serta memastikan tindakan penolong tidak membahayakan dan merugikan penolong maupun korban gigitan ular. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Diskusi Analisis Media Sosial Bersama BPSDMP Kominfo Yogyakarta

Yogyakarta – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan acara ngobrol bareng tentang analisis media sosial secara daring menggunakan media Zoom Cloud Meeting dan Instagram Live, Jumat (10/9/2021) sore yang diikuti sebanyak 15 sobat balai.

Kegiatan bertajuk B-SMART#2 “Kenalan Yuk dengan Analisis Media Sosial” ini dipandu oleh Vieka Aprilya Intanny dengan menghadirkan narasumber Peneliti Komunikasi dan Media BPSDMP Kominfo Yogyakarta sekaligus Analis Media Sosial, Novian Anata Putra.

Dalam perbincangannya, Novian menjelaskan bahwa analisis terhadap media sosial merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan seni sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan kehumasan, bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM), maupun dibidang konten kreator.

“Di dalam media sosial banyak sekali data yang masih bersifat acak-acakan. Karenanya, diperlukan seorang analis media sosial untuk menata data yang tidak beraturan tersebut agar terstuktur dan bisa dibaca sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan keperluannya,” jelasnya.

Vian menambahkan bahwa ada tiga analisis media sosial menurut jenisnya, yakni Conten Traking yang mengukur tingkat keberhasilan atau performa akun media sosial, Social Listening yang bisa mendengarkan opini publik, serta Influencer Inside yang dapat memetakan influencer yang bermain di media sosial.

Dalam menganalisis media sosial diperlukan alat bantu atau Tools untuk mempermudah penyusunan data awal, diantaranya Brand 24 yang dapat memonitoring kata kunci di media sosial dan membantu pelaku bisnis memonitor pelanggannya, Netlitic untuk menganalisa jaringan, serta Voyant untuk menganalisa teks atau kata-kata yang tren digunakan oleh masyarakat.

“Adapun tahapan analisa yang lengkap adalah identifikasi, ekstraksi, cleaning, analisis, visualisasi, dan interpretasi. Sebagai analis media sosial tidak semata-mata menguasai Tools saja, namun yang paling penting adalah bisa membaca data yang sudah terstruktur dan melakukan penggambaran data sekaligus memprediksi secara kualitatif terhadap media sosial. Disinilah memerlukan keterampilan atau seni seorang analis,” pungkas Vian. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Wisata Tebing Breksi Kantongi Izin untuk Uji Coba

Sleman – Wisata Tebing Breksi di Kabupaten Sleman mengantongi izin dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk melakukan uji coba. Penunjukan wisata yang terletak di Kapanewon Prambanan tersebut dilakukan untuk menggantikan wisata Candi Ratu Boko yang semulanya direncakan untuk diuji coba pembukaannya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan, penunjukan wisata Tebing Breksi ditetapkan melalui surat edaran No. SE/8/ DII/2021 tentang panduan penggunaan aplikasi peduli lindungi dan protokol kesehatan pada tempat wisata.

Penunjukan tersebut merujuk pada permohonan penggantian uji coba objek wisata yang sebelumnya diajukan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY.

“Ratu Boko dan Prambanan ini kan sama-sama dikelola TWC dan basisnya BUMN. Apalagi Prambanan juga diijinkan buka. Kalau Tebing Breksi ini kan basisnya BUMDes dan Pemberdayaan masyarakat. Untuk itu kemarin Dispar DIY mengajukan permohonan itu,” kata Kustini ketika dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Senin (13/9/2021).

Kustini menilai penunjukan wisata Tebing Breksi sangat tepat. Pasalnya, wisata di wilayah Sleman timur itu dikelola langsung oleh BUMDes dan bersifat pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, menurut Kustini uji coba di wisata Tebing Breksi memiliki efek yang lebih luas karena daerah wisata tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat promosi sejumlah olahan produk UMKM masyarakat dan memiliki komunitas mobil jeep yang sering digunakan pengunjung.

“Kalau di Tebing Breksi ini lebih kompleks. Pengelolanya masyarakat sekitar. Ada puluhan UMKM, komunitas jeep dan lainnya. Jadi efek uji coba ini akan bisa berdampak sangat luas,” terang Kustini.

Ditambahkan Kustini, wisata Tebing Breksi juga telah mengantongi sertifikat CHSE dari Kemenparekraf sebagai salah satu syarat uji coba. Selain CHSE, pengelola wisata juga telah mendapatkan QR Code Peduli Lindungi dari Kementrian Kesehatan.

Kustini mengatakan dalam waktu dekat dinas terkait akan melakukan skenario uji coba. Dengan dimulainya uji coba tersebut, Kustini berharap perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali  bergeliat. (Humas Sleman)




Public Speaking sebagai Salah Satu Cara untuk Mengaktualisasikan Diri

Sleman – Bagi generasi milenial, kemampuan berbicara di depan publik (Public Speaking) saat ini memiliki posisi penting, karena percaya diri untuk tampil di depan publik merupakan bagian dari cara dan gaya hidup mereka untuk mengaktualisasikan diri.

Hal tersebut yang mendasari KOKAM Gamping bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan AMM Trihanggo Gamping menggelar Latihan Dasar Public Speaking “Bagaimana Cara Agar Percaya Diri?” di Gedung Madrasah Diniyyah Muhammadiyah Ar Rohman, Baturan, Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (12/9/2021).

“Fasilitas kegiatan ini adalah ilmu bermanfaat, wawasan baru, sertifikat, dan relasi anyar yang positif,” ujar Noviatoro, salah satu panitia mengenai manfaat pelatihan yang diikuti oleh 30 orang Anggota AMM, PM, dan NA Gamping.

Pelatihan sendiri menghadirkan Respati Agus Sasangka, Anggota DPRD Kabupaten Sleman sebagai Keynote Speaker, dan Yunda Eka Annisa Sari, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UAD sebagai narasumber.

Respati pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kemampuan berbicara di depan umum saat ini sangat penting untuk dimiliki. “Kemampuan berbicara di depan umum, serta kepribadian dalam berpidato masing-masing pribadi menjadi kunci dalam bagaimana memerankan dirinya sebagai komunikator profesional,” ungkapnya.

Sementara itu, Yunda Eka Annisa Sari menyampaikan bahwa salah satu kunci kesuksesan seseorang ditentukan dari kemampuannya dalam berkomunikasi. Ia juga mengatakan kemampuan publik speaking dapat membantu seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya dengan tampil di depan khalayak dengan percaya diri dan meyakinkan.

Untuk itu, lanjut Eka, latihan untuk berbicara di depan umum sangat penting untuk dilakukan, agar dapat membangun kepercayaan diri dengan proses, ketekunan, keberanian, dan kesungguhan.

“Dengan latihan ini semoga dapat menjadi jembatan untuk bersama-sama membentuk pribadi yang percaya diri,” imbuh Yunda.

Yunda juga memberikan beberapa tips dan trik dalam melatih kemampuan public speaking yaitu dengan banyak membaca buku, dan melatih intonasi suara. (Arief Hartanto)




Warga Prambanan Jalani Vaksinasi Massal

Prambanan – Kabupaten Sleman terus mempercepat pemberian vaksin COVID-19 untuk masyarakat. Salah satunya adalah vaksinasi massal yang di Kapanewon Prambanan pada Sabtu (11/9/2021).

Vaksinasi diselenggarakan di dua tempat, pertama di Halaman Gereja Tyas Dalem Macanan yang menyediakan kuota vaksin untuk 1400 peserta yang terdiri dari Jemaat gereja dan warga di Kapanewon Prambanan dan Berbah.

Pelaksanaan vaksinasi kedua dilakukan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) di Kalurahan Bokoharjo yang menyelenggarakan vaksinasi selama dua hari, yaitu Sabtu (11/9/2021) dan Minggu (12/9/2021) untuk orang yang terdiri dari santri, ustaz, ustazah, keluarga santri, dan masyarakat di sekitar MBS.

Panewu Prambanan, Rasyid Ranadi Sosiawan mengapresiasi para panitia dan masyarakat yang berpartisipasi dalam vaksinasi ini. Ia berharap dengan vaksinasi, kondisi dapat kembali normal, terutama di sektor ekonomi. “Dengan adanya percepatan vaksin ini, diharapkan ekonomi masyarakat segera pulih,” ujarnya. (Ori Fatmawati/KIM Prambanan)