Kakanwil Kemenag DIY Resmikan Asrama Al Uswah MAN 1 Sleman

Godean – Masmin Afif, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta meresmikan Asrama Al-Uswah MAN 1 Sleman. Asrama yang dibangun dengan nuansa rumah jawa ini terletak di Dusun Tinom, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean Sleman. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Aula MAN 1 Sleman, Kamis (28/10/2021).

H. Soir, Kepala MAN 1 Sleman menjelaskan, asrama yang bernuansa tradisional Jawa ini dapat menampung hingga 60 siswa. 

“Siswa yang tinggal di asrama ini tidak dipungut dibiaya sama sekali. Untuk operasional didukung hasil pemngumpulan zakat, infak dan sodakoh dari para guru pegawai dan para donatur,” terang Kamad.

Sementara itu, kepala asrama, Asniar, mengatakan bahwa santri asrama berasal dari berbagai daerah. Mereka merupakan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi namun mempunyai prestasi di sekolah atau madrasahnya. Oleh karena itu, beberapa program bertujuan untuk mendidik agar mereka mempunyai kemandirian. 

“Kita menyiapkan beberapa program seperti Tahsin Quran, tahfidzul Quran, Bahasa Arab, Kajian Kitab Turots, pembinaan ibadah yaumiyyah, dan pembinaan kemandirian santri,” ungkap Asniar. (Edy / KIM Moyudan)




Kolaborasi KIM dan Pemerintah Kapanewon dalam Penyediaan Informasi

Seyegan – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Seyegan menggelar rapat koordinasi dengan Panewu Seyegan, Yakti Yudanto di Ruang Pertemuan Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (28/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Yakti mengatakan bahwa pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk koordinasi kembali antara kapanewon dengan KIM dalam melakukan aktivitas, setelah masa pandemi.

“Karena selama pandemi informasi tidak sepenuhnya berjalan lancar, karena tidak bisa bertemu secara tatap muka,” ujar Yakti.

Menurutnya, banyak informasi penting yang dapat disampaikan kepada masyarakat luas, seperti potensi suatu daerah dalam hal wisata, kuliner, maupun kerajinan masyarakat.

“Itu bisa diupdate baik dari KIM dan juga di website kalurahan. Dengan narasi yang menarik, bisa menjadi konsumsi khalayak umum dan sekaligus dapat mengekspose kegiatan UMKM yang berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, Yakti berharap KIM Seyegan untuk dapat menentukan langkah ke depannya seperti apa, dan kapanewon akan siap memfasilitasi segala kegiatan penyebaran informasi yang akan dilakukan.

Sementara itu, Noor Hidayati Zakiyah Pramulasari, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman yang hadir dalam rapat mengharapkan kapanewon dan KIM dapat berkolaborasi dalam menyebarkan informasi yang akan disebar.

“Selain menjadi kontributor berita dan foto pada Media Center Sleman dan Info Publik, KIM juga bisa menjadi kontributor berita website kapanewon, dan kader penyebaran informasi,” ujar wanita yang biasa disapa Ida.

Dengan begitu, lanjut Ida, KIM dapat menjadi salah satu solusi kapanewon dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, karena keterbatasan SDM yang dialami. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Cek Pembangunan Fisik, Lurah Caturtunggal Sambangi Padukuhan Kledokan

Kegiatan Sambang Padukuhan oleh Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Jumat (29/10) pagi, dipimpin langsung oleh Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, bersama pamong dan lembaga serta tokoh masyarakat setempat di Padukuhan Kledokan.

Bertempat di Balai Padukuhan Kledokan sebagai titik kumpul, Sambang Padukuhan tersebut mengelilingi wilayah Padukuhan Kledokan untuk bersilaturahmi bersama masyarakat untuk menyampaikan pesan perilaku hidup sehat serta protokol kesehatan.

Kegiatan tersebut juga diselenggarakan dalam rangka melakukan pemantauan serta pengecekan bantuan dari Kalurahan yang telah diwujudkan padukuhan dalam bentuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Pada kegiatan tersebut juga disampaikan bantuan sebanyak 50 paket sembako yang merupakan kerja sama antara pemerintah kalurahan dengan Nest Farm kepada warga pra sejahtera Padukuhan Kledokan.

“Paket sembako tersebut merupakan CSR bentuk kepedulian Nest Farm kepada masyarakat,” ungkap Finestro Alqodri selaku Direktur Nest Farm.

Lebih lanjut, Agus Santoso berharap melalui kegiatan Sambang Padukuhan yang dilakukan secara berkesinambungan ini dapat menjadikan Kalurahan Caturtunggal lebih kuat ke depannya. (Danang/KIM Depok)




Peringati Sumpah Pemuda dengan Lomba Cipta dan Baca Puisi

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Perpustakaan Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi untuk anak usia sekolah dasar se-Kalurahan Caturharjo. Lomba yang mengusung tema Aku dan Caturharjo ini digelar di Halaman Perpustakaan Kalurahan Caturharjo, Kamis (28/10/2021).

Titian, Ketua Panitia Lomba mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 27 orang peserta. Seluruh peserta yang mendaftar melewati tahapan seleksi terlebih dahulu dengan mengirimkan naskah cipta puisi dan video penampilan mereka. “Setelah tahapan seleksi, peserta disaring menjadi 5 finalis yang akan tampil langsung (secara offline),” jelas Titian.

Titian menuturkan Hari Sumpah Pemuda diambil sebagai momentum pelaksanaan lomba untuk membangkitkan kembali semangat literasi dan membaca masyarakat setelah diterpa wabah COVID-19.

Sementara itu, Lurah Caturharjo, Agus Sutanto mendukung penuh pelaksanaan lomba ini. Ia mengatakan bahwa Kalurahan terus berfokus untuk mengajak masyarakat agar meningkatkan minat membaca mereka sebagai upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

“Kegiatan lomba seperti ini dapat mendorong semangat berliterasi, baik bagi pengelola perpustakaan kalurahan, maupun bagi warga masyarakat,” ujar Agus sembari membuka pelaksanaan lomba.

Setiap peserta yang lulus seleksi tahap awal kemudian diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuan masing-masing di depan para juri, yaitu Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Sleman Nuradi Indrawijaya, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kersipan Sleman Ratih Wulandari, serta Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY Shevia Az-Zahra.

Setelah melalui proses penjurian, terpilih sebagai juara 1 lomba cipta dan baca puisi adalah peserta bernama Arkan Al Barra Perwira dengan karya puisinya yang berjudul Caturharjo Mengaji. Untuk juara 2 diraih oleh Hilwa Rasyidah Najla dengan karya puisinya yang berjudul Caturharjo Desaku dan Penuh Asa. Sementara untuk juara 3, diraih oleh Shevanna Alinka Nastangin dengan karya puisinya yang berjudul Catuharjo yang Asri.

Masing-masing pemenang kemudian memperoleh trofi dan uang pembinaan dari Perpustakaan Kalurahan Caturharjo.

Pelaksanaan lomba ini mendapatkan tanggapan positif dari Rahman Subadi, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba karena dapat meningkatkan minat baca masyarakat. “Pelaksanaan lomba ini mengusung peran perpustakaan kalurahan dalam meningkatkan minat baca, sekaligus memperkenalkan kegiatan literasi di Perpustakaan Kalurahan Caturharjo,” ungkap Rahman. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Kenalkan Gamelan Pada Kaum Milenial untuk Jaga Kelestarian Seni Karawitan

Gamping – Untuk mengenalkan dan melestarikan kesenian karawitan yang merupakan salah satu jenis kesenian tradisional Jawa yang saat ini mulai tergeser oleh aliran musik modern di generasi milenial, Sanggar Budaya Widya Pramana yang terletak di bilangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman membuka kesempatan bagi kaum milenial yang tertarik dengan seni karawitan untuk dilatih menjadi seniman karawitan yang mumpuni.

Berdasar keterangan dari Penanggung Jawab Sanggar Budaya Widya Pramana, Haryo Tedjo saat dijumpai di kediamannya di Cokrowijayan, Kamis (28/10/2021), Sanggar Budaya yang berdiri pada tahun 2006 ini memiliki beberapa program kegiatan, antara lain pelatihan seni pedalangan, macapat, karawitan dan tosan aji.

Adapun kegiatan pelatihan seni karawitan yang dimentori oleh Damar Asmoro dilakukan setiap hari Kamis dan Sabtu, dari pukul hingga AWIB. Pelatihan karawitan dilakukan dengan praktik langsung menggunakan perangkat gamelan Jawa lengkap sebagai salah satu bentuk kegiatan nyata guna menjaga kelestarian seni karawitan dan mengenalkan gamelan kepada anak-anak usia muda.

“Pembinaan seni karawitan bagi generasi milenial ini dapat terlaksana dengan baik lantaran Sanggar Widya Pramana telah memiliki perangkat gamelan laras pelog dan slendro lengkap berkat bantuan dari PLN Peduli yang diberikan pada tahun 2018 dan 2019 silam,” sambung Haryo.

Selain itu, dengan adanya mentor yang membimbing dan mengarahkan saat berlatih diharapkan dapat mendorong semangat para generasi milenial guna menimba wawasan pengetahuan dan keterampilannya dalam memainkan gamelan dengan benar.

“Pelatihan karawitan bagi anak-anak muda sangat bermanfaat karena menabuh gamelan tidak hanya belajar supaya terampil memainkan alat musik tradisional saja melainkan juga untuk menciptakan kekompakakan serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap orang lain,” lanjut Haryo.

Sanggar budaya yang saat ini memiliki anggota sebanyak 21 anak muda dan 18 orang dewasa memiliki prestasi yang cukup bagus karena pernah dinobatkan sebagai nominator pilihan dewan juri dan panitia dalam lomba karawitan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 lalu. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)