Beri Edukasi ke Masyarakat, Kekandhangan Banyuraden Gelar Pameran Satwa

Gamping – Menyongsong peringatan hari lahirnya Komunitas Tarung Derajat Satlat Demakidjo yang ketiga maka Kekandhangan Banyuraden menggelar kegiatan pameran satwa bagi masyarakat umum yang berlangsung selama 2 hari di Pendopo Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (22/10/2021).

Menurut keterangan penanggung jawab pameran satwa, Febrianto Braso Reticulatus, kegiatan ini terselenggara berkat adanya kerjasama dengan Kampung Satwa Moyudan serta berbagai pihak yang memiliki perhatian  terhadap kelangsungan hidup satwa agar tidak punah.

“Koleksi satwa yang dipamerkan yakni Rusa Tutul yang berasal dari India, Kera yang merupakan hewan primata yang terancam punah karena perburuan, serta berbagai jenis ular yang memiliki bisa rendah, bisa menengah, maupun berbisa tinggi yang perlu diketahui oleh masyarakat umum termasuk pelajar sebagai pembelajaran tentang hewan,” kata Braso yang juga merupakan Ketua Komunitas Sahular ini.

Braso mengatakan bahwa bertujuan untuk mengedukasi pengunjung tentang ragam satwa yang dipelihara beserta perawatannya, dan sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi antar penggemar satwa. Ia juga berharap pameran satwa dapat memberikan hiburan alternative selama pandemi COVID-19 dan menambah wawasan tentang hewan bagi pelajar yang tidak didapatkan di sekolahnya.

“Seluruh pengunjung pameran diwajibkan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan mengenakan masker dengan benar, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer yang telah disediakan panitia tempat strategis, serta menjaga jarak dan membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari total kapasitas arena pameran,” tambahnya.

Selama pameran berlangsung, para pengunjung mendapat pengarahan tentang identifikasi hewan, lingkungan habitat hidup, jenis makanan, cara perawatan, serta dapat berinteraksi langsung dengan satwa yang dipamerkan dibawah pengawasan pemandu untuk menjamin keselamatan dan tidak membahayakan pengunjung. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Program Lada Manis PMI Sleman Gratiskan Transfusi Darah untuk Pasien

Sleman – Dalam rangka diseminasi informasi tentang ketugasan lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) dan manfaat donor darah kepada masyarakat maka PMI Kabupaten Sleman melakukan kegiatan sosialisasi implementasi program Pelayanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis) dengan melibatkan Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada yang digelar di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Lantai III, Kamis (21/10/2021).

Sosialisasi Lada Manis dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro sekaligus membuka kegiatan yang didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati ZP, dan Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Sukarjo.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Sunartono yang menjelaskan tentang ketugasan PMI secara umum dan program Ladamanis yang merupakan program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dalam melindungi  penduduk Kabupaten Sleman.

“Program Lada Manis adalah pemberian produk darah secara gratis bagi pasien penduduk Kabupaten Sleman yang sedang dirawat dan membutuhkan transfusi darah untuk pengobatannya tanpa pembatasan kuota kantong darah bagi pasien,” jelas dr. Sunartono dihadapan para pegiat KIM.

Ia menambahkan bahwa pelayanan darah secara gratis tanpa perlu membayar yang diberikan melalui Rumah Sakit yang telah bekerja sama dengan PMI Sleman dan merawat pasien penduduk Kabupaten Sleman yang membutuhkan transfusi darah dalam bentuk produk darah siap pakai karena biaya pengganti pengolahan darah sudah dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Adapun program yang diluncurkan sejak tanggal 1 Januari 2019 melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor tahun 2018 yang diperbaharui dengan Peraturan Bupati Nomor 7.1 tahun 2020 menyediakan kantong darah siap pakai setiap tahunnya. Bagi penduduk yang membutuhkan dapat mengajukan permintaan darah menggunakan formulir dari rumah sakit tempat pasien dirawat, dilampiri dengan identitas diri berupa KTP elektronik dan Kartu Keluarga pasien, serta surat keterangan dari fasilitas kesehatan yang menyatakan bahwa pasien sudah tidak mendapatkan pelayanan darah yang ditanggung program jaminan kesehatan nasional.

“Semua darah yang diproduksi oleh Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sleman adalah darah yang diproses sesuai prosedur manajemen mutu pengolahan yang baik karena kualitas dan distribusi produk darah dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito. Dengan demikian masyarakat tidak perlu meragukan kualitas darah yang diproduksi oleh PMI Kabupaten Sleman,” pungkas dr. Sunartono mengakhiri paparan materinya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Ngaglik Fokuskan Permasalahan Sampah dalam Bimtek Forum Kabupaten Sehat

Ngaglik – Kapanewon Ngaglik menggelar Bimbingan Teknis Forum Kabupaten Sehat di Aula Kapanewon Ngaglik, Kamis (21/10/2021). Bimtek ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk membahas masalah kesehatan terkini dan cara mengatasinya.

“Tahun lalu, kita membahas tentang cara mengatasi masalah pandemi. Tahun ini kita kembali membahas permasalahan pembuangan sampah liar yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Kapanewon Ngaglik,” ujar Tumirah, Ketua Forum Kabupaten Sehat Kapanewon Ngaglik saat membuka bimtek.

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih menuturkan bahwa problematika sampah sangat sering terjadi di daerah ramai dan padat penduduk, seperti perumahan kaplingan. “Hal itu terjadi karena sampah tidak terkoordinir, yang memancing orang membuang sampah (sembarangan) karena sudah ada yang membuang di tempat itu sebelumnya,” jelas Siti.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama mengatasi masalah sampah ini dengan mengingatkan orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan. “Jika tidak berani menegur, bisa difoto dan nanti akan diproses karena ada sanksinya. Jika tidak begitu, mereka akan merasa nyaman,” lanjutnya.

Sementara itu, Danramil Ngaglik, Arly Iskandar mengimbau masyarakat untuk dapat menjadi contoh dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Menurutnya, semua orang itu sudah tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak benar, namun masih melakukannya. Hal itu terjadi karena adanya kerusakan dari mental dan moral mereka.

“Jadi yang perlu dibangun adalah mentalnya, di mana hal itu tidak mudah dilakukan,” tambahnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan menurut Arly adalah dengan memberdayakan masyarakat untuk sadar dengan kebersihan sampah dengan pengambilan sampah mandiri dan pembuatan bak sampah bersama dengan mengedepankan kreasi dan solusi.

Apa yang disampaikan oleh Arly juga mendapat dukungan dari Susilo, perwakilan dari Polsek Ngaglik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membentuk mental masyarakat untuk peduli terhadap sampah. “Pertama harus ada gerakan pengelolaan sampah yang melibatkan organisasi masyarakat, seperti PKK yang paling utama. Kedua, melakukan edukasi (mengenai pentingnya kebersihan),” jelas Susilo.

Selain itu, diperlukan juga penjagaan di tempat-tempat yang sering dijadikan warga untuk membuang sampah sembarangan. “Kita bisa memberdayakan lingkungan setempat, seperti linmas, FKPM, atau lembaga lainnya,” tambah Susilo. Ia juga memberikan langkah apa yang harus dilakukan jika ada yang membuang sampah sembarangan. Pertama, yang dilakukan adalah memfoto oknum yang membuang sampah sembaran. Foto tersebut akan menjadi bukti perilaku buang sampah sembarangannya. Kemudian bisa mencatat identitas pelaku beserta nomor kendaraannya. “Nanti bisa diberikan sanksi teguran (langsung) maupun tulisan dari RT, RW, atau kalurahan yang ditujukan ke alamat si pelaku dengan tembusan RT dan RW tempat tinggal pelaku,” ungkap Susilo. (Endarwati/KIM Donoharjo)




PPKM di Sleman Turun Level, Masyarakat Diingatkan untuk Tetap Waspada

Sleman – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman akhirnya turun level dari level 3 ke level 2. Hal itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM level II, I, dan I untuk wilayah Jawa dan Bali hingga 1 November mendatang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengingatkan masyarakat agar tidak euforia menyambut penurunan level tersebut.

“Meskipun level turun, jangan bangga dan euforia. Ingat kita masih dalam pelaksanaan PPKM. Artinya masih terdapat pembatasan kerumunan dan kegiatan,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (21/10/2021).

Menurut Kustini, Level PPKM di Sleman masih bisa kembali naik apabila masyarakat mulai merasa aman sehingga abai terhadap kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

“Justru saat ini yang harus kita kuatkan adalah sikap disiplin kita. Jika sesuai dengan track yang sudah kita lalui saat ini, bisa sangat mungkin, bulan depan level kita turun ke 1,” kata Kustini.

Pada Instruksi Bupati Nomor 33 tahun 2021 tentang pelaksanaan PPKM level 2 di Kabupaten Sleman, terdapat sejumlah pelonggaran aturan. Pelonggaran aturan berlaku untuk sejumlah sektor mulai dari pendidikan, pariwisata, perekonomian hingga kegiatan masyarakat,

“Yang tadinya hanya 25 persen kita tambah menjadi 50 persen misalnya. Tetapi tetap prokes dan penggunaan aplikasi peduli lindungi jika mengunjungi tempat perbelanjaan atau pusat keramaian tetap wajib dilakukan,” terang Kustini.

Kegiatan vaksinasi, dilanjutkan Kustini juga tetap menjadi prioritas Pemkab Sleman untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Bumi Sembada.

Sejauh ini, capaian vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai angka 83,9%. Untuk vaksin kedua sudah tercapai 60%. Sedangkan untuk vaksin ketiga yang diperuntukkan nakes sudah lebih dari 100%.

“Vaksinasi tetap (pioritas). Bahkan kita akan lakukan jemput bola untuk vaksin. Jadi mencari masyarakat yang belum divaksin agar segera mendapatkan vaksin,” pungkas Kustini. (Humas Sleman)




Sleman Creative Week Diharap dapat Tingkatkan Produktivitas Pelaku Kreatif di Sleman

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmi membuka Sleman Creative Week yang diselenggarakan di Taman Kuliner, Depok, Sleman, pada Kamis (21/10/2021). Pada Kesempatan tersebut juga dilantik kepengurusan baru Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman Masa Bakti 2021-2024. Kustini SP juga menyempatkan untuk meninjau produk-produk kreatif UMKM di Sleman Creative Space.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan melalui kegiatan tersebut seluruh pemangku kepentingan di bidang kreatif di Kabupaten Sleman bekerja sama berupaya menjembatani dan memberikan wadah bagi masyarakat dan komunitas kreatif yang ada di Sleman untuk mengekspresikan dan memasarkan produk kreasinya.

Kustini berharap hal tersebut mampu meningkatkan kapasitas produktivitas para insan kreatif baik itu UMKM, pribadi, asosiasi maupun perkumpulan yang ada di Sleman.

“Terlebih lagi dalam kegiatan ini juga dilaksanakan talkshow, workshop untuk memberikan tambahan wawasan, bukan hanya bagi generasi muda, tapi juga bagi pelaku industri kreatif yang sudah eksis di Sleman,” tambahnya.

Kepada Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman Masa Bakti 2021-2024 yang baru dilantik, ia berharap akan semakin memicu dan memacu perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman dengan lebih optimal lagi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sleman.

“Langsung bekerja dan bergerak dengan ide – ide kreatif yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif Sleman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan Event Sleman Creative Week ini adalah kali Pertama diselenggarakan, dengan mengangkat tema Semangat Living Creative Culture. Tema ini dipilih untuk menunjukan keseriusan kolektif segenap pemangku kepentingan sektor ekonomi kreatif, dalam upaya penguatan karakter kreatif yang lekat dengan kekayaan identitas budaya Kabupaten Sleman.

Sleman Creative Week selama 4 hari dari tanggal 21 hingga 24 Oktober mendatang diselenggarakan dengan model hybrid sesuai terapan Protokol Kesehatan pencegahan COVID-19.  Rangkaian kegiatan berupa workshop yang mengangkat topik tentang produk kuliner, fashion, kerajinan, pergerakan sub sektor ekonomi kreatif, serta menggelar perform dari sub sektor ekonomi kreatif film dan animasi, seni pertunjukan dan juga subsektor musik, yang akan diselenggarakan di Komplek Taman Kuliner Condongcatur, dengan closing event gelaran karya seni pertunjukan yang dikemas secara cinematic di Sanggar Banjarmili Kradenan, Banyuraden, Gamping.

“Adanya Komite Ekonomi Kreatif dan wadah Sleman Creative menjadi sebuah ruang intermediasi yang harus terus diberikan ruang ekspresi atas gagasan dan manajemen tindakan,” kata Suparmono. (Humas Sleman)