Masa Jabatan Lurah Berakhir, Condongcatur Sementara Dipimpin Penjabat Lurah

Depok – Reno Candra Sangaji menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Condongcatur yang selama mengemban amanah jabatan sebagai lurah masa jabatan 2015-2021 dapat membawa banyak kemajuan Condongcatur di segala bidang yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan kerja bersama segenap pamong kalurahan bersama staf dan lembaga-lembaga kalurahan yang solid dan kompak menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Juga atas kerjasama yang baik dari Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Condongcatur sebagai mitra pemerintah kalurahan yang selalu memberi masukan serta melakukan pengawasan kinerja sehingga semua kebijakan sesuai dengan harapan masyarakat dan ketentuan,” ucap Reno saat acara serah terima jabatan di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (15/9/3021).

Reno telah mengakhiri masa jabatannya sebagai lurah Condongcatur dan untuk sementara akan digantikan oleh Sugiyanto, Pengadministrasi Pemerintahan Pada Jawatan Praja Kapanewon Depok Sebagai Penjabat Lurah Condongcatur. Reno juga menyatakan jika diberi kepercayaan oleh masyarakat siap melanjutkan kembali untuk menuntaskan program-program dan pemerataan pembangunan.

Penjabat Lurah Condongcatur, Sugiyanto mengatakan bahwa sebagai prajurit di tingkat kalurahan harus siap menjalankan tugas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai Penjabat Lurah Condongcatur. Sugiyanto juga menyatakan akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dalam penyelenggaraan pemerintah kalurahan, mengawal pelaksanakan pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sampai dengan terisinya kembali jabatan lurah Condongcatur yang definitif.

Panewu Depok, Subagyo menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Reno Candra Sangaji atas pengabdinya selama 6 tahun dalam menjalankan tugas sebagai Lurah Condongcatur yang dinilai telah membawa kemajuan dan pelayanan masyarakat yang baik. “Kepada Penjabat Lurah Condongcatur untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai peraturan peundang-undangan yang berlaku sampai terpilih dan dilantiknya Lurah Condongcatur definitif hasil Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2021 yang diikuti 35 Kalurahan,” kata Subagyo.(Wasana/KIM Depok)




Tiga Lurah di Ngaglik Berakhir Masa Jabatan

Ngaglik – Seiring dengan berakhirnya masa jabatan sedangkan pemilihan lurah serentak baru akan digelar 31 Oktober 2021 nanti, tiga kalurahan di Kapanewon Ngaglik hari ini melakukan serah terima jabatan dari lurah kepada penjabat lurah sementara di Aula Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (15/9/2021).

Ketiga lurah yang berakhir masa jabatannya tersebut adalah Harjuno Wiwoho (Kalurahan Sardonoharjo), Sarbini (Kalurahan Sariharjo), dan Hadi Rintoko (Lurah Donoharjo). Pengganti sementara mereka adalah Heribertus Sutrisno, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Ngaglik sebagai penjabat Lurah Sariharjo; Haryanto, Pengelola Administrasi pada Jawatan Praja Kapanewon Ngaglik sebagai penjabat Lurah Sardonoharjo; dan Rismunandar, Pengadministrasi Umum pada Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngaglik sebagai penjabat Lurah Donoharjo untuk masa jabatan paling lama 1 tahun.

Mewakili para lurah demisioner, Sarbini mengucapkan terimakasih atas doa dan dukungannya sejak tahun 2015 sampai dengan 2021. “Tentu banyak kekurangan dalam menjalankan tugas, karena itu perkenankan kami memohon maaf. Kami juga mengucapkan selamat datang penjabat baru yang akan mengantarkan prosesi dalam pemilihan lurah baru. Kita berharap pemilihan akan berjalan lancar, damai, tanpa intrik, tanpa gesekan di tiga kalurahan,” kata Sarbini.

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepada para lurah demisioner atas pengabdiannya selama 6 tahun, dan berharap semoga bermanfaat bagi masyarakat serta seluruh pengabdian menjadi amal baik.

“Kita akan jelang pemilihan lurah tanggal 31 Oktober 21, semoga tidak mundur lagi. Semoga pemilihan berjalan lancar, aman, tenang, terkendali, jujur dan adil. Siapapun yang nanti akan menjadi lurah, akan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dapat bekerjasama dengan kami dan bisa melakukan pengabdian terbaik,” sambut Siti lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Sleman Terapkan Strategi Vaksinasi Berbasis Kalurahan

Sleman – Salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mempercepat proses vaksinasi masyarakat adalah dengan menyelenggarakan vaksinasi berbasis kalurahan. Salah satu contohnya adalah Vaksinasi Massal yang digelar di Kalurahan Sariharjo Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Selasa (14/9/2021).

Pemerintah Kalurahan Sariharjo menggelar vaksinasi massal dengan kuota vaksin untuk 1500 peserta, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Satuan Tugas COVID-19, Destana, Karang Taruna, Polsek, Danramil, dan Relawan Kaka Center.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan penyelenggaraan vaksinasi bekerja sama dengan kalurahan di Sleman merupakan salah satu strategi Dinkes untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi di Kabupaten Sleman.

“Selain di sentra vaksin maupun regular di fasilitas kesehatan,” ujar Cahya.

Hal ini, lanjut Cahya, dilakukan agar target vaksinasi sebesar 80% di akhir Oktober dapat terpenuhi. “Percepatan vaksinasi tentunya tidak semata untuk mencapai target, melainkan bertujuan untuk membentuk herd immunity (kekebalan komunal),” imbuhnya.

Cahya opteimis target tersebut dapat terealisasi karena capaian vaksinasi dosis pertama di Sleman saat ini sudah mencapai 62%. Ia juga menjamin ketersediaan vaksin di Kabupaten Sleman, sehingga masyarakat tidak perlu takut kehabisan stok.

Di Kabupaten Sleman sendiri terdapat 4 jenis vaksin yang tersedia untuk masyarakat. Berdasarkan data Dinkes Sleman per 10 September 2021, vaksin jenis Sinopharm saat ini tersedia 50 dosis. Untuk vaksin Moderna tersedia dosis, vaksin AztraZeneca tersedia dosis, dan vaksin jenis Sinovac tersedia dosis.

Strategi yang dilakukan oleh Dinkes Sleman ini mendapatkan dukungan dari Abdul Kadir, Ketua Gugus COVID-19 DPRD Sleman. Ia mengatakan langkah ini perlu dilakukan agar vaksinasi COVID-19 dapat menyasar warga yang belum divaksin, sehingga target bisa segera dipenuhi.

“Vaksinasi akan menjadi senjata menurunkan level sekaligus mewujudkan herd immunity (kekebalan komunal). Herd immunity akan menjadi kunci pemulihan perekonomian, prasyarat Pembelajaran Tatap Muka hingga mensukseskan pelaksanaan pilihan Lurah di Kabupaten Sleman pada akhir Oktober 2021,” ungkap Abdul Kadir.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama eksekutif dan kalangan pengusaha untuk menyiapkan strategi dan bersinergi dalam membangkitkan roda perekonomian di Kabupaten Sleman. “Kabupaten Sleman memiliki kekayaan potensi wisata dan banyak pelaku usaha mikro UMKM,” imbuh Abdul Kadir. (HRH91/ KIM Moyudan)