Pengurus Forum TBM Sleman Periode 2021-2026 Resmi Dilantik

Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Sleman periode 2021-2026 resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM DIY, bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada Selasa (26/10/2021)

Pengukuhan Pengurus Daerah Forum TBM Sleman dilaksanakan oleh Indra Suryanto selaku Ketua Forum TBM DIY.  Disaksikan oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Sleman,  Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, serta asosiasi pegiat literasi lainnya.

Acara pengukuhan dan pelantikan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Sri Sumiyatun. Mengawali sambutannya, Sumiyatun menyampaikan selamat atas dikukuhkannya pengurus baru Forum TBM Sleman agar memperjuangkan serta menjalankannya dengan lebih baik lagi.

Sumiyatun menambahkan bahwa kegiatan TBM meliputi bidang kurikulum dan peserta didik, sehingga diharapkan tetap fokus bagaimana forum ini bisa bermitra dan bekerja sama dalam meningkatkan pendidikan, khususnya literasi yang ada di masyarakat Sleman.

Imam Syaiful Wicaksono selaku Ketua Forum TBM Sleman yang baru saja dikukuhkan menyatakan bahwa akan dibentuk super tim. Kerja sama antar pengurus sangat diutamakan dengan semangat gotong royong.

“Mereformasi kelembagaan, serta merapihkan organisasi ini dengan susunan kepengurusan yang solid sehingga mempunyai posisi tawar yang lebih baik. Selain itu juga menjalin kemitraan, salah satunya dengan Dinas Kominfo Sleman sebagai bentuk penguatan literasi digital,” urainya.

Menanggapi sambutan Ketua  FTBM Sleman tersebut Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum TBM Pusat menyatakan beragam latar belakang dari pengurus merupakan faktor untuk memperkuat kerja sama di dalam organisasi.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab untuk ikut mengembangkan literasi melalui kegiatan di Forum. Demi kemajuan literasi di Sleman dengan berjejaring serta beradaptasi dalam situasi terkini,” imbuh Heni.

Dinas Kominfo Sleman yang diwakili oleh Sukarjo selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik menyambut gembira dengan telah dikukuhkannya kepengurusan Forum TBM Sleman karena dapat bersinergi dalam menumbuhkan literasi khususnya literasi digital yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah.

Menurut Sukarjo, kemitraan yang nantinya akan dijalin dapat menjadi sumber energi yang baru dalam memberikan informasi dan komunikasi publik terkait kemajuan masyarakat Sleman karena Forum TBM ini juga mempunyai misi yang sama dalam menyebarluaskan informasi.

Ia menambahkan bahwa memajukan masyarakat Sleman memang harus melalui kerja kolaboratif, yaitu saling menguatkan dalam penyebaran informasi sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan jaman serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknogi.

“Forum TBM Sleman nanti bisa berjejaring dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman yang merupakan mitra dari Kominfo Sleman sehingga bisa bersama-sama mengedukasi masyarakat Sleman dengan literasi digital tersebut,” imbuhnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Bangkitkan Ekonomi UMKM, Festival Angkringan Kembali Digelar

Guna memulihkan kondisi ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya angkringan, Kapanewon Depok kembali menggelar Festival Angkringan di Halaman Komplek Kantor Kapanewon Depok, Sleman, pada Selasa (26/10/2021).

Diikuti oleh 10 pelaku usaha angkringan yang ada di Kapanewon Depok, festival kali ini digelar lebih sederhana mengingat masih dalam masa PPKM Level 2 untuk meminimalisasi kerumunan. Kesepuluh angkringan tersebut merupakan binaan Kapanewon Depok dan 3 kalurahan.

Dari 10 angkringan tersebut, hanya 6 yang diikutkan festival dan dinilai oleh tim juri dari Akademisi UNY, Chef Hotel Grand Tjokro, dan Grand Keisha.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut bahwa Festival Angkringan tersebut perlu dipertahankan karena merupakan ciri khas Kapanewon Depok. Terlebih di tengah pandemi, angkringan merupakan UMKM yang tetap bisa bertahan.

“Ke depan, bisa memanfaatkan Taman Kuliner Condongcatur agar festival ini dapat dikemas lebih menarik dan lebih baik. Saya mengapresiasi langkah Kapanewon Depok dalam memberdayakan UMKM lokal, terlebih di tengah pandemi sepert ini,” imbuhnya.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, menjelaskan bahwa tim akan menilai  dari sisi tempat, penyajian hidangan, penampilan, penerapan prokes COVID-19, kebersihan dan kesehatan, serta kualitas hidangan.

“Kita ambil tiga kejuaraan, ada uang pembinaan, piagam dan trofi kejuaraan,” terang Isti Fajaroh, Kepala Jawatan Kemakmuran.

Adapun hasil kejuaraan Festival Angkringan ini, juara 1 diraih oleh Angkringan Ngudi Boga dari Kalurahan Condongcatur, juara 2 diraih Angkringan Bu Ana dari Kalurahan Caturtunggal, dan juara 3 diraih oleh Angkringan Pak Lawe dari Maguwoharjo. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Panpilur Umbulharjo Gelar Kampanye Dialogis Calon Lurah

Cangkringan – Sesuai dengan tahapan yang telah disusun, Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Umbulharjo gelar acara kampanye dialogis untuk menyampaikan visi dan misi Calon Lurah Umbulharjo Kapanewon Cangkringan, di Aula Kalurahan Umbulharjo, Rabu (27/10/2021)

Sriyono, Ketua Panitia Pilur Kalurahan Umbulharjo mengatakan bahwa dalam tahapan penyampaian visi dan misi ini, dirinya juga berharap para calon dan pendamping dapat menjaga ketertiban dan perdamaian hingga masa kampanye selesai.

“Perdamaian harus kita jaga di kalurahan umbulharjo tercinta ini,” ujar sriyono.

Dalam kesempatan tersebut, Calon Lurah nomor urut 1, Dwi Sulistiyono mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan visi dan misinya, kemudian dilanjutkan oleh calon nomor urut 4, Danang sulistya, calon nomor urut 2, Heri Suyanyo, dan nomer urut 4. Suyatmi.

Kampanye dialogis ini selain dapat disaksikan secara langsung di Aula Kalurahan Umbulharjo, juga dapat disaksikan secara digital via kanal youtube dan juga Instagram Kalurahan Umbulharjo. (Nurul Istiqomah/KIM Cangkringan)




Kampanye Dialogis sebagai Ajang Edukasi Pemilih Berpikir Cerdas

Gamping – Tahapan Pemilihan Lurah di Kalurahan Trihanggo Kapanewon Gamping memasuki tahap kampanye dialogis yang diikuti oleh 5 calon lurah periode 2021 – 2027. Tampak hadir dalam kegiatan kampanye dialogis yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Selasa (26/10/2021) antara lain Panewu Gamping, Sarjono bersama Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto, Babinsa Trihanggo, Sertu Sugiyono mewakili Komandan Koramil 17/GP, dan Pj Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto.

Dalam sambutannya Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan kampanye dialogis yang dilakukan oleh kelima calon lurah Trihanggo untuk memaparkan visi dan misinya masing-masing. Panewu juga mengapresiasi atas diselenggarakannya kampanye dialogis karena masih dalam masa pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 2 sehingga jumlah peserta kegiatan masih dibatasi dengan mentaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Masyarakat yang tidak dapat hadir di gedung ini tetap bisa menyaksikan jalannya kampanye dialogis secara daring melalui media sosial yang disediakan oleh panitia pemilihan lurah Trihanggo. Saya tidak ingin penanganan COVID-19 yang sudah baik di wilayah Trihanggo yang petanya masih zona kuning berubah levelnya karena terjadi penularan yang disebabkan adanya pelaksanaan pemilihan lurah. Harapannya Pelaksanaan kegiatan di masyarakat senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutur Sarjono.

Di samping itu, Sarjono berharap kepada seluruh kandidat agar berperan aktif menciptakan iklim demokrasi yang baik dengan mentaati segala tata tertib yang telah dibuat oleh panitia pemilihan lurah untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban wilayah kalurahan Trihanggo dengan cara mengendalikan pendukungnya masing-masing supaya tidak terjadi gesekan antar pendukung. Menurutnya, kampanye dialogis merupakan ajang kampanye cerdas yang diperlukan masyarakat guna memberikan edukasi pemilih dengan menyampaikan gagasan supaya pemilih memiliki pemikiran cerdas dan rasional.

Setelah semua calon lurah memaparkan visi dan misinya, mereka harus menjawab pertanyaan dari moderator yang menyangkut penurunan angka kemiskinan dalam kelompok marginal, penanganan kebencanaan alam, pengelolaan keragaman kebudayaan yang potensial, pengembangan potensi kepemudaan, serta strategi dalam pemulihan dampak pandemi COVID-19 yang dijawab secara bergantian.

“Masa kampanye calon lurah berlangsung selama 3 hari dan berakhir pada tanggal 27 oktober 2021. Gunakanlah waktu tersebut sebaik-baiknya untuk menyampaikan visi dan misi secara simpatik, tidak ada konvoi, tidak ada kekerasan hingga masa tenang yang dimulai pada 28 Oktober sampai 30 Oktober 2021 mendatang agar situasi keamanan di trihanggo tetap kondusif,” sambung Sarjono.

Selanjutnya, Sarjono berpesan kepada seluruh perangkat dan pamong kalurahan Trihanggo agar tidak mengikuti kampanye praktis karena secara aturan tidak dibolehkan.

“Kemudian pada masa tenang semua Alat Peraga Kampanye pemilihan lurah harus diturunkan. Akan diawasi oleh Pj Lurah dalam rangka menjaga pelaksanaan pemilihan lurah tetap kondusif,” tutup Sarjono. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dinkes Sleman Gelar Workshop TBC Resistan Obat

Sleman – Dalam rangka me-refresh keterampilan tenaga kesehatan mengenai tata laksana TBC, khususnya TBC resistan obat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Workshop Tata Laksana TBC Resistan Obat Bagi Tenaga Kesehatan Kabupaten Sleman, Senin (25/10/2021), di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini didukung oleh USAID dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah melalui program Mentari TB.

Workshop menghadirkan langsung narasumber dari RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Ardorisye Saptaty Fornia, dr. Muriana Novariani, dan dr. H. Munawar Gani, yang juga merupakan Ketua Koalisi Organisasi Profesi TB (KOPI TB) DIY.

Technical Officer Mentari TB DIY Jateng, dr. Ratna Ekasari, . menyampaikan, bahwa di Jateng dan DIY akan dibentu Rumah Sakit (RS) TBC Resisten Obat (RO) yaitu di RS Roemani Semarang, RS PKU Muhammadiyah Gombong, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman.

“Selain itu Mentari TB juga membantu kab/kota RS Muhammadiyah yang layanan TBC RO, misalnya memfasilitasi refresh SITB, SITRUST, dan MICA,” tegas dr. Ratna Ekasari

Ia berharap ada komitmen dari para nakes melalui organisasi profesi untuk membentuk KOPI TB di Kabupaten Sleman.

“Karena saat ini KOPI TB baru ada di tingkat provinsi DIY. Jadi Sleman pelopor adanya KOPI TB di tingkat kabupaten provinsi DIY. Mentari TB akan men-support akomodasi kegiatan tersebut,” sambungnya.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dul Zaini, memberikan paparan tentang Kebijakan dan Strategi Program TB Kabupaten Sleman.

“Sarana dan prasarannya sudah luar biasa. Kita secara bersama atasi TB bersama-sama dari profesi masing-masing, motornya Dinkes,” ungkapnya.

Paparan kedua tentang diagnosis dan pengobatan TBC sensitif obat dan TBC resistan obat oleh dr. Ardorisye Saptaty Fornia, yang kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai tata laksana TBC anak oleh dr. Muriana Novariani.

Sesi terakhir diisi dengan penjelasan tentang KOPI TB yang disampaikan oleh dr. Munawar Gani. “Koalisi Organisasi Profesi berkomitmen tinggi untuk mendukung eliminasi TB tahun 2030,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan KOPI TB Sleman oleh organisasi profesi yang hadir. (Nur Widayati)