Kalurahan Donoharjo Bekerja Sama dengan Dinkes Sleman Gelar Vaksinasi Massal

Donoharjo – Kalurahan Donoharjo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Vaksinasi Massal dosis pertama di Komplek Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (13/9/2021). Vaksinasi yang dilakukan menggunakan jenis vaksin Sinovac, dan tersedia 1500 dosis untuk masyarakat umum yang berusia minimal 12 tahun.

Dani Prasetyo, Kamituwo Kalurahan Donoharjo mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi massal ini terselenggara atas bantuan beberapa pihak yang terlibat.

“Mulai dari para kader di tingkat padukuhan yang melakukan pendaftaran secara manual dan pendaftaran pada link maupun di link pedulilindungi, sampai rekap data di tingkat kalurahan sehingga saat pelaksanaan proses registrasi tidak menemui kendala,” jelas Dani.

Ia juga mengapresiasi peran para relawan dan tenaga kesehatan di lapangan yang melakukan pengaturan peserta, skrining, vaksinasi, dan observasi yang telah bekerja secara maksimal sehingga semua berjalan lancar, aman, dan tertib.

Dani berharap, dengan pelaksanaan vaksinasi ini dapat menciptakan herd immunity (kekebalan komunal) sehingga dapat penyebaran COVID-19, khususnya di wilayah Donoharjo. Masyarakat yang telah divaksin juga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, dr. Patimah Haryati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Sleman yang menjadi Koordinator Lapangan pelaksanaan vaksinasi mengatakan Dinkes Sleman selalu berkomitmen untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran COVID-19 dengan melakukan vaksinasi agar secepatnya terbentuk kekebalan komunal.

“Salah satu cara untuk mencapai herd immunity adalah dengan vaksinasi. Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi melawan penyakit,” ujar Patimah ketika ditemui di sela-sela acara.

Menurut Patimah, vaksinasi dapat menurunkan angka penularan dan kematian, sehingga dapat mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat yang dapat membuat aktivitas masyarakat kembali lancar dan meningkatkan ekonomi di Kabupaten Sleman.

Dinkes Sleman, lanjut Patimah, telah memiliki satuan kerja yang dapat melakukan vaksinasi massal hingga mencapai 8 titik dalam sehari di sentra dan pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan. Sehingga masyarakata tidak perlu khawatir kehabisan stok vaksin, karena Dinkes telah memastikan stok vaksin dan SDM pelaksana vaksin mencukupi.

“Tinggal masyarakat memilih sesuai vaksin yang diinginkan dan disesuaikan dengan kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin,” ungkap dr. Patimah. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Polda DIY Gelar Vaksinasi Massal di Kapanewon Moyudan

Moyudan – Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat Vaksinasi COVID-19 di Kapanewon Moyudan. Salah satunya yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menggelar Vaksinasi Massal di Gedung Serbaguna Kalurahan Sumberarum, Moyudan, Kabupaten Sleman, Senin (13/9/2021).

Vaksinasi yang digelar bekerja sama dengan Kapanewon Moyudan ini menyasar 2500 masyarakat Kalurahan Sumberarum, Sumberagung, serta para santri Pondok Pesantren Bina Umat Setran Sumberarum, Kapanewon Moyudan.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol. R. Slamet Santoso. Ia menyatakan vaksinasi bertajuk Vaksin Merdeka, Bantuan Kepada Masyarakat ini sebagai bentuk pengabdian Polda DIY dan Akpol 95, Patriatama.

Sementara itu, Arifin, Ketua Satgas sekaligus Panewu Moyudan yang mendampingi pemantauan mengapresiasi vaksinasi yang dilakukan. Ia juga menggarisbawahi mengenai pentingnya kerja sama semua pihak dalam memerangi pandemi.

“Semua pihak bersinergi agar percepatan vaksinasi di Moyudan segera tercapai,” ujarnya.

Kegiatan vaksinasi berjalan dengan lancar dan tertib, serta seluruh pihak yang terlibat tetap menaatai protokol kesehatan. (Edy/KIM Moyudan)




Tambah Jumlah Muscle, Yayasan Sioux Ular Indonesia Gelar Pelatihan Dasar

Gamping – Dalam rangka menambah jumlah muscle di Yogyakarta, Yayasan Sioux Ular Indonesia menyelenggarakan kegiatan Basic Training Muscle (BTM) yang merupakan pelatihan dasar bagi calon muscle atau relawan Yayasan Sioux selama satu hari penuh di Pendopo Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu (12/9/2021).

Pelatihan diikuti oleh 10 orang kandidat muscle yang dilaksanakan pada siang hari hingga malam hari dibawah pengawasan Febrianto Braso Reticulatus sebagai penanggung jawab kegiatan, didampingi sejumlah instruktur sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Braso menjelaskan, calon muscle akan menerima teori pengetahuan terlebih dahulu, sebelum melakukan praktik langsung ke lapangan. Beberapa materinya antara lain adalah biologi ular untuk mengetahui organ tubuh dan organ reproduksi serta tipe gigi ular, identifikasi untuk mengetahui habitat dan membedakan ular berbisa tinggi ataupun rendah, Snake Handling atau penanganan ular, dan Sweeping atau penangkapan ular untuk mengurangi populasinya pada suatu kawasan sesuai permintaan.

“Selain menerima teori pengetahuan yang lengkap, para kandidat muscle Sioux tersebut juga melakukan praktek langsung menangkap ular sesuai dengan teknik yang diberikan oleh Trainer menggunakan peralatan standar sehingga terlindungi dari gigitan ular,” kata Braso.

Braso berharap dengan selesainya kegiatan BTM dapat menghasilkan muscle Sioux yang dapat memberikan sosialisasi masyarakat untuk merubah pandangan buruk terhadap ular, sehingga bahaya bagi masyarakat dapat dihindari, dan ular terselamatkan dari kepunahan.

Di akhir sesi pelatihan para kandidat muscle menerima pengetahuan terkait penanganan pertama gigitan ular yang ditujukan untuk mengurangi angka kesakitan, mencegah adanya komplikasi lain sebelum korban mendapatkan pertolongan lanjutan di rumah sakit, serta memastikan tindakan penolong tidak membahayakan dan merugikan penolong maupun korban gigitan ular. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Diskusi Analisis Media Sosial Bersama BPSDMP Kominfo Yogyakarta

Yogyakarta – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan acara ngobrol bareng tentang analisis media sosial secara daring menggunakan media Zoom Cloud Meeting dan Instagram Live, Jumat (10/9/2021) sore yang diikuti sebanyak 15 sobat balai.

Kegiatan bertajuk B-SMART#2 “Kenalan Yuk dengan Analisis Media Sosial” ini dipandu oleh Vieka Aprilya Intanny dengan menghadirkan narasumber Peneliti Komunikasi dan Media BPSDMP Kominfo Yogyakarta sekaligus Analis Media Sosial, Novian Anata Putra.

Dalam perbincangannya, Novian menjelaskan bahwa analisis terhadap media sosial merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan seni sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan kehumasan, bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM), maupun dibidang konten kreator.

“Di dalam media sosial banyak sekali data yang masih bersifat acak-acakan. Karenanya, diperlukan seorang analis media sosial untuk menata data yang tidak beraturan tersebut agar terstuktur dan bisa dibaca sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan keperluannya,” jelasnya.

Vian menambahkan bahwa ada tiga analisis media sosial menurut jenisnya, yakni Conten Traking yang mengukur tingkat keberhasilan atau performa akun media sosial, Social Listening yang bisa mendengarkan opini publik, serta Influencer Inside yang dapat memetakan influencer yang bermain di media sosial.

Dalam menganalisis media sosial diperlukan alat bantu atau Tools untuk mempermudah penyusunan data awal, diantaranya Brand 24 yang dapat memonitoring kata kunci di media sosial dan membantu pelaku bisnis memonitor pelanggannya, Netlitic untuk menganalisa jaringan, serta Voyant untuk menganalisa teks atau kata-kata yang tren digunakan oleh masyarakat.

“Adapun tahapan analisa yang lengkap adalah identifikasi, ekstraksi, cleaning, analisis, visualisasi, dan interpretasi. Sebagai analis media sosial tidak semata-mata menguasai Tools saja, namun yang paling penting adalah bisa membaca data yang sudah terstruktur dan melakukan penggambaran data sekaligus memprediksi secara kualitatif terhadap media sosial. Disinilah memerlukan keterampilan atau seni seorang analis,” pungkas Vian. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Wisata Tebing Breksi Kantongi Izin untuk Uji Coba

Sleman – Wisata Tebing Breksi di Kabupaten Sleman mengantongi izin dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk melakukan uji coba. Penunjukan wisata yang terletak di Kapanewon Prambanan tersebut dilakukan untuk menggantikan wisata Candi Ratu Boko yang semulanya direncakan untuk diuji coba pembukaannya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan, penunjukan wisata Tebing Breksi ditetapkan melalui surat edaran No. SE/8/ DII/2021 tentang panduan penggunaan aplikasi peduli lindungi dan protokol kesehatan pada tempat wisata.

Penunjukan tersebut merujuk pada permohonan penggantian uji coba objek wisata yang sebelumnya diajukan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY.

“Ratu Boko dan Prambanan ini kan sama-sama dikelola TWC dan basisnya BUMN. Apalagi Prambanan juga diijinkan buka. Kalau Tebing Breksi ini kan basisnya BUMDes dan Pemberdayaan masyarakat. Untuk itu kemarin Dispar DIY mengajukan permohonan itu,” kata Kustini ketika dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Senin (13/9/2021).

Kustini menilai penunjukan wisata Tebing Breksi sangat tepat. Pasalnya, wisata di wilayah Sleman timur itu dikelola langsung oleh BUMDes dan bersifat pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, menurut Kustini uji coba di wisata Tebing Breksi memiliki efek yang lebih luas karena daerah wisata tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat promosi sejumlah olahan produk UMKM masyarakat dan memiliki komunitas mobil jeep yang sering digunakan pengunjung.

“Kalau di Tebing Breksi ini lebih kompleks. Pengelolanya masyarakat sekitar. Ada puluhan UMKM, komunitas jeep dan lainnya. Jadi efek uji coba ini akan bisa berdampak sangat luas,” terang Kustini.

Ditambahkan Kustini, wisata Tebing Breksi juga telah mengantongi sertifikat CHSE dari Kemenparekraf sebagai salah satu syarat uji coba. Selain CHSE, pengelola wisata juga telah mendapatkan QR Code Peduli Lindungi dari Kementrian Kesehatan.

Kustini mengatakan dalam waktu dekat dinas terkait akan melakukan skenario uji coba. Dengan dimulainya uji coba tersebut, Kustini berharap perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali  bergeliat. (Humas Sleman)