Pemkab Sleman Sambut Kedatangan Atlet Kontingen Sleman Pon XX Papua

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut kedatangan Kontingen Sleman yang mewakili DIY dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua ke XX di Pendopo Parasamya Setda Sleman, Sabtu (30/10/2021). Pada kesempatan tersebut juga Pemkab Sleman menyerahkan bonus kepada para atlet yang berhasil memperoleh medali pada ajang tersebut.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kontingen yang telah berjuang dan mengaharumkan nama Kabupaten Sleman dalam ajang besar dan bergengsi.

“Apa yang saudara-saudara berikan dalam ajang olahraga akan menambah catatan sejarah prestasi di Kabupaten Sleman. Semoga momentum ini semakin menambah motivasi dan semangat jajaran KONI dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. Sekaligus dapat memotivasi para atlet lainnya untuk dapat menorehkan prestasi,” katanya.

Atlet Kabupaten Sleman berhasil menyumbangkan 5 medali emas, 3 mendali perak, dan 5 mendali perunggu dalam ajang PON ke XX Papua. Menurut Kustini, prestasi yang sudah diraih menjadi pembuktian akan kerja keras para atlet, pelatih beserta jajaran KONI Sleman.

“Pada kesempatan ini Sleman berhasil menyumbangkan 5 mendali emas, 3 mendali perak dan 5 mendali perunggu. Tentu ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan. Saya berharap keberhasilan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dimasa mendatang,” tambahnya.

Ketua Koni Sleman Joko hastaryo mengatakan penyambutan seluruh kontingen DIY Sleman sudah menjalani karantina 14 hari sesuai dengan protokol Kesehatan. Kontingen DIY meraih medali 8 emas, 5 diantaranya dari atlet kabupaten Sleman. Salah satu atlet Sleman Maulana dari Cabor Catur bahkan berhasil menyumbang 2 emas dan 1 perunggu.

Seluruh atlet kontingen Sleman juga mendapatkan uang saku tambahan sebanyak 1 juta Rupiah untuk setiap atlet, pelatih dan official. Adapun Bonus yang diberikan kepada atlet yang memperoleh emas sebesar 5 juta, Perak 3 juta dan perunggu 2 juta Rupiah.

Ketua Koni DIY Ir. Pramana pada kesempatan tersebut menyampaikan maaf karena kontingen DIY belum dapat memenuhi taget. “Target 11 medali emas, Tetapi apapun hasilnya merupakan pencapaian terbaik yang raih ditengah pandemi COVID-19 dengan segala keterbatasan,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemkab Sleman atas 5 medali emas yang berhasil disumbang oleh Atlet Kontingen Sleman. “Kita turut berbangga, dari 8 medali emas yang diraih DIY, 5 diantaranya dari Kabupaten Sleman, Semoga ini bisa memberikan motivasi kepada atlet yang lain,” ungkapnya. (Humas Sleman)




Jelang MTQ Kabupaten 2021, LPTQ Kapanewon Depok Optimalkan Fungsi Pembinaan

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2021 yang bakal digelar 5 hingga 6 November 2021 mendatang memerlukan persiapan yang matang.

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kapanewon Depok sebagai lembaga yang berfungsi sebagai pembina tilawah Al-Quran, menggelar sarasehan dan rapat kerja dalam rangka penguatan kelembagaan dan pembinaan kepada kontingen kafilah MTQ dari Kapanewon Depok, Sleman pada Ahad (31/10/2021).

“Penguatan kemampuan dan kompetensi kafilah ini sangat penting agar kualitasnya meningkat. Di sisi lain, prestasi kafilah Kapanewon Depok berpotensi meningkat. Pembinaan yang intensif menjadi kuncinya,” kata Muhsin Kalida, Ketua LPTQ Kabupaten Sleman.

Muhsin Kalida juga mendorong LPTQ Kapanewon Depok untuk menggali bibit-bibit qori, hafidz, dan kafilah cabang lomba lainnya dari masyarakat atau santri setempat, yakni Kapanewon Depok.

“Pencarian bibit-bibit ini salah satunya dengan menjalin mitra yang baik, seperti menggandeng pondok pesantren. Selain itu juga dengan menggelar MTQ tingkat Kapanewon,” imbuhnya.

Menurut Muhsin Kalida, LPTQ juga harus membangun relasi yang baik dengan pemerintah seperti pemerintah kapanewon, kalurahan, dan KUA, yang dapat menunjang keuangan LPTQ sehingga bisa menjadi donatur untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan LPTQ.

Hal senada juga dilontarkan oleh A. Fauzi yang juga menjadi pemateri dalam acara tersebut. Pembinaan santriwan-santriwati ini diharapkan bisa fokus ke cabang-cabang lomba yang berpotensi meraih kejuaraan, misalnya tilawah.

“Pembinaan tilawah ini kepada santri-santri harus dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan. Selain itu juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai bentuk syiar Islam dengan memanfaatkan teknologi,” terang A. Fauzi.

Kapanewon Depok ini dikelilingi puluhan perguruan tinggi, harapannya LPTQ bisa mengambil peluang tersebut untuk diajak kerja sama dalam proses pembinaan.

“Mereka (perguruan tinggi-red), bisa dijadikan mitra dalam membina cabang tahfidz,” imbuh A. Fauzi.

Sementara itu, Subiyantara, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok yang hadir mewakili Panewu Depok, menyampaikan apresiasinya kepada LTPQ yang sudah mengupayakan pengiriman kontingen di ajang MTQ Tingkat Kabupaten Sleman.

“Semoga 26 calon kafilah MTQ dari Kapanewon Depok dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kapanewon Depok,” ujar Subiyantara. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Pastikan Penerapan Prokes COVID-19 Saat Pilur, Kapanewon Depok Terjunkan Tim Pemantau

Depok – Kapanewon Depok kembali menerjunkan tim pemantau penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 selama pelaksanaan pemungutan suara di seluruh TPS yang ada di wilayah Condongcatur dan Maguwoharjo, Depok, Sleman (31/10/201).

“Kami menerjunkan tim ke lapangan sesuai arahan dari Kabupaten untuk memantau penerapan prokes saat pemunungutan suara. Selain itu, juga memastikan jalannya Pilurah dengan sistem E-Voting berjalan dengan lancar dan kondusif,” terang Subagya, Panewu Depok saat mendampingi rombongan Bupati Sleman.

Subagya melanjutkan, hal tersebut penting dilakukan agar seluruh tahapan pemungutan suara berjalan sesuai SOP dan penerapan prokes COVID-19 yang ketat.

Setidaknya sebanyak 25 orang yang terdiri dari karyawan dan karyawati Kapanewon Depok dilibatkan untuk memantau langsung penerapan prokes di TPS.

Tim pemantau diminta untuk mengamati, mengecek kelengkapan sarana dan prasarana, penerapan prokes, mendokumentasikan, serta melaporkan kepada Kapanewon Depok.

Dari hasil pemantauan, ditemukan bahwa sebagian besar pelanggaran adalah tidak melaksanakan Pilur sesuai dengan SOP seperti tidak membagikan sarung tangan plastik kepada calon pemilih, dan lokasi TPS yang tidak sesuai dengan surat tugas.




Cek Persiapan Pilur, Forkompimka Depok Sambangi Calon Lurah

Guna mengecek kesiapan para calon lurah dalam Pemilihan Lurah (Pilur) secara e-voting, Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka) Depok, Sleman, mengunjungi kediaman para calon lurah, baik dari Kalurahan Condongcatur maupun Kalurahan Maguwoharjo, pada Sabtu (30/10/2021) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Forkompimka yang dipimpin oleh Subagya melakukan kunjungan ke posko pemenangan masing-masing calon lurah.

“Kami ingin bersilaturahmi dengan para calon lurah. Selanjutnya kami juga mendoakan semoga para calon lurah diberikan kesehatan, begitu juga dengan Panitia dan KPPS-nya,” terang Subagya, Panewu Depok.

Lebih lanjut, Subagya juga berharap agar masyarakat bisa berpartisipasi dengan hadir di TPS sesuai undangan pada hari Minggu (31/10/2021) karena menentukan masa depan kalurahan selama 6 tahun ke depan.

“Mari bersama-sama kita sukseskan Pilur ini. Selanjutnya, saya mengimbau kepada calon agar siap menang dan siap kalah dengan hati yang legawa dan apabila menang agar tidak membuat acara yang menimbulkan kerumunan,” tegas Subagya.

Subagya pun kembali mengutarakan pengarahannya kepada Panitia Pilur, para calon, tim sukses maupun masyarakat, agar bersama-sama menyukseskan agenda Pilur 2021 putaran 1 yang diikuti oleh 33 kalurahan ini.

“Diagendakan Bupati Sleman dan Forkompimda Kabupaten Sleman bersama dengan dinas terkait, akan menyambangi TPS pada hari pelaksanaan e-voting. Mari disiapkan sebagaimana ketentuan agar tetap prokes dan lancar,” imbuh Subayga.

Aris Munandar, Ketua Panitia Pilurah Condongcatur berharap agar pelaksanaan e-voting dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman dan damai sehingga menghasilkan pemimpin yang amanah sehingga membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga jalannya Pilur dapat berjalan dengan lancar, aman, kondusif dan menghasilkan pemimpin yang amanah. Masyarakat berpartisipasi dengan datang ke KPPS, dan di akhir tercipta masyarakat yang adem ayem,” pungkas Aris Munandar.




Peran KIM sebagai Jembatan antara Masyarakat dan Pemerintah

Dalam rangka rapat koordinasi informasi dan komunikasi sebagai bentuk penguatan organisasi dan pengelolaan pemberitaan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Ngemplak, dilaksanakan penjaringan aspirasi di Cafe Ngopa Ngopi Ngapa, Wedomartani, Ngemplak pada Jumat (29/10/2021).

Slamet selaku Panewu Anom Ngemplak menyampaikan betapa pentingnya keberadaan organisasi KIM ini sebagai corong pemerintah lingkup kapanewon maupun pemerintah kalurahan.

“Kegiatan yang ada di kalurahan bahkan hingga di tingkat padukuhan perlu diinformasikan melalui media pemberitaan sebagai sebuah kontrol capaian pembangunan di masyarakat,” jelasnya.

Slamet menuturkan rapat koordinasi ini sebagai bentuk konsolidasi internal kepengurusan KIM Ngemplak agar lebih maju lagi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai media informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah padukuhan hingga kapanewon.

Di masa pandemi, memang dibutuhkan penyegaran tata kelola kepengurusan agar peran vital KIM menjadi semakin kuat dan dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Sementara itu, Minta Harsana selaku Ketua II KIM Ngemplak memaparkan bahwa capaian KIM Ngemplak dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat Ngemplak dinilai cukup sukses membantu menanggulangi pandemi Covid-19.

Walaupun belum maksimal, KIM Ngemplak telah melaksanakan diseminasi informasi bagi masyarakat terkait adaptasi kebiasaan baru selama pandemi baik dari sisi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dengan melakukan komunikasi langsung maupun melalui media lain.

“Kami menjalin kerja sama yang baik dengan Kapanewon Ngemplak dan 5 Kalurahan yang ada di Ngemplak, yaitu Kalurahan Widodomartani, Kalurahan Wedomartani, Kalurahan Umbulmartani, Kalurahan Sindumartani, dan Kalurahan Bimomartani sehingga informasi penting dan strategis dapat langsung kami sampaikan pada masyarakat,” ujar Minta Harsana.

Selain itu, dilanjutkan oleh Minta Harsana, dengan berjejaring dengan KIM Sembada di tingkat kabupaten, pemberitaan KIM Ngemplak dapat diwartakan di Media Center Sleman

Ag. Irawan selaku praktisi media membagikan kiat-kiat mengoptimalkan media pemberitaan untuk mengangkat potensi kalurahan yang ada di Ngemplak sehingga dapat mendukung kiprah KIM.

“Media merupakan saluran aspirasi yang memberdayakan. Semua potensi berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat diangkat dalam bentuk informasi yang bernilai jual sehingga dapat menjadi posisi tawar bagi pemangku kebijakan seperti kapanewon dan kalurahan. Keberadaan KIM Ngemplak harus dipandang sebagai sebuah aset yang harus terus dirawat dalam memajukan pembangunan dan perekonomian,” pungkasnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)