Metode Mina Padi Tingkatkan Produksi Ikan di Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan program mina padi dapat meningkatkan produksi perikanan di Kabupaten Sleman secara signifikan. Terbukti dari tahun ketahun produksi perikanan, baik produksi benih maupun ikan konsumsi di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan rata-rata 16,89 % pertahun.  

“Namun pada tahun 2020 karena kondisi pandemi COVID-19, produksi ikan konsumsi dan benih di Kabupaten Sleman mengalami penurunan sebesar 19,59 % dibandingkan tahun 2019, yaitu sebesar 54 ribu ton lebih,” jelas Kustini saat menghadiri Panen Ikan Nila hasil Mina Padi Kolam Dalam oleh Kelompok Petani Ikan (KPI) Mina Makmur, Ngagul Agulan, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Senin (13/9/2021).  

Hal senada juga diungkapkan oleh Marjono, Ketua KPI Mina Makmur. Menurutnya, sistem Mina Padi mempunyai dampak positif yaitu mengurangi biaya pemeliharaan padi seperti pemupukan yang hanya dilakukan sekali, penyiangan padi dilakukan hanya sekali karena rumput yang tumbuh dimakan ikan, serta tanpa pemberian pestisida.

Marjono mengatakan pengelolaan Mina Padi oleh kelompoknya memanfaatkan lahan sawah seluas 5000 m². Varietas padi yang digunakan yaitu IR 64 dan bibit Ikan Nila 175 Kg dengan modal awal Rp .

Dalam waktu tiga bulan, lahan tersebut mampu memanen 1,24 Ton Ikan nila serta 5,12 Ton/Ha padi. “Dalam waktu tiga bulan dan satu kali musim tanam dapat menghasilkan Rp ,” ujarnya.

Kabupaten Sleman sendiri telah mengembangkan berbagai teknologi untuk meningkatkan produksi perikanan. Diantaranya adalah Budi Daya Ikan Dengan Sentuhan Teknologi Kincir (SIBUDI DIKUCIR), Minapadi Kolam Dalam, Budi Daya Udang Dengan Padi (UGADI), Budi Daya Ikan Gurami Dengan Sistem Booster dan Budi Daya Ikan Dengan Sistem Bioflok untuk Ikan Lele. (Humas Sleman)




Pilur Serentak Kabupaten Sleman akan Digelar pada 31 Oktober 2021

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman telah memutuskan Penyelenggaraan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak akan digelar pada 31 Oktober 2021. Penundaan ini disebabkan oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman diperpanjang. Sebelumnya, pelaksanaan Pilur serentak di Kabupaten Sleman juga telah mengalami penundaan yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2021 menjadi 12 September 2021.

Menyikapi hal ini, Panewu Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengajak masyarakat untuk dapat mendukung pelaksanaan Pilur serentak agar dapat berjalan lancar tanpa ada masalah.

“Setiap kalurahan yang akan melaksanaan Pilur, untuk dapat segera mempersiapkan diri agar pemilihan lurah bisa dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujar Siti dalam Forum Komunikasi Kapanewon Ngemplak yang diadakan di Pendopo Kapanewon Ngemplak, Senin (13/9/2021).

Sementara itu, Nur Hidayat, Anggota DPRD Sleman Dapil Ngemplak menyebutkan ada beberapa regulasi baru yang telah diterbitkan huna mendukung pelaksanaan Pilur yang akan dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19. Hal tersebut tertyang dalam Peraturan Mendagri Nomor 72 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Mendagri Nomor 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa.

“Ada juga Surat Edaran Mendagri nomor 141/6698/SJ tentang Jumlah Pemilih di Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di Era Pandemi COVID-19,” terang Nur.

Pilur Serentak di Kabupaten Sleman, lanjut Nur Hidayat, tetap akan dilaksanakan secara elektronik, sesuai dengan ketentuan di Pasal 5A Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 18 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.

“Pemilihan Lurah Serentak di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan 31 Oktober 2021, hal ini tentunya dengan mempertimbangkan berbagai hal dan implikasi terkait protokol kesehatan di dalamnya,” jelas Nur Hidayat.

Sementara itu, sesuai dengan SE Mendagri Nomor 1411/6698/SJ tanggal 10 Desember 2021, pelaksanaan Pilur dengan E-Voting harus memperhatikan protokok kesehatan di mana para peserta tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Serta pada saat praktik menggunakan perangkat E-Voting, peserta diberikan sarung tangan plastik,” ungkap Nur Hidayat. (Arief Hartanto)




Kalurahan Donoharjo Bekerja Sama dengan Dinkes Sleman Gelar Vaksinasi Massal

Donoharjo – Kalurahan Donoharjo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Vaksinasi Massal dosis pertama di Komplek Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (13/9/2021). Vaksinasi yang dilakukan menggunakan jenis vaksin Sinovac, dan tersedia 1500 dosis untuk masyarakat umum yang berusia minimal 12 tahun.

Dani Prasetyo, Kamituwo Kalurahan Donoharjo mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi massal ini terselenggara atas bantuan beberapa pihak yang terlibat.

“Mulai dari para kader di tingkat padukuhan yang melakukan pendaftaran secara manual dan pendaftaran pada link maupun di link pedulilindungi, sampai rekap data di tingkat kalurahan sehingga saat pelaksanaan proses registrasi tidak menemui kendala,” jelas Dani.

Ia juga mengapresiasi peran para relawan dan tenaga kesehatan di lapangan yang melakukan pengaturan peserta, skrining, vaksinasi, dan observasi yang telah bekerja secara maksimal sehingga semua berjalan lancar, aman, dan tertib.

Dani berharap, dengan pelaksanaan vaksinasi ini dapat menciptakan herd immunity (kekebalan komunal) sehingga dapat penyebaran COVID-19, khususnya di wilayah Donoharjo. Masyarakat yang telah divaksin juga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, dr. Patimah Haryati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Sleman yang menjadi Koordinator Lapangan pelaksanaan vaksinasi mengatakan Dinkes Sleman selalu berkomitmen untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran COVID-19 dengan melakukan vaksinasi agar secepatnya terbentuk kekebalan komunal.

“Salah satu cara untuk mencapai herd immunity adalah dengan vaksinasi. Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi melawan penyakit,” ujar Patimah ketika ditemui di sela-sela acara.

Menurut Patimah, vaksinasi dapat menurunkan angka penularan dan kematian, sehingga dapat mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat yang dapat membuat aktivitas masyarakat kembali lancar dan meningkatkan ekonomi di Kabupaten Sleman.

Dinkes Sleman, lanjut Patimah, telah memiliki satuan kerja yang dapat melakukan vaksinasi massal hingga mencapai 8 titik dalam sehari di sentra dan pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan. Sehingga masyarakata tidak perlu khawatir kehabisan stok vaksin, karena Dinkes telah memastikan stok vaksin dan SDM pelaksana vaksin mencukupi.

“Tinggal masyarakat memilih sesuai vaksin yang diinginkan dan disesuaikan dengan kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin,” ungkap dr. Patimah. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Polda DIY Gelar Vaksinasi Massal di Kapanewon Moyudan

Moyudan – Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat Vaksinasi COVID-19 di Kapanewon Moyudan. Salah satunya yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menggelar Vaksinasi Massal di Gedung Serbaguna Kalurahan Sumberarum, Moyudan, Kabupaten Sleman, Senin (13/9/2021).

Vaksinasi yang digelar bekerja sama dengan Kapanewon Moyudan ini menyasar 2500 masyarakat Kalurahan Sumberarum, Sumberagung, serta para santri Pondok Pesantren Bina Umat Setran Sumberarum, Kapanewon Moyudan.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol. R. Slamet Santoso. Ia menyatakan vaksinasi bertajuk Vaksin Merdeka, Bantuan Kepada Masyarakat ini sebagai bentuk pengabdian Polda DIY dan Akpol 95, Patriatama.

Sementara itu, Arifin, Ketua Satgas sekaligus Panewu Moyudan yang mendampingi pemantauan mengapresiasi vaksinasi yang dilakukan. Ia juga menggarisbawahi mengenai pentingnya kerja sama semua pihak dalam memerangi pandemi.

“Semua pihak bersinergi agar percepatan vaksinasi di Moyudan segera tercapai,” ujarnya.

Kegiatan vaksinasi berjalan dengan lancar dan tertib, serta seluruh pihak yang terlibat tetap menaatai protokol kesehatan. (Edy/KIM Moyudan)