Dinsos Sleman Gelar Pelatihan Batik Ecoprint Bagi Penyandang Disabilitas di Kalurahan Caturtunggal

Depok – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar pelatihan batik ecoprint untuk warga penyandang disabilitas di Balai Padukuhan Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Senin (27/9/2021).

Pelatihan tersebut rencananya akan berlangsung selama empat hari, dari 27 sampai 30 September dengan materi dasar batik ecoprint sampai praktek media kain pada tas, kaos, syal, dan taplak.

Kamituwa Caturtunggal, Kirwanto, menyampaikan sepuluh warga penyandang disabilitas se-Caturtunggal tersebut terlihat bersemangat dalam mengikuti pelatihan tersebut.

“Belajar batik itu tidak cukup sekali dua kali, harus berkelanjutan sehingga nantinya dapat menjadi bekal serta potensi dalam berwirausaha,” ujarnya.

“Batik ecoprint harapannya mendukung keberlangsungan dari teman-teman disabilitas untuk terus berkarya dan berkreasi. Teknik ecoprint ini tidak mengeluarkan limbah apapun, karena batik ini dari bahan-bahan alami,” ujar Sri Wahyuni, koordinator pelatihan dari Dinsos Sleman.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, mengapresiasi adanya pelatihan yang difasilitasi oleh Dinsos Sleman ini terhadap warga penyandang disabilitas dan ke depannya diharapkan mendapat pendampingan lebih lanjut.

“Semoga pelatihan dalam tiga hari mendatang berjalan lancar dan menjadi bekal potensi wirausaha bagi warga penyandang disabilitas yang ada di Caturtunggal,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Komunitas Kekandhangan Banyuraden Gelar Workshop Pembuatan Sabun Mijel

Sleman – Dalam rangka turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan agar tidak tercemari limbah rumah tangga maka sebanyak 15 orang ibu rumah tangga, dan pedagang makanan olahan mengikuti workshop pembuatan sabun batang alami berbahan dasar minyak jelantah (Mijel) yang diselenggarakan oleh Komunitas Relawan Kekandhangan Banyuraden, Jumat (24/9/2021).

Pelatihan pembuatan sabun batang alami yang dipandu oleh Sekretaris Kekandhangan, Adnan Iman Nurtjahjo mengundang narasumber Pendiri Rumah Inspirasi Jogja (Rumijo), Josh Handani dan Filiana Dewi yang kesehariannya ramah dengan lingkungan. Turut hadir dalam pembukaan workshop yakni Koordinator Pemberdayaan ekonomi Kekandhangan, Rini Puspitasari, dan Ketua Kelompok Wanita Tani Ratu Mulyo, Hayati.

Dalam sambutan pembukanya, Rini Puspitasari menyampaikan pesan kepada peserta pelatihan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta selalu menjaga lingkungan agar tidak tercemari oleh limbah rumah tangga seperti minyak hasil sisa penggorengan yang sering disebut minyak jelantah (Mijel).

“Menjaga lingkungan adalah sebuah kewajiban bagi semua warga masyarakat yang ada di wilayah padukuhan Cokrowijayan yang kita cintai ini agar dapat diwariskan kepada anak cucu. Karenanya, mengolah limbah sebuah keharusan yang harus dilaksanakan termasuk pelatihan yang akan diikuti oleh bapak dan ibu hari ini. Jika minyak jelantah dibuang ke tanah maka akan mencemari tanah sehingga tanah tidak subur dan bisa mencemari air yang kita manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Rini sekaligus membuka workshop.

Hal tersebut ditegaskan oleh pendiri Rumijo, Josh Handani yang juga sebagai pegiat lingkungan hidup bahwa masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup seperti yang tertuang dalam pasal 70 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Mari kita sayangi dan jaga lingkungan kita dari bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan dengan melakukan rekayasa daur ulang limbah rumah tangga seperti minyak jelantah ini yang akan diolah menjadi sabun batang alami sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Josh kepada peserta.

Ia menambahkan bahwa peran serta masyarakat menjadi sesuatu yang mutlak dalam kerangka menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan makna kesehatan tidak semata secara fisik dengan lingkungan yang baik. Melainkan, kesehatan fisik sebagai akibat lingkungan yang baik merupakan prasyarat sehatnya jiwa yang tentunya merupakan aset sumber daya manusia yang sangat mendasar dan penting.

“Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia beserta alam semesta mempunyai kesamaan. Hubungan antara manusia dengan alam semesta harus berjalan harmonis agar tercipta kehidupan manusia yang berkesinambungan. Semangat merawatan dan menjaga lingkungan hidup sebagai habitat manusia harus terus dikumandangkan, seperti Yel Yel Yel khas milik Komunitas Kekandhangan yaitu ‘Harmonis Alam Sesama Tuhan’ yang diucapkan setiap melakukan giat agar selalu ingat untuk mencintai lingkungannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Puskesmas Depok III Gelar Penyuluhan Pencegahan Covid-19 di Padukuhan Mrican

Depok – Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Puskesmas Depok III menggelar sosialisasi pencegahan Covid-19 di Balai Padukuhan Mrican, Minggu (26/09/2021) sore.

Pada kegiatan tersebut, ibu-ibu Ketua RT yang sebagian merangkap sebagai pengurus PKK tingkat Padukuhan Mrican diberikan materi tentang Covid-19 seperti pencegahan, pengendalian, dan penerapan protokol kesehatan pada setiap kegiatan.

Arditya Sejati, narasumber dari Puskesmas Depok III, menegaskan kembali penerapan prokes agar dapat meminalisir penyebaran Covid-19.

“Kita perlu berkolaborasi dan sinergi dengan satgas semua pihak, termasuk ibu-ibu PKK dan RT. Kami mendorong agar informasi terkait prokes dan perilaku hidup sehat ini dapat diteruskan untuk membantu penanganan Covid-19,” jelas Arditya.

Ia juga menyampaikan pentingnya masyarakat untuk mendukung dan berpartipasi menyukseskan program vaksinasi nasional. Dengan vaksinasi harapannya herd imunity dapat terbentuk sehingga pandemi dapat segera tertanggulangi.

“Bersama kita lawan hoaks terkait vaksinasi yang kerap meresahkan dan menjadikan mis informasi dimasyarakat,” tambahnya.

Ketua TP-PKK tingkat Padukuhan Mrican, Nur Handayani, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi informasi dan bekal secara teknis penanganan pandemi Covid-19.

“Harapannya dengan kegiatan penyuluhan ini dapat menjaga wilayah Padukuhan Mrican sebagai zona hijau,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Forum TBM Sleman Gelar Musyawarah Daerah

Sleman – Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sleman gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 mengusung tema Semangat Kolaborasi Pegiat Literasi Mewujudkan Kecakapan Hidup Masyarakat di Tengah Pandemi.  Kegiatan yang diselenggarakan di Aula TBM Mata Aksara Sleman, Minggu (26/9/2021) ini dihadiri oleh perwakilan pengelola TBM se-Kabupaten Sleman, dengan jumlah peserta sekitar 25 orang.

Sidik Pratomo, Ketua Forum TBM Sleman Non-Aktif dalam sambutannya menyatakan kepemimpinan forum TBM saat ini harus memiliki kompetensi yang gesit, sesuai dengan perkembangan teknologi yang serba cepat dan terbarukan. “Agenda Musda ini diharapkan terpilih ketua forum yang sesuai dengan kriteria tersebut,” kata Sidik.

Sementara itu, Ketua Forum TBM DIY, Indra Suryanto mengatakan bahwa semangat Musda ini harus menjadi kekuatan untuk membuktikan kinerja literasi sesuai dengan semboyan Sleman Sembada. Indra, juga mengapresiasi kesigapan panitia dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan ini hingga dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Sri Muliani, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menuturkan bahwa FTBM Sleman merupakan sebuah gerakan nyata dalam bidang literasi di Kabupaten Sleman. Meskipun bukan lembaga formal, para pegiat literasi yang tergabung di dalamnya memiliki peran penting bagi masyarakat.

“Terlebih di masa pandemi, saat anak-anak masih pembelajaran secara daring di rumah, banyak aksi penguatan literasi yang dilakukan masing-masing TBM,” ungkap Sri.

Sri juga mengatakan, sepak terjang FTBM Sleman juga mendapat dukungan dari Disdik Sleman melalui bantuan buku bacaan. Ia juga menekankan mengenai pentingnya kerja sama antar pihak dalam menjalan tugas pokok FTBM.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Wantini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Ia mengatakan, kolaborasi dalam menguatkan literasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

“Forum TBM merupakan mitra dari Dinas Perpustakaan Sleman, sehingga diharapkan kolaborasi dapat terus dijalin untuk terus menumbuhkan serta menguatkan literasi masyarakat Sleman” ujar Sri Wantini.

Pada Musda juga dilakukan pemilihan Ketua Forum TBM yang baru secara musyawarah. Namun karena belum memperoleh kesepatakan, pemilihan dilanjutkan dengan proses pemungutan suara (voting). Dari hasil voting, Imam Syaiful Wicaksono terpilih sebagai Ketua Forum TBM Sleman untuk periode 2021-2026.

“Ketua Forum terpilih agar terus menjalin komunikasi yang baik dengan mengedepankan suasana jalinan guyup rukun antar TBM di Sleman,” tutup Sidik. (Nuradi/KIM Ngemplak)




DLH Sleman Gelar Program Kali Bersih

Gamping – Untuk menjaga Sungai Bedog agar tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Komunitas Bedog Lestari dan Relawan Kekandhangan melaksanakan kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) bertempat di Bantaran Sungai Bedog, Padukuhan Kaliabu, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu (26/9/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Panewu Gamping Sarjono, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo didampingi Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan Hidup, Sasikirana, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman.

Dalam sambutannya Panewu Gamping, Sarjono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Prokasih tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di wilayah Rt 04 Rw 13 Kaliabu dengan tujuan membersihkan sampah, limbah rumah tangga, serta pepohonan yang roboh di badan sungai yang dapat mengotori, mencemari, dan menghambat aliran air.

“Mari jaga dan rawat bantaran Sungai Bedog ini agar tidak tercemar oleh limbah rumah tangga. Jangan membuang sampah secara sembarangan di Sungai Bedog agar kualitas airnya tetap baik dan alirannya lancar, sehingga dapat mencegah bahaya banjir karena saat ini sudah memasuki musim penghujan,” pesan Sarjono kepada warga RW 13 Kaliabu.

Sebelum dimulai pembersihan sungai, secara simbolis Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup, Purwoko Sasmoyo menyerahkan peralatan pendukung yang digunakan untuk membersihkan bantaran Sungai kepada Ketua Komunitas Bedog Lestari, Iskandar disaksikan oleh Panewu Gamping dan Lurah Banyuraden dilanjutkan eksekusi pengambilan sampah yang menghambat aliran air sungai.

Di sela-sela kegiatan, Purwoko mengatakan bahwa tujuan kegiatan Prokasih agar tercapai kualitas air sungai yang baik sehingga dapat meningkatkan fungsi sungai dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan, dan terciptanya sistem kelembagaan yang mampu melaksanakan pengendalian pencemaran air secara efektif dan efisien.

“Yang tidak kalah penting adalah jika kegiatan ini dilakukan secara berkala dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian pencemaran air sungai, serta sungai terbebas dari sampah sehingga aliran air di musim penghujan tetap lancar terhindar dari bahaya banjir,” pungkas Purwoko. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)