Kalurahan Caturtunggal Sampaikan Akta Kematian Program Lukadesi

Depok – Dalam rangka mendukung peningkatan kesadaran tertib administrasi kependudukan, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal mulai tahun 2018 melakukan inovasi melalui kerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Sleman untuk program Keluarga Duka Desa Siaga (Lukadesi) yang berkaitan dengan peristiwa kematian.

Lurah Caturtunggal melalui Dukuh Manggung, Dwi Budianto, menyerahkan akta kematian program Lukadesi kepada ahli waris dari Almarhum Sigit Joko Pramono, warga RT 02 Sarimulyo, Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa (21/9/2021) siang.

“Selain sebagai upaya mendukung kesadaran tertib administrasi, program Lukadesi ini juga merupakan bukti nyata pelayanan prima dan bentuk empati serta dukungan moriil dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal kepada warganya yang sedang berduka,” ujar Lurah Caturtunggal, Agus Santoso.

Terhitung sejak tanggal 8 Agustus 2018 sampai dengan 21 September 2021, Kalurahan Caturtunggal telah melayani ribuan permohonan akta kematian melalui program (Lukadesi).

Dalam program ini, data kematian akan dioptimalkan lewat integrasi data secara berjenjang antara dinas dan kalurahan. Kalurahan Caturtunggal secara langsung melakukan input data mengenai informasi kematian, atau membuat surat keterangan kematian melalui petugas yang telah ditunjuk oleh lurah.

Jika ada peristiwa kematian, petugas akan langsung meng-input data kematian melalui SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) dan petugas dari kalurahan akan menangani registrasi sehingga proses pembuatan akta bisa segera dilakukan melalui mekanisme yang ada. Akta kematian diserahkan kepada ahli waris pada saat prosesi pemberangkatan jenazah atau menyusul ketika setelah pemakaman. (Danang/KIM Depok)




Pemkab Sleman Mulai Persiapkan Proses Pembalajaran Tatap Muka secara Terbatas

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mempersiapakan proses pembelajaran tatap muka bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sleman. Hal tersebut dikarenakan siswa yang telah divaksin di Kabupaten Sleman telah mencapai 90,54%, melebihi standar yang ditetapkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yakni 80%.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana  menjelaskan bahwa persiapan pembelajaran tatap muka telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman kepada sekolah-sekolah beserta dengan Standar Operasinal Prosedur (SOP) yang harus dilakukan.

“Sekolah-sekolah kita harapkan untuk menyiapkan yang kaitannya dengan SOP Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Masa Transisi,” jelas Ery Widaryana pada saat jumpa pers terkait Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, pada Selasa (21/9/2021).

Pembelajaran tatap muka ini, lanjut Cahya, ditetapkan sebagai pembelajaran tatap muka terbatas masa transisi, dan direncanakan akan dilakukan selama 2 bulan masa transisi untuk melihat perkembangan dari COVID-19.

“Kita rencanakan masa transisi ini 2 bulan sambil melihat perkembangan COVID-19 seperti apa, di samping SOP yang kita lakukan kami sudah menyampaikan kaitannya dengan persyaratan ketentuan pembelajaran tatap muka terbatas masa transisi,” ujar Ery.

Untuk SOP-nya sendiri, Ery Widaryana mengimbau sekolah-sekolah untuk memperhatikan protokol kesehatan yang ada yaitu pengaturan sarana cuci tangan, pengecekan suhu badan, penyediaan alur untuk siswa yang datang dan pulang, mengatur strategi pembelajaran yang dilakukan, serta penerapan waktu pembelajaran. Sementara untuk persyaratan memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Masa Transisi ini dengan melengkapi data periksa dan surat persetujuan dari orang tua.

Untuk jangka waktu pembelajaran, Ery Widaryana mengatakan pembelajaran siswa SD dilakukan maksimal 2 jam, sedangkan untuk siswa SMP dilakukan maksimal 3 jam.

“Pembelajarannya satu minggu ini maksimal satu anak maksimal 2 hari dengan SD kita buat maksimal 2 jam, SMP 3 jam, juga di awal-awal ini digunakan sebagai  pertemuan awal antara guru dan siswa sehingga nanti lanjutannya bisa ke mapel karena harus ada pendampingan di awal,” ungkap Ery.

Ia juga mengingatkan agar para guru dan tenaga pendidik untuk datang lebih awal sebelum para siswa datang, agar siswa dapat terfasilitasi dan diatur untuk mengikuti proses yang telah dipersiapkan. (Rep Nikke)




Masyarakat Diminta Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 Gelombang Ketiga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengimbau masyarkat untuk waspada terhadap lonjakan kasus COVID-19 gelombang tiga, yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama dalam jumpa pers yang digelar di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (21/9/2021).

Cahya menyampaikan saat ini, penyebaran COVID-19 gelombang ketiga sudah terjadi di berbagai negara. Sehingga dirinya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah dengan penurunan kasus yang terjadi belakangan ini.

“Di beberapa negara yang lain itu sudah muncul gelombang ke 2, 3 dan sebagainya. Ini yang penting adalah bahwa kita di masyarakat Sleman, kita harus peduli bahwa ini penyakit menular dan ini tidak bisa diabaikan, COVID-19 ini masih tetap ada di antara kita dan supaya ini jangan terjadi penularan terhadap masyarakat sekitarnya,” ujar Cahya.

Cahya juga mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesadaran diri, baik dalam penerapan prokes, maupun dalam memperhatikan lingkungan sekitar terhadap para pendatang, agar dapat menghindari terjadinya peningkatan kasus lagi.

“Kalau ada yang pulang di tingkat masing-masing kapanewon, kalurahan atau RT/RW juga harus waspada, dilaporkan ke puskesmas setempat agar mendapatkan perhatian dan dilakukan surveillance (pengawasan) agar tidak terjadi yang ditakutkan, “ jelas Cahya.

Menurut Cahya, masyarakat harus bersama-sama menjaga kondisi yang sudah longgar ini, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tepat.  “Untuk mengamankan prokes ini butuh polisi atau pengawas siapa yang mengawasi, yang pertama kita sendiri, kemudian ditingkat terendah RT,RW Dusun dan sebagainya kelurahan itu harus betul-betul lebih giat lagi dalam prokes,” tambah Cahya

Ia juga membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan Peraturan Daerah ( PERDA) untuk mengatur dan mengantisipasi adanya virus lainnya di 5-10 tahun yang akan datang, berupa pemberian sanksi.

“Tapi itu yang tidak kita harapkan, masyarakat jangan sampai kenak denda tetapi harus wajib untuk prokes, menyadari bahwa ini peyakit menular tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi bisa ke yang lain, ini yang harus ditekankan ke masyarakat. COVID-19 hanya bisa kita berantas dari diri kita,” tutup Cahya. (Rep Rahayu)




Sleman Terus Genjot Pertumbuhan Populasi Sapi

Sleman – Pertumbuhan populasi sapi di Bumi Sembada menjadi perhatian penuh Pemkab Sleman. Bahkan untuk sapi yang bisa melahirkan kembar atau dua ekor, akan diberikan hadiah.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menggenjot populasi sapi. Salah satu upayanya dengan memberikan bantuan pakan konsentrat pada sapi yang tengah mengandung atau bunting.

“Saat ini kita genjot populasi sapi di Sleman dengan beberapa program. Salah satunya pemberian pakan konsentrat,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (21/9/2021).

Bantuan pakan konsentrat itu disampaikan Kustini, diberikan kepada peternak sapi dengan kategori miskin. Selain memiliki KK miskin, pemberian bantuan pakan juga hanya menyasar pemilik yang sapinya tengah bunting.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan sapi-sapi itu bisa lahir dengan kondisi baik dan menambah populasi secara keseluruhan.

Tidak hanya memberikan bantuan pakan konsentrat saja, Kustini menegaskan Pemkab Sleman akan memberikan hadiah untuk sapi yang bisa melahirkan anak kembar atau dua anak sekaligus.

“Kalau ada sapi yang lahir kembar atau dua, nanti akan kami beri hadiah. Bukan tentang jumlah hadiahnya, tapi untuk merangsang budi daya sapi yang produktif,” terang Kustini.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono menambahkan jika pemberian bantuan untuk para peternak sapi sudah dilaksanakan di sejumlah titik mulai dari Prambanan, Turi, Pakem dan sejumlah Kapanewon lainnya di Kabupaten Sleman.

Sasaran bantuannya adalah peternak yang termasuk ke dalam kategori KK miskin yang memiliki sapi bunting dengan usia kandungan 3 – 8 bulan. “Yang terakhir kita serahkan bantuan 10 Ton konsentrat untuk 100 sapi (bunting) di Sleman,” kata Suparmono.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Pram itu, jumlah sapi bunting di Sleman per bulan Agustus 2021 mencapai 510 ekor. Jumlah tersebut akan terus dipantau perkembangannya secara rutin.

Sementara untuk populasi sapi potong pada bulan  Juni 2021 tercatat ekor yang terdiri sapi betina dan sapi jantan . “Kita akan pantau terus. Harapan kita dengan program-program yang pro terhadap pertumbuhan populasi sapi ini bisa menunjukkan hasil yang positif,” tambah Suparmono.




Panewu Mlati yang Baru Resmi Bertugas

Mlati – Arifin resmi menjalankan tugasnya sebagai Panewu Mlati yang baru setelah dilaksanakannya Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Panewu yang lama, Yakti Yudanto di Pendopo Kapanewon Mlati, Senin (20/9/2021). Pada kesempatan yang sama juga dilakukan serah terima Ketua Tim Penggerak PKK Kapanewon Mlati, dan perkenalan Panewu Anom dan Kepala Jawatan Umum yang baru di Kapanewon Mlati.

Arifin, Panewu Mlati yang baru menyampaikan terima kasih dan harapannya kepada semua pihak untuk dapat bersinergi dan bekerja sama dalam mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. “Mari Muspika dan seluruh pamong kalurahan untuk kembali ke kitoh sebagai pelayan dan pengayom masyarakat,” ujar Arifin.

Sementara itu Yakti Yudanto, Panewu Mlati yang lama menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak atas amanah yang telah diberikan. Ia juga memberikan beberapa catatan program untuk Panewu yang baru, di antaranya adalah mengenai penataan dan legal formal Pasar Klitikan, dan beberapa proses kepemilikan masjid.

“Tahun ini pula ada tiga kalurahan akan melaksanakan pilihan lurah. Untuk itu perlu terus berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danranmil terkait dengan keamanan dan kerawanan menjelang pilihan lurah dan setelahnya,” ungkap Pria yang sekarang bertugas sebagai Panewu Seyegan tersebut.

Aji Wulantoro, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sleman yang datang menghadiri proses sertijab mengucapkan selamat bertugas kepada Panewu yang baru. Ia juga mengatakan agar memandang proses perpindahan jabatan dan mutasi ini sebagai langkah untuk pembinaan dan peningkatan pelayanan.

Menurutnya, jabatan Panewu memiliki posisi penting sebagai perangat daerah, di mana seorang Panewu harus mampu menjawab tantangan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di daerahnya.

“Panewu memiliki makna jalmo limpat seprapat tamat, yang artinya memiliki kemampuan dengan seribu cara untuk menyelesaikan berbagai masalah meskipun kewenangannya terbatas,” imbuh Aji.

Ia berharap Panewu yang bertugas di daerah yang baru dapat menjadi panutan bagi masyarakat, dan dapat menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarkat, baik dengan perangkat kapanewon maupun pamong kalurahan, terutama dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan dana untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Berbagai dana bisa dioptimalkan, baik dari pusat, daerah, maupun dana keistimewaan, terutama bagi kalurahan. Untuk itu butuh koordinasi, perencanaan, dan pengelolaan yang baik antara panewu dan lurah. Visi dan misi pemerintah daerah menjadi salah satu acuan pelaksanaan pemerintahan,” kata Aji.

Pamong kalurahan di Kapanewon Mlati yang diwakili oleh Lurah Sinduadi, Senen Haryanto juga memberikan selamat bertugas untuk Panewu Mlati yang baru. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat kapanewon sebelumnya yang telah membimbing dan mengoordinasi seluruh Kalurahan dalam menjalankan fungsinya, terutama dalam penangan COVID-19. (Yoko Erwe/KIM Mlati)