Pengurus UPZ Kapanewon Depok Dikukuhkan

Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kapanewon Depok resmi dilantik oleh Asmuni Muhammad Thohir, Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Sleman pada Rabu (22/09/2021). Muftikhul Umam didaulat menjadi Ketua UPZ Kapanewon Depok periode 2021-2025.

Bertempat di Ruang Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Depok, acara pelantikan dihadiri oleh Sri Hermayanti selaku Kepala Bimas Islam Kabupaten Sleman (red: Kepala Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sleman), Muhammad Thohir selaku Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Sleman, Muhsin Kalida selaku Ketua LPTQ Kabupaten Sleman, Moh. Wiyono selaku Kepala KUA, Subagya selaku Panewu Depok, dan Subiyantara selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, serta penyuluh agama di lingkungan KUA Depok.

Muftikhul Umam yang dikukuhkan sebagai ketua akan menahkodai susunan pengurus UPZ meliputi ketua, sekretaris, bendahara, Departemen Pengumpulan dan Edukasi, Departemen Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pelaporan, serta Departemen Pengembangan dan Perencanaan.

Dalam kesempatan itu pula, juga digelar pelantikan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kapanewon Depok periode 2021-2025. Zaki Ghufron didapuk menjadi Ketua LPTQ Kapanewon Depok. Zaki dan perwakilan pengurus lainnya dilantik oleh Muhsin Kalida, Ketua LPTQ Kabupaten Sleman.

Zaki akan memimpin kepengurusan yang meliputi Sekretaris, Bendahara, Departemen Pembinaan dan Pelatihan,  Departemen Publikasi dan Dokumentasi, serta Departemen Penelitian dan Pengembangan.

Usai pelantikan, Panewu Depok Subagya mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutannya. Dirianya menyampaikan bahwah potensi penerimaan zakat dan infaq di wilayah Kapanewon Depok sangat besar.

“Semua serba ada di sini, orang kaya banyak, maka potensi zakat dan sedekah semestinya juga besar,” tutur Subagya.

Untuk itu ia berharap potensi tersebut bisa digali dan digarap dengan baik. Sejalan dengan hal tersebut, zakat dan infaq merupakan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sehingga tugas LPTQ sebagai lembaga yang berfungsi melakukan pembinaan terhadap pengamalan nilai-nilai kitab suci tersebut bisa berjalan beriringan.

“Di samping itu juga dalam hal pencarian dan pembinaan bibit-bibit qori dan qoriah, hafidz dan lainnya dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an”, imbuh Subagya. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Kalurahan Sinduharjo Adakan Pembinaan RT dan RW

Sinduharjo – Pemerintah Kalurahan Sinduharjo menggelar Pembinaan bagi RT dan RW yang baru dilantik pada Rabu (22/9/2021) di Aula Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pembinaan dilakukan untuk memastikan proses pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan maksimal.

Prih Diyan Tono, Jagabaya Kalurahan Sinduharjo menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 42 RW dan 106 RT yang terpilih berdasarkan SK Lurah Sinduharjo Nomor 38 Tahun 2021 tertanggal 1 September 2021.

“Karena masih masa PPKM, maka kegiatan ini kita laksanakan menjadi tiga sesi dari jam , dan ,” katanya.

Bimbingan dipimpin langsung oleh Lurah Sinduharjo, Sudarja. Dalam kesempatan tersebut, Sudarja menjelaskan beberapa materi  tentang kedudukan, tugas dan fungsi RT dan RW. Ia juga mengucapkan selamat kepada RT dan RW yang baru terpilih.

“Semoga Rt/Rw yang terpilih bisa amanah mengemban tugas pelayanan pada warga masyarakat,” ujar Sudarja.

Pada acara tersebut juga diserahkan secara simbolis SK Lurah Sinduharjo kepada Fajar Utami Anggraheni, RT 04 yang juga merupakan RT perempuan satu-satunya di Kalurahan Sinduharjo. (KIM Ngaglik/SPN)




Dukung Kelancaran Proses Belajar, Ponpes Darul Ulum Bangun Madrasah

Sleman – Dalam rangka mendukung sarana belajar, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Kleben, Caturharjo, Sleman lakukan pengembangan asrama dan sarana belajar dengan membangun Madrasah Tsanawiyah. Pembangunan dimulai secara simbolis dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pada Rabu (22/9/2021).

Ketua Yayasan Darul Ulum, Ariyanto Nugroho menjelaskan pembangunan madrasah tersebut dilakukan agar dapat terintegrasi dengan Ponpes Darul Ulum dalam mendukung sarana belajar para santri. Madrasah yang dibangun dilahan seluas 645 m² ini merupakan tanah wakaf K.H. Nurjamil Dimyati yang diberikan pada 30 Juli 2020 lalu.

“Pada tanggal 15 Oktober 2020 ijin operasional ponpes terbit, yayasan kemudian mengembangkan lagi Madrasah Tsanawiyah agar terintegrasi dengan pondok pesantren,” ujar Ariyanto.

Menurutnya, pembangunan gedung asrama dan ruang belajar tersebut direncanakan tiga lantai. Yayasan Darul Ulum juga sedang melakukan proses pembelian tanah seluas 1200 m² yang belokasi kurang lebih 30 Meter dari lokasi pembangunan madrasah.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan apresiasi dan menyambut gembira upaya pembangunan gedung pembelajaran dan asrama bagi santri di Ponpes Darul Ulum ini. Pelaksanaan pembangunan ini diharapkan akan menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar.

“Dengan terpenuhinya sarana prasarana pembelajaran dan asrama bagi santri yang memadai, sudah barang tentu akan meningkatkan kenyamanan para santri dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ulum ini. Kondisi tersebut pada gilirannya akan meningkatkan kualitas para santri ini,” kata Danang.

Lanjutnya, pondok pesantren merupakan institusi pendidikan agama Islam yang sangat fungsional. Hal ini dikarenakan pondok pesantren mampu memberi jawaban terhadap berbagai permasalah yang dihadapi masyarakat, serta mampu mempertahankan eksistensinya meskipun perubahan zaman berjalan dengan sangat pesat.

“Bukan hanya itu, sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, terbukti mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan kondisi masyarakat tanpa meninggalkan aqidah,” tambahnya. (Humas Sleman)




Kalurahan Sambirejo Kulik Program Kampung Ramah Anak di Condongcatur

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan mengunjungi Kalurahan Condongcatur untuk mempelajari program Kalurahan Layak Anak, Rabu (22/9/2021). Kunjungan yang dipimpin oleh Lurah Sambirejo, Wahyu Nugroho tersebut diterima langsung oleh Pj. Lurah Condongcatur, Sugiyanto.

Dalam kunjungannya, Wahyu Nugroho mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan dalam kunjungannya adalah untuk belajar dan mengetahui bagaimana penerapan Kampung Ramah Anak yang ada di Kalurahan Condongcatur. “Baik mengenai kegiatan, penataan, fasilitas, dan peraturan yang diterapkan,” ungkap Wahyu.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menuturkan bahwa program Kampung Ramah Anak di Condongcatur merupakan wujud dari komitmen antara satgas dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap pertumbuhan anak.

“Orang tua di kampung mempunyai kesadaran untuk membatasi anak dalam penggunaan gadget, dan mengefektifkan jam belajar anak yang diawasi oleh satgas. Hak anak juga dipenuhi seperti penyediaan ruang dan fasilitas bermain anak,” ungkap Al Thouvik.

Untuk mewujudkan Kampung Ramah Anak, Kalurahan Condongcatur juga didukung dengan penyediaan anggaran di APBKal. “Itu merupakan komitmen kalurahan dalam pembangunan yang sifatnya non fisik, yang hasilnya membutuhkan proses waktu untuk dapat dirasakan oleh masyarakat,” imbuh Al Thouvik

Ia juga memberikan beberapa contoh penerapan fasilitas kampung ramah anak di Kantor Kalurahan Condongcatur, di antaranya adanya ayunan anak di kursi tunggu kantor kalurahan, perpustakaan yang bisa dikunjungi anak saat jam pembelajaran di luar jam sekolah, dan beberapa kegiatan roadshow sosialisasi ramah anak dengan kunjungan ke berbagai sekolah. Selain itu, penerapa program tersebut juga diikuti dengan pemberian fasilitas untuk perempuan dan difabel seperti ruang laktasi, dan kamar mandi dengan jalur khusus untuk penyandang disabilitas. (Wasana/KIM Depok)




Penyandang Disabilitas Gamping Ikuti Pelatihan Teknisi Ponsel

Gamping – Dinas Sosial Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan teknisi telepon selular (Ponsel) khusus penyandang disabilitas yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Rabu (22/9/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Pelatihan teknis bagi difabel ini diikuti oleh 10 orang peserta dengan materi yang disampaikan oleh Instruktur Balai Latihan Kerja Kabupaten Sleman, Murdoko dan dibantu oleh pendamping penyandang disabilitas, Srinikaton dan Sunarto untuk memudahkan para peserta yang mengalami dalam menerima materi pelatihan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping Ikhsan Waluyo, pada hari Senin 20 September 2021 yang lalu di Ruang Rapat Kapanewon Gamping dan akan berlangsung selama sebulan penuh hingga pertengahan bulan Oktober 2021.

“Saya mengapresiasi atas terlaksananya program pelatihan berbasis kompetensi ini bagi penyandang disabilitas yang berdomisili di wilayah Kapanewon gamping guna mendapatkan keterampilan dibidang reparasi telepon sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi peserta. Selamat mengikuti pelatihan dari awal hingga selesai,” kata Ikhsan.

Dalam paparan materinya, Instruktur Murdoko menjelaskan setelah mengikuti pelatihan sebulan penuh diharapkan peserta berkompeten dalam mencetak ulang IC BGA, memperbaiki kerusakan telepon seluler pada bagian mati total, lampu LED, Tampilan display, simcard, keypad, signal, mic, kamera, restart, trackpad, dan touchscreen, serta mengoperasikan menu program flashing.

“Tujuan pelatihan teknisi Ponsel yang akan berlangsung selama 1 bulan ini untuk membantu warga penyandang disabilitas agar tetap produktif dan mandiri secara finansial saat hidup bermasyarakat dan mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Murdoko.

Pelatihan yang menitikberatkan pada pembekalan teknik dasar reparasi ponsel yang dapat mengembangkan potensi diri peserta dalam berwirausaha menggunakan kombinasi materi teori dan praktik, mulai dari pengenalan komponen ponsel, peralatan reparasi, hingga simulasi berbagai kasus kerusakan ponsel dan cara penanganannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)