Siapapun Lurah Pilihanku, Dirimu Tetap Saudaraku

Ngaglik – Fajar Krismanto, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Donoharjo mengungkapkan bahwa pemilihan lurah berbeda dengan pilkada ataupun pilpres.

“Pilurah mempunyai beban dan tekanan yang lebih kuat, rawan gesekan atau perselisihan karena yang diatur berada di lingkungan terdekat kita. Dan inilah menjadi tantangan panitia menciptakan suasana yang kondusif baik pada saat pelaksanaan maupun paska pemilihan lurah,” kata Fajar Krismanto saatrapat koordinasi terkait pemilihan lurah di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (4/9/2021).

Karena itu Fajar memuji menyoroti slogan Pemilihan Lurah Donoharjo yang berbunyi
“Sapa Wae Lurah Pilihanku Sliramu Tetep Sedulurku” (Siapa Saja Lurah Pilihanku, Dirimu Tetap Saudaraku). Hal ini menurut Fajar mencerminkan adanya upaya pemilihan yang damai. “Beda pilihan adalah biasa, yang luar biasa adalah bagaimana menciptakan rasa aman, nyaman, dan damai saat proses pemilihan lurah,” ungkapnya.

Sementara itu Suyadi, Ketua Panpilur Donoharjo dalam laporannya mengungkapkan sejak mendapatkan mandat dari BPKal, Panpilur Donoharjo telah melaksanakan berbagai tahapan di antaranya sosialisasi pemilihan lurah, mencocokkan dan penelitian (coklit) data pemilih yang dilakukan Gastarlih (Petugas Pendaftaran Pemilih), simulasi e-voting, menyusun Daftar Pemilih Sementara (DPS), DPS Perbaikan maupun Daftar Pemilih Tetap (DPT), penentuan letak atau lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) , menetapkan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di TPS, KPPS Keliling, maupun KPPS Cadangan.

“Pada Pilur 2021, selain KPPS berada di TPS, ada juga KPPS keliling yang bertugas melayani pemilih jika tidak mampu menuju TPS karena alasan sakit, disabilitas, atau lansia. Sedangkan KPPS cadangan akan bertugas menggantikan KPPS jika ada yang sakit atau menjalani isolasi mandiri,” kata Suyadi.

Ia juga menyampaikan bahwa panpilur juga telah menetapkan calon lurah Donoharjo setelah melalui proses penjaringan, penyaringan, dan penetapan. “Saat ini panpilur telah menetapkan 3 calon lurah yaitu Sigit Sukarno, Hadi Rintoko dan Nurgiyatno,” terangnya.

Suyadi juga mengungkapkan dalam situasi pandemi Covid-19 beberapa kali penyelenggaraan pemilihan lurah mengalami penundaan tahapan. “Pada awalnya pemungutan suara akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2021, kemudian ditunda 12 September 2021 dan yang terakhir tanggal 31 Oktober 2021,” kata Suyadi.

Dengan adanya perubahan tanggal pemungutan suara tersebut dengan sendirinya ada beberapa tahapan yang mengalami penundaan diantaranya pelaksanaan bimbingan teknis KPPS, undian nomor urut calon lurah, kampanye calon lurah, masa tenang, penetapan calon lurah terpilih, penyampaian nama calon lurah terpilih kepada BPKal, serta pelantikan lurah terpilih. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




SMKM 2 Turi Sleman Gelar Pelatihan Totok Punggung

Turi – Untuk menambah pengetahuan dalam mengobati penyakit serta menjaga kesehatan, Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 2 Turi Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Perilaku Hidup Sehat dan Bersih dengan materi pelatihan “Pelatihan Totok Punggung untuk Kesehatan” pada Kamis (2/9/2021). Pelatihan yang digelar di Aula SMKM 2 Turi, Sleman ini menghadirkan M. Zudi Sakuri, seorang Praktisi Totok Punggung yang juga merupakan salah satu Anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) tingkat nasional.

Kepala SMKM 2 Turi, Purwati mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas siswa, sehingga nantinya dapat mewujudkan lulusan yang bertakwa, kreatif, berbudaya, dan siap menjadi kader Muhammadiyah dan Bangsa, sesuai dengan visi dari SMK yang mengambil spesialisasi sebagai SMK Kesehatan tersebut.

“Siswa diharapkan juga memiliki kecakapan tambahan yang bisa bermanfaat dalam hidupnya, salah satunya adalah wawasan tentang terapi kesehatan totok punggung sebagai berikhtiar dalam menjaga kesehatan dan kesembuhan,” ungkap Purwati.

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh Zudi Sakuri yang kemudian dilanjutkan dengan praktik totok punggung secara langsung. Zudi mengatakan bahwa filosofi dari totok punggung adalah seperti sarang laba-laba.

“Jika satu titik simpul tertekan maka semua sistem akan terpengaruh. Jika kita tekan sarang laba-laba disatu titik maka semua jaringan atau senar laba-laba akan terpengaruh,” imbuhnya.

Ia mengatakan dengan totok punggung, semua penyumbatan lemak yang menumpuk di punggung dapat diurai dan dibersihkan, sehingga darah dapat mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh.

“Totok punggung dengan izin Allah bisa mengatasi hampir semua jenis penyakit yang dialami oleh manusia, dari penyakit ringan hingga penyakit berat yang bahkan dunia kedokteran konfensional pun tidak mempu mengatasinya, termasuk juga untuk terapi pasca COVID,” jelas Zudi.

Pelatihan ini mendapatkan komentar positif dari para peserta. Supratikno, salah satu peserta berharap dengan pelatihan yang diikutinya ini dapat bermanfaat bagi keluarganya.

“Semoga dapat mengatasi keluhan kesehatan punggung yang pegal-pegal dan sesak napas bisa diatasi, dan juga bisa untuk menerapi keluarga,” ujarnya.  




Intervensi Berbasis Masyarakat untuk Penyalahguna Narkoba

Depok – Untuk melakukan pemulihan fungsi sosial seorang pengguna narkoba, kekuatan lokal yang bertumpu pada peran keluarga dan partisipasi masyarakat perlu diberdayakan. Untuk itu BNN Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Condongcatur telah membentuk tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan sebagai langkah awalnya adalah melakukan sosialisasi di Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (2/9/2021).

Sosialisasi ini sebagai bentuk pemahaman kepada warga khususnya pemangku kepentingan yang ada di padukuhan, bahwa IBM merupakan bagian dari masyarakat yang akan dilaksanakan bersama-sama sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap permasalahan narkoba yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur.

Dari sosialisasi IBM ini ada beberapa respon dari para pemangku wilayah padukuhan, di antaranya adalah perlu adanya sekretariat IBM sebagai pusat pelaporan infomasi warga, dan anggaran kegiatan IBM didukung oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur sesuai kebutuhan. Selain itu juga mengemuka keresahan warga dengan banyaknya cafe-cafe dan pelaku usaha yang ada di wilayah Condongcatur karena disinyalir menjadi tempat kerumunan pemuda dan berpotensi menimbulkan terjadi kerawanan penyalahgunaan narkoba.

Sub Koordinator Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sleman, Menik Fardintika Zohara menyampaikan bahwa Kalurahan Condongcatur telah dicanangkan sebagai Desa Bersinar oleh BNN RI sejak tahun 2018 dan telah dibentuk tim Agen Pemulihan dan tim IBM untuk menangani permasalahan narkoba yang ada di wilayah Kalurahan Condongcatur. “Tim IBM mempunyai tugas di antaranya melakukan pemetaan terkait situasi dan kondisi penyalahgunaan narkoba, dan melakukan penjangkauan penyalahgunaan narkoba serta mengindentifikasi pengunaan narkoba dan tingkat permasalahannya,” kata Menik.

Selain itu, lanjut Menik lagi, tim IBM juga melakukan kegiatan intervensi yang dapat diakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebutuhan klien (komunikasi, informasi dan edukasi/KIE), pencegahan kekambuhan, kelompok dukungan sebaya, pertemuan keluarga, kunjungan rumah, dan pengembangan diri. Juga melakukan dukungan pemulihan mealui pemantauan dan pendampingan penyalahgunaan narkoba, melakukan rujukan ke layanan kesehatan dan sosial yang dibutuhkan bagi penyalahguna narkoba, dan melibatkan mantan penyalahguna narkoba dan masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penyalahguna narkoba.

Setelah Condongcatur, di tahun 2021 ini akan BNN Kabupaten Sleman akan melakukan pembentukan 8 Desa/Kalurahan Bersinar (Bersih Narkoba) yang akan dikuatkan dengan SK Bupati Sleman sehingga anggaran pemerintah kalurahan dapat dialokasikan untuk programini. Kalurahan-kalurahan tersebut adalah Purwomartani, Sumberejo, Tamanmartani, Wedomartani, Margomulyo, Tlogoadi, dan Banyuraden.(Wasana/KIM Depok)




MAN 4 Sleman Terapkan Sistem Administrasi Online untuk Mudahkan Vaksinasi Peserta Didik

Sleman – Vaksinasi untuk pelajar merupakan salah satu syarat utama untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah. Dengan vaksin, diharapkan para siswa dapat membentuk kekebalan komunal, sehingga tingkat penyebaran COVID-19 dapat diminimalisir.

Hal tersebut yang menjadi dasar utama Pemkab dan Kementerian Agama Sleman bekerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman mengadakan vaksinasi untuk pelajar pada Kamis (2/9/2021) yang berlangsung di MAN 4 Sleman, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Sidik Pramono, Kepala Kantor Kemenag Sleman ketika membuka kegiatan vaksinasi berharap semua sekolah, khususnya madrasah yang berada di Kabupaten Sleman dapat mendukung program vaksinasi dari pemerintah, karena vaksinasi merupakan syarat utama untuk dapat memulai sistem belajar tatap muka.

“Kita berharap masalah COVID-19 ini segera berakhir, jangan jemu-jemu kampanye prokes 5 M, 1 D, dan 1 V, vaksinasi,” tegas Sidik Pramono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Sleman, TNI-POLRI, dan semua pihak yang mendukung terlaksanannya vaksinasi.

“Mudah-mudahan dengan program vaksinasi ditambah penerapan prokes ketat serta doa, pandemi COVID-19 segera berakhir,” ucapnya sambil resmi membuka kegiatan vaksinasi pembacaan ayat suci Al-Quran.

Vaksinasi sendiri diikuti oleh peserta yang terdiri dari 9 madrasah, yaitu MI Darul Umum Candibinangun, MI Darul Ulum Sinar Melati, MTs YAPPI Pakem, MTsN 7 Sleman, MTs Darul Ulum Sinar Melati, MTs Afkaaruna, MA-MTs AlQodir, dan MAN 4 Sleman. Selain madrasah, ada juga peserta yang berasal dari Sekolah Menegah Theologi Katolik (SMTK) Cangkringan.

Untuk mempermudah pendataan peserta, panitia vaksinasi memanfaatkan sistem administrasi online, sehingga memungkinkan setiap kepala madrasah dan kepala sekolah melakukan pemantauan terhadap peserta didik mereka yang mengikuti vaksinasi.

“Terpantau siswa yang sudah atau belum hadir by names, jumlah yang belum atau yang sudah vaksin maupun yang takbisa vaksin. Semua terpantau melalui aplikasi yang kami siapkan,” jelas Triono, Koordinator Tim IT MAN 4 Sleman.

Selain untuk pemantauan, sistem administrasi online diterapkan agar penghitungan data peserta dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif.

Mohammad Yusuf, Kepala MAN 4 Sleman melaporkan data yang diperolehnya lewat sistem yang ada, dari jumah pendatar orang, ada yang hadir. Dari peserta tersebut, ada 970 peserta yang dapat menerima vaksin, sedangkan sisa 52 peserta belum divaksin.

“Belum bisa divaksin dikarenakan tensi tinggi, belum genap 12 tahun, belum 3 bulan sembuh dari terpapar COVID-19, serta alasan lainnya,” beber Yusuf.

Sementara itu, Muntholib, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag DIY saat memantau pelaksanaan vaksinasi mengapresiasi penerapan sistem administrasi online yang diterapkan oleh panita vaksinasi MAN 4 Sleman. Menurutnya, hal tersebut dapat membantu kegiatan vaksinasi agar dapat berjalan lancar.

Ia juga menghimbau para peserta yang sudah divaksin untuk tetap taat protokol kesehatan, dan tetap semangat untuk belajar. (Edy/KIM Moyudan)




Kalurahan Caturtunggal Salurkan BLT Tahap IX

Depok – Kalurahan Caturtunggal menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran Dana Desa (DD) Tahap IX pada September 2021 di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (2/9/2021). Terrdapat 221 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memperoleh hak menetima BLT ini, dengan rincian yang mengambil sejumlah 209 KPM dan 12 KPM belum mengambil (tanpa keterangan).

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak serentak sehingga BLT-DD Bulan September 2021 ini dapat disalurkan dengan lancar. “Saya berharap dengan bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa tersebut dapat meringankan beban masyarakat di masa PPKM level 4 ini,” kata Agus Santoso.

Lurah Caturtunggal ini juga berharap bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Pemerintah Kalurahan Caturtunggal dan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 tingkat Kalurahan telah berupaya semaksimal mungkin untuk seluruh warganya. Warga Kalurahan Caturtunggal juga diharapkan disiplin melaksanakan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkap Agus lagi.

Kegiatan yang dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif. Setiap KPM menerima nominal bantuan bantuan masing-masing sejumlah 300 ribu rupiah.

Kegiatan penyaluran BLT-DD Bulan September ini juga dihadiri oleh pamong, perwakilan dari Kapanewon Depok, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Depok, Tenaga Pendamping Sosial Desa Caturtunggal, Bhabinkamtibmas, dan unsur Badan Permusyaratan Kalurahan. (Danang/KIM Depok)