Panpilur Umbulharjo Gelar Kampanye Dialogis Calon Lurah

Cangkringan – Sesuai dengan tahapan yang telah disusun, Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Umbulharjo gelar acara kampanye dialogis untuk menyampaikan visi dan misi Calon Lurah Umbulharjo Kapanewon Cangkringan, di Aula Kalurahan Umbulharjo, Rabu (27/10/2021)

Sriyono, Ketua Panitia Pilur Kalurahan Umbulharjo mengatakan bahwa dalam tahapan penyampaian visi dan misi ini, dirinya juga berharap para calon dan pendamping dapat menjaga ketertiban dan perdamaian hingga masa kampanye selesai.

“Perdamaian harus kita jaga di kalurahan umbulharjo tercinta ini,” ujar sriyono.

Dalam kesempatan tersebut, Calon Lurah nomor urut 1, Dwi Sulistiyono mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan visi dan misinya, kemudian dilanjutkan oleh calon nomor urut 4, Danang sulistya, calon nomor urut 2, Heri Suyanyo, dan nomer urut 4. Suyatmi.

Kampanye dialogis ini selain dapat disaksikan secara langsung di Aula Kalurahan Umbulharjo, juga dapat disaksikan secara digital via kanal youtube dan juga Instagram Kalurahan Umbulharjo. (Nurul Istiqomah/KIM Cangkringan)




Kampanye Dialogis sebagai Ajang Edukasi Pemilih Berpikir Cerdas

Gamping – Tahapan Pemilihan Lurah di Kalurahan Trihanggo Kapanewon Gamping memasuki tahap kampanye dialogis yang diikuti oleh 5 calon lurah periode 2021 – 2027. Tampak hadir dalam kegiatan kampanye dialogis yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Selasa (26/10/2021) antara lain Panewu Gamping, Sarjono bersama Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto, Babinsa Trihanggo, Sertu Sugiyono mewakili Komandan Koramil 17/GP, dan Pj Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto.

Dalam sambutannya Panewu Gamping, Sarjono menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan kampanye dialogis yang dilakukan oleh kelima calon lurah Trihanggo untuk memaparkan visi dan misinya masing-masing. Panewu juga mengapresiasi atas diselenggarakannya kampanye dialogis karena masih dalam masa pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 2 sehingga jumlah peserta kegiatan masih dibatasi dengan mentaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Masyarakat yang tidak dapat hadir di gedung ini tetap bisa menyaksikan jalannya kampanye dialogis secara daring melalui media sosial yang disediakan oleh panitia pemilihan lurah Trihanggo. Saya tidak ingin penanganan COVID-19 yang sudah baik di wilayah Trihanggo yang petanya masih zona kuning berubah levelnya karena terjadi penularan yang disebabkan adanya pelaksanaan pemilihan lurah. Harapannya Pelaksanaan kegiatan di masyarakat senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutur Sarjono.

Di samping itu, Sarjono berharap kepada seluruh kandidat agar berperan aktif menciptakan iklim demokrasi yang baik dengan mentaati segala tata tertib yang telah dibuat oleh panitia pemilihan lurah untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban wilayah kalurahan Trihanggo dengan cara mengendalikan pendukungnya masing-masing supaya tidak terjadi gesekan antar pendukung. Menurutnya, kampanye dialogis merupakan ajang kampanye cerdas yang diperlukan masyarakat guna memberikan edukasi pemilih dengan menyampaikan gagasan supaya pemilih memiliki pemikiran cerdas dan rasional.

Setelah semua calon lurah memaparkan visi dan misinya, mereka harus menjawab pertanyaan dari moderator yang menyangkut penurunan angka kemiskinan dalam kelompok marginal, penanganan kebencanaan alam, pengelolaan keragaman kebudayaan yang potensial, pengembangan potensi kepemudaan, serta strategi dalam pemulihan dampak pandemi COVID-19 yang dijawab secara bergantian.

“Masa kampanye calon lurah berlangsung selama 3 hari dan berakhir pada tanggal 27 oktober 2021. Gunakanlah waktu tersebut sebaik-baiknya untuk menyampaikan visi dan misi secara simpatik, tidak ada konvoi, tidak ada kekerasan hingga masa tenang yang dimulai pada 28 Oktober sampai 30 Oktober 2021 mendatang agar situasi keamanan di trihanggo tetap kondusif,” sambung Sarjono.

Selanjutnya, Sarjono berpesan kepada seluruh perangkat dan pamong kalurahan Trihanggo agar tidak mengikuti kampanye praktis karena secara aturan tidak dibolehkan.

“Kemudian pada masa tenang semua Alat Peraga Kampanye pemilihan lurah harus diturunkan. Akan diawasi oleh Pj Lurah dalam rangka menjaga pelaksanaan pemilihan lurah tetap kondusif,” tutup Sarjono. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Dinkes Sleman Gelar Workshop TBC Resistan Obat

Sleman – Dalam rangka me-refresh keterampilan tenaga kesehatan mengenai tata laksana TBC, khususnya TBC resistan obat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar Workshop Tata Laksana TBC Resistan Obat Bagi Tenaga Kesehatan Kabupaten Sleman, Senin (25/10/2021), di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini didukung oleh USAID dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah melalui program Mentari TB.

Workshop menghadirkan langsung narasumber dari RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Ardorisye Saptaty Fornia, dr. Muriana Novariani, dan dr. H. Munawar Gani, yang juga merupakan Ketua Koalisi Organisasi Profesi TB (KOPI TB) DIY.

Technical Officer Mentari TB DIY Jateng, dr. Ratna Ekasari, . menyampaikan, bahwa di Jateng dan DIY akan dibentu Rumah Sakit (RS) TBC Resisten Obat (RO) yaitu di RS Roemani Semarang, RS PKU Muhammadiyah Gombong, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman.

“Selain itu Mentari TB juga membantu kab/kota RS Muhammadiyah yang layanan TBC RO, misalnya memfasilitasi refresh SITB, SITRUST, dan MICA,” tegas dr. Ratna Ekasari

Ia berharap ada komitmen dari para nakes melalui organisasi profesi untuk membentuk KOPI TB di Kabupaten Sleman.

“Karena saat ini KOPI TB baru ada di tingkat provinsi DIY. Jadi Sleman pelopor adanya KOPI TB di tingkat kabupaten provinsi DIY. Mentari TB akan men-support akomodasi kegiatan tersebut,” sambungnya.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dul Zaini, memberikan paparan tentang Kebijakan dan Strategi Program TB Kabupaten Sleman.

“Sarana dan prasarannya sudah luar biasa. Kita secara bersama atasi TB bersama-sama dari profesi masing-masing, motornya Dinkes,” ungkapnya.

Paparan kedua tentang diagnosis dan pengobatan TBC sensitif obat dan TBC resistan obat oleh dr. Ardorisye Saptaty Fornia, yang kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai tata laksana TBC anak oleh dr. Muriana Novariani.

Sesi terakhir diisi dengan penjelasan tentang KOPI TB yang disampaikan oleh dr. Munawar Gani. “Koalisi Organisasi Profesi berkomitmen tinggi untuk mendukung eliminasi TB tahun 2030,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan KOPI TB Sleman oleh organisasi profesi yang hadir. (Nur Widayati)




Masjid As-Sholeh Garongan Gelar Kajian Mengenai Rezeki

Turi – Untuk mendalami pengetahuan mengenai rezeki, Takmir Masjid As-Sholeh Garongan, Wonokerto, Turi menggelar kajian dengan tema 7 Penghalang Rezeki yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Aziz Ridwan, Selasa (26/10/2021).

Dalam uraiannya Abdul menyampaikan bahwa rezeki itu merupakan nikmat yang diberikan kepada manusia. “Nikmat yang paling besar adalah iman,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau agar manusia dapat menjauhi 7 hal yang menghalangi rezeki, yaitu meninggalkan kewajiban, perberbuatan dosa, lalai dari zikir, interaksi dengan riba, tidak bersyukur, perbuatan curang, dan tidak ada amar ma’ruf nahi munkar.

Sementara itu, Ketua PCM Turi berharap kajian yang diberikan ini dapat memberikan manfaat bagi umat islam dan dapat meningkatkan akidah dan semangat dalam berdakwah untuk meningkatkan tauhid. (Arief Hartanto)




Sipakde Mudahkan Pelayanan Administrasi Kependudukan

Pemerintah Kapanewon Depok luncurkan aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Terpadu Kapanewon Depok (Sipakde), Selasa (26/10/2021).

Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sleman di Pendopo Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman bersamaan dengan kegiatan Festival Angkringan dan penyerahan IMB bagi 24 rumah ibadah.

Panewu Depok, Subagyo menjelaskan Sipakde merupakan aplikasi berbasis web yang beralamat di . Aplikasi ini dibuat karena tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat, mudah dan terjangkau.

Terlebih jumlah pemohon layanan non-perizinan (kependudukan) di Kapanewon Depok relatif lebih tinggi dibanding kapanewon lain di Kabupaten Sleman.

”Layanan Sipakde dihadirkan untuk memberi kemudahan masyarakat mengakses layanan non perizinan (kependudukan) kapanpun dan dimanapun dengan pelayanan  secara online melalui website,” ujar Subagyo.

Menurutnya pelayanan yang dapat diakses meliputi Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, pindah/masuk antar kapanewon, surat keterangan dispensasi nikah, pelayanan aduan, aspirasi, kritik dan saran, cek status dokumen, e-Register, terpadu dengan pelayanan konvensional (manual,langsung).

Tujuan dari aplikasi ini adalah mewujudkan pelayanan non perizinan di Kapanewon Depok yang cepat, efektif, efisien, transparan dan memberikan kepastian hukum.

“Serta mewujudkan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas dan tujuan pelayanan,” tambahnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam acara tersebut menyampaikan inovasi Sipakde menjadi wujud nyata upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan pelayanan kependudukan yang efektif dan efisien.

“Semoga keberadaan aplikasi pelayanan kependudukan secara online ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kependudukan di Kapanewon Depok,” ujarnya.

Kustini juga berpesan untuk seluruh support system seperti SDM pelaksana maupun teknologi aplikasi yang digunakan agar dipastikan berjalan dengan baik. Sehingga dalam pelaksanaannya kedepan tidak terjadi kendala yang berarti.

“Inovasi semacam ini saya harapkan dapat pula diikuti oleh kapanewon lainnya di Kabupaten Sleman. Tidak hanya dalam hal pelayanan kependudukan, pemanfaatan teknologi informasi dapat digunakan pada pelayanan pemerintahan lainnya,” tambahnya.