Panpilur Margomulyo Gelar Kampanye Dialogis Calon Lurah

Seyegan – Adem, ayem, tentrem, aman, dan lancar. Itulah yang diharapkan oleh Yakti Yudanto, Panewu Seyegan terhadap pelaksanaan Pemilihan Lurah Margomulyo pada acara Kampanye Dialogis Pemilihan Lurah Margomulyo di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Rabu (27/10/2021).

Yakti menyampaikan apresiasinya kepada para calon lurah yang telah menyampaikan visi dan misi mereka masing-masing. Ia berpesan agar setiap pihak dapat menjaga kerukunan dengan tidak berbuat sara. “Ayo ikuti kampanye untuk saling menghormati salah satu tahapan pesta demokrasi dengan mencermati visi dan misi yang diusung oleh masing-masing calon lurah,” ujarnya.

Tahapan kampanye dialogis ini merupakan agenda wajib yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur). “Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan yang digelar ini,” ungkapnya.

Selain secara langsung, masyarakat dapat mengikuti kampanye yang dilakukan secara virtual, melalui kanal youtube Kalurahan Margomulyo.

Visi dan misi yang disampaikan oleh para Calon Lurah sendiri mencakup masalah peningkatan perekonomian kalurahan, peningkatan peran UMKM, budaya lokal, pemberdayaan wanita, pelatihan pemuda, tata kelola pemerintahan, BUMDes yang profesional, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan kelembagaan.

Pada kesempatan tersebut juga dibuka sesi pertanyaan dari audiens yang mengikuti kampanye. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Posyandu Kasuari Wakili Sleman dalam Lomba Posyandu Tingkat DIY

Sleman – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kasuari, di Dusun Malangrejo, Kalurahan Ngemplak, mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba Posyandu tingkat DIY Tahun 2021. Rabu (27/10/2021), Tim evaluasi dari DIY melakukan verifikasi langsung di Dusun tersebut dan disambut oleh Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Aji Wulantara.

Ketua Tim Juri Evaluasi Sukamto menyampaikan bahwa lomba posyandu kali ini difokuskan pada pengelola posyandu di tingkat kalurahan. Kegiatan lomba ini juga sekaligus disertai kegiatan pemantauan eksistensi kelompok kerja operasional (pokjanal) posyandu di kabupaten, kapanewon dan pokja posyandu kalurahan.

“Pemantauan terkait program kerja, kegiatan serta dukungan anggaran untuk operasional pokjanal posyandu,” ujar Sukamto.

Ia berharap melalui lomba pengelolaan posyandu tersebut mampu mendukung proses penguatan kelembagaan pokjanal dan pokja posyandu. “Sehingga dinamika pembangunan dibidang kesehatan semakin kokoh serta mampu menciptakan kekuatan swadaya dan gotong royong masyarakat dan mampu menyadarkan masyarakat akan kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Aji Wulantara berharap lomba melalui momentum lomba tersebut mampu tercipta tata kelola dan model pembinaan yang ideal yang dapat diadopsi oleh semua Posyandu di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan di posyandu.

“Posyandu yang merupakan wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat serta fokus terhadap pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta penurunan angka stunting,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Posyandu Kasuari Malangrejo Muslimah menjelaskan selain memiliki posyandu Balita, Posyandu tersebut juga memiliki posyandu untuk lansia dan remaja. Posyandu Kasuari juga memiliki beberapa inovasi yakni, Gambang Stunting (gerakan Menimbang Cegah Stunting),  

Melalui gerakan Gambang Stunting meliputi pendataan balita, penimbangan balita di posyandu, Kader akan melakukan jemput bola mengajak untuk menimbang setiap bulan, anlisa status gizi, dan penanganan balita dengan masalah gizi segera sebelum kronis/stunting.  selain itu, juga terdapat inovasi “Pecah Ranting Hiburane Rakyat” singkatan dari Pencegahan Rawan Stunting hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat.

Dengan program inovasi ini, penanggulangan stunting dilakukan dengan pemberian makanan tambahan berupa bahan lauk yang mengandung protein hewani, terutama ikan, ayam, telur, dan olahannya. (Humas Sleman)




Tentukan RKP, Kalurahan Margomulyo Gelar Musrenbangkal

Margomulyo – Untuk menentukan Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) Kalurahan tahun 2022, Pemerintah Kalurahan Margomulyo menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Selasa (26/10/2021).

Pj. Lurah Margomulyo, Siti Rohmah menuturkan bahwa Musrenbangkal kali ini merupakan lanjutan dari tahapan Muskal dan pra-Musrenbangkal yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Harapannya, Musrenbangkal ini dapat merumuskan kegiatan dengan skala prioritas dan tetap mengacu kepada pagu anggaran yang dituangkan dalam RKP 2022,” ujar Siti.

Gunardi, Kepala Seksi Administrasi Pemerintah Kalurahan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Sleman mengatakan pada prinsipnya, Musrenbangkal ini diadakan untuk mengesahkan RKP Kalurahan. “Ini (Musrenbangkal) merupakan agenda perumusan skala prioritas yang nantinya akan dibiayai oleh pendapatan kalurahan yang bersumber dari PAD (Pendapatan Asli Desa), dana transfer, dan sumber lainnya,” ungkap Gunardi.

Mengenai pendanaan program yang disetujui, Gunardi memberikan masukan agar kalurahan dapat mengoptimalkan BUMDes, untuk meningkatkan APBKal. Selain itu, ada juga dana yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus dari kabupaten dan provisinsi, serta Dana Keistimewaan (Danais).

“Output dari Murenbangkal ini akan menjadi RKP Kalurahan yang akan menjadi pedoman penyususn APBDKal,” jelas Gunardi.

Pendanaan dalam program juga menjadi perhatian Haryono, Anggota DPR Kabupaten Sleman. Ia mengatakan bahwa adanya pembangunan jalan Tol di wilayan Seyegan dapat menjadi potensi dari PAD Kalurahan Margomulyo. “Sangat dimungkinkan dilaksanakan kegiatan yang berindikasi dengan peningkatan ekonomi,” ujar Haryono.

Dalam Musrenbangkal yang digelar, dipaparkan RKP Kalurahan Margomulyo di 5 bidang, yaitu Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan, Pelaksanaan Pembangunan Kallurahan, Pembinaan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Masyarakat, dan bidang tak terduga. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengurus Forum TBM Sleman Periode 2021-2026 Resmi Dilantik

Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Sleman periode 2021-2026 resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM DIY, bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada Selasa (26/10/2021)

Pengukuhan Pengurus Daerah Forum TBM Sleman dilaksanakan oleh Indra Suryanto selaku Ketua Forum TBM DIY.  Disaksikan oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Sleman,  Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, serta asosiasi pegiat literasi lainnya.

Acara pengukuhan dan pelantikan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Sri Sumiyatun. Mengawali sambutannya, Sumiyatun menyampaikan selamat atas dikukuhkannya pengurus baru Forum TBM Sleman agar memperjuangkan serta menjalankannya dengan lebih baik lagi.

Sumiyatun menambahkan bahwa kegiatan TBM meliputi bidang kurikulum dan peserta didik, sehingga diharapkan tetap fokus bagaimana forum ini bisa bermitra dan bekerja sama dalam meningkatkan pendidikan, khususnya literasi yang ada di masyarakat Sleman.

Imam Syaiful Wicaksono selaku Ketua Forum TBM Sleman yang baru saja dikukuhkan menyatakan bahwa akan dibentuk super tim. Kerja sama antar pengurus sangat diutamakan dengan semangat gotong royong.

“Mereformasi kelembagaan, serta merapihkan organisasi ini dengan susunan kepengurusan yang solid sehingga mempunyai posisi tawar yang lebih baik. Selain itu juga menjalin kemitraan, salah satunya dengan Dinas Kominfo Sleman sebagai bentuk penguatan literasi digital,” urainya.

Menanggapi sambutan Ketua  FTBM Sleman tersebut Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum TBM Pusat menyatakan beragam latar belakang dari pengurus merupakan faktor untuk memperkuat kerja sama di dalam organisasi.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab untuk ikut mengembangkan literasi melalui kegiatan di Forum. Demi kemajuan literasi di Sleman dengan berjejaring serta beradaptasi dalam situasi terkini,” imbuh Heni.

Dinas Kominfo Sleman yang diwakili oleh Sukarjo selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik menyambut gembira dengan telah dikukuhkannya kepengurusan Forum TBM Sleman karena dapat bersinergi dalam menumbuhkan literasi khususnya literasi digital yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah.

Menurut Sukarjo, kemitraan yang nantinya akan dijalin dapat menjadi sumber energi yang baru dalam memberikan informasi dan komunikasi publik terkait kemajuan masyarakat Sleman karena Forum TBM ini juga mempunyai misi yang sama dalam menyebarluaskan informasi.

Ia menambahkan bahwa memajukan masyarakat Sleman memang harus melalui kerja kolaboratif, yaitu saling menguatkan dalam penyebaran informasi sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan jaman serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknogi.

“Forum TBM Sleman nanti bisa berjejaring dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman yang merupakan mitra dari Kominfo Sleman sehingga bisa bersama-sama mengedukasi masyarakat Sleman dengan literasi digital tersebut,” imbuhnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Bangkitkan Ekonomi UMKM, Festival Angkringan Kembali Digelar

Guna memulihkan kondisi ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya angkringan, Kapanewon Depok kembali menggelar Festival Angkringan di Halaman Komplek Kantor Kapanewon Depok, Sleman, pada Selasa (26/10/2021).

Diikuti oleh 10 pelaku usaha angkringan yang ada di Kapanewon Depok, festival kali ini digelar lebih sederhana mengingat masih dalam masa PPKM Level 2 untuk meminimalisasi kerumunan. Kesepuluh angkringan tersebut merupakan binaan Kapanewon Depok dan 3 kalurahan.

Dari 10 angkringan tersebut, hanya 6 yang diikutkan festival dan dinilai oleh tim juri dari Akademisi UNY, Chef Hotel Grand Tjokro, dan Grand Keisha.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut bahwa Festival Angkringan tersebut perlu dipertahankan karena merupakan ciri khas Kapanewon Depok. Terlebih di tengah pandemi, angkringan merupakan UMKM yang tetap bisa bertahan.

“Ke depan, bisa memanfaatkan Taman Kuliner Condongcatur agar festival ini dapat dikemas lebih menarik dan lebih baik. Saya mengapresiasi langkah Kapanewon Depok dalam memberdayakan UMKM lokal, terlebih di tengah pandemi sepert ini,” imbuhnya.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, menjelaskan bahwa tim akan menilai  dari sisi tempat, penyajian hidangan, penampilan, penerapan prokes COVID-19, kebersihan dan kesehatan, serta kualitas hidangan.

“Kita ambil tiga kejuaraan, ada uang pembinaan, piagam dan trofi kejuaraan,” terang Isti Fajaroh, Kepala Jawatan Kemakmuran.

Adapun hasil kejuaraan Festival Angkringan ini, juara 1 diraih oleh Angkringan Ngudi Boga dari Kalurahan Condongcatur, juara 2 diraih Angkringan Bu Ana dari Kalurahan Caturtunggal, dan juara 3 diraih oleh Angkringan Pak Lawe dari Maguwoharjo. (Andri Afriyanto/KIM Depok)