Pastikan Pilur Berjalan Lancar, Kalurahan Condongcatur Gelar Apel Kesiapsiagaan

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar apel kesiapsiagaan menjelang pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Sleman tahun 2021 di Halaman Pendopo Kalurahan Condongcatur, Minggu (24/10/2021).

Pj. Lurah Condongcatur, Sugiyanto, mengatakan bahwa apel ini dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap unsur yang terlibat dalam Pilur Condongcatur. Ia berharap Pilur dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. “Petugas keamanan agar senantiasa segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan panitia pemilihan lurah tingkat kalurahan jika ada permasalahan di lapangan, sehingga dapat segera tertangani dengan baik,” ujar Sugiyanto.

Kepala Jawatan Keamanan Depok, Aris Widyantara mengatakan bahwa Pilur Serentak yang akan dilakukan dengan metode e-Voting ini pada awalnya akan diikuti oleh 35 kalurahan. Namun, karena adanya penetapan dari Mahkamah Konstitusional (MK) nomor 42/PUU-XIX/2021 tentang batasan maksimal jabatan kepala desa selama 3 periode, maka ada 2 kalurahan yang pelaksanaan Pilur-nya ditunda.

“Sehingga pada Pemilihan Lurah Kabupaten Sleman tahun 2021 ini akan diikuti oleh 33 kalurahan secara serentak. Diharapkan pelaksanaan Pemilihan Lurah Condongcatur dapat berjalan dengan baik,” imbuh Aris.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Condongcatur, Kuwat, menambahkan bahwa nantinya pelaksanaan Pilur juga akan melibatkan petugas Destana Condongcatur, dalam rangka memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di lapangan. “Petugas (Destana Condongcatur) akan datang ke masing-masing TPS untuk memantau dan memastikan bahwa pelaksanaan (prokes) di lapangan sudah sesuai,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Pilur tahun 2021 ini, Condongcatur merupakan kalurahan yang memiliki jumlah TPS terbanyak jika dibandingkan dengan kalurahan yang lain. Ada 82 TPS dan 8 KPPS Keliling yang tersebar di 18 padukuhan yang ada di Condongcatur, dengan jumlah DPT sebanyak pemilih. (Wasana/KIM Depok)




Jaring Bibit Unggul Atlet Catur, Dispora Sleman Gelar Seleksi PLAPD

Cabang olahraga catur kian hari kian digemari oleh generasi muda. Namun demikian, perlu upaya untuk menjaring bibit-bibit daerah yang unggul terutama di Kabupaten Sleman. Bertempat di Sekolah Catur Mata Aksara, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menggelar Seleksi Pusat Latihan Atlet Daerah (PLAPD) pada Minggu (24/10/2021).

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Umum Percasi Kabupaten Sleman, Suranto, dengan jumlah peserta sebanyak 25 atlet, terdiri dari 10 atlet putri dan 15 atlet putra. Peserta sangat antusias mendengarkan pengarahan mulai dari teknis aturan seleksi hingga tata tertib yang harus ditaati saat seleksi berlangsung.

Program ini diproyeksikan sebagai kaderisasi atlet yang ada di Kabupaten Sleman, terutama bagi usia pelajar dari jenjang SD hingga jenjang SMA.

“Untuk mendukung Sleman yang sedang mencari atlet muda dari Kabupaten Sleman, mulai jenjang SD hingga SMA. Oleh karenanya, seleksi kali ini nampak terlihat rentang usia yang tidak seragam,” ucap Suranto selaku koordinator seleksi sekaligus wasit.

Menurut Suranto, kegiatan ini adalah buah perjuangan Dispora Sleman yang sudah sekian lama menggagasnya guna memperoleh atlet muda catur di kalangan pelajar sekolah.

“Dengan adanya PLAPD tingkat Kabupaten Sleman memudahkan persiapan dalam rangka kompetisi pada laga-laga catur yang ada,” terangnya.

Yoga selaku wakil dari Dispora Sleman menyampaikan bahwa hasil dari seleksi tersebut menjadi dasar dalam melakukan pembinaan secara berkesinambungan.

“Untuk menguatkan atlet cabang olahraga catur di Kabupaten Sleman agar siap berkompetisi pada kejuaraan daerah maupun kejuaraan lain yang membawa nama Sleman,” pungkasnya. (Nuradi-KIM Ngemplak)




Beri Edukasi ke Masyarakat, Kekandhangan Banyuraden Gelar Pameran Satwa

Gamping – Menyongsong peringatan hari lahirnya Komunitas Tarung Derajat Satlat Demakidjo yang ketiga maka Kekandhangan Banyuraden menggelar kegiatan pameran satwa bagi masyarakat umum yang berlangsung selama 2 hari di Pendopo Kekandhangan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (22/10/2021).

Menurut keterangan penanggung jawab pameran satwa, Febrianto Braso Reticulatus, kegiatan ini terselenggara berkat adanya kerjasama dengan Kampung Satwa Moyudan serta berbagai pihak yang memiliki perhatian  terhadap kelangsungan hidup satwa agar tidak punah.

“Koleksi satwa yang dipamerkan yakni Rusa Tutul yang berasal dari India, Kera yang merupakan hewan primata yang terancam punah karena perburuan, serta berbagai jenis ular yang memiliki bisa rendah, bisa menengah, maupun berbisa tinggi yang perlu diketahui oleh masyarakat umum termasuk pelajar sebagai pembelajaran tentang hewan,” kata Braso yang juga merupakan Ketua Komunitas Sahular ini.

Braso mengatakan bahwa bertujuan untuk mengedukasi pengunjung tentang ragam satwa yang dipelihara beserta perawatannya, dan sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi antar penggemar satwa. Ia juga berharap pameran satwa dapat memberikan hiburan alternative selama pandemi COVID-19 dan menambah wawasan tentang hewan bagi pelajar yang tidak didapatkan di sekolahnya.

“Seluruh pengunjung pameran diwajibkan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan mengenakan masker dengan benar, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer yang telah disediakan panitia tempat strategis, serta menjaga jarak dan membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari total kapasitas arena pameran,” tambahnya.

Selama pameran berlangsung, para pengunjung mendapat pengarahan tentang identifikasi hewan, lingkungan habitat hidup, jenis makanan, cara perawatan, serta dapat berinteraksi langsung dengan satwa yang dipamerkan dibawah pengawasan pemandu untuk menjamin keselamatan dan tidak membahayakan pengunjung. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Program Lada Manis PMI Sleman Gratiskan Transfusi Darah untuk Pasien

Sleman – Dalam rangka diseminasi informasi tentang ketugasan lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) dan manfaat donor darah kepada masyarakat maka PMI Kabupaten Sleman melakukan kegiatan sosialisasi implementasi program Pelayanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis) dengan melibatkan Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada yang digelar di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Lantai III, Kamis (21/10/2021).

Sosialisasi Lada Manis dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro sekaligus membuka kegiatan yang didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati ZP, dan Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Sukarjo.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Sunartono yang menjelaskan tentang ketugasan PMI secara umum dan program Ladamanis yang merupakan program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dalam melindungi  penduduk Kabupaten Sleman.

“Program Lada Manis adalah pemberian produk darah secara gratis bagi pasien penduduk Kabupaten Sleman yang sedang dirawat dan membutuhkan transfusi darah untuk pengobatannya tanpa pembatasan kuota kantong darah bagi pasien,” jelas dr. Sunartono dihadapan para pegiat KIM.

Ia menambahkan bahwa pelayanan darah secara gratis tanpa perlu membayar yang diberikan melalui Rumah Sakit yang telah bekerja sama dengan PMI Sleman dan merawat pasien penduduk Kabupaten Sleman yang membutuhkan transfusi darah dalam bentuk produk darah siap pakai karena biaya pengganti pengolahan darah sudah dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Adapun program yang diluncurkan sejak tanggal 1 Januari 2019 melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor tahun 2018 yang diperbaharui dengan Peraturan Bupati Nomor 7.1 tahun 2020 menyediakan kantong darah siap pakai setiap tahunnya. Bagi penduduk yang membutuhkan dapat mengajukan permintaan darah menggunakan formulir dari rumah sakit tempat pasien dirawat, dilampiri dengan identitas diri berupa KTP elektronik dan Kartu Keluarga pasien, serta surat keterangan dari fasilitas kesehatan yang menyatakan bahwa pasien sudah tidak mendapatkan pelayanan darah yang ditanggung program jaminan kesehatan nasional.

“Semua darah yang diproduksi oleh Unit Donor Darah PMI Kabupaten Sleman adalah darah yang diproses sesuai prosedur manajemen mutu pengolahan yang baik karena kualitas dan distribusi produk darah dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito. Dengan demikian masyarakat tidak perlu meragukan kualitas darah yang diproduksi oleh PMI Kabupaten Sleman,” pungkas dr. Sunartono mengakhiri paparan materinya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Ngaglik Fokuskan Permasalahan Sampah dalam Bimtek Forum Kabupaten Sehat

Ngaglik – Kapanewon Ngaglik menggelar Bimbingan Teknis Forum Kabupaten Sehat di Aula Kapanewon Ngaglik, Kamis (21/10/2021). Bimtek ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk membahas masalah kesehatan terkini dan cara mengatasinya.

“Tahun lalu, kita membahas tentang cara mengatasi masalah pandemi. Tahun ini kita kembali membahas permasalahan pembuangan sampah liar yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Kapanewon Ngaglik,” ujar Tumirah, Ketua Forum Kabupaten Sehat Kapanewon Ngaglik saat membuka bimtek.

Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih menuturkan bahwa problematika sampah sangat sering terjadi di daerah ramai dan padat penduduk, seperti perumahan kaplingan. “Hal itu terjadi karena sampah tidak terkoordinir, yang memancing orang membuang sampah (sembarangan) karena sudah ada yang membuang di tempat itu sebelumnya,” jelas Siti.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama mengatasi masalah sampah ini dengan mengingatkan orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan. “Jika tidak berani menegur, bisa difoto dan nanti akan diproses karena ada sanksinya. Jika tidak begitu, mereka akan merasa nyaman,” lanjutnya.

Sementara itu, Danramil Ngaglik, Arly Iskandar mengimbau masyarakat untuk dapat menjadi contoh dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi. Menurutnya, semua orang itu sudah tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak benar, namun masih melakukannya. Hal itu terjadi karena adanya kerusakan dari mental dan moral mereka.

“Jadi yang perlu dibangun adalah mentalnya, di mana hal itu tidak mudah dilakukan,” tambahnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan menurut Arly adalah dengan memberdayakan masyarakat untuk sadar dengan kebersihan sampah dengan pengambilan sampah mandiri dan pembuatan bak sampah bersama dengan mengedepankan kreasi dan solusi.

Apa yang disampaikan oleh Arly juga mendapat dukungan dari Susilo, perwakilan dari Polsek Ngaglik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membentuk mental masyarakat untuk peduli terhadap sampah. “Pertama harus ada gerakan pengelolaan sampah yang melibatkan organisasi masyarakat, seperti PKK yang paling utama. Kedua, melakukan edukasi (mengenai pentingnya kebersihan),” jelas Susilo.

Selain itu, diperlukan juga penjagaan di tempat-tempat yang sering dijadikan warga untuk membuang sampah sembarangan. “Kita bisa memberdayakan lingkungan setempat, seperti linmas, FKPM, atau lembaga lainnya,” tambah Susilo. Ia juga memberikan langkah apa yang harus dilakukan jika ada yang membuang sampah sembarangan. Pertama, yang dilakukan adalah memfoto oknum yang membuang sampah sembaran. Foto tersebut akan menjadi bukti perilaku buang sampah sembarangannya. Kemudian bisa mencatat identitas pelaku beserta nomor kendaraannya. “Nanti bisa diberikan sanksi teguran (langsung) maupun tulisan dari RT, RW, atau kalurahan yang ditujukan ke alamat si pelaku dengan tembusan RT dan RW tempat tinggal pelaku,” ungkap Susilo. (Endarwati/KIM Donoharjo)