Warga Condongcatur Jadi Wakil DIY di PON Papua

Condongcatur – Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 akan segera dilaksanakan di Provinsi Papua pada tanggal 2-15 Oktober 2021. Beberapa atlet yang akan bertanding telah melakukan persiapan yang matang demi mencapai hasil terbaik. Salah satunya adalah Drastiana Siwi Maheswari, warga Jurugsari III No. 3a Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Drastiana adalah atlet taekwondo yang terpilih untuk mewakili DIY di PON Papua. Pada Kamis (16/9/2021), Drastiana berkunjung ke Kantor Kalurahan Condongcatur untuk pamit sekaligus meminta restu untuk bertanding di PON Papua. Drastiana sendiri akan berangkat pada akhir September 2021 ini.

Reno Candra Sangaji, Lurah Condongcatur menerima langsung Drastiana. Ia memberikan dukungan penuh kepada salah satu warganya tersebut untuk bertanding dan meraih prestasi di PON Papua.

“Semoga menjadi Juara dan membawa nama Condongcatur, Sleman, dan DIY,” ujar Reno.

Drastiana sendiri saat ini masih menempuh kuliah S2 Jurusan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY. Ia telah lama berkecimpung sebagai atlit dengan beberapa prestasi yaitu, Juara I Bandung International Open tahun 2017, Juara I Porda DIY tahun 2019, dan Juara III Pra-Kualifikasi PON 2019. (Wasana/KIM Depok)




Bioskop di Sleman Boleh Buka, Tapi Hanya untuk Pengunjung Kategori Hijau

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai memperbolehkan dibukanya gedung bioskop seiring dengan penurunan level PPKM. Namun Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meningangatkan pengunjung yang boleh masuk hanya yang berkategori hijau.

Salah satu poin perubahan dalam pemberlakuan PPKM level 3 di Sleman adalah dibukanya fasilitas hiburan bioskop. Hal itu tertuang dalam Instruksi Bupati (Inbup) No 28/Instr/2021 tentang PPKM level 3 hingga 20 September mendatang.

Kustini menuturkan, pihak pengelola harus menyusun standar operasional prosedur yang di dalamnya juga mengatur antisipasi adanya kerumunan.

“Sama dengan pembukaan tempat wisata dan mall kemarin. SOP harus disiapkan termasuk strategi antisipasi. Karena tujuan kita hanya satu, jangan sampai timbul klaster baru,” kata Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Jum’at (17/9/2021).

Selain menyiapkan SOP untuk mengantisipasi kerumunan, persyaratan lain seperti tanda kursi untuk jaga jarak, tempat cuci tangan, cek suhu dan protokol kesehatan lain juga harus disiapkan.

Pihak pengelola juga harus memiliki QR Code terpisah dari mall untuk pengunjung menggunakan aplikasi peduli lindungi. “Aplikasi peduli lindungi itu wajib. Dan harus kategori hijau. Yang (kategori) lain belum diperbolehkan,” tegas Kustini.

Ditambahkan Kustini, pengelola dari bioskop XXI di beberapa mall di Sleman sudah menyampaikan pemberitahuan uji coba. Pada prinsipnya Kustini memperbolehkan dibuka asal protokol kesehatan di setiap lokasi benar-benar dijaga.

“Seperti yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan, kita memperbolehkan asal SOP dan penerapan protokol kesehatannya benar-benar dilakukan. Beberapa tempat sudah mulai uji coba dari Selasa,” tutup Kustini. (Foto: freepik)




Sambang Padukuhan, Program Lurah Caturtunggal untuk Memantau Pembangunan Padukuhan

Depok- Lurah Caturtunggal, Agus Santoso menyambangi Padukuhan Santren sebagai bagian kegiatan Sambang Padukuan untuk memantau proses pembangunan di Padukuhan Santren pada Jumat (17/9/2021). Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan sembako untuk warga.

Dalam kegiatan rutin yang sempat terhenti akibat pandemi tersebut, Agus didampingi oleh CEO Nest Farm, Finestro Alqodri, Dukuh Santren, Ketua BPkal Caturtunggal, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Desa Caturtunggal, serta Tokoh Masyarakat Padukuhan Santren.

Bertempat di Balai Padukuhan Santren sebagai titik kumpul, Agus mengelilingi wilayah Santren untuk menyapa warga, bersilaturahmi, dan membaur bersama masyarakat sambil melakukan pemantauan dan pengecekan dana bantuan Kalurahan yang telah diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik maupun non-fisik.

Ia berharap pembangunan fisik maupun non-fisik yang telah diwujudkan padukuhan dapat meningkatkan segala aspek sosial yang bermuara pada akses perekonomian yang lebih maju lagi kedepannya.

Kegiatan Sambang Padukuhan ini juga dimanfaatkan Agus untuk menyosialisasikan penerapan PPKM level 3 di wilayah Sleman.  “Alhamdulillah, hampir seluruh wilayah Padukuhan di Kalurahan Caturtunggal  saat ini rata-rata sudah masuk zona hijau,” jelasnya. 

Agus mengatakan, Sambang Padukuhan ini merupakan upaya dan bukti nyata kedekatan antara Pemerintah Kalurahan dengan masyarakat.

“Walaupun masih dalam PPKM level 3, kegiatan ini tetap kami jalankan dengan penerapan protokol Kesehatan yang ketat. Selain itu kami jusa sampaikan menyampaikan pesan perilaku hidup sehat serta protokol kesehatan di masa PPKM level 3,” imbuhnya.

Melalui kegiatan Sambang Padukuhan yang dilakukan secara berkesinambungan ini, Agus berpendapat Kalurahan Caturtunggal dapat menjadi Kalurahan yang kuat karena rakyat dan kalurahan menjadi lebih dekat dan bersatu untuk kemajuan bersama.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sebanyak 50 paket sembako yang merupakan CSR dari Nest Farm. (Danang/KIM Depok)




Program Kamis Tampan, Sedekah Jasa Wujud Kepedulian

Gamping – Dalam rangka melaksanakan bakti sosial pada masyarakat, Arfa Barber Academy bersinergi dengan Pangkas Rambut Mas Jenggot Keditan menyelenggarakan program ‘Kamis Tampan’ bagi warga masyarakat yang dilaksanakan di Keditan, Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kamis (16/9/2021).

Menurut Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Saichu, program ‘Kamis Tampan’ adalah kepanjangan dari Tanggap Masa Pandemi yang merupakan sedekah jasa wujud kepedulian dari lembaga keterampilan yang dipimpinnya untuk memberikan kesempatan pada warga masyarakat yang ingin memotong rambut tanpa dipungut biaya.

Antusias warga masyarakat RT 01/RW 26 Keditan dan sekitarnya dalam mengikuti program pangkasi rambut gratis ini cukup tinggi. Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah warga yang datang untuk memangkas rambutnya yaitu sebanyak 25 orang. Sebanyak enam pemangkas rambut berseragam khusus melayani warga dari pukul hingga wib. Warga yang ikut juga beragam, mulai dari usia balita hingga lansia. Proses pemotongan juga tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Kami bersyukur bahwasanya di tengah pandemi COVID-19 ini masih dapat melaksanakan giat bakti sosial untuk berbagi dengan masyarakat. Orang lain bisa berbagi dengan memberikan materi berupa uang dan barang, namun Arfa Barber Academy bekerjasama dengan Pangkas Rambut Mas Jenggot berbagi dengan memberikan jasa pelayanan potong rambut semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Saichu.

Ia menambahkan, selain program ‘Kamis Tampan’ lembaga Arfa yang dibuka sejak tahun 2018 juga melaksanakan program ‘Jumat Ganteng’ hasil kerja sama dengan Tim Pasukan Sedekah Amal Soleh dan Komunitas Infaq Beras Jogja. Dalam program tersebut, lanjut Saichu, pihaknya memberikan pelayanan pangkas rambut gratis bagi santri-santri dengan mendatangi lokasi pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KIKAV 2/JRTR Tanamkan Sikap Bela Negara Melalui Komunikasi Sosial

Gamping – Dalam rangka menjalin hubungan yang baik dengan komponen masyarakat di sekitarnya, Kompi Kavaleri 2/Jayeng Rata Turangga (KIKAV 2/JRTR) menyelenggarakan kegiatan Komunikasi Sosial bersama komponen masyarakat di Aula Markas KIKAV 2/JRTR, Demakidjo, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (16/9/2021).

Kegiatan diikuti oleh sejumlah komponen masyarakat yang diantaranya berasal dari komunitas Kekandhangan, Dharma Laku, Geplakan Siap Siaga (GSS), Sigap 1011, serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Wakil Komandan KIKAV 2/JRTR, Letda Lilik Suprihatin mengungkapkan bahwa kegiatan komunikasi sosial (Komsos) adalah agenda rutin satuannya yang diselenggarakan satu kali dalam setahun dan harus dilaksanakan.

“Komsos sebagai kemampuan prajurit TNI Angkatan Darat dalam berkomunikasi dengan komponen masyarakat untuk mewujudkan rasa saling pengertian dan kebersamaan yang dapat menimbulkan keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kepentingan bela negara,” ungkap Letda Lilik dihadapan peserta.

Sementara itu, Komandan Pleton 3, Letda Badrun Alibeni memberikan paparan materi terkait wawasan kebangsaan yang membahas tentang 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI guna menanamkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya pada seluruh komponen masyarakat yang hadir.

Pria asli Tegal jawa Tengah ini menyebutkan bahwa di dalam dasar negara Pancasila terdapat nilai-nilai yang baik dan harus dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan. dan keadilan.

“Sebagai contoh penerapan nilai keadilan yakni menajamkan kepedulian sosial dengan turut mengambil bagian dalam mengatasi kesulitan sesama di tengah pandemi COVID-19 yang melanda negara Indonesia. Dengan semangat keadilan, toleransi, dan gotong-royong maka kehidupan bermasyarakat dapat diwujudkan secara harmonis,” pungkas Letda Badrun. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)