Peringati HUT ke-76, PMI Sleman Sediakan Pelayanan Cek Gula Darah Gratis

Sleman – Klinik Pratama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menyediakan Pelayanan Pemeriksaan Gula Darah secara gratis di Bulan September 2021. Pelayanan ini diberikan untuk masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan mengalami penyakit tidak menular diabetes.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PMI Sleman, Sunartono dalam Acara Peresmian Klinik Pratama PMI Sleman yang berada di Jalan Rajimin, Sucen, Triharjo, Sleman, pada Jumat (17/9/2021).

Sunartono mengatakan layanan gratis ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih PMI Sleman atas peranan dan dukungan masyarakat dan relawan terhadap PMI. Selain itu, layanan ini juga memanfaatkan momentum HUT ke-76 PMI untuk meningkatkan kualitas layanan untuk masyarakat.

“Dengan tema Bergerak Bersama untuk Sesama, PMI Sleman terus berusaha memajukan organisasi dan meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan kerja sama. Tentu tak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah,” jelas Sunartono.

Peresmian yang juga sekaligus peringatan HUT ke-76 PMI sendiri dilakukan secara sederhana. Acara dibuka dengan pemotongan pita peresmian Klinik Pratama, yang kemudian dilanjutkan kepada pemberian piagam kepada pendonor darah 25 tahun dan pemberian piagam kepada berbagai lembaga atas kontribusinya kepada PMI dan Relawan. Selain itu, ada juga kegiatan donor darah massal. (Tri Joko/KIM Kalasan)




Panewu Seyegan yang Baru Resmi Jalankan Jabatannya

Seyegan – Yakti Yudanto resmi menjalankan jabatannya sebagai Panewu Seyegan yang baru setelah dilakukannya Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Panewu yang lama, R. Budi Pramono yang pindah jabatan menjadi Kepala Bagian Organisasi Setda Sleman, bertempat di Pendopo Kantor Kapanewon Seyegan, Jumat (17/9/2021). Penunjukkan Yakti Yudanto sebagai Panewu Seyegan berdasarkan Surat Perintah Bupati Sleman No. 828.5/BKPP/2021 tertanggal 13 September 2021.

Yakti pada kesempatan tersebut mengatakan dirinya siap untuk bekerja demi kemajuan bersama. Ia juga berharap dapat menjalin hungungan yang baik dengan instansi dan pamong kalurahan di Seyegan. “Sehingga program dapat berjalan dengan baik,” tambah Yakti.

Sementara dalam sambutan perspisahannya, R. Budi Pramono menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantunya selama menjabat sebagai Panewu Seyegan. Ia mengatakan pemindahan dan mutasi jabatan adalah hal yang dilakukan untuk menjaga dinamika dalam organisasi.

“Penataan (jabatan) tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja organisasi,” imbuh Budi.

Ia kemudian menyampaikan kepada Panewu Baru beberap agenda kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, seperti Pemilihan Lurah, proses ganti rugi jalan Tol, dan perubahan anggaran di masa pandemi.

Sertijab Panewu Seyegan ini dihadiri juga oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Sleman, Mustadi. Dalam kesempatan tersebut, Mustadi mengucapkan selamat bertugas kepada Yakti dan Budi. ”Semoga kinerja di tempat baru semakin meningkat,” ujar Mustadi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)             




Dishub Sleman Uji Coba Trans Jogja Jalur Pariwisata

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan melakukan Uji Coba Bus Trans Jogja untuk Jalur Pariwisata pada, Jumat (17/9/2021). Uji coba dimulai dari Terminal Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana yang menghadiri uji coba mengungkapkan bahwa hal ini adalah bentuk aspirasi dari masyarakat dan fasilitas dari Pemerintah untuk memulihkan Destinasi Wisata di DIY  pasca pandemi.

“Ada masukan aspirasi dari rekan-rekan masyarakat di seluruh Jogja, terutama Sleman Utara Kaliurang sekitarnya agar bus Trans Jogja ataupun bus lain bisa ke tempat ini (Taman Kaliurang), saya kira itu bus yang difasilitasi oleh pemerintah agar bisa mengungkit kembali wisata yg sekarang ini dalam kondisi yang terpuruk karena COVID-19,” ujar Huda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti memberikan berharap agar uji coba ini dapat berguna bagi perkembangan dunia pariwisata sehingga dapat menunjang kembali perekonomian di sektor pariwisata DIY.

“Harapannya kita memberikan makna bagaimana transportasi umum bisa berperan di dunia pariwisata karena kontribusi sektor pariwisata itu sangat menunjang ekonomi di DIY,” tambah Ni Made.

Uji coba ini juga mendapatkan tanggapan positif dari pengelola wisata di Kabupaten Sleman. Dyah Puspitasari, Direktur PT Anindya Mitra Internasional (AMI) yang juga merupakan salah satu pengelola wisata di Sleman mengatakan uji coba ini dapat menjadi awal dari bangkitnya sektor pariwisata di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Dengan adanya wacana seperti ini, kami selaku pelaku wisata berharap agar ini bisa dimanifestasikan menjadi hal yang bisa mengangkat pariwisata di Kaliurang,” tambah Dyah. (Rep Nikke/Rahayu)




Pemkab Sleman Dukung Gerakan Wisata Sehat di Masa Pandemi

Sleman – Wakil Bupati Sleman menghadiri Sosialisasi Gerakan Wisata Sehat yang diinisiasi oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan tersebut berlangsung di Sentrum Space, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Jumat (17/9/2021).

Mengusung tema “Panduan Penerapan Protokol Kesehatan pada Daerah Penyelenggara Kegiatan Wisata”, gerakan ini dilakukan untuk mendukung program wisata dan ekonomi kreatif  dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi khususnya pada sektor pariwisata.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY GKR Bendara mengatakan Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang istimewa mulai dari desa wisata hingga creative space bagi semua kalangan agar bisa berjejaring agar menumbuhkan peluang baru. Ia juga mengapresiasi Pemkab Sleman yang terus menggiatkan pariwisata yang berstandar prokes dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.

“Melalui Gerakan Wisata Sehat yang terus diupayakan Badan Promosi Wisata Daerah DIY berharap dengan kabar baik turunnya status PPKM menjadi level 3 di Kabupaten Sleman menjadi motivasi membangkitkan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengharapkan para pelaku wisata beserta seluruh pemangku kepentingan pariwisata di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menyongsong kehadiran wisatawan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19.

Lanjut Danang, untuk mendukung Gerakan Wisata Sehat saat ini Pemkab Sleman terus menggencarkan untuk mendorong para pelaku wisata untuk mendapatkan sertifikat CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian lingkungan) dari Kementerian Kemenparekraf.

“CHSE pada dasarnya adalah penerapan protokol kesehatan dibidang pariwisata. Sertifikasi tersebut merupakan bukti bahwa pelaku usaha wisata telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan di usahanya masing-masing. Selain itu, wisatawan dan masyarakat pun dapat merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan CHSE,” ujarnya. (Humas Sleman)




Perkuat Kelompok Seni Budaya, Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Gamelan

Sleman – Dalam rangka mendukung dan memfasilitasi penguatan kelompok-kelompok seni budaya yang ada di Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman memberikan bantuan hibah gamelan besi Jangkep (pelog slendro) Gaya Yogyakarta pada 8 kelompok paguyuban kesenian di Gereja St Aloysius Gonzaga, Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Jumat (17/9/2021). Bantuan gamelan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Ketua Paguyuban Seni Karawitan Gerejani “Sekar Langen Mlati”, Kriswanto.

Sekertaris Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Edi Winarya menjelaskan bahwa Disbud Sleman telah merealisasikan pemberian bantuan hibah gamelan kepada kelompok seni budaya sejak tahun 2019. Pemberian bantuan hibah ini sesuai proposal yang masuk ke Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman dengan mekanisme T-2 (proposal diajukan minimal dua tahun sebelum realisasi).

“Hibah ini berdasarkan DPA BKK Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2021 di mana Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman memiliki program kegiatan Sarana Prasarana Keistimewaan Urusan Kebudayaan dengan Sub Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Budaya,” jelasnya.

Adapun delapan kelompok penerima hibah bantuan gamelan pada tahun 2021 ini yaitu Paguyuban Karawitan Hanggana Raras, Kelompok Seni Wayang Uwong Eko Budaya, Paguyuban Seni Karawitan Gerejani ‘Sekar Langen Mlati’, Paguyuban Karawitan dan Kethoprak ‘Ngesti Wiromo’, Karawitan Srikandi Laras, Paguyuban Seni Karawitan ‘Santi Budoyo Putro’, Paguyuban Seni Kethoprak ‘Marsudi Budoyo’, Karawitan ‘Hargo Laras’.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penyerahan bantuan gamelan ini adalah upaya untuk membentuk masyarakat Sleman yang berbudaya. Namun demikian, menurut Kustini yang harus dipahami adalah bahwa pengertian budaya tidak hanya sekedar seni pertunjukan tetapi implementasi secara nyata dalam tata nilai budaya jawa dikalangan masyarakat.

“Pemberian fasilitas gamelan diharapkan bisa memberikan semangat dan menumbuhkan dinamika positif terhadap pengembangan dan pelestarian budaya,” ujar Kustini.

Kustini berharap ke depannya kelompok seni yang telah menerima hibah dapat menjual potensi dan kemampuannya sehingga dapat mendatangkan kemanfaatan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup dari pelaku seni tersebut.

“Walaupun masih di dalam masa pandemi COVID-19, paguyuban seni karawitan harus tetap antusias untuk berlatih dan mengembangkan bakatnya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tambah Kustini. (Humas Sleman)