Peringati Ulang Tahun yang Pertama, Aku Wong Sleman Gelar Bakti Sosial

Sleman – Memperingati hari lahirnya yang pertama, Paguyuban Sosial Kemanusiaan Aku Wong Sleman (AWS) mengadakan Bakti Sosial (Baksos) di Panti Asuhan Darut Taqwa, Jarakan, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kamis (9/9/2021). Acara yang diikuti oleh 10 perwakilan pengurus dan 150 santri ini dikemas dengan pengajian, buka bersama, dan pemberian paket bantuan untuk para santri yang notabene adalah anak yatim dan kurang mampu.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk rasa syukur  bahwa kami masih diberikan kesempatan untuk berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan,” ucap Arisanto, Penggagas AWS.

AWS sendiri saat ini memiliki anggota sebanyak orang yang tergabung dalam grup media sosial Facebook. Arisanto menambahkan media sosial memang menjadi media utama untuk anggota AWS berkomunikasi untuk menggelar kegiatan sosial di masa pandemi ini, seperti program sunatan massal, bedah rumah, bakti sosial, program tilik anggota yang terkena musibah, dan kegiatan sosial lainnya.

“Kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama, apalagi pada saat pandemi, dan semoga bantuan ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya,” imbuhnya. (Arief Hartanto)




Siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Seyegan Galang Dana untuk Layanan Ambulans Gratis

Seyegan – Pendidikan karakter bagi siswa dapat menjadi pondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan. Prinsip dasar dari materi pendidikan karakter adalah untuk membina iman, ibadah, sosial, dan ilmu pengetahuan anak, sehingga dapat menjadi pegangan untuk masa depan mereka.

Hal ini yang coba diterapkan oleh siswa-siswi, guru, dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Seyegan yang mengadakan penggalangan dana untuk layanan ambulans gratis Muhammadiyah Seyegan.

Penyerahan dana yang terkumpul sebesar Rp. , – dilakukan secara simbolis kepada Panitia pengadaan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seyegan di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan pada Kamis (9/9/2021).

“Semoga dengan dana yang terkumpul ini, Layanan Ambulans Gratis PCM Seyegan bisa segera terwujud, segera bisa membantu warga yang membutuhkan layanan ambulans gratis ini,” ucap Ferdi, salah satu Siswa SMP Muhammadiyah 1 Seyegan.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Seyegan, Rochmadi, mengatakan bahwa penggalangan dana ini merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter siswa untuk selalu berbagi dan berbuat baik, meskipun berada di masa yang sulit.

“Karakter siswa yang selalu berempati terhadap orang yang sedang kesusahan dan saling tolong menolong, itulah tujuan utama dari kegiatan ini,” ungkap Rochmadi.

Ketua PCM Seyegan, Mulyono, mengapresiasi penggalan dana ini. Ia berharap apa yang dilakukan oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Seyegan ini dapat bermanfaat untuk semuanya.

“Semoga mendapatkan balasan yang berlipat, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” kata Mulyono. (Arief Hartanto)




Dinas PMK Gelar Rakor Persiapan TMMD di Kalurahan Margomulyo

Seyegan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pihak dan sektor terkait untuk membahas persiapan pelaksanaan TMMD tahap III Kabupaten Sleman yang berlokasi di Kapanewon Seyegan, tepatnya di Padukuhan Sawahan dan Gerjen Kalurahan Margomulyo. Rakor digelar di Ruang Pertemuan Dinas PMK pada Rabu (8/9/2021) menghadirkan perwakilan dari Kapanewon Seyegan, Danramil, Kalurahan Margomulyo, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Margomulyo, Dukuh Sawahan, Dukuh Gerjen, PU Cipta Karya dan Bagian umum Pemda Sleman.

Pada rakor, Sekretaris Dinas PMK Sleman, Budi Sutamba memberikan pengarahan berkaitan dengan pengkondisian wilayah. Ia meminta adanya koordinasi di tingkat pelaksana untuk persiapan pembukaan TMMD.

“TMMD ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dan masyarakat yang diwujudkan dengan gotong-royong sebagai wujud partisipasinya,” ujar Budi.

Budi juga mengingatkan agar peyelengaraan TMMD dapat berjalan lancar dengan persiapan yang lebih matang, terutama mengenai program non fisik.

“Beberapa agenda non fisik yang sudah diagendakan adalah penyuluhan nafza, penyuluhan COVID-19 dan pelaksanaan vaksinasi dengan kuota 1500 orang untuk warga Margomulyo dan sekitarnya,” jelas Budi.

Pada kesempatan yang salam, Irvan Susanto, Carik yang juga merupakan Plt. Lurah Margomulyo menyampaikan Kalurahan siap berpartisipasi dengan memberi bantuan dana dan mobilisasi linmas di lokasi TMMD.

Sementara Sujana, Danramil Seyegan melaporkan pembukaan TMMD akan dilakukan pada tanggal 15 September 2021. Ada 3 kegiatan fisik yang akan dilaksanakan selam TMMD, yaitu pemasangan corblock, talud, dan rehab gedung RW di Padukuhan Sawahan.

“Untuk kegiatn non fisik adalah penyuluhan dan vaksinasi,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati HAORNAS, Bupati Sleman Ajak Warga untuk Rutin Berolahraga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman peringati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) dengan menggelar upacara terbatas dan menerapkan protokol Kesehatan bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (9/9/2020).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo selaku inspektur dalam upacara tersebut mengatakan peringatan HAORNAS ini membawa pesan semangat mengajak semua warga masyarakat Sleman untuk melakukan olahraga secara rutin atau secara teratur setiap harinya.

“Kita harapkan olahraga menjadi kebutuhan hidup dan menjadi gaya hidup warga Sleman,” kata Kustini.

Adapun tema peringatan Hari Olahraga Nasional saat ini yaitu “Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju”. Dalam rangka mendukung tema tersebut, Pemkab Sleman telah menyusun perda tentang keolahragaan sebagai payung hukum, menyusun rencana aksi keolahragaan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan, menyusun peraturan bupati untuk sistem penghargaan dan lain sebagainya.

“Dengan adanya upaya tersebut kita harapkan pengembangan olahraga di Kabupaten Sleman dapat dilakukan secara lebih optimal dan terarah,” jelas Kustini.

Acara peringatan HAORNAS ditutup dengan peragaan Taiji 24 jurus dari Sasana Taiji Quan JIH. (Humas Sleman)




Kenduri Banyu Udan, Melihat Air Hujan sebagai Berkah untuk Semesta

Sleman – Untuk menanamkan kepedulian terhadap pemanfaatan air, khususnya air hujan, Komunitas Banyu Bening menggelar kegiatan Kenduri Banyu Udan ke-6 secara virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting dari Sekolah Air Hujan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (9/9/2021).

Founder Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Komunitas Banyu Bening untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap air hujan, yang selama ini dianggap sebagai sumber musibah. Ia ingin mengajak masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan air hujan semaksimal mungkin.

“Menjadikan air hujan sebagai berkah yang luar biasa, sebagaimana tema kenduri kita pada tahun ini yaitu Air Hujan untuk Semesta,” imbuhnya.

Kenduri ini dilakukan sebagai bentuk kampanye Komunitas Banyu Bening tentang kepedulian terhadap air hujan. Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa kampanye tentang air hujan ini memiliki tantangan yang sangat besar. Masyarakat cenderung tidak memberikan respon yang diinginkan ketika melakukan kampanye kepedulian terhadap air hujan ini dengan cara yang biasa.

“Sehingga mulai tahun 2016, Komunitas Banyu Bening mengubah cara kampanye dengan salah satunya dengan mengadakan Kenduri Banyu Udan ini,” jelas Sri.

Dari proses kampanye melalui kenduri ini, Sri Wahnyuningsih mengakui bahwa Komunitas Banyu Bening dapat memperluas jaringan mereka sehingga tujuan gerakan mereka dapat diterima di seluruh lapisan masyarakat. “Semoga yang dilakukan ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan air yang kita hadapi,” kata Sri.

Apa yang diinisiasi oleh Komunitas Banyu Bening ini mendapatkan respon positif dari Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) Lilik Kurniawan. Ia mengatakan bahwa masyarakat selalu memiliki persepsi bahwa air hujan itu merupakan sumber bencana.

“Ini yang harus diluruskan, bagaimana lingkungan kita yang sebenarnya sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Ini semua bisa diubah dengan membalikkan persepsi dari hujan sebagai sumber bencana, menjadi hujan adalah bagian dari kehidupan kita. Menurut Lilik, kita harus bisa bersyukur ketika kita masih diberikan air hujan.

“Banyak yang bisa memanfaatkan air hujan ini untuk kehidupannya masing-masing. Kita sebagai kholifah (wakil tuhan) di bumi harus menjaga alam kita, tidak boleh membuat kerusakan, termasuk mensyukuri dan memanfaatkan alam yang ada, seperti yang dilakukan Komunitas Banyu Bening,” ujar Lilik.

Lilik berharap kepedulian terhadap pemanfaatan air hujan yang diinisiasi oleh Komunitas Banyu Bening ini dapat disebarluaskan di masyarakat, sehingga dapat menjadi gerakan dalam memanfaatkan air hujan untuk kehidupan masyarakat.