Bulan Imunisasi Kalurahan Sumbersari

Moyudan – Imunisasi memiliki peranan penting dalam membentuk anak yang sehat. Dengan imunisasi, anak dapat memiliki kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Atas dasar itulah, Kalurahan Sumbersari menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Sabtu (16/10/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh 191 Siswa SD yang berada di Gugus Sumbersari, meliputi SD Negeri Pendulan, SD Negeri Nglahar, SD Muhammadiyah Semingin, SD Muhammadiyah Kedung Banteng I, SD Muhammadiyah Kedung Banteng II, SD Ibnu Abas. Vaksinasi yang diberikan adalah Vaksinasi MR (Ruebella) untuk siswa kelas 1, dan Vaksinasi TD (tetanus) untuk anak kelas 5. Vaksinasi dimulai dari pukul hingga

Endang Sudarini, Pj. Lurah Sumbersari mengapresiasi pelaksanaan imunisasi yang terlaksana atas kerja sama dengan Puskesmas Kapanewon Moyudan ini. Ia mengatakan, pihak Kalurahan akan terus mendukung pelaksanaan BIAS ini demi kesehatan anak-anak, khususnya di Kapanewon Moyudan.

Sementara Junaidi, Carik Sumbersari berharap kegiatan ini dapat membentuk kekebalan tubuh anak-anak. “Dengan adanya kegiatan BIAS ini diharapkan setiap siswa mempunyai kekebalan tubuh terhadap Virus Rubella dan Tetanus serta Difteri,” imbuh Junaidi. (Edy/KIM Moyudan)




Pengurus LPTQ Ngaglik Masa Bakti 2021-2026 Dilantik

Pengurus LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kapanewon Ngaglik Masa Bakti 2021-2026 dilantik Sabtu (16/10/2021) di Aula Kapanewon Ngaglik.

Dalam sambutannya, Fathoni, Kepala KUA Kapanewon Ngaglik, menjelaskan bahwa LPTQ selain media untuk syiar agama, juga untuk menjaga kemurnian Al-Quran.

Ia juga menyampaikan bahwa Ngaglik punya banyak potensi baik di tingkat MTQ maupun di tingkat wilayahnya masing-masing.

“Potensinya ada di MTQ, tapi ada yang potensinya pengembangan di wilayahnya masing-masing. Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik sesuai relnya masing-masing sehingga tercapai apa yang diinginkan. Untuk itu perlu menggandeng MUI dan lembaga lain,” imbuh Fathoni.

Fathoni juga menjelaskan bahwa selama ini peserta maju MTQ masih didominasi pondok pesantren. Hal tersebut menurutnya tidak salah, namun ia berharap agar anak-anak di luar pondok pesantren juga dapat diberdayakan.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih, menyampaikan harapan bahwa dengan dibentuknya pengurus LPTQ maka akan mendapatkan kafilah-kafilah baru yang belum tergali karena  belum optimal dalam mencari kafilah baru peserta MTQ.

Siti juga mengingatkan LPTQ untuk bekerja sama dengan TPA dan takmir agar bisa mendapatkan peserta putra daerah.

“Karena santri pondok pesantren sering kali bukan putra daerah sehingga harus mengurus kependudukan terlebih dahulu,” jelas Siti.

Nur Haris Ali, Pengasuh Pondok pesantren Nurul Islahiyah Bakungan Ngemplak turut mengingatkan tentang pentingnya gerakan pendidikan Al-Quran. Terkait hal tersebut, harus dipahami bahwa gerakan MTQ tidak laku karena semua program kerjanya adalah program bukan gerakan.

“Beda program dengan gerakan terletak pada kepemilikan atas masalah. Kalau kita menganggap MTQ milik sesuatu, maka hanya fokus pada pemilik. Tapi jika menjadi gerakan, maka semua inisiatif harus dianggap milik bersama,” jelasnya lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Tingkatkan Herd Immunity, Kapanewon Cangkringan Gelar Vaksinasi Massal

Cangkringan – Kapanewon Cangkringan bekerja sama dengan Sentra Vaksinasi Serviam (SVS) menggelar vaksinasi massal yang disponsori oleh Klub Volkswagen (VW) dan PT. Guardian Pharmatama di Pendapa Kapanewon Cangkringan pada Jumat (15/10/2021) hingga Sabtu (16/10/2021).

Vaksinasi dengan target 2000 peserta ini diperuntukkan bagi masyarakat Kapanewon Cangkringan di 5 Kalurahan. Antusiasme masyarakat nampak terlihat dengan animo yang tinggi sejak digelarnya vaksinasi selama dua hari tersebut.

“Kami menyambut penuh suka cita dengan kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh SVS beserta tim. Tentunya kami, Kapanewon Cangkringan sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan pun berupaya mensosialisasikannya dengan sebaik-baiknya. Puskesmas serta seluruh perangkat kalurahan kami kerahkan untuk menyisirnya. Dan Alhamdulillah diperoleh warga masyarakat tervaksin,” ujar Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, saat ditemui Sabtu (16/10/2021).

Selain itu, Panewu Cangkringan menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi mulai dari hari pertama dan kedua ini berjalan sangat baik.

“Dengan jumlah peserta lansia, remaja, dan dewasa sangat optimal. Artinya, tidak didominasi oleh peserta dewasa saja, namun remaja dan lansia sangat bagus atensinya. Digelarnya pelaksanaan kegiatan ini diharapkan target warga tervaksin dapat mencapai diatas 80 persen,” pungkasnya.

Jenis vaksin yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah vaksin Sinovac. Pada hari pertama vaksinasi didapatkan 978 vaksinator dengan kategori pengulangan vaksin tahap 2 dan 15 orang menjalani vaksin tahap 1.

“Sejauh ini semua berjalan lancar, mudah-mudahan hari terakhir ini dapat memenuhi target,” ucap Melani, perwakilan dari Tim SVS.

Selain itu, ia berharap masyarakat Cangkringan bisa seluruhnya tervaksin, sehingga tercipta herd immunity dan akan lebih cepat pulih ketika terpapar virus.

Layanan vaksinasi dilakukan dengan tertib dan lancar dengan tenaga kesehatan yang didatangkan dari Biddokkes Polda DIY dan Puskesmas Cangkringan sebagai koordinator lapangan kepanjangan dari Kementerian kesehatan.

“Kegiatan vaksinasi ini merupakan gerakan dalam bentuk layanan keliling, mendekati serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Upaya jemput bola ini karena kesadaran masyarakat yang belum merata dan juga karena akses yang mungkin belum tertangani secara formal. Bahkan, kami juga hadir mendatangi dan memvaksinasi warga masyarakat di suatu tempat dengan menggunakan moda transportasi mobil VW. Seperti yang baru saja kami lakukan mendatangi salah satu warga Cangkringan di Dusun Balong, Umbulharjo,” ujar Andi, perwakilan SVS dan Tim VW.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, turut hadir meninjau pelaksanaan vaksin di Kapanewon Cangkringan dengan menyapa warga yang sedang melaksanakan vaksinasi.

“Vaksinasi ini hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga lereng Merapi, khususnya untuk warga lansia agar cakupan vaksinasi di Kapanewon Cangkringan semakin merata. Sehingga dengan hadirnya vaksinasi pada kesempatan ini menjadi lebih bagus lagi dan dapat memenuhi target,” imbuh Kustini. (Nuradi-KIM Sleman)




Kembangkan Desa Wisata dengan Perpaduan Antar Potensi yang Ada

Ngemplak – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Lembaga Wisata untuk Desa Mandiri Budaya di Pendopo Balai Budaya Wedomartani selama 5 hari dari Senin (11/10/2021) hingga Jumat (15/10/2021). Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari para pengurus Desa Mandiri Budaya Wedomartani dan tokoh masyarakat di Wedomartani, dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinpar DIY, Titik Sulistyani.

Dalam sambutannya, Titik mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu lokomotif yang dapat menggerakkan sektor perekonomian suatu daerah. “Dengan adanya pelatihan ini, peserta diajak untuk belajar membuat konsep Desa Wisata yang akan mendukung keberadaan Desa Mandiri Budaya,” ujar Titik.

Untuk menjadi Desa Mandiri Budaya yang sejahtera, sebuah Kalurahan harus memenuhi 4 pilar yaitu Desa Budaya, Desa Prima, Desa Preneur, dan Desa Wisata.

Dalam mengembangkannya, lanjut Titik, tidah cukup hanya dengan menjual potensi alam saja, namun kemasan yang ditawarkan juga harus baik dan adanya perpaduan antar potensi yang ada.

“Juga dengan memunculkan satu keunikan dari desa agar mudah dikenal masyarakat. Untuk itu, diperlukan sinergisitas antara budaya, usaha, dan potensi alam,” imbuh Titik.

Untuk itu, Titik berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan para peserta untuk berkontribusi dalam membangun sebuah desa wisata yang mampu mengakomodir semua potensi yang ada di Kalurahan Wedomartani. (Hastuti Setyaningrum/KIM Lumintu Ngemplak)




Dukung Ketahanan Pangan, Kapanewon Depok Lakukan Monev KWT

Lahan pertanian di wilayah Kapanewon Depok, Sleman sudah mulai terbatas sementara kebutuhan pangan semakin meningkat. Kelompok Wanita Tani (KWT) hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan dan permasalahan tersebut.

“Setiap rumah atau KK, dianjurkan untuk menanam minimal 3 jenis tanaman sayur dan buah, misal cabai, terong, tomat. Hal ini penting untuk menunjang program ketahanan pangan keluarga,” terang Isti Fajaroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok melakukan monitoring dan evaluasi (monev) KWT ke wilayah Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman (15/10/2021).

Monev dipimpin Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok bersama dengan Pengurus Paguyuban KWT Tri Satya Manunggal Kapanewon Depok, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPTD BP4 Wilayah VII, serta ulu-ulu masing-masing kalurahan.

Hari ketiga pelaksanaan monev, Jumat (15/10/2021), tim menyambangi KWT Lembayung, Padukuhan Kayen dan KWT Joho Mandiri, Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman.

“Selain untuk menunjang ketahanan pangan, dengan menanam tanaman dan pohon ini, juga membuat lingkungan menjadi lebih asri dan adem, banyak oksigen dihasilkan dari menanam tanaman,” imbuh Isti Fajaroh.

Ketua KWT Joho Mandiri, Purwanti Marjoko didampingi Dukuh Joho Retnaningsih, menyampaikan bahwa kendalanya mengelola KWT adalah lahannya yang masih menumpang di pekarangan salah satu warga, bukan lahan Tanah Kas Desa (TKD).

“Tanahnya bekas lahan diurug, jadi banyak batu-batunya, bukan lahan pertanian. Tentunya berpengaruh pada kesuburan dan hasil panen. Pernah dulu menanam bawang merah, hasilnya kecil-kecil,” jelas Purwanti kepada tim monev.

Selain itu, sinar matahari juga kurang lantaran di sisi selatan, utara, dan timur terhalang tembok rumah warga. Kondisi tersebut diakuinya menjadi penghambat produktivitas hasil pertanian yang ia dan kelompok garap.

Meski begitu, KWT Joho Mandiri tetap semangat untuk terus belajar, mencoba tanaman lain, mengikuti pelatihan, dan senantiasa mendapat pendampingan dari PPL BP4 Wilayah 7 dan pembinaan dari PPPPTK Matematika yang sudah merintis pemanfaatan tanaman dalam pembuatan kain ecoprint.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Paguyuban KWT Tri Satya Manunggal, Wahyu Hanani, mencoba memberi solusi dengan menerapkan penanaman sistem vertikultur, hidroponik, dan mengoptimalkan setiap ruang pekarangan rumah warga untuk ditanami tanaman sayuran.

“Selain itu bisa dengan pergola, polybag, dan bisa memberdayakan masyarakat jika setiap rumah menanam tanaman,” kata Wahyu Hanani.

Kunjungan tim ini juga dilaksanakan dalam rangka pembinaan kepada KWT di tiga kalurahan selama tiga hari, pada Selasa, Kamis, dan Jumat, dengan masing-masing dua KWT di setiap kalurahan yang dijadikan sampel monev.

Monitoring sebelumnya, Kamis (14/10/2021), tim mengunjungi KWT Sri Kandi, Padukuhan Mrican dan KWT Jasmine, Padukuhan Nologaten. Sedangkan pada hari pertama, Selasa (13/10/2021), tim berkunjung ke KWT Ngudi Makmur Padukuhan Nayan dan KWT Tombo Ati Padukuhan Corongan di wilayah Kalurahan Maguwoharjo. (Andri Afriyanto/KIM Depok)