Bisnis Olahan Rumput Laut dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Sleman – Hendi Avanda adalah seorang pengusaha sekaligus pendiri dan CEO di CV. Panda Food Yogyakarta yang berhasil mengembangkan usaha makanan ringan berbahan dasar rumput laut. Ia mengawali karir bisnisnya di tahun 2012 dengan tujuan membantu perekonomian orang tua dan juga atas saran dari temannya. Ia mencoba berinovasi di bisnis makanan ringan dari rumput laut (seaweed) yang diberi nama Panda Seaweed.

Pada awalnya, pria yang biasa disapa Vanda ini memulai bisnisnya dengan mengeluarkan dana sebanyak Rp ,00 di tahun 2012 sebagai modal awal. Dana tersebut, kata Vanda, berasal dari hasil tabungan dan juga pinjaman dari teman-temannya.

Vanda kemudian mencoba membuat produk olahan rumput lautnya, dan memperkenalkan produknya yang masih baru tersebut kepada pengunjung di even minggu pagi (Sunmor) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia membagikan produknya secara gratis kepada pengunjung, agar mereka dapat mencicipi serta memberikan respon terhadap produk yang dibuatnya.

“Jadi dulu waktu ada minggu pagi Sunmor UGM saya gak jualan saya hanya mencoba membagikan hasil dari gorengan saya, ternyata responnya pada senang banyak orang nyicip jadi orangnya pada nanya belinya dimana,” ujar Hendi Avanda pada saat diwawancarai di tempat produksinya CV. Panda Food yang berada di Kapanewon Condongcatur, Kabupaten Sleman pada Selasa (7/9/2021).

Setelah itu, Vanda kemudian memulai untuk memproduksi dan memasarkan produk olahan rumput laut buatannya. Namun, saat itu Vanda mengalami kendala perizinan pemasaran, karena belum memiliki tempat produksi sendiri.

“Untuk bisa memasarkan produk saya ini ternyata butuh yang namanya perizinan, nah perizinan didapat itu kalau seandainya sudah ada tempat produksi sendiri,” ujarnya.

Vanda kemudian mencoba untuk meminjam modal kembali kepada teman-temannya sehingga dirinya dapat menyewa rumah dan dapur untuk memulai produksi. Setelah itu, baru Vanda memperoleh izin untuk berjualan.

Vanda mengatakan bahan dasar usahanya didapatkan dari para pengepul rumput laut. Saat ini produk Panda Seaweed milik Vanda telah dipasarkan di banyak toko-toko di wilayah Yogyakarta. Tidak hanya itu, Vanda juga telah mengirimnya ke beberapa kota di luar Yogyakarta.

“Tahun 2012 dan 2013 masih fokus di dalam kota Yogyakarta dan Magelang pada saat itu, 2014 mulai ekspansi ke luar kota karena saya melihat Jogja sudah penuh, akhirnya menghubungi relasi saya untuk membatu jualin seperti di kota Bandung, Jakarta, Denpasar, lalu Mataram, dan Alhamdulillah di kota-kota besar sudah ada produk kita,” jelas Vanda

Vanda mengungkapkan jika omzet yang diterimanya dapat menyentuh angka 90 juta per bulannya. Namun diawal pandemi, Vanda mengakui bahwa bisnisnya mengalami lonjakan drastis, sebelum mengalami penurunan di 2 bulan pandemi berjalan. Hal itu terjadi dikarenakan di awal pandemi banyak orang berbelanja di supermarket, sedangkan penurunan omzet di 2 bulan pandemi dikarenakan supermarket banyak yang tutup.

“Di awal pandemi omzet kita naik drastis sebanyak 450 juta, lalu 2 bulan kemudian turun hingga 30 persenan. Omzet langsung turun karena supermarket tutup lebih awal dan tidak 24 jam lagi,” ujar Vanda. (Rep Nikke)




BAZNAS Sleman Santuni Anak Yatim Piatu Terdampak COVID-19

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat dan Sodaqoh Muhmmadiyah (LAZISMU) menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim piatu di Kabupaten Sleman Sleman pada Selasa (7/9/2021) di Pendopo Parasamya  Seketariat Daerah Kabupaten Sleman.

Muhyi Darmaji, Wakil Ketua 3 Baznas Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan  menyampaikan satunan anak yatim ini merupakan progam rutin dari Baznas di Bulan Muharam, dan bertujuan untuk membantu anak yatim yang orang tuanya meninggal karena COVID-19

“Pada saat ini ada anak kita yang betul-betul kondisinya sangat mengkhawatirkan karena ditinggal oleh orang tuanya dan saat ini mereka butuh bantuan dari kita semua,” ungkap Muhyi Darmaji.

Ia menyampaikan dalam program acara satunan bagi anak yatim ini, Baznas telah menyiapkan 300 paket, dengan nominal 1 paketnya senilai , yang nantinya akan dibagikan kepada NU, Muhammadiyah, serta Pokjalu

“Untuk NU 100 paket, untuk Muhammadiyah 100 paket, dan untuk Pokjalu 100 paket,” jelasnya.

Selain untuk anak yatim piatu, Baznas Sleman juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 lainnya, seperti sekolah, pesanteren, dan komunitas.

“Kita juga membantu SMP dan Pondok pesantren Bumi Cendekia yang hampir semua santrinya terpapar COVID-19 dan sekarang masih ada yang isoman sehingga kita bersama Kementrian Agama Kabupaten Sleman membantu senilai 10 Juta Rupiah, serta memberikan bantuan kepada RVV Musisi Sleman senilai 13 Juta Rupiah, berupa paket logistik sembako,” tambah Muhyi Darmaji

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi bantuan yang diberikan ini. Ia juga mengatakan Pemkab Sleman akan memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19.

“Dalam rangka ini insya allah dalam pendidikan anak-anak ini akan di tanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sampai SMA,” ungkap Kustini Sri Purnomo. (Rep Rahayu)




Dekatkan Layanan Konsultasi Permasalahan Keluarga, Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Diresmikan

Depok – Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi DIY, Witri Astuti Susani Anggraeni meresmikan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Kabupaten Sleman di Gedung Balai Penyuluhan Keluarga Berencana “Harmoni” Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (7/9/2021).

“PPKS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat berupa pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), konseling, dan rujukan dalam permasalahan keluarga,” jelas Witri Astuti saat memberikan sambutannnya.

Layanan ini dapat diakses masyarakat secara gratis, meliputi pelayanan data dan informasi Program Bangga Kencana (Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana), konsultasi dan konseling keluarga, balita, dan anak, serta konsultasi dan konseling keluarga dan remaja.

“selain itu ada juga konsultasi dan konseling pra nikah, konsultasi dan konseling keluarga berencana dan keluarga sejahtera, konsultasi dan konseling keluarga harmonis, konsultasi dan konseling keluarga lansia dan lansia, pembinaan usaha ekonomi keluarga,” imbuh Witri Astuti.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menyambut baik layanan PPKS ini. “Jika di P3AP2KB ada Pusat Pelayanan Keluarga (Puspaga) Kesengesem, ini merupakan layanan yang saling melengkapi dan akan sangat lebih bermanfaat jika ada kolaborasi,” tutur Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman Suci Iriani.

Lebih lanjut Suci Iriani melanjutkan bahwa PPKS ini diharapakan dapat mendekatkan pelayanan subjek dan objek yang disasar. Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19, seperti anak-anak yang menjadi yatim maupun yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terkena covid-19.

“Saat ini sudah dalam tahap verifikasi. Jadi jangan ada sadikin, karena sakit jadi miskin,” kata Suci Iriani.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Abu Bakar saat memberikan sambutannya, bahwa anak-anak menjadi objek yang rentan terdampak covid-19.  Perlu ada sentuhan pemerintah untuk bisa mengurus anak yatim maupun anak yatim piatu.

“Bagaimana masa depan anak-anak ini ketika orang tuanya meninggal karena covid-19, perlu ada upaya bersama dari berbagai pihak untuk bisa menyejahterakan mereka”, tandas Abu Bakar.

Panewu Depok, Abu Bakar berharap dengan adanya PPKS ini dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait agar permasalahan-permasalahan keluarga agar dapat dicarikan jalan keluar seperti mencari orang tua asuh.(Andri Afriyanto  – KIM Depok)




Peduli Relawan, Plaza Ambarrukmo Bagikan Bantuan Sembako

Depok – Sebagai bagian dari program Charity Ambarrukmo, Plaza Ambarrukmo menyalurkan bantuan berupa 53 paket sembako kepada relawan pemakaman/kubur cepat (RPC) Covid-19 Kalurahan Caturtunggal dan warga pra sejahtera. Paket sembako tersebut terdiri dari beras 5 kg, mi instan, gula, minyak goreng, makanan dan minuman kaleng.

Pemberian bantuan secara simbolis diserahkan oleh Indra, Manger Marketing Plaza Ambarrukmo kepada Carik Caturtunggal, Aminudin Aziz, di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (7/9/2021).

Chief Marketing Communication Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Indra Gunawan mengungkapkan program Charity Ambarrukmo ini sebagai bentuk kepedulian pada kondisi saat ini. “Sekaligus membantu pemerintah kalurahan dalam meringankan beban masyarakat pra sejahtera di masa PPKM level 3 ini serta relawan RPC yang telah melaksanakan ketugasan kemanusiaan selama ini,” kata Indra Gunawan.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso mengapresiasi kepedulian Plaza Ambarrukmo terhadap relawan penanganan COVID-19 di wilayahnya. Ia berharap bantuan ini dapat memotivasi para relawan yang bekerja maksimal memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 serta dapat meringankan beban warga pra sejahtera di masa seperti sekarang ini. (Danang/KIM Depok)




MWCNU Gamping Sediakan Ambulans Layanan Umat untuk Warga

Gamping – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kapanewon Gamping secara resmi melakukan peluncuran armada ambulans yang dilangsungkan di halaman Kantor Sekretariat MWCNU Gamping, Senin (6/9/2021) malam.

Peluncuran mobil layanan umat yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tanfidziyah, H. Saliman disaksikan oleh segenap jajaran pengurus MWCNU Kapanewon Gamping, Pengurus Ranting NU,  Muslimat, Ansor, Fatayat, Banser, Lurah, serta Muspika Kapanewon Gamping.

Dalam sambutan pembukanya, H. Saliman mengungkapkan bahwa pengadaan armada ambulan tersebut terwujud berkat adanya partisipasi dan donatur dari warga Nahdliyin di Kapanewon Gamping dalam program ‘Koin NU’ yang sudah berjalan selama ini.

“Terwujudnya armada ambulans ini merupakan kemandirian warga Nahdlatul Ulama melalui gerakan koin yang ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping. Dengan adanya pengelolaan program ‘Koin NU’ yang baik, keuntungannya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutur H. Saliman.

Prosesi peresmian beroperasinya armada ambulan diawali dengan Mujahah yang dipimpin Mustasyar, KH. Nasrulloh dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Rois Syuriah, KH. Ahmad Mabarun.

H. Saliman menambahkan bahwa mobil ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis dan bermanfaat untuk warga Nahdliyin serta masyarakat di wilayah Kapanewon Gamping yang membutuhkan dengan menghubungi Call Center Ambulans di nomor 0813-8282-6700. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)