Sinduharjo Dideklarasikan Sebagai Kalurahan Damai

Sinduharjo – Kalurahan Sinduharjo dideklarasikan sebagai Kalurahan (Desa) Damai pada Selasa (21/9/2021). Acara deklarasi dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan anak Presiden RI ke-4, Yenny Wahid.

Deklarasi Kalurahan (Desa) Damai ini terselenggara atas kerja sama Kalurahan Sinduharjo dengan Yayasan Wahid Foundation dan UN Women. Kalurahan Sinduharjo sendiri menjadi Kalurahan pertama di DIY yang dideklarasikan sebagai Kalurahan Damai, dan menjadi anggota yang ke-18 dari seluruh Kalurahan yang ada di Indonesia.

Yenny Wahid dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa Kalurahan Damai ini merupakan program yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk cinta damai dan hidup rukun, mulai dari keluarga, warga masyarakat, maupun warga dunia.

“Kami berharap kalurahan Sinduharjo menjadi contoh kalurahan yang lain terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak warganya untuk hidup cinta damai,” kata Yenny saat menghadiri deklarasi yang digelar di Padukuhan Taraman, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik.

Sementara itu Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengajak semua warga untuk dapat hidup dengan damai di tengah keberagaman yang ada di Kabupaten Sleman. “Kabupaten Sleman yang mana masyarakatnya sangat komplek, tentu permasalahannya juga beragam sehingga perlu hidup rukun dan damai dalam berkehidupan,” imbuhnya.

Deklarasi ikrar Kalurahan Damai Sinduharjo dibacakan oleh ibu-ibu perwakilan lembaga yang ada di Kalurahan Sinduharjo, dan dilanjutkan dengan penandatangannan prasasti oleh Bupati Sleman, Yenny Wahid, Lurah Sinduharjo dan perwakilan pembaca ikrar. Acara kemudian diakhiri dengan pelepasan merpati sebagai simbol cinta damai dari Sinduharjo. (SPN/KIM Ngaglik)




Tampuk Kepemimpinan Kapanewon Gamping Resmi Dijalankan Panewu Baru

Gamping – Tampuk kepemimpinan Kapanewon Gamping berpindah tangan dari Panewu Gamping yang lama, Ikhsan Waluyo, kepada Panewu Gamping yang baru, Sarjono, sejak hari Selasa (21/9/2021) siang. Prosesi penandatanganan berita acara serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan di Pendopo Kapanewon Gamping disaksikan oleh H.Y. Aji Wulantara, selaku Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman.

Sertijab dihadiri oleh Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor Jalu Susilarjo, , Kompol Heribertus Aan Andrianto, Kepala Puskesmas Gamping I dan II, Lurah beserta jajarannya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perbankan, Unit Pelaksana Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dalam kesempatan ini Ikhsan Waluyo menyampaikan terima kasih kepada segenap jajarannya dan seluruh komponen masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping atas dukungan dan kerja samanya selama hampir 2 tahun melaksanakan tugas.

“Walaupun berpindah tugas, namun hubungan persaudaraan yang sudah terjalin baik harus dipertahankan. Tali silaturahmi tetap harus terjaga karena selain bisa lebih mengeratkan kembali persaudaraan, silaturahmi dapat memperbanyak rezeki,” kata Ikhsan.

Usai prosesi sertijab dilaksanakan, Panewu Gamping yang baru, Sarjono menyampaikan permohonan dukungan dan partisipasinya kepada seluruh stakeholder di wilayah Kapanewon Gamping untuk bisa bersama-sama meneruskan laju pembangunan yang sudah berjalan selama ini demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi misi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Kami mohon kerjasamanya kepada semua pihak agar bisa ikut berpartisipasi melakukan pembangunan di wilayah Kapanewon Gamping. Tanpa dukungan stake-holder terkait maka program kerja yang sudah direncanakan oleh Panewu sebelumnya akan sulit terwujud. Mari kita sama-sama membangun wilayah Gamping sesuai dengan potensi yang ada,” ucap Sarjono.

Sarjono menambahkan dengan adanya keterbukaan antara perangkat desa dan komponen masyarakat, maka akan lebih mudah untuk membangun kepercayaan, kerjasama, serta persatuan dalam menjalankan segala program kerja dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu dilakukan sertijab dari Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kapanewon Gamping yang lama, Marlina Dwi Pratiwi, kepada Ketua TP-PKK Kapanewon Gamping yang baru, Julasmi yang disaksikan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman, Sri Habsari Suprobo Dewi. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis cenderamata oleh Panewu Anom Kapanewon Gamping, Trisno Sunardi kepada Panewu Gamping yang berpindah tugas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peran Bank Sampah dalam Pengelolaan Sampah Secara Mandiri

Sleman – Dinas Lingkungan Hiduk dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah dengan tema ‘Perkembangan Pengelolaan Sampah Mandiri di DIY dan Implementasi Permen LHK no. 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah’ pada Selasa (21/9/2021).

Rakor yang dilaksanakan  dengan tautan zoom meeting tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta perwakilan instansi DLHK DIY, DLH Kabupaten/Kota, P3E Jawa, JPSM, Forkom BUMDes, BPS dan perwakilan dari Bank Sampah yang ada di DIY.

Dalam sambutan pembukaannya, Kuncoro Cahyo Aji, Kepala DLHK DIY menggarisbawahi mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara benar untuk dilakukan. Ia mengatakan selama ini, banyak yang keliru dalam mengelola sampah, karena hanya memindah sampah dari dapur ke luar rumah.

“Di sinilah peran pemberdayaan Bank Sampah perlu dilakukan, mengingat Bank Sampah telah melakukan pengelolaan dengan gerakan pemilahan sampah. Keberadaan Bank Sampah mestinya bisa memberi keteladanan karena fungsinya sebagai unit pengelola sampah dengan sistem 3 R,” ungkap Kuncoro.

Kuncoro juga mengharapkan masyarakat dapat mendukung penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah (SIPS) mandiri yang akan dimulai tahun 2021 ini, dengan melengkapi data yang diperlukan, seperti nama, alamat, dan nomor kontak dari Bank Sampah. “Harapannya dengan SIPS mandiri ini akan ada integrasi dalam pengelolaan sampah,” tambah Kuncoro.

Pada kesempatan yang sama, Santoro dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang menjadi narasumber dalam rakor menuturkan pemerintah telah memberikan payung hukum kepada Bank Sampah untuk melakukan tugasnya dalam pengelolaan sampah melalui Permen LHK Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah dan Surat Edaran dengan nomor SE.5/MENLHK/PSLB.O/10/2019 tentang Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah.

“Di sana (Permen LHK) secara jelas disebutkan bahwa Bank Sampah sebagai sarana edukasi perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah,” ungkap Santoro.

Sementara itu, Bambang Suwerda dari Poltekes Kemenkes DIY yang juga menjadi narasumber menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah kegiatan yang berkesinambungan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan, dan menjadikan sampah sebagai sumber daya. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah.

Ia juga menggarisbawahi mengenai pentingnya kolaborasi antar semua pihak, baik dari TPS3R, Bank Sampah, maupun masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Resmi Menjabat, Panewu Godean yang Baru Siap Lanjutkan Pembangunan

Godean – Panewu Godean yang baru, Ikhsan Waluyo resmi bertugas setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Panewu yang lama, Sarjono, di Pendopo Kapanewon Godean, Selasa (21/9/2021). Sertijab disaksikan langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah Sleman, Samsul Bakri.

Dalam sambutannya, Samsul Bakri menyampaikan bahwa program kerja Pemerintah Kapanewon Godean di bawah kepemimpinan Sarjono yang telah berjalan baik selama ini agar dapat dilanjutkan oleh pejabat yang menggantikan dan diharapkan dapat bersinergi dengan segenap komponen masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon Godean sehingga dapat bertambah baik.

“Perpindahan pegawai dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi aparatur sipil negara dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan dan pola karier, dengan memperhatikan kebutuhan organisasi yang pada dasarnya dijadikan sebagai bentuk pengembangan karir maupun organisasi sebagai tujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan,” tutur Samsul.

Ia juga menambahkan sinergi antar stakeholder di Kapanewon Godean perlu dilakukan agar terjalin harmonisasi hubungan pemerintah kapanewon dengan seluruh komponen masyarakat seperti pihak swasta, pengusaha, relawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menjalankan program pembangunan.

“Tanpa adanya dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat yang ada maka pembangunan di segala sektor sulit terwujud,” tambah Samsul.

Sementara itu, Panewu Godean yang baru, Ikhsan Waluyo, menyatakan kesiapannya melanjutkan program kerja yang sudah dirancang pejabat lama. Ia juga mengajak setiap komponen masyarakat Godean untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Kapanewon Godean, seperti yang sudah dilakukan pengusaha di Kapanewon Godean dalam penanganan wabah COVID-19 beberapa waktu lalu dengan pengadaan mobil kemanusiaan.

Usai prosesi sertijab Panewu dilanjutkan dengan sertijab Ketua TP-PKK Kapanewon Godean yang lama, Julasmi kepada Ketua TP-PKK Kapanewon Godean yang baru, Marlina Dwi Pratiwi yang disaksikan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman, Sri Habsari Suprobo Dewi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




SMA Negeri 2 Ngaglik Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas

Ngaglik – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Ngaglik bekerja sama dengan Satuan Tugas COVID-19 Kapanewon Ngaglik melakukan uji coba Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Senin (20/9/2021).

Kepala SMA Negeri 2 Ngaglik, Rahmad Saptanto mengatakan penyelenggaraan PTMT ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 420/190996 dan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY Nomor 421/08622 tentang kebijaksanaan Uji Percontohan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada PPKM Level 3.

“Untuk PTMT ini diujicobakan bagi siswa kelas XII, selama pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) sesuai permintaan dari wali murid. Setelah PTS selesai, PTMT akan dievaluasi. Bila bisa berjalan dengan baik, akan dilanjutkan kelas-kelas dibawahnya, yaitu kelas X dan XI,” ujar Rahmad.

Rahmad menuturkan, pihak sekolah berani melakukan uji coba ini karena jumlah tenaga pendidik dan siswa yang sudah divaksin, baik dosis 1 dan dosis 2 telah melebihi batas aman, di mana tenaga pendidik yang telah divaksin sudah mencapai 97%, sementara peserta didik yang sudah divaksin telah mencapai angka 93%.

“PTMT inipun dilaksanakan dengan persetujuan dari orang tua siswa. Bagi siswa yang tidak diijinkan masuk oleh orang tuanya, juga dipersilahkan untuk tidak melasanakan PTMT. Begitu juga dengan siswa yang sedang sakit, sementara diharapkan untuk tetap mengikuti PTS secara online,” jelas Rahmad.

Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi pelaksanaan PTMT ke beberapa wali siswa melalui aplikasi google meet, dan telah disetujui oleh para wali siswa. Dari 236 siswa, ada 73 siswa yang mengikuti uji coba PTMT ini, dan seluruh pelaksanaan uji coba tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pihak sekolah telah menyediakan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan berupa thermo gun, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer di beberapa sudut sekolah.

Rahmad menambahkan para siswa melaksanakan PTMT di sekolah secara bergantian berdasarkan nomor absen, dengan durasi waktu paling lama 3 jam, sesuai dengan surat edaran yang berlaku. “Itupun tidak semua siswa, hanya nomor absen 1 sampai 18 yang masuk di kelas masing-masing, sementara sisanya nomor absen 19 sampai 36 masing-masing kelas melaksanakan secara daring. Sementara untuk hari selanjutnya akan bergantian,” tambah Rahmad.

Pelaksanaan PTMT ini juga mendapakan sambutan positif dari para wali kelas, terutama untuk siswa kelas XII karena dapat mempermudah proses pembelajaran dan persiapan UTBK.

“Semoga dengan dilaksanakannya PTMT ini, anak-anak kelas XII bisa lebih fokus dan bisa belajar lebih baik lagi. Karena apabila penyampaian materi diberikan secara langsung maka diharapkan anak-anak akan lebih bisa memahami, dan hal ini juga dilakukan untuk persiapan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK),” ujar Wiwin Kurniasari salah seorang wali kelas XII di SMA Negeri 2 Ngaglik. (ESWE/KIM Sukoharjo)