Panewu Moyudan Lantik Penjabat Lurah Sumbersari

Moyudan – Panewu Moyudan, Harsowasono melantik Endang Sudarini sebagai Pejabat Lurah Sumbersari pada Rabu (15/9/2021) di Pendopo Kalurahan Sumbersari. Pelantikan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan jabatan Lurah di Kalurahan Sumbersari, karena berakhirnya masa jabatan Lurah sebelumnya Bambang Sardjana, sementara Pemilihan Lurah (Pilur) masih belum bisa terlaksana akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pelantikan dihadiri oleh Pemerintah Kapanewon Moyudan, Forum Komunikasi Kalurahan, Badan Perwakilan Kalurahan (BPKal), Pamong Kalurahan, Paguyuban Istri Pamong, Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan, dan mitra Pemerintah Kalurahan Sumbersari.

Panewu Moyudan, Harsowasono berharap dengan adanya Penjabat Lurah, layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Sebagai Panewu yang juga baru dilantik menggantikan Panewu sebelumnya, Harsowasono juga siap menerima berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat untuk kemajuan Kapanewon Moyudan. 

Terkait Pilur, Harsowasono berharap pelaksanaannya dapat berjalan lancar. “Saya meminta semua elemen masyarakat dapat menjaga ketenangan, kedamaian dan ketentraman menjelang hingga pelaksanaan Pilur Sumbersari 31 Oktober mendatang,” ungkap Harsowasono.

Sementara itu, Bambang Sardjana sebagai Lurah Purna Tugas mendapatkan apresiasi dari warga atas selesainya masa jabatannya. 

“Selamat purna tugas Mas Bambang Sardjana, pengabdianmu tidak pernah terlupakan.  Semoga Allah memberikan pahala yang besar atas pengabdian tersebut, Aamiin,” tulis salah seorang warga Sumbersari, Sujari di jejaring sosial Kalurahan Sumbersari. (Edy/KIM Moyudan).




KWT Mekar Janti Panen Bawang Merah

Depok- Dukuh Janti, Heri Sugiyarto, mengapresiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Janti yang saat ini sudah melakukan panen hasil budidaya mereka yaitu bawang merah, dan hasilnya terlihat cukup baik. Ini dikatakannya saat mendampingi panen bersama bawang merah di kebun KWT Mekar Janti, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (16/9/2021).”

“Hal seperti ini sangat kita apresiasi, apalagi bawang merah yang dipanen hari ini merupakan hasil tanaman para pengurus KWT Mekar Janti, dan hasilnya kita lihat sudah cukup baik, dan ke depan semoga lebih ditingkatkan,” ungkap Heri.

Pola penanaman di kebun seluas 300 m2 dengan bibit 10 kg bawang merah menghasilkan panen bawang merah sebanyak 79 kg berat basah. Selain bawang merah yang ada di kebun ini, KWT Mekar Janti saat ini juga sedang mengembangkan tanaman lain yang dibudidayakan, yaitu bunga telang yang mulai ditanam beberapa anggota.

“Hal ini sangat kita dukung, apalagi dengan perhatian dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal kepada KWT Mekar Janti yang dikukuhkan pada 22 Juni lalu, dan kita minta kepada KWT Mekar Janti agar lebih ditingkatkan lagi ke depannya dalam semangat belajar, hasil budidaya, dan terus kompak,” lanjut Heri.

Sedangkan Ketua TP PKK Padukuhan Janti yang juga merupakan Ketua KWT Mekar Janti, Khusnul Khatimah, mengaku bangga terhadap KWT Mekar Janti. Ia meminta kepada pengurus KWT Mekar Janti supaya terus semangat belajar dalam budidaya tanaman alternatif selain padi. “Harapannya ke depan hasil dari budidaya yang peroleh dapat lebih maksimal dan berkembang,” harap Khusnul Khatimah.

“Terimakasih atas banyak dukungan, semangat, dan pendampingan dari semua pihak, kami masih belajar dan terus semangat membesarkan KWT Mekar Janti ini supaya dapat menjadi manfaat bagi warga masyarakat Janti khususnya,” pungkasnya.(Danang/KIM Depok)




Bupati Sleman Resmikan Irigasi Air Tanah Dangkal

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmikan dua pembangunan irigasi air tanah dangkal di Dusun Cepit Kalurahan Bokoharjo Kapanewon Prambanan, Kamis (16/9/2021). Peresmian dilakukan secara simbolis yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan bahwa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang pertanian tahun 2021, Pemkab Sleman memfasilitasi dua unit irigasi air tanah dangkal berupa bangunan sumur dengan kedalaman 30 m bagi dua kelompok tani.

“Pemkab Sleman memfasilitasi  dua unit irigasi air tanah dangkal lengkap dengan mesin pompa dan bak penampung airnya kepada kelompok tani Purwotani, Purwomartani, Bimomartani, Ngemplak dan kelompok tani Tani maju Cepit Bokoharjo, Prambanan,” jelasnya.

Selain peresmian irigasi air tanah dangkal, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pendistribusian alat dan mesin pertanian serta pakan untuk ternak sapi bunting secara simbolis.

Suparmono menjelaskan bahwa bantuan alat mesin pertanian yang diberikan melalui APBD dan APBN menyasar kepada petani membutuhkan (kurang mampu)  untuk meringankan pekerjaan baik dalam pengolahan lahan dan pemanenan.

“Bantuan alat mesin pertanian yang diberikan yaitu 9 unit traktor roda dua untuk 9 kelompok tani, 7 unit pompa air bagi 7 kelompok tani, dan 1 unit combine harvester kecil yang diberikan kepada Gapoktan Sendangtirto Berbah,” jelas Suparmono.

Lebih lanjut, Suparmono menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut juga Pemkab Sleman menyiapkan 10 Ton konsentrat (pakan ternak) untuk 100 ekor sapi bunting yang berada di wilayah Kapanewon Prambanan, Turi, Minggir dan Seyegan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan peresmian prasarana saluran irigasi air tersebut adalah untuk meningkatan produktivitas tanaman pangan dan produktivitas peternakan.

“Saya berharap dengan saluran irigasi air tanah dangkal yang lebih memadai ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman pangan masyarakat Cepit,” katanya.

Menurut Kustini, Sektor pertanian ini menjadi salah satu faktor yang mampu menjaga stabilitas ekonomi di saat pandemi COVID 19. Kustini menilai di saat sebagian sektor lainnya terpuruk, justru pertanian hadir menjadi penyelamat perekonomian.

“Oleh karena itu saya memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada para petani pejuang pangan ini,” ujar Kustini. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Sleman Uji Coba Wisata Tebing Breksi

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan uji coba pembukaan wisata di kawasan wisata Tebing Breksi, Kamis (16/9/2021). Uji coba tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam rangka pembukaan wisata secara bertahap di wilayah Sleman.

“Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat terkait pembukaan kawasan wisata di wilayah Sleman,” jelas Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan jumpa pers di kawasan Tebing Breksi.

Kustini menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman mengajukan permohonan sebanyak 21 tempat wisata yang ada di Sleman untuk beroperasi. Namun demikian rekomendasi pembukaan wisata diberikan secara bertahap yang dimulai dari kawasan wisata Tebing Breksi.

“Dari 21 wisata yang diajukan untuk beroperasi, baru Breksi yang mendapat rekomendasi. Sementara yang lainnya akan secara bertahap menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat,” katanya.

Uji coba sendiri meliputi penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Sebelum masuk ke kawasan Tebing Breksi, akan dilakukan cek suhu dan melakukan pemindaian barcode dengan aplikasi Peduli Lindungi. Semua pengunjung yang masuk harus melakukan pemindaian barcode peduli lindungi sebagai syarat untuk bisa masuk.

Kustini menuturkan bahwa saat ini dari 900 pelaku dan pengelola wisata di Sleman telah melakukan vaksin sebanyak 97.3 persen. Kustini menilai persentase vaksinasi bagi pelaku atau pengelola wisata merupakan salah satu syarat untuk beroperasinya tempat wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo yang turut hadir dalam kegiatan uji coba tersebut mengatakan bahwa terdapat 3 kriteria atau syarat yang perlu dipenuhi sebelum mendapatkan rekomendasi uji coba.

Adapun ketiga kriteria tersebut yaitu memiliki sertifikat Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE), melakukan vaksinasi bagi pelaku dan pengelola wisata dan mendapatkan QR Code Peduli Lindungi. Menurut Singgih ketiga kriteria tersebut telah dipenuhi oleh wisata Tebing Breksi sehingga didorong untuk melakukan uji coba.

Di samping itu, Singgih juga menyebut masih perlu adanya pengawasan yang ketat terkait dibukanya kawasan wisata. Maka dari itu Dia menghimbau bagi masyarakat untuk melakukan reservasi yang dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Visiting Jogja, untuk memastikan dapat masuk tempat wisata mengingat kapasitas tempat wisata masih dibatasi 25 persen. (Humas Sleman)




Kerja Sama Antar Pihak Sangat Diperlukan untuk Antisipasi Penularan COVID-19

Sleman – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kabuapten Sleman seperti pada bulan Juli 2021 lalu, dibutuhkan kerja sama antar semua pihak yang terlibat. Hal itu disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan, dr. Wisnu Murti Ani dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (15/9/2021).

Wisnu mengatakan, bahwa terjadinya lonjakan kasus pada Juli lalu disebabkan berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah tingginya mobilitas masyarakat, tanpa adanya pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Yang pertama adalah penyebabnya mobilitas yang terlalu tinggi, kerumunan tidak bisa terbendung, prokesnya tidak ditaati sehingga akhirnya terjadi penularan yang sangat cepat, yang kedua setelah penularan itu terjadi situasi isolasi mereka tidak terjadi pemutusan kontak, sehingga mereka isolasi dirumah tapi tetap berkontak dengan yang lain sehingga penularan tetap terjadi,” ungkap Wisnu Murti Ani

Wisnu berpendapat perlu adanya kerja sama antar pihak seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan masyarakat dalam mengantisipasi tingginya tingkat penyebaran yang terjadi, seperti memastikan para pasien positif COVID-19 menjalani isolasi dengan tepat. 

“Meskipun mobilitas kita sudah dibuka di level 3 harusnya kita mengimbangi level 3 ini dengan prinsip kalau memang ada yang positif kita betul-betul harus memutus penularan orang yang positif ini jangan sampai dia bisa menularkan ke yang lain,” jelas Wisnu.

Untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri telah menyiapkan langkah skrining awal dengan memanfaatkan Aplikasi Peduli Lindungi, yaitu suatu sistem aplikasi yang dapat mengetahui jika ada pasien yang positif dengan pemindaian barcode yang tertera di Aplikasi tersebut

“Ini bisa diketahui dengan cara scan barcode–nya dan ternyata dia dalam keadaan positif COVID-19 main ke mall, nah ini sudah menjadi solusi dari pemerintah yang bagus tapi, kemudian perlu adanya  kesadaran dari mereka harus diisolasi, sebaiknya di Isoter,” ungkap Wisnu.

Wisnu juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas yang mendukung bagi pasien positif COVID-19 seperti tabung oksigen serta tenaga medis

“Kami sudah menyediakan banyak fasilitas, ada oksigen di Asrama Haji dengan kapasitas oksigen kami ada 24 tabung lengkap dengan spanol dan semuanya, kemudian dokter dan perawat ada,” tutup Wisnu. (Rep Rahayu)