Pentingnya Membangun Budaya Digital di Lingkungan Pelajar

Sleman – Kementerian Komunikasi dan Informatikan Republik Indonesia bersinergi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Nasional dengan mengangkat tema ‘Untuk Indonesia Makin Cakap Digital’ secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud meeting, Rabu (8/9/2021).

Kegiatan yang dipandu oleh Anggie Gerhana menghadirkan narasumber Relawan TIK sekaligus Pengajar SMK Taruna Bhakti Depok, Verra Rousmawati yang mengupas tentang pentingnya membangun budaya digital di lingkungan pelajar.

Menurut Verra, terdapat tiga aspek penting dalam membangun budaya digital yakni bagaimana partisipasi masyarakat yang memberikan kontribusi untuk tujuan bersama, bagaimana masyarakat merubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat, dan bagaimana masyarakat membentuk hal baru dengan memanfaatkan hal yang sudah ada.

Selain itu, Verra menyebutkan ciri-ciri perilaku pelajar jaman sekarang, di antaranya percaya terhadap konten testimoni perorangan dibandingkan dengan informasi satu arah, memiliki akun media sosial sebagai alat komunikasi dan pusat komunikasi, memiliki minat membaca konvensional yang rendah, lebih memilih ponsel dibandingkan televisi, seta menjadikan ‘google search’ sebagai pemberi jawaban.

Sebagai pengajar, Verra menyampaikan pesan kepada para pelajar bahwa dengan adanya media sosial seharusnya pelajar dapat memanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Media sosial bagi siswa dapat dijadikan media pembelajaran dan jaringan dengan membuat forum diskusi pembelajaran, dan tempat mengekspresikan kreatifitas dengan memberikan konten positif yang berkaitan dengan hobi, pembelajaran dan pengalaman yang menarik.

“Yang tidak kalah penting adalah pelajar dapat berinteraksi dengan dunia yang lebih luas dan mendapatkan manfaat dan jejaring  serta informasi terkini perihal peluang kerja atau lowongan pekerjaan,” tambah Verra.

Di akhir pemaparan materinya, Verra menyampaikan bahwa pelajar yang cerdas adalah yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya.

“Dengan adanya penguatan pendidikan karakter bagi pelajar jaman sekarang yang diwujudkan melalui pengoptimalan peran Gerakan Literasi Digital Nasional yang salah satunya dengan memberikan literasi digital untuk membangun budaya digital bagi pelajar sudah sangat tepat, karena masa depan bangsa berada ditangan generasi muda jaman sekarang,” tutup Verra. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dukuh Terpilih di Padukuhan Lojajar dan Jaban Resmi Dilantik

Ngaglik – Lurah Sinduharjo, Sudarja resmi melantik Dukuh terpilih di Padukuan Lojajar dan Jaban pada Kamis (9/9/2021). Pelantikan dilakukan di Balai Kalurahan Sinduharjo, Jl. Kaliurang Km 10.5 Gentan, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (9/9/2021).

“Benar pagi ini kita melantik dua dukuh Padukuhan Lojajar atas nama Drajad Giri Pawoko menggantikan R. Prajarto, dan Hastungkoro dukuh padukuhan Jaban menggantikan Sudarmono yang habis pengabdianya hari ini,” ujar Sudarja.

Faizal Nur Achmad, Carik Sinduharjo yang juga merupakan Ketua Panitia Pemilihan mengatakan proses seleksi pamong dukuh ini telah melalui beberapa tahapan, dan menggandeng pihak ketiga yaitu Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, untuk menjaga netralitas para panitia.

“Semoga dapat mengemban tugas dan amanah,” kata Faizal.

Sementara itu, Subagyo, Panewu Ngaglik berharap Dukuh terpilih dapat bekerja dengan baik melayani masyarakat dengan sepenuh hati tanpa pamrih dan tidak mengenal waktu.

Pelantikan sendiri dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Forum Komunikasi Kapanewon Ngaglik, Perangkat dan Lembaga Kalurahan Sinduharjo. (SPN/KIM Ngaglik)




TMMD Tahap III Resmi Dicanangkan

Yogyakarta – Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap III dengan tema “Wujud Sinergi Membangun Negeri” resmi dicanangkan dengan dilaksanakannya penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY dengan Ketua LPMK di 5 lokasi TMMD di wilayah DIY. Penandatangan dilakukan di Ruang Rapat Untit VIII lantai 3 Komplek Kepatihan DIY, Selasa (7/9/2021).

Sukamto, Kepala Biro Bermas DIY mengatakan TMMD tahap III dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga hasilnya dapat bermanfaat untuk masyarakat. “Tidak hanya kegiatan fisik, tapi juga pembangunan mental,” ujar Sukamto.

Sukamto juga berharap kegiatan TMMD dapat berlangsung secara kolektif dan kerja sama antar pihak terkait, tidak hanya dari TNI saja.

“Peran sektor lain OPD dan masyarakat dalam bentuk gotong royong yang menjadi modal sosia yang sangat diharapkan, sesuai dengan tema yang diusung yaitu Wujud Sinergi Membangun Negeri,” imbuhnya.

TMMD tahap III sendiri merupakan TMMD tahap terakhir yang dijadwakan berlangsung pada periode 1 September 2021-14 Oktober 2021, dan akan diisi dengan berbagai kegiatan.

Mayor CAD Enny Sudarwati, Kasi Bakti TNI Korem 072 Pamungkas mengatakan kegiatan TMMD akan dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, intansi terkait/pemda setempat, ormas, mahasiswa dan masyarakat lokal. Ia memaparkan beberapa kegiatan fisik yang akan dilaksanakan antara lain adalah pembuatan saluran irigasi,, corblock, conblock, sumur resapan, rehab fedung, dan RTLH.

“Selain itu, ada juga kegiatan non fisik berupa penyuluhan, pengawasan, pembangunan, protokol kesehatan COVID-19, penanggulangan bencanan, pencegahan stunting, kantibmas, napza, dan pelaksanaan vaksin,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Enny, akan dilaksanakan menggunakan dana dari APBD DIY, ABPD Kabupaten, Dana Desa, dan Swadaya Masyarakat.

Sementara itu, Kasubbag Penguatan Kelembagaan Masyarakat Biro Bina Bermas DIY Suwarto mengatakan pada TMMD tahap III ini, ada 5 Kalurahan di DIY yang dijadikan lokasi kegiatan, yaitu Kalurahan Warungbroto Umbulharjo yang berada di Kota Yogyakarta, Kalurahan Argodadi Sedayu di Kabupaten Bantul, Kalurahan Ngentakrejo Lendah di Kabupaten Kulonprogo, Kalurahan Tambakromo Ponjong di Kabupaten Gunung Kidul, dan Kaluraan Margomulyo Seyegan di Kabupaten Sleman.

Suwarto juga berharap masyarakat dapat berswadaya dengan bergotong royong membantu kegiatan ketika volume pekeraan meningkat agar pembangunan dapat berjalan lancar.

Hal ini didukung juga oleh Ketua DPD LPM DIY, KPH Notonegoro. Ia mengatakan agar tokoh masyarakat di LPMK dapat bertindak sebagai motor penggerak masyarakat dalam mendukung TMMD.

“LPMK mempunyai kewenangan untuk memobilisasi masyarakat dalam implementasi kegiatan,” ujarnya.

Menurutnya, TMMD juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk menularkan nasionalisme ke masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)  




Kalurahan Caturtunggal Jemput Bola Pelayanan Pajak PBB di Semua Padukuhan

Depok – Untuk memudahkan masyarakat dan wajib pajak serta mempercepat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo, Kalurahan Caturtunggal menggeber Pekan PBB di masing-masing padukuhan. Pekan PBB yang berlangsung empat hari kali ini adalah yang keempat kalinya dilakukan selama tahun 2021 ini.

Kegiatan Pekan PBB pada hari pertama dilakukan di Padukuhan Manggung, Karangwuni, Kocoran, dan Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (8/9/2021). Hasilnya, diperoleh setoran PBB di Padukuhan Manggung senilai Rp. dengan 21 Wajib Pajak (WP), Padukuhan Karangwuni sebanyak 15 WP senilai Rp. , Padukuhan Kocoran sebanyak 14 WP senilai Rp. , dan Padukuhan Blimbingsari sebanyak 31 WP senilai Rp. .

Kaur Danarta (Keuangan) Kalurahan Caturtunggal, Sunarjo, menyampaikan bahwa kegiatan pekan pembayaran pekan PBB-P2 ini diharapkan dapat memudahkan wajib pajak, baik perorangan maupun perusahaan dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak. “Masih ada waktu hingga beberapa hari ke depan di tiap padukuhan, silahkan memanfaatkan layanan jemput bola pekan PBB ini. Semoga kita dapat menjadi orang bijak yang taat akan pajak,” kata Sunarjo.

Sukarni, salah seorang warga Padukuhan Kocoran yang membayar di rumah Dukuh Kocoran menyampaikan bahwa warga terbantu dengan sistem jemput bola dalam Pekan PBB ini. “Pembayaran Pekan PBB di rumah pak Dukuh ini mudah, cepat, tidak perlu menunggu lama,” akunya.

Pekan PBB sistem jemput bola dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini bisa terselenggara berkat dukungan serta sinergi antara kalurahan melalui dukuh-dukuh sebagai pemangku kewilayahan dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Kapanewon Depok, dan Bank BPD DIY.

Untuk selanjutnya, pekan PBB akan berlangsung di Balai Padukuhan Sagan, rumah Dukuh Samirono, Karanggayam, dan Karangmalang (Kamis, 9/9/2021), rumah Dukuh Santren, Mrican, Papringan, dan Balai Padukuhan Ambarukmo (Senin, 13/9/2021), rumah Dukuh Gowok, Nologaten, Tempel, Janti (Selasa, 14/9/2021) dan di hari terakhir nanti akan dilakukan di rumah Dukuh Ngentak, Kledokan, dan Seturan (Rabu, 15/9/2021). (Danang/KIM Depok). 




Pedagang Pasar Setan Jalani Vaksinasi Dosis Kedua

Depok – Sebanyak 166 pedagang Pasar Setan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menjalani vaksinasi dosis kedua. Jalannya vaksinasi dilaksanakan Rabu (8/9/2021) di Gedung Barat Pasar Setan dengan menggandeng tenaga kesehatan Puskesmas Depok 1.

Pardi, Penanggungjawab Pasar Setan menuturkan bahwa sebelumnya para pedagang ini sudah menjalani vaksinasi dosis 1. “Yang tervaksin dosis 1 sebanyak 166 orang. Hari ini yang sudah datang untuk dosis kedua sebanyak 116,” ujar Pardi kepada Tim Satgas Covid-19 Kapanewon Depok saat memantau jalannya vaksinasi.

Sama seperti halnya vaksinasi di tempat lain, para peserta harus mematuhi prokes pencegahan penyebaran Covid-19. Usai mendaftar ulang, para pedagang mengisi formulir skrining kesehatan, cek kesehatan seperti tekanan darah, dan menjawab pertanyaan seputar riwayat kesehatan dari nakes yang bertugas. Setelah dinyatakan sehat dan layak, baru kemudian diberikan vaksin.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Aris Widiyantara menuturkan bahwa Tim Satgas Covid-19 bersama Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan pemantauan guna memastikan prokes berjalan dan memberikan dukungan kepada nakes dan pedagang. “Selain itu kami juga mengedukasi dan membagikan masker kepada pedagang Pasar Setan,” tutur Aris.

Selepas memantau vaksinsi di Pasar Setan, Tim Satgas kemudian melakukan patroli rutin PPKM di wilayah Maguwoharjo dan berakhir di Pasar Sambilegi. Tim Satgas juga membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak seperti pedagang kecil, angkringan, tukang tambal ban, maupun pemulung yang dijumpai selama perjalanan patroli.(Andri Afriyanto/KIM Depok)