Tiga Kalurahan di Kapanewon Mlati Gelar Vaksinasi COVID-19 secara Massal

Mlati – Untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunal (herd immunity) di masyarakat, 3 Kalurahan di Kapanewon Mlati mengadakan vaksinasi COVID-19 secara massal untuk masyarakat selama 2 hari, dari Rabu (22/9/2021) hingga Kamis (23/9/2021).

Vaksinasi yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Tlogoadi tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Tlogoadi, Tirtoadi, dan Sumberadi bersama Kapanewon Mlati, Puskesmas Mlati II, Polsek Mlati, dan Koramil Mlati. Vaksinasi massal yang menggunakan Vaksin Sinovac ini menargetkan 2500 peserta dari ketiga kalurahan yang terlibat.

“Kegiatan ini diperuntukkan untuk masyarakat secara umum, terkhusus warga Kalurahan Tirtoadi, Kalurahan Tlogoadi, dan Kalurahan Sumberadi yang belum mendapatkan vaksin COVID-19. Harapannya semua warga di tiga kalurahan tersebut akan mendapatkan vaksin baik dosis I maupun dosis II nantinya,” ungkap Yani Suryani, Pj. Lurah Tlogoadi.

Kalurahan Tlogoadi dipilih sebagai lokasi vaksinasi dikarenakan kalurahan tersebut yang memiliki akses yang paling mudah, dibandingkan dengan kalurahan lainnya. “Kami berusaha menyisir warga yang belum mendapatkan vaksin agar bisa mengikuti vaksinasi massal ini,” imbuh Yani,

Peserta vaksinasi sendiri tersebar dari masing-masing kalurahan, dengan pembagian Kalurahan Tirtoadi sebanyak 500 peserta, Tlogoadi sebanyak 1000 peserta, dan Sumberadi sebanyak 1000 peserta. Setiap peserta dapat mendaftarkan dirinya melalui padukuhan masing-masing. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Tingkatkan Pemahaman Berbangsa dan Bernegara, Badan Kesbangpol DIY Gelar Sinau Pancasila

Sebagai upaya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 secara konkret terutama melalui pendidikan dan pemasyarakatan yang lebih terstruktur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DIY menggelar acara Sinau Pancasila, Rabu (22/09/2021).

Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Sleman ini dilatarbelakangi fakta bahwa Pancasila dan UUD 1945 haruslah tercermin dan terjabarkan dalam berbagai norma dan harus ditempatkan sebagai dasar dari semua prinsip-prinsip pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai dalam dua pilar tersebut harus diwujudkan berlakunya secara konkret dalam tindakan-tindakan praktik bernegara dan berpemerintahan sehari-hari,” jelas Rukiyati selaku narasumber dari Pusat Pendidikan Pancasila dan Karakter Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNY.

Lebih lanjut, Rukiyati memaparkan materi untuk membuka ingatan tentang sejarah lahirnya Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, proses perubahan UUD 1945, serta isi dan pasal demi pasal UUD 1945. Selain itu, ia juga menjelaskan 2 pilar berbangsa lainnya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Tak dapat dipungkiri, tantangan bangsa Indonesia saat ini nampak dari rendahnya pemahaman dan penghayatan terhadap 4 konsensus dasar bangsa tersebut. Di sisi lain, rasa memiliki terhadap bangsa dan negara juga masih lemah. Generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik, dan materialisme.

“Melalui pemahaman bela negara, diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, dan mempunyai kemampuan awal bela Negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DIY, Dewa Isnu Broto Imam menilai Sinau Pancasila ini perlu digalakkan kembali mengingat Pancasila menjadi pedoman dan panduan bagi seluruh warga negara dalam segala bidang kehidupan.

“Pancasila menjadi identitas kehidupan  rakyat Indonesia yang memuat sebagai ideologi, cita-cita dan tujuan Negara Indonesia,” kata Kepala Kesbangpol DIY.

Maka dari itu, dalam acara ini Badan Kesbangpol DIY menyasar ASN, TNI, POLRI, pelajar, mahasiswa, masyarakat, pelaku usaha, swasta, komunitas, ormas, dan organisasi politik. Untuk itulah, dalam acara ini menghadirkan generasi muda yang diwakili dari unsur karang taruna 3 kalurahan.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Forum Kewaspadaan Dini  Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Tim Penggerak PKK, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon yang meliputi Polsek dan Koramil. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Bawaslu Gelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Kabupaten Sleman

Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia mengadakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat dasar tahun 2021 yang pembukaannya dilakukan di Hotel Alana Yogyakarta Rabu (22/09/2021).

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini digagas sejak tahun 2018 oleh Bawaslu RI sebagai bagian yang bertujuan untuk menyebarkan dan mendorong semangat dan inisiatif masyarakat dalam mengawal agenda demokrasi serta mengorganisir proses transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan teknis pengawasan pemilu bagi generasi muda.

Pada Sekolah Kader Pengawas Partisipatif tingkat dasar tahun 2021 ini, Kabupaten Sleman berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan SKPP pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta 80 orang yang berasal dari Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo. Adapun penyelenggarannya akan berlangsung dari tanggal 22 September sampai dengan 24 September 2021.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang mengadiri pembukaan SKPP mengapresiasi penyelenggaraan SKPP ini, karena dapat menciptakan kader yang lebih kompeten. “Mengingat SKPP ini bertujuan menciptakan kader pengawas pastisipatif yang berdedikasi, berintegritas dalam pengawasan proses tahapan pemilu”.

Danang berharap kehadiran SKPP dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Partisipasi masyarakat yang tidak hanya sekedar sebatas datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih, melainkan diharapkan juga proaktif melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pelaksanaan pemilu di lingkungannya masing-masing sehingga tercipta pelaksanaan pemilu yang berkualitas dan nantinya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas juga.

“Saya berharap kepada para peserta SKPP dapat bersunggung-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga diharapkan menjadi alumni yang bisa menjadi mata dan telinga Bawaslu yang akan lantang berteriak melawan berbagai pelanggaran pemilu,” tambahnya.

Penyelenggaraan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungannya, sehingga kegiatan SKPP ini dapat terlaksana.

“Antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu ini cukup tinggi, dibuktikan dengan peserta yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan SKPP ini cukup banyak,” ungkapnya.

Ia juga menggarisbawahi fakta bahwa penyelenggaraan SKPP kali ini banyak diikuti oleh anak muda, sehingga dapat memberikan dampak positif.

“Yang membanggakan bagi kami adalah peserta kali ini mayoritas anak muda, generasi milenial. Anak muda ini kami lihat masih mempunyai idealisme yang baik, punya visi yang baik, dan belum terkontaminasi dengan hal-hal buruk dalam politik, sehingga tujuan dari SKPP ini untuk mencetak kader yang mempunyai dedikasi, keterampilan, dan berintegritas tentunya akan terpenuhi,” tambahnya.

Abhan juga berharap alumnus dari SKPP ini nantinya akan menjadi simpul-simpul penggerak pengawas partisipatif di masyarakat. Dari alumnus nanti program-program sosialisasi Bawaslu, program-program pendidikan politik dari Bawaslu bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. (Humas Sleman)




Media Daring Mudahkan Promosi UMKM

Sleman – Media daring (online) dapat menjadi tempat marketing yang sangat menguntungkan dan meningkat penjualan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Bayu Bharotodiasto, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman ketika menjadi Pembicara dalam Bimbingan Teknologi (Bimtek) Digital Marketing yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Aula Budi Pekerti Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman, Rabu (22/9/2021)

Bayu mengatakan, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi online dapat meningkatkan penjualan produk para pelaku UMKM, terutama untuk yang sudah memiliki toko agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hal itu disebabkan media online lebih mudah digunakan dan memiliki jangkauan yang lebih luas

“Media promosi online itu jauh lebih murah dari pada promosi offline secara konvensional, misalnya pakai brosur atau apa saja dan juga jangkauannya bisa lebih luas,” jelas Bayu

Ia memberikan contoh kemudahan promosi menggunakan aplikasi WhatsApp yang hanya membutuhkan nomor kontak.

“Contohnya pakai WA, selama kontak nomornya banyak itu jangkauannya pasti luas, dari pada teman-teman yang tidak menyimpan nomor telfon orang-orang. Hal tersebut bisa meningkatkan penjualan,” tambah Bayu

Namun Bayu juga mengingatkan bahwa penggunaan media promosi online juga memiliki konsekuensi tersendiri. Menurutnya, karena jangkauannya yang luas dan tidak terbatas, maka komunikasi yang terjalin dengan konsumen akan sedikit lebih susah untuk dikendalikan, dan kita harus siap siaga untuk merespon konsumen.

“Paling tidak secara 24 jam kita harus ready, walaupun kita tidak mampu, dan harus konsisten,” tutup Bayu. (Rep Nikke/Rahayu)




Panpilur Condongcatur Gelar Bimtek Panduan Pemilihan Lurah untuk KPPS

Condongcatur – Untuk memastikan kelancaran pelaksanaa Pemilihan Lurah (Pilur), Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Keamanan TPS. Bimtek akan dilakuan secara maraton dari tanggal 20 September 2021 hingga 29 September 2021, dan diikuti oleh 82 TPS yang berada di Condongcatur.

Dalam bimtek, para peserta diberikan materi teknis terkait Panduan Pemungutan dan Penghitungan Suara, sebelum dilanjutkan dengan praktik pengoperasian alat e-Voting yang dipandu oleh Tenaga Teknis Utama (TTU) dan Tenaga Teknis Lapangan (TTL).  

Petugas KPPS yang terdiri dari Ketua, Petugas Verifikasi, Petugas Token Generator, Petugas Bilik, Petugas Tinta, dan Petugas Keamanan juga diberikan buku panduan agar dapat mempelajarinya secara lebih dalam.

Kalurahan Condongcatur sendiri menjadi Kalurahan dengan TPS terbanyak dalam Pilur yang akan berlangsung pada Bulan Oktober ini. Wardoyo, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menuturkan, Kalurahan Condongcatur memilik 82 TPS yang tersebar di 18 Padukuhan.

“DPT-nya sebanyak pemilih, dan masih memungkinkan ada penambahan pemilih hingga hari pemilihan tanggal 31 Oktober 2021 nanti,” ujar Wardoyo saat menghadiri bimtek yang diselenggarakan pada Rabu (22/9/2021) di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Selain 82 TPS, Panpilur Condongcatur juga membentuk 8 KPPS keliling yang terdiri dari Ketua Teknis, Keamanan, dan TTK Keliling, yang nantinya akan bertugas untuk melayani pemilih tidak bisa melakukan pemilihan langsung di TPS karena sakit, lanjut usia, dan para penyandang disabilitas yang tidak bisa datang ke TPS. (Wasana/KIM Depok)