Dukung Program Pecah Ranting Hiburane Rakyat, TP PKK Kapanewon Depok Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

Guna memberikan pemahaman dan bentuk penyebarluasan informasi terhadap kebijakan pemerintah di bidang penanganan gizi buruk, Tim Penggerak PKK Kapanewon Depok menggelar pertemuan rutin pada Jumat (8/10/2021).
Pertemuan tersebut mengangkat materi sosialisasi pencegahan stunting yang digelar di Gedung Pertemuan PKK Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Sleman.
Sosialisasi ini merupakan upaya penyebarluasan informasi dan mendukung program Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat (Pecah Ranting Hiburane Rakyat).
“Stunting dapat memberikan dampak bagi kesehatan bayi dan anak, baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Dampak jangka pendek, apabila tidak dicegah dan ditangani, bisa memberikan dampak bagi perkembangan akal, tumbuh kembang anak, maupun perkembangan motorik pada bayi,” kata Adi Nugrahwati selaku pemateri dari Puskesmas Depok III.
Lebih lanjut, Adi Nugrahwati menjelaskan bahwa dampak jangka panjang stunting adalah tingkat kecerdasan rendah, prestasi belajar buruk, prestasi kerja juga buruk.
“Tentunya nanti bisa kalah saing di dalam mencari kerja, malas gerak karena kurang produktif,” terangnya.
Gejala stunting sendiri bisa diketahui dari tanda lingkar lengan kurang dari 25 cm. Sementara beberapa penyebab stunting antara lain karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ASI, asupan gizi selama kehamilan kurang, kondisi kemiskinan, dan faktor lingkungan.
“Selama masa kehamilan, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang, hindari makanan yang mengganggu penyerapan zat besi, dan periksa secara rutin,” tandas Adi Nugrahwati.
Upaya yang dilakukan bagi remaja perempuan untuk mencegah kemungkinan tersebut bisa dengan mengkonsumsi tablet tambah darah satu minggu sekali.
“Kita punya program pendukung Getar Thala, yaitu Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan Thalasemia,” imbuhnya.
Memanfaatkan potensi bahan pangan lokal, menghindari konsumsi teh, kopi, coklat, merupakan upaya untuk mendukung Getar Thala yang muaranya mendukung pencegahan stunting.
Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, tentunya ini berdampak pada peningkatan ekonomi para petani. Sehingga, perekonomian berputar dan meningkatkan pendapatan petani.
Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting melalui Program Pecah Ranting Hiburane Rakyat ini harus melibatkan banyak pihak.
Selain dari pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, dan Dinas Sosial, perlu juga untuk melibatkan elemen kelompok masyarakat seperti petani, pedagang, TP PKK, kader, relawan, dan masyarakat luas.
Kolaborasi yang baik tersebut diharapkan stunting dapat tertanggulangi. Untuk itu dalam acara tersebut, TP PKK Kapanewon Depok menggandeng mitra seperti UPT Pelayanan Pendidikan, KUA, TP PKK Kalurahan, maupun Puskesmas. (Andri Afriyanto/KIM Depok)



