SSB Gelora Muda Juara Liga Dispora Kabupaten Sleman

Sleman – Sekolah Sepak Bola (SSB) Gelora Muda keluar sebagai juara I Liga Dispora U-11 Kabupaten Sleman Tahun 2021, Kamis (7/10/2021). Raihan juara tersebut dipastikan setelah SSB asal Kapanewon Ngaglik ini memenangkan drama adu pinalti melawan SSB Angkatan Muda Seyegan (AMS) dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu 2×10 menit di Stadion Tridadi, Sleman.

Hasil tersebut memaksa SSB AMS meraih juara kedua dalam liga ini. Sementara untuk juara ketiga dan keempat diraih oleh SSB Bintang Putra Mlati (BPM) dan SSB Real Madrid Foundation UNY setelah SSB BPM mengalahkan SSB Real Madri Foundation dengan skor 2-0.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang hadir secara langsung pada pertandingan final tersebut memberikan selamat pada tim yang telah berhasil meraih juara. Prestasi yang telah diraih ini menurutnya merupakan buah dari latihan, kedisiplinan, semangat sportivitas serta kerja sama tim yang baik. Terlebih lagi tujuan  penyelenggaraan Liga Dispora Tahun 2021 ini merupakan salah satu sarana dan upaya pembinaan bagi para calon atlet sepak bola di masa mendatang.

Danang menuturkan, keberhasilan pembinaan atlet-atlet kita tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan lengkapnya sarana-prasarana latihan. Namun juga dipengaruhi oleh kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi guna menambah pengalaman dan mematangkan teknik dan strategi yang telah diberikan pelatih di masing-masing SSB.

“Saya harapkan prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada waktu-waktu mendatang,” ujar Danang.

Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agung Armawanta mengatakan liga ini diikuti oleh 17 SSB yang berada di Kabupaten Sleman.  Pertandingan dilaksanakan mulai 4-7 Oktober 2021 di Stadion Tridadi Sleman.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan bakat dan minat dalam bidang olahraga serta meningkatkan prestasi olahraga sepakbola usia dini,” kata Agung. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Salurkan Bantuan Bagi Balita Penderita Kelainan Jantung

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo untuk Salma Qois Habibah, bayi berusia 2 bulan yang menderita penyakit kelainan jantung. Penyerahan bantuan dilakukan saat Kustini mengunjungi Salma di Dusun Gondang RT 03, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (6/10/2021).

Anak dari pasangan Sriyanto dan Nyarmi Lestari ini divonis menderita penyakit kelainan jantung setelah mendapatkan penanganan medis di RSA UGM beberapa waktu yang lalu. Salma Qois Habibah juga sempat mendapatkan tindakan medis yaitu pemasangan cincin di bagian pembuluh darah yang mengarah ke Jantung di RSUP Sardjito sebagai tindakan medis pertama dari tiga tahapan medis yang perlu dilakukan terhadap Salma.

Sriyanto menuturkan bahwa tindakan medis lainnya yang perlu dilakukan bagi anaknya perlu dilakukan di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta sesuai dengan saran dokter. Sriyanto yang diketahui kesehariannya bekerja serabutan mengaku mengalami kendala biaya untuk membawa anaknya ke Jakarta agar mendapatkan tindakan medis selanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang datang untuk melihat secara langsung kondisi Salma Qois Habibah memberikan dukungan dan bantuan sebesar 10 Juta Rupiah untuk membantu meringankan beban orang tua Salma Qois Habibah.

Lebih lanjut, Kustini juga menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan memfasilitasi terkait operasional yaitu tempat tinggal sementara di Kantor Perwakilan Sleman (Rumah Dinas) yang berada di Jakarta beserta kendaraan operasionalnya.

“Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan membantu keberangkatan juga memfasilitasi tempat tinggal sementara selama di Jakarta karena untuk tindakan medis sudah ada BPJS yang mengakomodir,” jelasnya. (Humas Sleman)




Jaga Kebugaran Jiwa dan Raga dengan Senam Yoga

Gamping – Guna menjaga kebugaran jiwa dan raga para relawan setelah menunaikan tugas kemanusiaan, Komunitas Kekandhangan Banyuraden berkolaborasi dengan Rumah Inspirasi Jogja (Rumijo) mengadakan kegiatan senam Yoga yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Rabu (6/10/2021) sore. Kegiatan diikuti oleh 10 relawan dibawah arahan langsung  pendiri Rumijo, Filiana Dewi selaku instruktur Yoga.

“Yoga adalah olahraga yang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan secara fisik dan mental karena dapat menjadikan tubuh kita rileks, menghilangkan ketegangan tubuh, dan membuat pikiran tenang, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan apabila dilakukan secara kontinyu,” ucap Dewi dihadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa Yoga sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh, memperbaiki postur tubuh, serta menjadikan tubuh bertambah kuat. Selain itu, dengan melalukan Yoga bisa meningkatkan jangkauan gerak, dan membuat tubuh menjadi lentur bahkan ada gerakan tertentu yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Di sela-sela pelaksanaan senam Yoga, Koordinator Komunitas Kekandhangan, Samastha menyampaikan bahwa para relawan perlu mengikuti senam Yoga agar kebugarannya terjaga. Bahkan dengan melakukan gerakan yoga tertentu seperti ‘plow’ dapat membantu dalam peningkatan sistem metabolisme dan menjaga keseimbangan tubuh.

“Sebetulnya rencana kegiatan senam Yoga ini sudah dirancang beberapa bulan yang lalu. Namun baru terlaksana di bulan Oktober tahun 2021 karena kesibukan para relawan dalam penanganan bencana non alam COVID-19,” ujar Samastha.

Dirinya juga berharap agar senam Yoga dapat dijalankan secara rutin di komunitasnya lantaran sangat berguna bagi kesehatan relawan di segala usia dalam membantu proses pemulihan kebugaran apabila dilakukan secara rutin dan teratur. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Antisipasi Bencana, Kapanewon Gamping Siapkan Kepengurusan FPRB

Gamping – Guna mempersiapkan pengukuhan kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi dalam mengurangi risiko bencana, Pemerintah Kapanewon Gamping menyelenggarakan pertemuan bersama segenap komunitas relawan yang dilaksanakan di ruang rapat lantai II Kantor Panewu Gamping, Rabu (6/10/2021).

Kegiatan diikuti oleh perwakilan komunitas relawan yang berasal dari Tim Reaksi Cepat, TKD Mitra Babinsa, Dharma Laku, Sigap 1011 Somojoyo, Tagana, RAPI, Srikandi, Merapi, Karbolo, Sahular, Lowo Rescue, Geplakan Siap Siaga, Garda Aksi Sosial Rescue, Senkom Mitra Polri, Rescue 920, Satuan Relawan Trihanggo, Tabah Rescue, Karang Taruna, serta Kelompok Informasi Masyarakat yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.

Diskusi yang dipandu oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi ini juga dihadiri oleh Panewu Gamping, Sarjono, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu Subilal, dan Bati Komsos Koramil 17/GP, Serma Dalijo.

Sebagai pemantik diskusi terkait kerelawanan, Panewu Gamping Sarjono mengungkapkan bahwa di dalam situasi yang genting dalam menghadapi wabah COVID-19 beberapa bulan silam sangat dibutuhkan peran serta dari para relawan. Keterlibatan dalam hal kemanusiaan ini juga perlu dilakukan oleh para pengusaha seperti pengadaan armada ambulans yang sangat diperlukan dalam operasional penanganan warga terpapar Covid-19 agar mendapatkan penanganan medis yang cepat.

“Selain Posko untuk relawan sebagai pusat informasi, perlu adanya anggaran yang dapat dipergunakan sebagai fasilitas operasional ketugasan relawan dan pelaksanaan piket harian untuk mempermudah koordinasi pengurangan risiko bencana di wilayah Kapanewon Gamping,” tutur Sarjono.

Hal senada disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi. Menurutnya, FPRB dimaksudkan untuk memberikan informasi, pengawasan, fasilitasi, dan konsultasi yang dimungkinkan dapat meminimalisir risiko bencana, sehingga terbentuk komunitas yang tanggap dan tangguh terhadap penanganan bencana alam maupun non alam yang terjadi.

“Saya harap setelah dikukuhkan nanti kepengurusan FPRB segera menyusun program kerja yang terukur dan terarah terkait pengurangan risiko bencana sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di lapangan agar fungsinya sebagai wadah yang dapat menyatukan berbagai komunitas relawan yang bergerak dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Baznas Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk 1000 Kyai dan Santri

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman kembali menggelar vaksinasi massal untuk Kyai dan Santri di MTs Pamulangan yang terletak di Jetis, Kapanewon Mlati, Sleman, Rabu (6/10/2021). Vaksinasi dosis pertama tersebut diberikan kepada 1000 Kyai dan Santri Yayasan Pamulangan Jetis Yogyakarta.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang meninjau langsung vaksinasi mengapresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah bahu membahu untuk mendukung program vaksinasi Pemerintah khususnya Baznas pada kesempatan ini

“Tanpa dukungan dari elemen masyarakat seperti ini. Vaksinasi tidak akan berjalan cepat dengan hanya mengandalkan pemerintah saja,” ucapnya.

Lebih lanjut Kustini menyampaikan vaksinasi di Kabupaten Sleman telah dosis pertama mencapai 76%, dan dosis kedua mencapai 44%. Sedangkan dosis ketiga bagi tenaga kesehatan dan pelayanan umum telah mencapai 90%. “Capaian target vaksinasi ini sangat berdampak kepada penurunan status PPKM di wilayah Sleman,” ungkapnya.

Kustini juga menyebut meskipun capaian vaksinasi di Sleman terus meningkat sesuai dengan target, dan tetap harus terus diiringi dengan upaya lain seperti tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Vaksinasi ini sendiri merupakan bagian dari program Kita Jaga Kyai Baznas yang diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin. Program ini juga didukung oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah, Persis, PUI, serta berbagai ormas Islam lain.

Banyaknya ulama yang wafat akibat terpapar COVID-19 menjadi salah satu pendorong diluncurkan program Kita Jaga Kyai, yang terdiri dari dukungan vaksinasi. Program ini menjadi salah satu upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Baznas Kabupaten Sleman ikut mendukung program “Kita Jaga Kyai” yang diluncurkan oleh Baznas Pusat. Program vaksinasi kali ini di targetkan untuk 1000 orang Kyai dan Santri Yayasan Pamulangan Jetis Yogyakarta, vaksinasi dilaksanakan di MTs Pamulangan, Jetis 04/32 Rejek Lor, Tirtoadi, Mlati, Sleman.

Kriswanto, Ketua Baznas Sleman menuturkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar 1 Milyar Rupiah untuk membantu Pemerintah Kabupaten dalam menangani pandemi COVID-19.

“Dana ini bersumber dari Zakat, Infak dan Sedekah ASN Pemerintah Kabupaten Sleman, pengusaha dan warga Kabupaten Sleman yang dihimpun oleh Baznas Kabupaten Sleman. Semoga dengan program ini dapat memberikan kemanfaatan bagi warga masyarakat Kabupaten Sleman yang membutuhkan,” imbuh Kriswanto.