Bawaslu Gelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Kabupaten Sleman

Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia mengadakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat dasar tahun 2021 yang pembukaannya dilakukan di Hotel Alana Yogyakarta Rabu (22/09/2021).

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini digagas sejak tahun 2018 oleh Bawaslu RI sebagai bagian yang bertujuan untuk menyebarkan dan mendorong semangat dan inisiatif masyarakat dalam mengawal agenda demokrasi serta mengorganisir proses transfer pengetahuan, pengalaman dan keterampilan teknis pengawasan pemilu bagi generasi muda.

Pada Sekolah Kader Pengawas Partisipatif tingkat dasar tahun 2021 ini, Kabupaten Sleman berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan SKPP pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta 80 orang yang berasal dari Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo. Adapun penyelenggarannya akan berlangsung dari tanggal 22 September sampai dengan 24 September 2021.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang mengadiri pembukaan SKPP mengapresiasi penyelenggaraan SKPP ini, karena dapat menciptakan kader yang lebih kompeten. “Mengingat SKPP ini bertujuan menciptakan kader pengawas pastisipatif yang berdedikasi, berintegritas dalam pengawasan proses tahapan pemilu”.

Danang berharap kehadiran SKPP dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Partisipasi masyarakat yang tidak hanya sekedar sebatas datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih, melainkan diharapkan juga proaktif melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pelaksanaan pemilu di lingkungannya masing-masing sehingga tercipta pelaksanaan pemilu yang berkualitas dan nantinya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas juga.

“Saya berharap kepada para peserta SKPP dapat bersunggung-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini sehingga diharapkan menjadi alumni yang bisa menjadi mata dan telinga Bawaslu yang akan lantang berteriak melawan berbagai pelanggaran pemilu,” tambahnya.

Penyelenggaraan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungannya, sehingga kegiatan SKPP ini dapat terlaksana.

“Antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu ini cukup tinggi, dibuktikan dengan peserta yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan SKPP ini cukup banyak,” ungkapnya.

Ia juga menggarisbawahi fakta bahwa penyelenggaraan SKPP kali ini banyak diikuti oleh anak muda, sehingga dapat memberikan dampak positif.

“Yang membanggakan bagi kami adalah peserta kali ini mayoritas anak muda, generasi milenial. Anak muda ini kami lihat masih mempunyai idealisme yang baik, punya visi yang baik, dan belum terkontaminasi dengan hal-hal buruk dalam politik, sehingga tujuan dari SKPP ini untuk mencetak kader yang mempunyai dedikasi, keterampilan, dan berintegritas tentunya akan terpenuhi,” tambahnya.

Abhan juga berharap alumnus dari SKPP ini nantinya akan menjadi simpul-simpul penggerak pengawas partisipatif di masyarakat. Dari alumnus nanti program-program sosialisasi Bawaslu, program-program pendidikan politik dari Bawaslu bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. (Humas Sleman)




Media Daring Mudahkan Promosi UMKM

Sleman – Media daring (online) dapat menjadi tempat marketing yang sangat menguntungkan dan meningkat penjualan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Bayu Bharotodiasto, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman ketika menjadi Pembicara dalam Bimbingan Teknologi (Bimtek) Digital Marketing yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Aula Budi Pekerti Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman, Rabu (22/9/2021)

Bayu mengatakan, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi online dapat meningkatkan penjualan produk para pelaku UMKM, terutama untuk yang sudah memiliki toko agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hal itu disebabkan media online lebih mudah digunakan dan memiliki jangkauan yang lebih luas

“Media promosi online itu jauh lebih murah dari pada promosi offline secara konvensional, misalnya pakai brosur atau apa saja dan juga jangkauannya bisa lebih luas,” jelas Bayu

Ia memberikan contoh kemudahan promosi menggunakan aplikasi WhatsApp yang hanya membutuhkan nomor kontak.

“Contohnya pakai WA, selama kontak nomornya banyak itu jangkauannya pasti luas, dari pada teman-teman yang tidak menyimpan nomor telfon orang-orang. Hal tersebut bisa meningkatkan penjualan,” tambah Bayu

Namun Bayu juga mengingatkan bahwa penggunaan media promosi online juga memiliki konsekuensi tersendiri. Menurutnya, karena jangkauannya yang luas dan tidak terbatas, maka komunikasi yang terjalin dengan konsumen akan sedikit lebih susah untuk dikendalikan, dan kita harus siap siaga untuk merespon konsumen.

“Paling tidak secara 24 jam kita harus ready, walaupun kita tidak mampu, dan harus konsisten,” tutup Bayu. (Rep Nikke/Rahayu)




Panpilur Condongcatur Gelar Bimtek Panduan Pemilihan Lurah untuk KPPS

Condongcatur – Untuk memastikan kelancaran pelaksanaa Pemilihan Lurah (Pilur), Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Keamanan TPS. Bimtek akan dilakuan secara maraton dari tanggal 20 September 2021 hingga 29 September 2021, dan diikuti oleh 82 TPS yang berada di Condongcatur.

Dalam bimtek, para peserta diberikan materi teknis terkait Panduan Pemungutan dan Penghitungan Suara, sebelum dilanjutkan dengan praktik pengoperasian alat e-Voting yang dipandu oleh Tenaga Teknis Utama (TTU) dan Tenaga Teknis Lapangan (TTL).  

Petugas KPPS yang terdiri dari Ketua, Petugas Verifikasi, Petugas Token Generator, Petugas Bilik, Petugas Tinta, dan Petugas Keamanan juga diberikan buku panduan agar dapat mempelajarinya secara lebih dalam.

Kalurahan Condongcatur sendiri menjadi Kalurahan dengan TPS terbanyak dalam Pilur yang akan berlangsung pada Bulan Oktober ini. Wardoyo, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menuturkan, Kalurahan Condongcatur memilik 82 TPS yang tersebar di 18 Padukuhan.

“DPT-nya sebanyak pemilih, dan masih memungkinkan ada penambahan pemilih hingga hari pemilihan tanggal 31 Oktober 2021 nanti,” ujar Wardoyo saat menghadiri bimtek yang diselenggarakan pada Rabu (22/9/2021) di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Selain 82 TPS, Panpilur Condongcatur juga membentuk 8 KPPS keliling yang terdiri dari Ketua Teknis, Keamanan, dan TTK Keliling, yang nantinya akan bertugas untuk melayani pemilih tidak bisa melakukan pemilihan langsung di TPS karena sakit, lanjut usia, dan para penyandang disabilitas yang tidak bisa datang ke TPS. (Wasana/KIM Depok)




Warga Turi Ikuti Pelatihan Budi Daya Ikan dalam Ember

Turi – Sebanyak 30 anggota Kelompok Budi Daya Ikan Mino Tumangkar, Sidoharjo, Kendal, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi mengikuti pelatihan Budi Daya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) pada Rabu (22/9/2021). Acara yang terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY ini merupakan realisasi dari pokok pikiran anggota DPRD DIY yang berhasil lolos seleksi untuk mendapatkan bantuan program dengan menggunakan dana keistimewaan.

“Harus disyukuri karena tidak semua kelompok yang mengajukan bisa mendapatkan, hanya yang prosesnya benar yang bisa memperoleh hibah,” ungkap Hanum Salsabila, salah satu Anggot DPRD DIY dari Fraksi PAN.

Budi Daya Budikdamber sendiri memiliki keuntungan tersendiri jika dibandingkan dengan budi daya konvensional. Non Suprihatin, perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyebutkan bahwa dengan Budikdamber ini, para petani dapat melakukan budi daya sambil menanam aneka sayuran seperti kangkung.

Non Suprihatin juga mengingatkan agar para petani nantinya harus dapat melakukan budi daya ikan dengan dengan baik dan benar, agar mendapatkan hasil yang positif. “Budi daya ikan lele harus memperhatikan aspek air, pakan dan pemeliharaan serta ada sentuhan selayaknya momong mahkluk hidup lain sehingga hasilnya bisa optimal,” tandas Non Suprihatin.

Pelaksanaan pelatihan ini mendapatkan respon positif dari para peserta yang berpartisipasi. Sri Gunawan, salah satu anggota Kelompok Budi Daya Ikan Mino Tumangkar menyampaikan terima kasihnya, dan berharap apa yang dilakukan dapat berpengaruh positif kepada para petani lele. (Arief Hartanto)




Mahasiswa KKN UNY Lakukan Bimbingan Belajar Bagi Anak Padukuhan Janti

Depok- Pendidikan merupakan hal yang penting untuk semua orang karena dengan pendidikan kita dapat melahirkan generasi yang unggul. Berkaitan dengan hal tersebut, mahasiswa KKN UNY mengadakan bimbingan belajar gratis untuk siswa TK, SD, dan SMP di Padukuhan Janti, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa sore (22/09/2021).

Mata pelajaran yang diajarkan pada bimbingan tersebut bervariasi, menyesuaikan kesulitan yang dialami siswa di antaranya mata pelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa Inggris.

Kegiatan ini diadakan setelah melihat situasi yang terjadi di lapangan, yakni dampak dari pandemi Covid-19. Hal ini mengakibatkan sekolah diliburkan, anak-anak dianjurkan untuk belajar di rumah saja dan materi sekolah yang akan di pelajari dikirimkan secara online.

Dampaknya, dalam pelaksanaan nya siswa kesulitan dalam mempelajari materi-materi yang diberikan, terutama pada mata pelajaran matematika. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada pembelajaran tatap muka lansung dengan guru.

“Dengan pengadaan bimbingan belajar ini kiranya dapat membantu para siswa saat mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Selain itu, dapat juga membantu para siswa ketika ada tugas rumah yang belum dimengerti serta membantu para guru dalam perannya sebagai pengajar,” ungkap Viresta Bayu, salah satu peserta KKN di kelompok ini.

Selain itu, para siswa yang ikut serta juga terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN UNY, karena di tengah pandemi Covid-19 ini masih bisa membantu kami dalam meringankan kesulitan anak-anak terutama dalam hal belajar,” pungkas Khusnul Khatimah selaku salah satu orang tua dari murid yang mengikuti bimbingan belajar. (Danang/KIM Depok)