KPU Sleman Gandeng KIM Sosialisasikan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Sleman – Guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pembaruan data pemilih dalam pemilihan umum maka Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan sosialisasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) seluruh Kabupaten Sleman yang digelar di Ruang Bima Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sleman, Rabu (27/10/2021).

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Purwati mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar para pegiat KIM dapat menyalurkan aspirasinya dan menjadi pemilih yang cerdas karena pemilu merupakan ajang demokrasi dalam koridor yang positif.

Indah Sri Wulandari, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mengungkapkan bahwa pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Sleman bertujuan untuk memperbarui data pemilih diantaranya  menambahkan pemilih baru yang memenuhi syarat dan belum terdaftar  di daftar pemilih, mencoret pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, dan perubahan elemen data pemilih kabupaten secara berkelanjutan yang dibuktikan dengan dokumen pendukungnya.

“Selain itu. kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilaksanakan guna mempermudah proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada Pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah berikutnya,” sambung Indah.

Proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan diawali dengan koordinasi KPU Kabupaten Sleman yang dilakukan secara berkala dengan perwakilan partai politik  dan  instansi terkait   seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang memiliki data penduduk yang meninggal dunia, Dinas Pendidikan Menengah yang memiliki data siswa SMA atau SMK yang genap berusia 17 tahun, dan lembaga terkait lainnya untuk menyampaikan kegiatan proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sehingga mendapatkan data yang akurat dan terkini berkaitan dengan kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Disamping itu, KPU Kabupaten Sleman juga membuka  layanan pelaporan dan tanggapan  bagi masyarakat baik secara offline maupun online. Dalam hal pelaporan dan tanggapan masyarakat melalui model offline, masyarakat harus mengisi formulir masukan dan tanggapan yang disediakan di Sekretariat KPU Kabupaten Sleman serta melampirkan bukti dokumen  pendukungnya.

Sedangkan pelaporan dan tanggapan masyarakat melalui model online, masyarakat dapat  memberikan pelaporan dan tanggapan melalui portal website atau aplikasi mobile pemutakhiran data pemilih berkelanjutan milik KPU Kabupaten Sleman, maupun melalui jaringan dengan mengisikan data yang diperlukan.

“Melalui formulir digital tersebut, KPU Kabupaten Sleman mengajak warga Kabupaten Sleman untuk ikut berpartisipasi aktif dalam rangka mengawal proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya demokrasi melalui pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman,” pungkas Indah mengakhiri presentasinya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Panpilur Margomulyo Gelar Kampanye Dialogis Calon Lurah

Seyegan – Adem, ayem, tentrem, aman, dan lancar. Itulah yang diharapkan oleh Yakti Yudanto, Panewu Seyegan terhadap pelaksanaan Pemilihan Lurah Margomulyo pada acara Kampanye Dialogis Pemilihan Lurah Margomulyo di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Rabu (27/10/2021).

Yakti menyampaikan apresiasinya kepada para calon lurah yang telah menyampaikan visi dan misi mereka masing-masing. Ia berpesan agar setiap pihak dapat menjaga kerukunan dengan tidak berbuat sara. “Ayo ikuti kampanye untuk saling menghormati salah satu tahapan pesta demokrasi dengan mencermati visi dan misi yang diusung oleh masing-masing calon lurah,” ujarnya.

Tahapan kampanye dialogis ini merupakan agenda wajib yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur). “Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan yang digelar ini,” ungkapnya.

Selain secara langsung, masyarakat dapat mengikuti kampanye yang dilakukan secara virtual, melalui kanal youtube Kalurahan Margomulyo.

Visi dan misi yang disampaikan oleh para Calon Lurah sendiri mencakup masalah peningkatan perekonomian kalurahan, peningkatan peran UMKM, budaya lokal, pemberdayaan wanita, pelatihan pemuda, tata kelola pemerintahan, BUMDes yang profesional, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan kelembagaan.

Pada kesempatan tersebut juga dibuka sesi pertanyaan dari audiens yang mengikuti kampanye. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Posyandu Kasuari Wakili Sleman dalam Lomba Posyandu Tingkat DIY

Sleman – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kasuari, di Dusun Malangrejo, Kalurahan Ngemplak, mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba Posyandu tingkat DIY Tahun 2021. Rabu (27/10/2021), Tim evaluasi dari DIY melakukan verifikasi langsung di Dusun tersebut dan disambut oleh Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Aji Wulantara.

Ketua Tim Juri Evaluasi Sukamto menyampaikan bahwa lomba posyandu kali ini difokuskan pada pengelola posyandu di tingkat kalurahan. Kegiatan lomba ini juga sekaligus disertai kegiatan pemantauan eksistensi kelompok kerja operasional (pokjanal) posyandu di kabupaten, kapanewon dan pokja posyandu kalurahan.

“Pemantauan terkait program kerja, kegiatan serta dukungan anggaran untuk operasional pokjanal posyandu,” ujar Sukamto.

Ia berharap melalui lomba pengelolaan posyandu tersebut mampu mendukung proses penguatan kelembagaan pokjanal dan pokja posyandu. “Sehingga dinamika pembangunan dibidang kesehatan semakin kokoh serta mampu menciptakan kekuatan swadaya dan gotong royong masyarakat dan mampu menyadarkan masyarakat akan kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Aji Wulantara berharap lomba melalui momentum lomba tersebut mampu tercipta tata kelola dan model pembinaan yang ideal yang dapat diadopsi oleh semua Posyandu di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan di posyandu.

“Posyandu yang merupakan wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat serta fokus terhadap pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta penurunan angka stunting,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Posyandu Kasuari Malangrejo Muslimah menjelaskan selain memiliki posyandu Balita, Posyandu tersebut juga memiliki posyandu untuk lansia dan remaja. Posyandu Kasuari juga memiliki beberapa inovasi yakni, Gambang Stunting (gerakan Menimbang Cegah Stunting),  

Melalui gerakan Gambang Stunting meliputi pendataan balita, penimbangan balita di posyandu, Kader akan melakukan jemput bola mengajak untuk menimbang setiap bulan, anlisa status gizi, dan penanganan balita dengan masalah gizi segera sebelum kronis/stunting.  selain itu, juga terdapat inovasi “Pecah Ranting Hiburane Rakyat” singkatan dari Pencegahan Rawan Stunting hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat.

Dengan program inovasi ini, penanggulangan stunting dilakukan dengan pemberian makanan tambahan berupa bahan lauk yang mengandung protein hewani, terutama ikan, ayam, telur, dan olahannya. (Humas Sleman)




Tentukan RKP, Kalurahan Margomulyo Gelar Musrenbangkal

Margomulyo – Untuk menentukan Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) Kalurahan tahun 2022, Pemerintah Kalurahan Margomulyo menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Selasa (26/10/2021).

Pj. Lurah Margomulyo, Siti Rohmah menuturkan bahwa Musrenbangkal kali ini merupakan lanjutan dari tahapan Muskal dan pra-Musrenbangkal yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Harapannya, Musrenbangkal ini dapat merumuskan kegiatan dengan skala prioritas dan tetap mengacu kepada pagu anggaran yang dituangkan dalam RKP 2022,” ujar Siti.

Gunardi, Kepala Seksi Administrasi Pemerintah Kalurahan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Sleman mengatakan pada prinsipnya, Musrenbangkal ini diadakan untuk mengesahkan RKP Kalurahan. “Ini (Musrenbangkal) merupakan agenda perumusan skala prioritas yang nantinya akan dibiayai oleh pendapatan kalurahan yang bersumber dari PAD (Pendapatan Asli Desa), dana transfer, dan sumber lainnya,” ungkap Gunardi.

Mengenai pendanaan program yang disetujui, Gunardi memberikan masukan agar kalurahan dapat mengoptimalkan BUMDes, untuk meningkatkan APBKal. Selain itu, ada juga dana yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus dari kabupaten dan provisinsi, serta Dana Keistimewaan (Danais).

“Output dari Murenbangkal ini akan menjadi RKP Kalurahan yang akan menjadi pedoman penyususn APBDKal,” jelas Gunardi.

Pendanaan dalam program juga menjadi perhatian Haryono, Anggota DPR Kabupaten Sleman. Ia mengatakan bahwa adanya pembangunan jalan Tol di wilayan Seyegan dapat menjadi potensi dari PAD Kalurahan Margomulyo. “Sangat dimungkinkan dilaksanakan kegiatan yang berindikasi dengan peningkatan ekonomi,” ujar Haryono.

Dalam Musrenbangkal yang digelar, dipaparkan RKP Kalurahan Margomulyo di 5 bidang, yaitu Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, Pelaksanaan Pembangunan Kallurahan, Pembinaan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Masyarakat, dan bidang tak terduga. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)