Hidup Pintar di Dunia Digital

Sleman – Dalam rangka mewujudkan masyarakat cakap digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan literasi digital secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, Rabu (22/9/2021).

Kegiatan yang dipandu oleh Lovenia Viona Gultom menghadirkan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pancasila, Muhamad Rosit sebagai narasumber. Pada kesempatan tersebut, Rosit mengupas materi tentang menjaga keamanan digital yang dirasa sangat penting karena semua hal di lingkungan masyarakat saat ini menuntut untuk lebih pintar dan cerdas dalam menghadapi era digital.

Menurut Muhamad Rosit, terdapat lima hal yang harus diperhatikan pengguna media sosial (Medsos) supaya pintar di ruang digital, yakni harus bisa mengakses, mencari, menyaring, memanfaatkan, dan mendistribusikan informasi yang ada di internet secara bijak agar berguna bagi masyarakat luas dan tidak tersangkut dengan pelanggaran hukum.

“Selain itu, sebagai pengguna Medsos juga harus memperhatikan jejak digitalnya karena rekam atau bukti yang ditinggalkan setelah beraktivitas di internet berpotensi untuk dicari, dilihat, disalin, dicuri, dipublikasi, dan diikuti orang lain. Bahkan, jejak digital dapat membentuk citra diri seseorang dan dapat merugikan diri sendiri,” tegas Rosit.

Adapun cara merawat jejak digital antara lain dengan mengatur privasi di perangkat dan akun medsos sesuai dengan target unggahan konten atau foto, menggunakan kombinasi yang kuat untuk kata sandi, menghapus aplikasi yang tidak dipakai, menggunakan akun berbeda untuk berbagai keperluan, pekerjaan, pendidikan, dan belanja, serta selalu update sistem operasi dan antivirus.

Rosit juga memberikan beberapa Tips untuk menjaga keamanan digital yaitu cerdas dalam menggunakan internet, tidak mengunggah informasi sensitif seperti nomor KTP, PIN, kata sandi, alamat rumah, nomor ponsel, dan tanda tangan. Selanjutnya membuat kata kunci (Password) yang kuat dan tidak membagi kepada orang lain, mengaktifkan verifikasi dua langkah (Two-step verification), serta bijak berinternet dan jangan mudah terpancing konten negatif apalagi menyebarkannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jelang Dibuka, Destinasi Wisata di Sleman Harus Memenuhi Syarat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan uji coba terhadap operasional destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada masa PPKM level 3 ini. Salah satunya adalah uji coba yang dilakukan di Destinasi Wisata Merapi Park yang berada di Jalan Kaliurang KM 22,5, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, (23/9/2021). Uji coba tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Dinas Pariwisata DIY.

Danang Maharsa menyebutkan tempat wisata yang akan melakukan uji coba persiapan pembukaan harus memenuhi persyaratan, seperti memiliki sertifikat Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE), penyediaan kode batang (barcode), dan pengelola sudah divaksin.

“Ada beberapa syarat tertentu agar bisa destinasi wisata ini yaitu salah satunya harus mengantongi sertifikasi CHSE yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata di pusat dan juga sudah memiliki barcode untuk akses peduli lindungi dan selanjutnya juga harus dan semua pengelola yang ada di destinasi wisata ini sudah melakukan vaksinasi,” ujar Danang.

Danang menuturkan bahwa persyaratan tersebut dibuat agar keamanan para wisatawan itu terjamin. “Ini merupakan syarat yang harus di penuhi oleh destinasi wisata jika ingin mengadakan pembukaan percobaan, karena juga ini bagian dari pada rasa aman dan kepastian oleh pengunjung bahwa destinasi wisata ini memang sudah memenuhi syarat untuk dibuka,” tambahnya.

Uji coba destinasi wisata sendiri dilakukan untuk meningkatkan kembali sektor pariwisata yang terdampak akibat pandemi COVID-19, sehingga dapat menaikan kembali perekonomian dan pemasukan daerah.

Kemudian, untuk memudahkan pengunjung maka juga telah disediakan sistem aplikasi bernama Visiting Jogja yang dapat diakses pengunjung untuk melihat semua informasi destinasi wisata yang telah dibuka dan daya tampungnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menjelaskan bahwa Pemerintah DIY sedang mengupayakan penyederhanaan aplikasi Visiting Jogja yang akan disatukan dengan Peduli Lindungi agar pengunjung tidak perlu mengakses 2 sistem aplikasi.

“Saat ini kami berupaya untuk mesimplifikasikan  sistem yang ada Visiting Jogja dan peduli lindungi, harapan kami bisa ada 1 aplikasi nanti Visiting Jogja sudah mau meng-cover Peduli Lindungi  terintegrasi di dalamnya sehingga wisatawan tidak repot untuk 2 aplikasi kemudian dari pengelolaan juga nanti ada,” jelas Singgih. (Rep Nikke)




BNN Magelang Kulik Program Kalurahan Bersinar di Condongcatur

Condongcatur – Dalam rangka mewujudkan Kalurahan (Desa) Bersih Narkoba (Bersinar), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Magelang mengunjungi salah satu Kalurahan Bersinar di Kabupaten Sleman yaitu Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Kamis (23/9/2021).

Kepala BNN Magelang, Catharina mengatakan kunjungannya ini dalam rangka persiapan BNN Magelang yang akan membentuk Desa Bersinar di Kabupaten Magelang. Ia menambahkan memilih Condongcatur sebagai contoh karena Kalurahan Condongcatur merupakan Kalurahan yang pertama kali dicanangkan sebagai Kalurahan Bersinar.

“Melihat Kalurahan Condongcatur dalam menjalankan program Kalurahan Bersinar membuat Condongcatur menjadi magnet yang menarik perhatian sebagai tempat belajar dan inspirasi bagi daerah lainnya,” ujar Catharina.

Kalurahan Condongcatur sendiri telah dicanangkan sebagai Kalurahan Bersinar sejak tanggal 9 Desember 2018. Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menjelaskan bahwa, sejak dicanangkan sebagai Kalurahan Bersinar, Condongcatur langsung bergerak menggandeng BNN DIY dan BNN Kabupaten Sleman melakukan kegiatan kampanye anti narkoba, seperti kampenye Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan yang dilakukan Condongcatur juga selalu melibatkan lintas sektor dan elemen masyarakat.

“Salah satunya adalah dengan Kampanye P4GN Gowes Longtrip Tim 10 dari Jogja menuju kantor BNN RI di Jakarta,” imbuh Al Thouvik.

Untuk mendukung program Kalurahan Bersinar tersebut, Condongcatur juga membentuk kelompok pencegahan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba dalam Tim Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM), Tim Agen Pemulihan (AP), dan Tim Intervensi Berbasih Masyarakat (IBM).

Al Thouvik mengatakan dalam pelaksanaan program Kalurahan Bersinar, Condongcatur juga mempersiapkan anggaran khusus dalam APBKal yang digunakan untuk program penanggulangan Narkotika, Psikotorpika, dan Zak Adiktif lainnya (NAPZA) dan kampanye anti narkoba lainnya.

“Itu merupakan dukungan konkret Pemerintah Kalurahan. Dengan program ini, Condongcatur turun 2 tingkat menurut data rawan kasasan narkoba, dari bahaya menjadi siaga,” jelas Al Thouvik lagi.

Sementara itu, Sub Koordinator P2M BNN Sleman, Irene Irindra Septy Wahyuningrum yang mendampingi kunjungan menuturkan, yang paling utama dalam pembentukan Kalurahan Bersinar adalah komitmen dari seluruh elemen kalurahan dalam mendukung program ini.

“Karena tanpa dukungan semua elemen baik ditingkat Kepala Desa hingga masyarakat padukuhan, program Desa Bersinar tidak akan terwujud. Membangun Kalurahan Bersinar merupakan perwujudan kepedulian kita akan generasi bangsa yang jauh dari penyalahgunaan narkoba,” kata Irene. (Wasana/KIM Depok)




Tiga Kalurahan di Kapanewon Mlati Gelar Vaksinasi COVID-19 secara Massal

Mlati – Untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunal (herd immunity) di masyarakat, 3 Kalurahan di Kapanewon Mlati mengadakan vaksinasi COVID-19 secara massal untuk masyarakat selama 2 hari, dari Rabu (22/9/2021) hingga Kamis (23/9/2021).

Vaksinasi yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Tlogoadi tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Tlogoadi, Tirtoadi, dan Sumberadi bersama Kapanewon Mlati, Puskesmas Mlati II, Polsek Mlati, dan Koramil Mlati. Vaksinasi massal yang menggunakan Vaksin Sinovac ini menargetkan 2500 peserta dari ketiga kalurahan yang terlibat.

“Kegiatan ini diperuntukkan untuk masyarakat secara umum, terkhusus warga Kalurahan Tirtoadi, Kalurahan Tlogoadi, dan Kalurahan Sumberadi yang belum mendapatkan vaksin COVID-19. Harapannya semua warga di tiga kalurahan tersebut akan mendapatkan vaksin baik dosis I maupun dosis II nantinya,” ungkap Yani Suryani, Pj. Lurah Tlogoadi.

Kalurahan Tlogoadi dipilih sebagai lokasi vaksinasi dikarenakan kalurahan tersebut yang memiliki akses yang paling mudah, dibandingkan dengan kalurahan lainnya. “Kami berusaha menyisir warga yang belum mendapatkan vaksin agar bisa mengikuti vaksinasi massal ini,” imbuh Yani,

Peserta vaksinasi sendiri tersebar dari masing-masing kalurahan, dengan pembagian Kalurahan Tirtoadi sebanyak 500 peserta, Tlogoadi sebanyak 1000 peserta, dan Sumberadi sebanyak 1000 peserta. Setiap peserta dapat mendaftarkan dirinya melalui padukuhan masing-masing. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Tingkatkan Pemahaman Berbangsa dan Bernegara, Badan Kesbangpol DIY Gelar Sinau Pancasila

Sebagai upaya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 secara konkret terutama melalui pendidikan dan pemasyarakatan yang lebih terstruktur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DIY menggelar acara Sinau Pancasila, Rabu (22/09/2021).

Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Sleman ini dilatarbelakangi fakta bahwa Pancasila dan UUD 1945 haruslah tercermin dan terjabarkan dalam berbagai norma dan harus ditempatkan sebagai dasar dari semua prinsip-prinsip pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai dalam dua pilar tersebut harus diwujudkan berlakunya secara konkret dalam tindakan-tindakan praktik bernegara dan berpemerintahan sehari-hari,” jelas Rukiyati selaku narasumber dari Pusat Pendidikan Pancasila dan Karakter Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNY.

Lebih lanjut, Rukiyati memaparkan materi untuk membuka ingatan tentang sejarah lahirnya Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, proses perubahan UUD 1945, serta isi dan pasal demi pasal UUD 1945. Selain itu, ia juga menjelaskan 2 pilar berbangsa lainnya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Tak dapat dipungkiri, tantangan bangsa Indonesia saat ini nampak dari rendahnya pemahaman dan penghayatan terhadap 4 konsensus dasar bangsa tersebut. Di sisi lain, rasa memiliki terhadap bangsa dan negara juga masih lemah. Generasi muda cenderung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik, dan materialisme.

“Melalui pemahaman bela negara, diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, dan mempunyai kemampuan awal bela Negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DIY, Dewa Isnu Broto Imam menilai Sinau Pancasila ini perlu digalakkan kembali mengingat Pancasila menjadi pedoman dan panduan bagi seluruh warga negara dalam segala bidang kehidupan.

“Pancasila menjadi identitas kehidupan  rakyat Indonesia yang memuat sebagai ideologi, cita-cita dan tujuan Negara Indonesia,” kata Kepala Kesbangpol DIY.

Maka dari itu, dalam acara ini Badan Kesbangpol DIY menyasar ASN, TNI, POLRI, pelajar, mahasiswa, masyarakat, pelaku usaha, swasta, komunitas, ormas, dan organisasi politik. Untuk itulah, dalam acara ini menghadirkan generasi muda yang diwakili dari unsur karang taruna 3 kalurahan.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Forum Kewaspadaan Dini  Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Tim Penggerak PKK, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon yang meliputi Polsek dan Koramil. (Andri Afriyanto/KIM Depok)