Baznas Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman kembali menyediakan layanan vaksinasi massal di Jetis 04/32 Rejek Lor, Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman atau lebih tepatnya di MTs Pamulangan, Selasa (2/11/2021). Kali ini Baznas Sleman bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Yayasan Pamulangan Yogyakarta dan relawan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Muhyi Darmaji, sebagai Koordinator Penyelenggara Vaksinasi menyatakan bahwa kegiatan vaksinasi massal dosis kedua ini adalah bentuk tindak lanjut dari program Kita Jaga Kyai dan Santri (KJKS) yang telah dilakukan sebelumnya.

“Jumlah sasaran vaksinasi kedua juga ditargetkan mencapai 800 orang. Sebenarnya, jumlah sasaran vaksinasi pertama bisa mencapai 1000 orang, namun ada beberapa kendala dari peserta seperti ada yang sakit, datang terlambat, takut untuk disuntik dan sebagainya,” ungkap Muhyi.

Ia juga memberikan keterangan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini sempat mundur dari jadwal yang sebelumya direncanakan akan terlaksana pada akhir Bulan Oktober. Hal ini terjadi karena saat itu pihak yayasan tengah meliburkan santrinya.

Adapun sasaran vaksinasi yang hadir terdiri dari para santri Yayasan Pamulangan Yogyakarta, warga sekitar MTs Pamulangan, dan masyarakat umum.

“Selain 800 orang yang ditargetkan untuk mendapatkan vaksinasi jenis Pfizer dosis kedua, Dinkes (Dinas Kesehatan) juga memberi kapasitas 200 vaksin bagi masyarakat yang sebelumnya berhalangan dalam mendapat vaksin dosis pertama,” jelas Muhammad Eksan, Koordinator Teknis dari Dinas Kesehatan Sleman.

Andra yang merupakan warga sekitar pun ikut menanggapi adanya program vaksinasi. Ia berharap agar imunitas terhadap COVID-19 di masyarakat lebih meningkat.

“Di Betokan, dusun sebelah, juga ada poindok pesantren lain yang Saya sering datang bermain ke sana. Saya dapat ajakan untuk ikut vaksin dari teman dan ustaz di sana. Harapannya setelah ikut vaksin, nanti bisa lebih merasa aman dalam beraktivitas,” ungkap Andra. (Rep Umam)




Penyerahan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi di Kalurahan Caturtunggal

Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kalurahan Caturtunggal di bidang pendidikan, diserahkan dukungan berupa beasiswa kepada siswa berprestasi dari keluarga pra sejahtera oleh CSR Bank BPD DIY senilai Rp36 juta kepada 60 anak pada Selasa (02/11) pagi di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal.

Beasiswa diberikan secara langsung oleh Pimpinan Bank BPD KCP Condongcatur, Vera Miarosa, bersama Lurah Caturtunggal, Agus Santoso. Adapun penerima beasiswa merupakan siswa berprestasi dari 20 padukuhan di Kalurahan Caturtunggal.

Vera berharap bahwa pemberian beasiswa ini dapat meningkatkan semangat belajar anak dalam mengejar cita-cita.

“Ini merupakan kemitraan antara Bank BPD DIY dengan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal melalui bantuan CSR bidang pendidikan. Semoga dapat memberikan manfaat yang besar bagi keluarga dan penerima beasiswa,” ujar Vera Miarosa.

Sementara itu, Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, mengucapkan terima kasih atas bantuan beasiswa dari Bank BPD DIY.

“Harapannya, kerja sama ini menjadi ladang amal jariyah bersama dalam usaha mencerdaskan kehidupan anak-anak di Kalurahan Caturtunggal khusunya. Kami berharap hal ini dapat berlanjut berkesinambungan dan memberi lebih banyak manfaat,” ujar Agus Santoso. (KIM Depok/Danang)




KIM Kertomandiri Gelar Audiensi dengan Panewu Turi

Turi – Sebagai bentuk koordinasi dengan dengan kapanewon, Suharno, Sekretaris Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Turi melakukan audiensi dengan Panewu Turi Wakhid Basroni di Kantor Kapanewon Turi, Senin (1/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Suharno menyampaikan mengenai kepengurusan KIM Kertomandiri saat ini, seperti struktur organisasi dan program kerja, baik yang akan dilakukan maupun yang sudah. “Mohon bimbingan dari Panewu agar ke depannya KIM Kertomandiri dapat lebih maju lagi,” ujar Suharno.

Sementara itu, Panewu Turi, Wakhid Basroni menyambut baik audiensi yang diadakan oleh KIM Kertomandiri ini. Ia berharap KIM Kertomandiri untuk dapat terus membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam masa pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir.

“KIM turut serta menginformasikan kepada masyarakat untuk tetap taat prokes memakai masker dan mencuci tangan, untuk memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19,” ungkapnya. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




BSMI DIY Rencanakan Pelatihan Pijat Bayi

Gamping – Setelah beberapa bulan vakum mengadakan kegiatan karena pandemi COVID-19, Pengurus Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan rapat koordinasi terkait rencana kegiatan yang akan dihelat pada bulan November 2021 mendatang.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua BSMI Daerah Istimewa Yogyakarta, M. Bambang Edi Susyanto, beserta pengurus terasnya yang dilangsungkan di Rumah Sehat Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (1/11/2021) sore.

Berdasarkan keterangan dari Bambang Edi, BSMI merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan yang diresmikan pada 8 Juni 2002 oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Amidan di Gedung Pertemuan Masjid Agung Al Azhar Jakarta, serta disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor register . Tahun 2008.

Sesuai dengan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang memasuki Level 2 di Kabupaten Sleman, Pengurus BSMI Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya kembali melakukan pengabdian ke masyarakat dengan mengadakan pelatihan pijat bayi yang akan dipandu oleh Bidan Zellika Priandita Putri. Sasaran kegiatannya adalah ibu-ibu muda yang memiliki bayi dan anak balita agar dapat melakukan pijat bagi buah hatinya secara mandiri.

“Pijat bayi sendiri adalah kearifan lokal yang sudah lama dilakukan dan memiliki manfaat terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak di waktu lima tahun pertama kehidupan,” terang Bambang. Adapun jumlah peserta dibatasi sebanyak 15 orang guna menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan efektivitas kegiatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)