Calon Lurah Condongcatur Kampanyekan Visi dan Misi

Condongcatur – Sesuai dengan tahapan yang telah disusun, Panitia Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Condongcatur menggelar kampanye dialogis pemaparan visi dan misi Calon Lurah Condongcatur di Ruang Wacana Loka Condongcatur, Senin (25/10/2021).

Aris Munandar, Ketua Panitia Pilur Condongcatur mengatakan bahwa dalam kampanye kali ini, selain menyampaikan visi dan misinya, para Calon Lurah juga memaparkan strategi mereka masing-masing dalam penanganan COVID-19 di Kalurahan Condongcatur. Ia juga berharap setiap calon dapat menjaga ketertiban dan ketenangan selama masa kampanye berlangsung.

“Tidak ada pembelahan di tengah masyarakat, sehingga dapat (berlangsung) damai, ayem, tentrem. Condongcatur rumah kita bersama,” ujar Aris.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Panewu Depok, Subagya, yang meminta setiap calon dapat menjaga pelakasanaan Pilur dapat berjalan secara tertib dan kondusif. Ia menuturkan bahwa dirinya bersama jajaran Forkompim Depok akan melakukan kunjungan ke setiap TPS pada malam hari pemungutan untuk memastikan kesiapan panitia dalam penyelenggaraan pemungutan suara secara e-voting.

Dalam kegiatan tersebut, Calon Lurah nomor urut 1, Reno Candra Sangaji mendapatkan kesempatan untuk tampil memaparkan visi dan misinya terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan olen Calon Lurah nomor urut 2, Ocky Tri Putra. Kampanye penyampaian visi dan misi ini juga dapat diikuti oleh masyarakat secara spiritual dengan mengikuti siaran yang difasilitasi pantia Pilur Condongcatur melalui media sosial resmi Kalurahan Condongcatur di platform Facebook, Instagram, dan Youtube. (Wasana/KIM Depok)




Optimalisasi Layanan Fasilitasi Dokumen Kependudukan Kalurahan Caturtunggal

Depok – Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, melakukan beberapa gebrakan dalam rangka pelayanan dokumen kependudukan pada tahun 2021. Dimulai pada Maret dan April 2021, dilakukan pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) secara kolektif bagi anak di Kalurahan Caturtunggal dengan partisipasi sebanyak 357 permohonan yang telah dilakukan proses pengurusan dan didistribusikan melalui Dukuh setempat.

Selain itu, dilakukan pula pembinaan rutin kepada kader atau perwakilan perempuan terkait dengan administrasi kependudukan. Ada juga program rutin Lukadesi yang dilakukan secara berkala dari tahun 2018 dan di tahun 2021 telah melayani sekitar 352 permohonan dari 20 Padukuhan.

Dalam program Lukadesi tersebut, data kematian akan dioptimalkan lewat integrasi data secara berjenjang antara dinas dan kalurahan. Kalurahan Caturtunggal secara langsung melakukan input data mengenai informasi kematian, atau membuat surat keterangan kematian melalui petugas yang telah ditunjuk oleh Lurah.

Jika ada peristiwa kematian, petugas akan langsung melakukan input data kematian dan petugas dari kalurahan akan menangani registrasi sehingga proses pembuatan akta bisa segera dilakukan melalui mekanisme yang ada. Akta kematian diserahkan kepada ahli waris pada saat prosesi pemberangkatan jenazah atau menyusul ketika setelah pemakaman.

Pengurusan Kartu Keluarga (KK) kolektif juga dilakukan kepada beberapa padukuhan yang telah siap seperti di Padukuhan Janti di mana seluruh Ketua RT/RW baru periode 2021-2026 telah memiliki KK baru yang telah bertanda tangan elektronik.

Secara bertahap, program tersebut nantinya akan menyasar seluruh ketua RT/RW yang belum melakukan pembaharuan KK. Sehingga secara tidak langsung nantinya ketua RT/RW baru sebagai salah satu ujung tombak dalam pelayanan kepada masyarakat dapat mensosialisasikan terkait ketentuan pembuatan KK yang baru.

Masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan seperti akta kematian dan cetak KK yang sudah tersertifikasi secara online melalui petugas register desa atau operator SIAK.

“Secara bertahap beberapa inovasi terkait dengan pelayanan dokumen kependudukan akan terus kami tingkatkan, khususnya kepada penduduk penyandang disabilitas, ODGJ, dan lansia,” jelas Agus Santoso pada Senin (25/10/2021).

Diawali dengan jemput bola pada 19 Oktober 2021 lalu yang menyasar 12 pemohon di 7 Padukuhan, diharapkan proses perekaman e-KTP dapat kembali terealisasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman di akhir tahun ini.

Pelayanan terpadu satu pintu serta beberapa layanan khususnya dokumen kependudukan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dalam melayani masyarakat dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk.

“Memang butuh komitmen, kerja sama serta sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan pelayanan prima serta kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok)




Peringatan Hari Santri Guna Teladani Semangat Jihad Santri dalam Kemerdekaan

Gamping – Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional tahun 2021, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping menggelar kegiatan Istighosah dan Simtudduror bersama Habib Aqil yang dilangsungkan di Masjid Nurul Huda Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Jumat (22/10/2021) malam.

Kegiatan dihadiri oleh Rois Syuriah MWC-NU Gamping, Ahmad Mabarrun, Ketua Tanfidziyah, Saliman Marsudi, Mustasyar, Muhammad Nasrulloh, serta sejumlah warga Nahdliyin di wilayah Kapanewon Gamping.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah, Saliman Marsudi menerangkan bahwa secara resmi Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional tepatnya pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta karena bersamaan dengan penandatanganan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 silam yang digagas oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari beserta puluhan Kyai di seluruh Pulau Jawa dan Madura.

Ia menambahkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional ditujukan agar warga negara Indonesia dapat mengingat dan meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia yang digelorakan oleh para ulama.

“Alasan lain ditetapkannya Hari Santri Nasional ini yaitu adanya pengakuan resmi dari Pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melakukan revisi beberapa catatan sejarah nasional yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri,” terang H. Saliman.

Hal senada disampaikan oleh Rois Syuriah MWC-NU Gamping, KH. Ahmad Mabarrun bahwa tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan sesuai dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini karena kaum santri tidak boleh lalai dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus dengan cara memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta selalu berdoa untuk keselamatan.

Pihaknya juga memberikan penghargaan bagi sejumlah pondok pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi COVID-19 selama ini karena menjadi bukti nyata bahwa pondok pesantren juga mempunyai kemampuan dalam menyikapi masa pandemi walaupun dengan fasilitas yang terbatas.

“Kedisiplinan dan kecermatan yang diajarkan oleh para Kyai dan Nyai pada santri-santrinya memberikan teladan dalam menyukseskan program vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah agar masyarakat Indonesia dapat segera bangkit dari dampak pandemi yang sudah berlangsung lama,” pungkas Gus Barrun. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Caturtunggal Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik bagi Kelompok Ternak

Depok – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik di Padukuhan Kledokan pada Senin (25/10) bertempat di Kelompok Ternak Rejosari

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Caturtunggal melalui Ulu-Ulu Caturtunggal, Dukuh Kledokan, Koordinator Kecamatan Depok UPTD BP4 Wilayah VII Berbah, PPI Pendamping Kalurahan Caturtunggal UPTD BP4 Wilayah VII Berbah, serta diikuti oleh Kelompok Ternak Rejosari Kledokan, Kelompok Ternak Sumberrejo Janti, dan Kelompok Ternak Karso Manunggal Gowok.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik yang ada untuk diolah menjadi pupuk organik. Ia juga menyampaikan tentang pentingnya kelompok ternak dan edukasi untuk peternak secara berkelanjutan. 

Bersama dengan pendampingan narasumber dari Koordinator Kecamatan Depok UPTD BP4 Wilayah Berbah, Saiful Hadi, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah Kalurahan untuk memberdayakan para petani ternak yang ada di wilayah Kalurahan Caturtunggal.

Saiful Hadi, dalam paparannya, menjelaskan mengenai syarat bahan pembuatan pupuk organik, prinsip pembuatan pupuk organik, alat dan cara kerja hingga proses pembuatan pupuk organik.

“Hasil produk pertanian yang menggunakan pupuk organik secara kualitas lebih meningkat dan rasa lebih spesifik, untuk beras menjadi lebih harum, pulen, lebih empuk, dan pada buah akan lebih manis dan kandungan bahan kimia dalam keadaan minimal,” jelasnya.

Sementara itu, Daryono selaku Pendamping Kalurahan Caturtunggal UPTD BP4 Wilayah Berbah menyampaikan bahwa dengan pelatihan ini nantinya akan terus dilakukan pendampingan hingga nantinya pelatihan ini dapat menunjang kualitas dan produktivitas petani serta meningkatkan nilai dari limbah organik hasil dari aktivitas peternakan yang ada di Kalurahan Caturtunggal.

Sugimin, Ketua Kelompok Ternak Rejosari Kledokan, menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Caturtunggal ini sangat bermanfaat untuk petani ternak untuk menambah nilai ekonomis dari limbah hasil ternak.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih atas pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama dengan PPL Kecamatan Depok.

“Apa yang kami dapat dalam pelatihan ini dan bantuan dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal nantinya akan kami implementasikan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok ternak,” pungkasnya. (Danang/KIM Caturtunggal Depok)




Perikanan Berkelanjutan Sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan

Sleman – Dalam rangka meningkatkan produksi perikanan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Social Invesment Indonesia (SII) menggelar kegiatan bertajuk Social Investment Roundtable Discussion Series #28 dengan mengangkat tema ‘Perikanan Berkelanjutan Sebagai Prioritas Pembangunan Sektor Kelautan’ yang berlangsung secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, Jumat (22/10/2021) sore.

Diskusi yang diikuti oleh 300 partisipan dari berbagai lembaga dan komunitas ini menghadirkan Perencana Ahli Utama Direktorat Kelautan dan Perikanan Badan Perencanaan dan pembangunan Nasional Tommy Hermawan, Head of Marine and Fisheries Program World Wide Fund for Nature Indonesia Imam Musthofa Zainudin, dan Lead Corporate Social Responsibility Medco E&P Natuna Ltd Kemal Abduhrahman Massi sebagai narasumber.

Sebagai pemantik diskusi, Fajar Kurniawan, Managing Partner SII mengemukakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki laut luas dan potensi serta keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar merupakan modal besar bagi pembangunan ekonomi dapat dimanfaatkan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sumber daya tersebut maka dapat digunakan sebagai sumber bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga peningkatan produksi perikanan diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

“Adapun potensi perikanan yang sangat besar dapat memberikan manfaat yang maksimal secara berkelanjutan apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab untuk menyangga ketersediaan sumber daya ikan dan kesehatan ekosistem,” ucap Fajar.

Dalam diskusi tersebut, Kemal Abduhrahman Massi membahas program perikanan berkelanjutan yang merupakan bentuk petanggungjawaban sosial kepada masyarakat dari Medco E&P Natuna Ltd yang telah dilakukan di daerah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan perairan negara lain atau perairan internasional. Ia mengungkapkan bahwa potensi perikanan dan perairan yang memiliki kelimpahan sumber daya perikanan yang berorientasi ekspor dapat didukung dari sektor perikanan budi daya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Hal ini dapat dilakukan dengan merubah budaya atau kebiasaan nelayan budi daya dengan tujuan menyejahterakan masyarakat melalui penyediaan benih ikan bernilai ekonomis tinggi bagi nelayan budi daya,” lanjut Kemal.

Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa penyediaan infrastruktur Karamba Jaring Apung dan Hatchery Laut untuk pemeliharaan benih ikan berukuran kecil yang didistribusikan kepada nelayan budidaya agar semakin terampil memelihara benih ukuran lebih kecil. Termasuk penyediaan bantuan modal kerja untuk praktik usaha pegadaan benih oleh komunitas, dan dipasarkan dalam bentuk skema komersil kepada masyarakat pembudidaya ikan.

“Program yang masih dilakukan lembaga kami sampai sekarang yakni penyempurnaan infrastruktur hatchery darat untuk menunjang keberhasilan uji coba fase pemeliharaan larva sampai benih siap pendederan, dan praktek usaha tetap berlangsung dengan tujuan untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan Balai Benih Ikan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)