Kalurahan Margomulyo Gelar Bimtek bagi KPPS Cadangan dan KPPS Keliling

Margomulyo – Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Margomulyo secara khusus melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) cadangan dan KPPS keliling se-Wilayah Margomulyo. Bimtek yang dilaksanakan pada hari Kamis (7/10/2921) tersebut diikuti oleh 4 orang KPPS Cadangan, 6 orang KPPS Keliling, 2 orang Tenaga Teknis Lapangan (TTL) Cadangan, 1 orang TTL Keliling dan 3 orang Keamanan.

“Secara teknis tupoksi dari kedua KPPS tersebut tidaklah berbeda dengan KPPS yang bertugas di setiap TPS, namun ada yang berbeda mengenai konsep tugasnya,” ujar Mulyono, Ketua Panitia Pilur Margomulyo.

Mulyono menyampaikan bahwa KPPS yang tidak dapat melaksanakan ketugasannya karena sakit, isolasi mandiri atau berhalangan tetap akan diganti oleh KPPS Cadangan.

Adapun secara konsep KPPS Cadangan dibentuk oleh Panitia Pilur Kalurahan, dapat ditempatkan diluar Kalurahan setempat tapi masih dalam satu Kapanewon, dan menguasai 3 ketugasan (verifikasi, token generator dan bilik).

Sedangkan KPPS Keliling melaksanakan tugasnya bila pemilih karena sakit, lanjut usia, berkebutuhan khusus atau disabilitas dan dipastikan tidak dapat mendatangi TPS untuk memberikan hak pilihnya maka dapat dilayani oleh KPPS Keliling dengan cara mendatangi pemilih di rumah atau kediamannya.

Ditambahkan oleh Mulyono, konsep KPPS Keliling ini adalah melayani 10 TPS untuk 1 KPPS Keliling dengan mendatangi rumah pemilih yang tidak bisa hadir di TPS. “Pendaftaran layanan KPPS Keliling maksimal H-1 sebelum pemungutan suara,” ujar Mulyono.

Kegiatan Bimtek bagi KPPS Cadangan dan Keliling ini menghadirkan Tenaga Teknis Utama (TTU) sebagai Narasumber yaitu Herbudi Tri Wibowo dan Hanang Budiarto. Secara detail dijelaskan tentang prosedur dan teknis yang dilakukan oleh KPPS dimulai dengan tupoksi masing-masing petugas dan simulasi pelaksanaan selama bertugas. Dijelaskan juga bahwa pada H-1 dilakukan gladi bersih yang bertujuan untuk mengoperasikan seluruh perangkat (pengujian) dan gladi bersih ini hanya dilakukan oleh anggota KPPS.

Sementara pada hari pemungutan, kegiatan dimulai dengan persiapan pada pukul , pengucapan sumpah dan janji KPPS, kegiatan uji fungsi perangkat, pengosongan data base dan pengecekan kotak audit, kegiatan pemungutan suara pada pukul , sampai penutupan dan penghitungan suara di balai Kalurahan pada pukul wib. Kegiatan rekapitulasi kehadiran pemilih dilakukan juga di Kalurahan sekaligus untuk pengembalian perangkat.

Kegiatan bimtek dimulai pada pukul ini diakhiri pada pukul wib. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)




Bangkitkan Semangat Berinfak Melalui Kegiatan Jumat Berkah

Sleman – Selain menjadi tempat peribadatan, keberadaan masjid juga dimanfaatkan warga sebagai tempat untuk berbagi dan menyebar manfaat untuk sesama. Salah satunya yang dilakukan warga Sidoharjo, yang rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah di Masjid At-Taqwa Sidoharjo, Kendal, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman.

“Kegiatan Jumat Berkah ini telah berlangsung sejak tahun 2018, dan rutin berjalan berkat dukungan dari takmir dan jemaah setempat,” ujar Hanafi, Takmir Masjid At-Taqwa kepada kontributor saat ditemui pada Jumat (8/10/2021).

Program yang dilakukan setiap selesai salat Jumat ini, lanjut Hanafi, dapat menumbuhkan semangat jemaah untuk berinfak, baik dalam bentuk donasi uang maupun makanan siap saji.

Hanafi mengakui, kegiatan ini sempat berhenti selama hampir 2 tahun saat pandemi COVID-19. “Namun seiring dengan kondisi yang semakin membaik, program ini kembali dijalankan selama sekitar 1 bulan terakhir,” tambahnya.

Pada pelaksanaan Jumat Berkah tanggal 8 Oktober 2021, ada 100 kotak nasi yang disediakan oleh pengurus takmir masjid yang dibagikan kepada para jemaah.

“Dengan kegiatan ini harapannya diterima oleh semua pihak dalam upaya memakmurkan masjid, di samping kegaitan rutin lain seperti sholat jama’ah dan pengajian serta lainnya dengan tetap memperhatikan prokes tentunya. Semoga ini menjadi awal untuk semangat kembali memakmurkan masjid,” tambah Hanafi. (Arief Hartanto)  




Disperindag Sleman Gelar Bimtek Kemasan bagi Pelaku IKM Kapanewon Cangkringan

Dalam rangka memberikan pengetahuan serta keterampilan desain kemasan produk bagi pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemasan bagi IKM pangan di Kapanewon Cangkringan.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kapanewon Cangkringan dalam empat sesi, yaitu pada 30 September, 1 Oktober, 7 Oktober, dan 8 Oktober 2021 serta diikuti sebanyak 20 peserta yang merupakan anggota Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.

Bimtek tersebut digelar sebagai wujud dukungan Disperindag Sleman pada kemajuan IKM pangan khususnya Kapanewon Cangkringan serta upaya percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Sementara materi kemasan yang dipaparkan pada bimtek tersebut dipilih mengingat selera konsumen saat ini tidak terbatas pada rasa saja, tetapi juga dari sisi kemasan yang ditawarkan. Selain memberikan nilai estetika produk, kemasan juga dianggap dapat memberikan informasi tentang produk tersebut. 

Rahmat, narasumber dari Seksi Pengawasan dan Pengendalian Usaha Industri Disperindag Sleman, menjelaskan bahwa kegiatan bertujuan agar para pelaku IKM yang ada di Kapanewon Cangkringan tidak hanya menekuni olahan saja, namun juga pada perbaikan serta inovasi kemasan.

Hal tersebut disampaikan Rahmat karena masih banyak pelaku IKM yang menggunakan kemasan yang tidak sesuai dengan standar dari Kementerian Perdagangan.

“Barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, berkenaan dengan label produk, banyak kemasan dari pelaku IKM yang belum mencantumkan informasi yang jelas bagi konsumen. Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas produk wajib memastikan produk yang dikemas tersebut memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya.

“Kuantitas barang tidak boleh berbeda dengan label agar tidak merugikan konsumen,” jelasnya.

Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, berharap bahwa kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan dapat diimplementasikan oleh masyarakat pelaku IKM agar bisa bersaing dengan produk lainnya  di pasar

Selain itu, ia juga berharap agar para peserta bimtek dapat mempromosikan produk lokal Cangkringan sehingga kondisi ekonomi masyarakat Cangkringan dapat pulih kembali.

“Bimtek ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku IKM, karena mendapatkan berbagai informasi serta keterampilan membuat kemasan yang menarik dan sesuai dengan standar yang seharusnya,” ujar Inas, salah satu peserta yang juga Ketua Forkom UMKM Kapanewon Cangkringan.

Selama empat hari pertemuan bimtek, peserta diberikan sesi brainstorming, perancangan serta desain kemasan, revisi desain kemasan, pembuatan prototipe kemasan, dan foto produk.

Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi, keamanan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, persyaratan, informasi, labelling dan desain kemasan. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Percasi Cangkringan Gelar Audiensi dengan Kapanewon

Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Cangkringan melakukan audiensi dengan Panewu Cangkringan di Kantor Kapenewon Cangkringan pada Jumat (8/10/2021). Sejumlah pengurus Percasi yang hadir diterima dan ditemui langsung oleh Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono didampingi Kepala Jawatan Sosial.

Dalam audiensi tersebut, Nuradi selaku Ketua Percasi Cangkringan menyampaikan bahwa telah terbentuk kepengurusan Percasi Kapanewon Cangkringan melalui Surat Keputusan Nomor 014/PERCASI Sleman/2021 tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus Perkumpulan Catur (Perca) Ranting Percasi Kapanewon Cangkringan Masa Bakti 2021-2025 pada 24 September 2021 lalu.

Menanggapi SK tersebut, Djaka mengharapkan agar Percasi Cangkringan benar-benar dapat menumbuhkan semangat berolahraga catur masyarakat di wilayah Cangkringan.

“Kami merasa senang dengan terbentuknya kepengurusan bidang catur ini. Dipersilakan gedung kapanewon untuk dapat digunakan sebagai tempat berlatih juga bisa digunakan sebagai sekretariat Percasi Cangkringan,” ujarnya.

Djaka menambahkan, sebagai Pembina Percasi sekaligus Panewu Cangkringan, ia berupaya untuk mengoordinasikan instansi maupun lembaga yang ada di Cangkringan untuk mendukung kemajuanolahraga catur ini.

Dalam kesempatan yang sama, Nuradi mengutarakan beberapa program yang akan dilaksanakan, yaitu penjaringan bibit atlet yang ada di ada Kapanewon Cangkringan dengan melakukan pendataan bekerjasama dengan sekolah yang ada di wilayah Cangkringan yaitu SD/MI dan SMP/MTs.

Selain itu, Percasi juga berencana untuk mengadakan pelatihan yang dipusatkan di Kapanewon Cangkringan, bekerja sama dengan Percasi Sleman.

Hal ini ditanggapi dengan baik oleh Hermanto selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Cangkringan. Hermanto menyatakan bahwa pihaknya akan membantu memfasilitasi tempat pertandingan catur jika ada kompetisi.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menghubungkan para pihak terkait yang bisa memberikan dukungan sarana dan prasarana olah raga catur, terutama kepada pemerintah kalurahan yang dapat memberikan informasi siapa saja yang memiliki potensi sebagai atlet catur di tingkat kalurahan. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Dukung Program Pecah Ranting Hiburane Rakyat, TP PKK Kapanewon Depok Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

Guna memberikan pemahaman dan bentuk penyebarluasan informasi terhadap kebijakan pemerintah di bidang penanganan gizi buruk, Tim Penggerak PKK Kapanewon Depok menggelar pertemuan rutin pada Jumat (8/10/2021).

Pertemuan tersebut mengangkat materi sosialisasi pencegahan stunting yang digelar di Gedung Pertemuan PKK Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Sleman.

Sosialisasi ini merupakan upaya penyebarluasan informasi dan mendukung program Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat (Pecah Ranting Hiburane Rakyat).

“Stunting dapat memberikan dampak bagi kesehatan bayi dan anak, baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Dampak jangka pendek, apabila tidak dicegah dan ditangani, bisa memberikan dampak bagi perkembangan akal, tumbuh kembang anak, maupun perkembangan motorik pada bayi,” kata Adi Nugrahwati selaku pemateri dari Puskesmas Depok III.

Lebih lanjut, Adi Nugrahwati menjelaskan bahwa dampak jangka panjang stunting adalah tingkat kecerdasan rendah, prestasi belajar buruk, prestasi kerja juga buruk.

“Tentunya nanti bisa kalah saing di dalam mencari kerja, malas gerak karena kurang produktif,” terangnya.

Gejala stunting sendiri bisa diketahui dari tanda lingkar lengan kurang dari 25 cm. Sementara beberapa penyebab stunting antara lain karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ASI, asupan gizi selama kehamilan kurang, kondisi kemiskinan, dan faktor lingkungan.

“Selama masa kehamilan, ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang, hindari makanan yang mengganggu penyerapan zat besi, dan periksa secara rutin,” tandas Adi Nugrahwati.

Upaya yang dilakukan bagi remaja perempuan untuk mencegah kemungkinan tersebut bisa dengan mengkonsumsi tablet tambah darah satu minggu sekali.

“Kita punya program pendukung Getar Thala, yaitu Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan Thalasemia,” imbuhnya.

Memanfaatkan potensi bahan pangan lokal, menghindari konsumsi teh, kopi, coklat, merupakan upaya untuk mendukung Getar Thala yang muaranya mendukung pencegahan stunting.

Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, tentunya ini berdampak pada peningkatan ekonomi para petani. Sehingga, perekonomian berputar dan meningkatkan pendapatan petani.

Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting melalui Program Pecah Ranting Hiburane Rakyat ini harus melibatkan banyak pihak.

Selain dari pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, dan Dinas Sosial, perlu juga untuk melibatkan elemen kelompok masyarakat seperti petani, pedagang, TP PKK, kader, relawan, dan masyarakat luas.

Kolaborasi yang baik tersebut diharapkan stunting dapat tertanggulangi. Untuk itu dalam acara tersebut, TP PKK Kapanewon Depok menggandeng mitra seperti UPT Pelayanan Pendidikan, KUA, TP PKK Kalurahan, maupun Puskesmas. (Andri Afriyanto/KIM Depok)