Koordinator PPL Kapanewon Depok Kunjungi KWT Tuwuh Makmur Santren

Depok – Koordinator PPL Kapanewon Depok, Saiful Hadi, berkunjung di Kelompok Wanita Tani (KWT) Tuwuh Makmur, yang berada di RT 06 Padukuhan Santren, Sabtu (25/09/2021) sore. 

Kegiatan kunjungan tersebut bertujuan untuk silaturahmi serta sharing, membagikan informasi dan ilmu pengetahuan ke wilayah binaannya, khususnya di KWT Tuwuh Makmur Santren. 

Selain itu dalam kegiatan kunjungan ini, koordinator PPL Kapanewon Depok dan PPL Caturtunggal ingin meninjau kegiatan penanaman sayuran di kebun KWT, seperti sawi, cabe, tomat, sawi, kembang kol, dan lain-lain. 

Setelah dikukuhkan menjadi KWT kelas pemula pada 21 Juni lalu, KWT Tuwuh Makmur mulai bergerak memulai budidaya tanaman sayuran di kebun/demplot dan pemanfaatan lahan terbatas di tiap RW.

Ketua KWT Tuwuh Mamur, Tri Sumiyati, menyampaikan bersama dengan KKN UNY, KWT Tuwuh Makmur juga mendapat pelatihan pembuatan pot dari kain bekas pada beberapa bulan lalu. Selain itu, Tri juga menyebutkan bahwa KWT Tuwuh Makmur mendapat bantuan bibit tanaman, seperti alpukat, kelengkeng, dan jambu dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan ini, disampaikan bahwa KWT Tuwuh Makmur Santren mendapat pendampingan materi pembenihan, pemupukan, dan penanggulangan hama pada tanaman.

Daryono, PPL Caturtunggal, menyampaikan apresiasi terhadap beberapa KWT yg walau belum lama dikukuhkan namun sudah semangat untuk memulai dan berkembang.

“Nantinya bersama kita akan dampingi KWT yang ada, harapannya tiap KWT mempunyai sesuatu yang khas serta berpotensi nilai jual,” harapnya. (Danang/KIM Depok)




KWT Mekar Janti Gelar Pertemuan Rutin

Depok – KWT Mekar Janti, Kalurahan Caturtunggal, Depok, mengadakan pertemuan rutin di rumah Dukuh Janti, Sabtu (25/09/2021) sore.

Pertemuan dihadiri oleh pengurus dan anggota yang aktif serta kegiatan dilakukan dengan standar penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua KWT Mekar Janti, Khusnul Khatimah, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya bawang merah yang telah dilakukan KWT Mekar Janti berjalan dengan lancar. Meski ada beberapa hal yang perlu dievaluasi serta dikembangkan, hasil panen bawang merah ini tidak begitu mengecewakan.

Untuk selanjutnya, KWT Mekar Janti menargetkan untuk melakukan budidaya jamur tiram di tempat yang beberapa hari lalu telah disiapkan.

“Kami harap kebersamaan para anggota untuk senantiasa bertumbuh bersama untuk belajar serta praktek budidaya jamur tiram,” jelas Khusnul Khatimah.

Sementara itu, penyuluh pertanian Kapanewon Depok, Fitri Isnaini, memberikan motivasi serta arahan tentang teknis budidaya jamur tiram.

“Meskipun KWT Mekar Janti mempunyai tanaman serta produk unggulan dari bunga telang yang telah diproduksi, tidak ada salahnya untuk mengembangkan berbagai macam tanaman alternatif selain padi,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dibahas mengenai pengurusan PIRT untuk produk minuman bunga telang.

“Bersama kita tanamkan, semangat belajar, tidak merasa lelah dan pantang menyerah mengembangkan KWT meskipun dilihat dari segi hasil belum begitu besar. Akan tetapi dari segi pengetahuan tentang bercocok tanam dan silaturahmi yang begitu besar mereka rasakan,” pungkas Khusnul Khatimah. (Danang/KIM Depok)




Memasifkan Penggunaan Aksara Jawa Melalui Teknologi Digital

Ngemplak – Sebagai upaya untuk melestarikan Aksara Jawa pada generasi muda, Pemerintah Kalurahan Wedomartani menggelar Pelatihan Aksara Jawa dengan tema Sejarah, Filosofi, dan Digitalisasi Aksara Jawa yang diselenggarakan selama 2 hari yaitu, Jumat (24/9/2021) dan Sabtu (25/9/2021) di Aula TK SD Model Blotan, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Pelatihan yang terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kalurahan Wedomartani dengan Komunitas Aksara Segajabung dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wijaya Kusuma ini diikuti oleh 28 orang Guru SD yang berada di Kalurahan Wedomartani.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh para praktisi Aksara Jawa, yaitu Setya Amrih Prasaja, Arief Budiarto, Joko Elysanto, dan Kingkin Winanti Nurdiana yang membahas sejarah, tata tulis, penggunaan, kesantunan, filosofi, dan digitalisasi Aksara Jawa.

Kamituwa Wedomartani, Mujiburokhman menuturkan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk melatih guru-guru sebagai agen perubahan, agar dapat memberikan wawasan dan cara pandang tentang pentingnya melestarikan Aksara Jawa pada siswanya.

“Di zaman yang serba digital ini, anak-anak mengalami berbagai gempuran teknologi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola pikir dan tata nilai budaya di masyarakat,” ungkap Mujiburokhman.

Menurutnya, teknologi yang berkembang saat ini jutru dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan tata nilai budaya dan kemasyarakatan kepada generasi muda. “Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengenalkan teknologi dalam mempelajari Aksara Jawa,” imbuhnya.

Mujiburokhman mengatakan bahwa selama ini siswa di sekolah selalu menganggap pelajaran Aksara Jawa sebagai pelajaran yang sulit. Untuk itu, dengan pemanfaatan teknologi, Mujiburokhman berharap pembelajaran mengenai Aksara Jawa dapat menjadi pelajaran yang menyenangkan.

“Anak-anak dapat mempelajari Aksara Jawa dengan cara kekinian yaitu melalui digitalisasi Aksara Jawa. Hanya dengan menekan tombol keyboard di HP atau laptop, anak-anak sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan Aksara Jawa,” ujarnya.

Digitalisasi tersebut menurut Mujiburokhman, dapat menjadi metode yang digunakan untuk memasifkan penggunaan Aksara Jawa di masyarakat. “Sehingga tetap terjaga dan lestari keberadaannya, dan dapat menjadi tuah rumah di tanah kelahirannya,” tutup Mujiburokhman. (Hastuti Setyaningrum/KIM Lumintu Ngemplak)




Pendidik PAUD Harus Kreatif dalam Memberikan Materi Pembelajaran

Sukoharjo – Gugus PAUD VI Sukoharjo 2 melaksanakan Pengimbasan Lingkungan Belajar Berkualitas di Kelompok Bermain Taman Ceria, Cangkringan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (23/9/2021). Pengimasan dilakukan untuk menambah pengetahuan sistem belajar bagi para pendidik, agar dapat memberikan pembelajaran yang maksimal bagi para siswa PAUD.

“Pengimbasan ini bisa menambah kemampuan para pendidik PAUD dalam memberikan bahan ajar bagi siswa-siswi di PAUD, terutama dalam hal pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE),” ungkap Rusmiyati, Ketua Gugus PAUD Sukoharjo 2 di depan para peserta yang berasal dari 8 lembaga PAUD yang tergabung dalam Gugus PAUD VI, yaitu TK Lestari, TK Budi Asih, TK PKK Sukorini, TK Cahaya Mulia, KB Tunas Mulia, KB Taman Ceria, dan SPS Wijaya Kusuma.

Menurut Rusmiyati, pemanfaatan APE dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekolah. “APE tidak harus buatan pabrik, namun para pendidik bisa mencari dan menggunakan alat yang ada di sekitar sekolah, terutama bahan alam seperti dauh dan kerikil. Semua tergantung kreatifitas pendidiknya,” jelas Rusmiyati lagi.

Sementara itu, Refi, salah satu pendidik Kelompok Bermain (KB) Taman Ceria menuturkan bahwa selain berinovasi dalam pemanfaatan APE itu, para pendidik juga harus dapat melakukan Asesmen Otentik untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam sebuah sistem pembelajaran tersebut.

“Aktivitas mengukur capaian kompetensi dari kegiatan belajar anak di aspek nilai agama, moral, fisik, motorik, bahasa, kognitif, dan sosial emosional. Hal ini dilakukan berdasarkan fakta sesungguhnya, dan dilakukan pada saat anak bermain. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selanjutnya, dan membuat laporan hasil belajar yang akan dibagikan pada waktu tertentu,” imbuh Refi.

Dalam pengimbasan, masing-masing lembaga juga melakukan praktik langsung pembuatan APE menggunakan bahan alam, dan bahan abis pakai.

“Semoga dengan adanya pengimbasan ini, bisa semakin menambah pengetahuan dan kreatifitas pendidik di lingkungan PAUD di Sukoharjo, agar anak-anak juga tahu bahwa apa yang ada di sekitar kita pun bisa menjadi alat pembelajaran yang sangat menarik,” ujar Wigati, salah satu pendidik yang juga tergabung dalam Gugus PAUD VI. (ESWE/KIM Sukoharjo)