Targetkan 100 Persen Warga Punya Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Sleman Lakukan Sisir Adminduk

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Informasi dan Rekam Data Adminduk (Sisir Adminduk) dalam upaya membangun database kependudukan yang akurat.

Sisir Adminduk kali ini menyambangi Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman pada Selasa (28/9/2021) di Balai Kalurahan Maguwoharjo.

Kegiatan ini merupakan integrasi dari berbagai bidang, yakni dalam bentuk sosialisasi kebijakan Adminduk, pelayanan perekaman KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pelayanan akta kelahiran di satu tempat.

Untuk mewujudkan Kabupaten Sleman Tertib Administrasi Kependudukan (Adminduk), perlu didukung basis data kependudukan yang akurat dan mutakhir. Hal tersebut penting untuk dilakukan mengingat saat ini setiap lembaga mengakses data kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Dengan program Sisir Adminduk ini diharapkan akan tercapai target 100 persen untuk perekaman KTP-el dan kepemilikan akta kelahiran serta terwujudnya Kabupaten Sleman tertib Adminduk,” terang Susmiarto, Kepala Disdukcapil Sleman saat memberikan materi sosialisasi.

Susmiarto berharap masyarakat yang belum punya dokumen kependudukan, untuk segera mengurusnya. Terlebih semuanya gratis dan tidak perlu pengantar RT RW, sehingga memudahkan masyarakat.

“Bagi yang belum punya KTP, KIA, silakan segera urus. Sekarang masyarakat bisa mengurus secara online dari rumah melalui alamat ,” jelasnya.

Menurut Lilik Nuryahya, Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Kalurahan Maguwharjo, hasil dari Sisir Adminduk ini diikuti 23 pemohon perekaman KTP-el baru.

“Hari ini masyarakat yang mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) . Pemohon KTP tahap 1 jumlah 192. Sedangkan untuk akte kematian 9,” jelas Lilik Nuryahya.

Ia menjelaskan bahwa program Sisir Adminduk ini juga menyasar kelompok rentan Adminduk seperti disabilitas. “Kami melakukan jemput bola difabel 35 orang,” imbuhnya. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Kampanyekan Stop Hoaks Lewat Teater Tradisional

Dalam rangka melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan serta mensosialisasi tata nilai budaya melalui seni pertunjukan, maka Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman yang didukung Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menayangkan Festival Teater Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan sesuai dengan yang diamatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan tersebut dilaksanakan pada 27 hingga 28 September 2021 secara daring melalui kanal Youtube Disbud Sleman.

Kontingen Kapanewon Depok yang diwakili Sanggar Ngrancang Kencono dari Padukuhan Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman mementaskan teater di hari kedua pelaksanaan. Jalannya pentas digelar di Gedung Kesenian Sleman, Selasa (28/09/2021) dan tampil di nomor undian 12.

Membawakan lakon berjudul “Hoaks”, Ngrancang Kencono menceritakan kondisi saat ini, di mana ketika bumi mulai rentan dan manusia bisa berbuat apa saja. Teater ini diselingi dengan tembang, lagu, dan tarian sehingga lebih menghibur. Para pengrawit yang mengiringi musik pun mengkolaborasikan instrument gamelan dan terbang/rebana.

“Hoaks adalah senjata ampuh membuat keruh suasana,” tutur Pardiman Cakil, penulis naskah.

Meskipun merupakan pertunjukan tradisional, para pemain maupun pengrawit didominasi generasi muda. Diharapkan melalui kegiatan ini, semakin banyak generasi muda yang tertarik melestarikan budaya seperti gamelan dan teater tradisional.

Adegan dimulai dari kondisi pandemi yang belum usai, terlebih Indonesia baru saja memasuki fase puncak, yang berdampak pada isu dan berita bohong. Hal tersebut yang dikhawatirkan Simbok (Ibu) kepada anaknya yang bernama Limbok. Terlebih, korban hoaks banyak memakan korban dari kalangan orang tua.

Lalu sekumpulan remaja yang sedang bersenda gurau, tiba-tiba dikagetkan dengan salah satu temannya yang mengalami batuk-batuk, pusing dan demam. Namun, ia malah dikira positif dan dikucilkan. Fenoma tersebut lazim terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat dan rendahnya literasi, serta hoaks yang bersliweran. (Andri Afriyanto/ KIM Depok)




Bawakan Senam Kreasi Gugur Gunung, Kontingen Kapanewon Depok Sabet Juara Hiburan 1

Tim Senam Kapanewon Depok berhasil meraih Juara Hiburan 1 dalam Lomba Senam Kreasi Antar Kapanewon yang digelar Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman, Selasa (28/09/2021).

Bertempat di Gedung Serba Guna Sleman, senam kreasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional (Haornas).

Ajeng Sri Sulistyowati, koordinator kontingen Kapanewon Depok bersama 5 anggota lainnya sukses mengkreasikan Senam Gugur Gunung dan berhak membawa pulang hadiah berupa seperangkat wireless speaker.

“Kontingen Kapanewon Depok tampil nomor undian 6, bersyukur sekali bisa meraih juara untuk kategori Hiburan dan meraih posisi pertama,” terang Ajeng.

Lebih lanjut, Ajeng berharap ke depannya terjalin komunikasi yang baik sehingga ada kekompakan dan kerjasama antarmasyarakat dan pemerintah setempat.

“Harapan saya sebagai instruktur senam di Kapanewon Depok, kalau ada kegiatan senam, bisa memberdayakan kami selaku instruktur senam setempat,” imbuhnya.

Kegiatan ini sendiri merupakan wujud pengembangan olah raga kreasi yang diwujudkan dengan perlombaan olah raga tradisional antar komunitas/kelompok kesenian.

Sementara itu, pihak Kapanewon Depok mengapresisasi capaian tim senam Kapanewon Depok. Melalui Jawatan Sosial, kontingen Kapanewon Depok difasilitasi dengan memberikan bantuan stimulus untuk mendukung dan memberikan semangat kepada kontingen Kapanewon Depok.

“Kita upayakan memfasilitasi mereka, terlebih membawa nama baik Kapanewon Depok. Saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih,” terang Subagya, Panewu Depok saat menerima tim yang baru selesai menjalankan tugas.

Subagya juga berharap agar tim bisa memberikan semangat bagi kelompok senam lain yang ada di Kapanewon Depok untuk selalu berkiprah dan berkreasi. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Kekandhangan Banyuraden Gandeng Liputan 6 SCTV untuk Edukasi Pencegahan Hoaks

Gamping – Dalam rangka belajar merangkai berita dan mengantisipasi berita hoaks maka Komunitas Kekandhangan Banyuraden menggandeng Liputan 6 menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Sanja Kekadangan Bersama Bung Wisnu Wardana Stop Hoaks’ yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Padukuhan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sabtu (25/9/2021) malam.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Koordinator Kekandhangan, Samastha yang juga sebagai pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kapanewon Gamping bersama Jurnalis Liputan 6, Wisnu Wardana diikuti oleh beberapa relawan yang ingin belajar menyusun berita sekaligus mengenali dengan cepat dan menangkal berita hoaks yang beredar di dunia maya.

Sanja yang berlangsung secara santai tapi serius di awali dengan pemantik diskusi yakni tiga pertanyaan sederhana untuk mendeteksi berita hoaks, antara lain dari mana asalnya, apakah ada yang janggal, serta bagaimana perasaan pembaca.

Menurut Wisnu Wardana sekarang sudah ada beberapa cara gampang untuk mengecek berita hoaks. Salah satunya adalah Liputan 6 melakukan cek fakta menggunakan chatbot apabila mendapati keragu-raguan terhadap suatu berita yang diduga hoaks dan disinformasi. Dengan menambahkan nomor 08119787670 di kontak smartphone atau dengan klik tautan selanjutnya menuliskan kata kunci untuk memulai pencarian dan akan keluar berita yang dicari.

“Pastikan terlebih dahulu sumber dari berita tersebut. Lalu cek adakah yang aneh? Seperti URL yang tidak jelas, penulisan ngawur, atau tampilan tidak meyakinkan. Kemudian baca informasi tersebut selengkapnya dan perhatikan adakah yang janggal dari berita tersebut, serta cek juga sumber foto atau video yang mungkin disematkan,” tegas Wisnu.

Selain itu, Wisnu memberikan tips cara mengidentifikasi hoaks dan disinformasi berita di media sosial. Yang pertama adalah mengembangkan pola pikir yang kritis, kemudian periksa sumber penulis dan publikasinya, mencari tahu apakah orang lain juga melaporkan berita yang sama, serta jangan langsung percaya terhadap foto dan video dari media sosial.

“Headline yang sensasional merupakan indikasi disinformasi oleh karena itu perlu dicek kebenarannya dan jangan tergoda dengan berita-berita sensasional karena ongkos sosialnya sangat tinggi,” pesan Wisnu kepada para relawan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bantu Capai Kekebalan Komunal, IKABA Gelar Vaksinasi untuk Warga

Bangunkerto – Untuk membantu percepatan terciptanya Herd Immunity di masyarakat, Ikatan Alumni SMP Bangunkerto (IKABA) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Pemerintah Kalurahan Bangunkerto, dan Polda DIY menggelar Vaksinasi COVID-19 secara massal di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Turi, Ngablak, Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Selasa (28/9/2021).

Vaksinasi yang digelar menyasar peserta yang merupakan siswa, guru, dan karyawan SMP yang berada di Bangunkerto. Pada kesempatan tersebut, Polda DIY juga menyalurkan bantuan sebanyak 300 paket sembako kepada warga peserta vaksinasi.

Wahiban Al Amin, Ketua Panitia Pelaksanaan Vaksinasi menuturkan kepada kontributor bahwa vaksinasi kali ini menargetkan peserta hingga 300 orang. “Panitia telah  menggunakan cara undangan kepada peserta vaksin yang telah mengisi Google Form dan terdaftar pada 2 link pendaftaran vaksin: Peduli Lindungi dan Daftar Vaksin Sleman,” ungkap Wahiban.

Dari data yang terkumpul, peserta kemudian diundang melalui SMS dan aplikasi WhatsApp, untuk mengikuti vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan.“Hal ini dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan antrian panjang,” imbuh Wahiban.

Peserta yang telah mendapatkan undangan, lanjut Wahiban, dapat memasuki area vaksin untuk melakukan skrining awal setelah menunjukkan persyaratan yang diberikan, seperti KTP dan penggunaan masker 2 lapis.

“Setelah lolos kesehatan dan administrasi, selanjutnya mendapat suntikan vaksin menggunakan Sinovac,” ujarnya.

Sementara itu, Panewu Turi Wahid Basroni mengapresiasi peran IKABA dalam membantu penanggulangan COVID-19. “Acaranya berlangsung tertib, tidak terjadi kerumunan, dan protokol kesehatan dipatuhi serta petugas yang memberikan pelayanan dengan ramah dan profesional,” kata Wahid. (Arief Hartanto)