Maksimalkan Pelayanan, AmbulanMU adakan Refresh Pelayanan Gawat Darurat

Sleman – Untuk semakin memaksimalkan dan memantapkan giat kemanusiaan, seluruh pelayanan Ambulan Muhammadiyah (AmbulanMU) di Kabupaten Sleman mengadakan SIlaturahmi dan Refreshing Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) Pengelola AmbulanMU di SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Sanggrahan, Kapanewon Tempel, Rabu (15/9/2021).

AmbulanMU merupakan fasilitas ambulans dari Muhammadiyah yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk layanan antar jemput pasien dari rumah sakit maupun dari rumah, layanan antar jenazah, dan juga kesiapsiagaan.

Haidar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah mengatakan AmbulanMU sebagai bagian dari gerak Amal Usahan Muhammadiyah (AUM) diharapkan dapat mencerminkan Islam sebagai agama perbuatan, yaitu agama yang mewujudkan tindakan nyata yang membawa kemaslahatan hidup umat manusia.

“Dalam pandangan KH. Ahmad Dahlan, islam bukan hanya agama yang dihapal, tapi juga harus digerakkan dalam menghadirkan Islam sebagai agama perbuatan yang membawa kemaslahatan, menghadirkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin,” imbuh Haidar.

Acara silaturahmi sendiri diawali dibuka oleh Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyan (PDM) Sleman. Ia mengatakan MPS siap bekerja sama dengan AmbulanMU dalam untuk kegiatan sosial yang dilakukan.

Pada silaturahmi juga diisi dengan Refresh PPGD yang disampaikan oleh Eksan dari PMI Sleman. Pada kesempatan tersebut, Eksan memaparkan mengenai upaya penanggulangan pasien gawat darurat, baik di keadaan normal, maupun saat bencana.

Menurut Eksan, salah satu tugas yang harus dikuasai dalam penanganan kasus gawat darurat adalah kasus trauma ataupun non-trauma. Petugas diharapkan mampu menangani pasien gawat darurat sama seperti medis, sehingga dapat meningkatkan waktu tanggap penanganan kasus. Petugas juga harus bisa berkoordinasi dengan baik, sehingga komunikasi dan kerja sama antar perawat maupun petugas lainnya dapat berjalan dengan lancar.

“Keberhasilan pertolongan terhadap penderita gawat darurat itu tergantung kepada,kecepatan ditemukannya penderita, kecepatan meminta bantuan pertolongan,kecepatan dan ketepatan bantuan pertolongan,” ujar Eksan.

Pada acara silaturahmi juga dilakukan penyerahan bantuan dari Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PDM Sleman, berupa Hand Sanitizer untuk Ambulans, dan pakaian Hazmat untuk masing-masing perwakilan AmbulanMU yang hadir. (Arief Hartanto)




Kasus Positif COVID-19 di Kabupaten Sleman Alami Penurunan

Sleman – Kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman terus mengalami penurunan. Hal tersebut dilihat dari pemantauan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Daerah Sleman.

Cahya Purnama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyampaikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman, jumlah kasus positif COVID-19 di Bulan September 2021 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan kasus Bulan Juli 2021 lalu.

“Untuk pertambahan kasus positif kenaikan tinggi kemaren pada bulan Juli ada kenaikan sebesar kasus, kemudian Agustus ini terjadi penurunan kenaikan pertambahan kasusnya yaitu dan terakhir sampai september ini pertambahan kasusnya 1003,” ujar Cahya Purnama pada saat jumpa pers terkait perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (15/9/2021).

Cahya juga memaparkan beberapa data skrining yang terus dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus positif COVID-19. Berdasarkan data dari Dinkes Sleman sampai 13 September 2021, jumlah masyarakat yang telah melakukan tes PCR ada sebanyak orang, dan untuk tes Antigen ada sebanyak orang. Sementara untuk pasien sembuh berjumlah orang, dan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak kasus.

“Jadi angka kesembuhan kita 86 %, kalau case fatality rate nya adalah 4,3 persen, untuk konfirmasi aktif kita jadi 10 persen,” jelas Cahya.

Untuk kasus aktif, Cahya mengatakan para pasien melakukan isolasi di berbagai fasilitas yang telah disediakan, baik di Rumah Sakit, isolasi terpusat, dan isolasi mandiri.

“Ini terbagi di isolasi di rumah sakit ada 843, kemudian di isoter yang kita punya ada 4 di Asrama Haji, Demawang, UNISA, UII ini 37, kemudian isolasi mandiri ini juga menurun kalau kita bandingkan kemaren masih diatas ,” tambahnya.

Cahya berharap, masyarakat dapat terus selalu mendukung kebijakan pemerintah dalam memerangi penyebaran COVID-19, sehingga kasus di Kabupaten Sleman tetap dapat terkendali.

“Kemarin ada kabar menggembirakan muncul Instruksi Bupati Nomor 28/Instruksi/2021 tentang Permberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3 di Kabupaten Sleman ini mudah-mudahan kita bisa mempertahankan level 3 ini, jangan sampai kembali ke level 4,” tutupnya. (Rep Nikke)




Cukupi Ketersediaan Darah, PMI Cangkringan Gelar Donor Darah

Cangkringan – Untuk mencukupi persediaan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Cangkringan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman menggelar Kegiatan Bakti Sosial Donor Darah di Kapanewon Cangkringan, Rabu (15/9/2021). Kegiatan diikuti Komunitas Relawan, Instansi Pemerintah, Swasta, Lembaga Pendidikan, Polsek, Koramil, serta warga masyarakat di Kapanewon Cangkringan dengan total peserta yang mendaftar berjumlah 113 orang.

“Meskipun di masa pandemi COVID-19, kegiatan sosial donor darah tetal kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk membantu sesama dengan semboyan Setetes Darahmu Sangat Berarti Bagi yang Membutuhkan,” ujar Endri, Koordinator Pelaksanaan Kegiatan.

Untuk menarik perhatian masyarakat, panitia juga menyediakan door prize berupa alat kebutuhan rumah tangga, dan tanaman hias yang disponsori oleh Pemerintah Kalurahan, Swasta, dan masyarakat. Selain itu, pihak PMI juga menyajikan makanan untuk para peserta yang hadir.

“Semoga ke depan, kegiatan sosial donor darah di Kapanewon Cangkringan dapat berjalan lebih baik dan lebih sukses,” ungkap Endri. (Mujiyanta/KIM Cangkringan)




TMMD Tahap III Resmi Dibuka

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa secara resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Tahun Anggaran 2021 di Ruang Pertemuan Lantai III Setda Sleman, Rabu (15/9/2021). Pembukaan dihadiri langsung oleh Kasiop Korem 072 Pamungkas, Dandim 0732 Sleman, Polres, Kajati, Kemenag, Dinas PMK, PU Cipta Karya, serta perwakilan dari daerah pelaksanaan TMMD tahap III, yaitu Kalurahan Margomulyo, Padukuhan Sawahan, dan Gerjen.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan bahwa program TMMD ini mampu menggerakkan perekonomian Kalurahan, sehingga sangat bermanfaat untuk masyarakat. “Dengan sistem bottom up planning yang melibatkan lintas sektor, pembangunan di wilayah Sleman akan lebih efisien berdasar pada kebutuhan masyarakat,” ungkap Danang.

TMMD menurut Danang memiliki peran besar dalam menurunkan kemiskinan, karena dalam TMMD ada pemberdayaan masyarakat, sehingga pelaksanaannya perlu dipersiapkan secara matang.

“Pemberdayaan masyarakat dalam TMMD diharapkan akan mengatasi kemiskinan, karena akan mewujudkan masyarakat yang berdikari. Untuk itu, pelaksanaannya perlu dievaluasi sehingga TMMD akan lebih baik untuk ke depannya,” imbuh Danang.

TMMD Tahap III sendiri direncanakan berlangsung selam 1 bulan, dari periode 15 September 2021 hingga 15 Oktober 2021. Beberapa pembangunan fisik yang direncanakan adalah pembuatan Corblok jalan untuk mempermudah sarana transportasi masyarakat, yang akan melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)  




Dinas Kominfo dan KPID DIY Gandeng KIM Sosialisasikan TV Digital

Yogyakarta – Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (KPID DIY) menggelar sosialisasi peralihan TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO) yang diikuti oleh Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta, Selasa (14/9/2021). Kegiatan yang mengambil tema ‘Mengenal Lebih Dekat TV Digital’ ini diselenggarakan di Rumah Makan Ingkung Grobog, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta.

Sosialisasi yang dipandu oleh Kepala Seksi Layanan Penyediaan Informasi Publik Dinas Kominfo DIY, Junaidin menghadirkan Komisioner KPID Daerah Istimewa Yogyakarta, Yohanes Suyanto sebagai pembicara yang membahas tentang persiapan migrasi TV analog Ke TV digital.

Dalam paparan materinya, Suyanto menyampaikan bahwa TV digital merupakan perangkat televisi yang mampu menangkap siaran sinyal digital dengan menghasilkan gambar yang lebih jernih dan tidak lagi ada gangguan ‘semut’ ketika sinyal sulit ditangkap. Ia juga menegaskan bahwa siaran TV digital tidak berbayar seperti yang dikhawatirkan oleh sebagian besar masyarakat.

Menurutnya manfaat yang diperoleh dengan adanya peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital adalah menghasilkan siaran televisi yang lebih berkualitas, lebih stabil, dan tahan terhadap gangguan seperti suara rusak karena tidak tergantung jarak pancar.

Hal tersebut berbeda dengan TV analog yang bergantung pada jarak stasiun pemancar televisi. Semakin jauh jarak stasiun pemancar televisi dengan antena penangkap maka semakin lemah sinyal yang ditangkap sehingga membuat gambar buram, berbayang, dan bersemut.

“Selain itu, siaran TV digital dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan siaran para lembaga penyiaran sehingga bisa melakukan pemerataan akses internet, keperluan pendidikan, sistem peringatan kebencanaan atau kegunaan lainnya dari hasil efisiensi penggunaan spektrum frekuensi tersebut, serta untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lainnya sehingga ASO perlu segera dilakukan untuk menghindari potensi permasalahan di wilayah perbatasan,” lanjut Suyanto.

Menurut hasil jajak pendapat masyarakat yang dilakukan KPID Daerah Istimewa Yogyakarta didapat tingkat peralihan masyarakat dari siaran analog ke digital masih rendah, karena sosialisasi ajakan untuk beraih ke siaran digital masih sangat kurang yakni dalam kisaran 78,10%. Untuk itu, KPID DIY menggandeng pegiat KIM agar dapat membantu melakukan sosialisasi terkait TV digital dan mengajak masyarakat beralih dari TV analog ke TV digital termasuk edukasi penggunaan alat Set Top Box (STB) agar bisa menangkap siaran digital jika tidak membeli perangkat TV digital yang baru.

“Berkaitan dengan pengadaan STB, masyarakat dapat membeli perangkat tersebut secara mandiri di toko elektronik dengan harga yang bervariasi tergantung kualitasnya masing-masing. Selain itu, pemerintah berencana memberikan bantuan gratis kepada masyarakat miskin dengan menyiapkan 6,5 hingga 7 juta STB bagi keluarga miskin,” pungkas Suyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)