Dilantik, LPTQ Moyudan Diingatkan untuk Miliki Program Kerja Berkelanjutan

Moyudan – Muhsin Kalida, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sleman melantik Pengurus LPTQ Kapanewon Moyudan Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Kapanewon Moyudan, Kamis (4/11/2021). Pelantikan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sidik Pramono.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan LPTQ Kabupaten Sleman Nomor 19/ tentang Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kapanewon Masa Bakti 2021-2021. Berdasarkan SK tersebut, Asniyar dan Yunus Riswanto terpilih sebagai Ketua 1 dan Ketua 2. Sementara Sakhirin dan Ilham Lusida Mastur terpilih sebagai Sekretaris 1 dan 2.

Sidik Pramono, Kepala Kemenag Sleman berharap para pengurus yang baru dilantik dapat bekerja secara berkelanjutan.

“Jangan hanya bekerja saat akan diselenggarakan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) saja, harus punya program kerja berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Murwani Yekti Prihati, salah satu pengurus LPTQ Moyudan mengatakan bahwa LPTQ Moyudan telah memiliki beberapa program kerja, di antaranya adalah menyelenggaraan MTQ tingkat kapanewon, pembinaan tilawah (membaca dan lagu), tahfidz (hafalan), khat (menulis), puitisasi isi kandungan Al-Quran, dan pameran Al-Quran. (Edy/KIM Moyudan)




Menarik Manfaat Teknologi Informasi pada Masa Pandemi

Gamping – Perkembangan teknologi dapat dijadikan sebagai salah satu solusi agar masyarakat tetap bisa berkegiatan tanpa melupakan protokol kesehatan di masa pandemi. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi DIY, Rony Primanto Hari saat mengisi sambutan Diseminasi Konten Positif yang berlangsung di Balai Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman pada Kamis (4/11/2021).

Hanya saja, menurutnya, saat ini masyarakat masih banyak yang menggunakan teknologi informasi dengan perilaku konsumtif, membuat kita seolah-olah mati gaya ketika kehabisan kuota internet. Padahal perangkat gawai bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti jual beli online.

“Sekarang ini orang bisa berjualan walaupun tidak punya toko, bisa membeli walaupun tidak punya uang fisik,” tambah Roni

Pernyataan ini dibenarkan oleh salah satu narasumber, Niken Agustin yang merupakan pemilik usaha produksi minuman Ngombe Jamu. Ia memberi saran kepada peserta yang terdiri dari perwakilan karang taruna, perwakilan para anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan tokoh masyarakat yang ada di Kapanewon Gamping dalam hal menggunakan media sosial sebagai bahan referensi belajar, memulai dan mengembangkan bisnis ditengah anggapan bahwa secara umum media sosial digunakan untuk bahan hiburan.

Dalam mengelola isi sosial media, Niken menyarankan agar lebih mengisinya dengan konten yang variatif, tidak hanya melakukan pemasaran produk secara terang-terangan. Sebagai contoh, ia merekomendasikan konten lain seperti talkshow dan testimonial produk agar konsumen lebih percaya dan tertarik untuk memanfaatkan produk yang ditawarkan.

Menanggapi pengembangan ide bisnis daring sebelumnya, narasumber lain yakni Siti Nurjannah Anggota Komisi A DPRD DIY juga memberi bekal pengetahuan kepada peserta mengenai bagaimana cara memilih dan memilah informasi yang diterima. Untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha yang berjalan dengan sistem daring, mengelola informasi agar terhindar dari hoaks dan disinformasi dinilai sebagai sesuatu yang perlu. Selain itu, hal ini dapat berguna bagi berbagai perkara yang lebih umum dan menjaga diri sendiri.

”Berhati-hati dalam menerima dan meneruskan informasi dari orang lain itu perlu, apalagi bagi seorang figur publik. Hal ini karena kata-kata dari figur publik lebih mudah dipercaya oleh masyarakat. Nah, jika sudah terjadi kesalahan, kegaduhan yang ada di masyarakat akan lebih cepat menyebar,” jelasnya.

Salah satu solusi yang ia berikan adalah dengan cara melakukan konfirmasi lewat beberapa situs pemberitaan yang sudah dikenal kredibilitasnya dan melihat situs cekfakta yang merupakan gabungan dari berbagai media pemberitaan untuk memerangi kesalahan informasi.

Ia berharap, pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan informasi dapat lebih berkembang, sehingga dapat mencegah diri sendiri dari menggunakan teknologi informasi secara berlebihan. (Rep Umam)




Mudahkan Pelayanan Persuratan dengan Argomulyo Mobile

Cangkringan – Pemerintah Kalurahan Argomulyo menggelar sosialisasi mengenai aplikasi layanan masyarakat Argomulyo Mobile di Aula Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (4/11/2021). Acara diikuti oleh seluruh dukuh yang berada di Kalurahan Argomulyo Cangkringan.

Aplikasi Argomulyo Mobile merupakan salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Argomulyo, terutama dalam pelayanan surat menyurat.

“Dalam aplikasi ini diberikan beberapa fitur terkait dalam hal pelayanan surat menyurat warga seperti pelayanan surat keterangan usaha, surat keterangan domisili, dan lain-lain,” ujar Andi Santoso, Kaur Pangripta Argomulyo.

Selain itu, ada juga fitur Call Ambulance yang dapat dimanfaatkan oleh warga yang ingin mengakses ambulans kalurahan dengan cepat, dan fitur yang memudahkan warga untuk mengadendakan pertemuan dengan pamong kalurahan.

Sementara itu, Danang Hendri Bintoro, Lurah Argomulyo mengapresiasi kehadiri aplikasi ini. Ia berharap dengan adanya aplikasi ini, pelayanan yang diberikan dapat menjadi lebih optimal dan efektif.

“Pelayanan surat menyurat warga dapat diakses dari rumah, sehingga lebih cepat dan efektif,” ujar Danang.

Ia juga meminta agar setiap dukuh dapat memastikan setiap data yang disampaikan oleh warga ketika aplikasi ini nantinya diluncurkan untuk umum. (Marman/KIM Cangkringan)




Antisipasi Penyakit Tanaman, PPL Cangkringan Lakukan Penyemprotan Padi di Padukuhan Kebur

Cangkringan – Guna melakukan pencegahan penyakit Blas atau Kresek pada tanaman, Penyuluh Petani Lapangan (PPL) Kapanewon Cangkringan, Indarto, mengadakan penyemprotan tanaman padi di Padukuhan Kebur, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Rabu (3/11/2021).

Indarto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari monitoring yang sudah dilakukan sebelumnya, sekaligus untuk mengantisipasi tingginya intensitas hujan di Cangkringan.

“Sangat dibutuhkan untuk pencegahan penyakit blas atau kresek yang menyerang daun di tanaman padi, sehingga akan mengakibatkan daun akan menguning dan kering, sehingga dapat mempengaruhi pertumbahan tanaman padi yang dapat mengakibatkan produktivitas panen menjadi turun drastis, ” jelas Indarto.

Pada penyemprotan kali ini, Indarto menggandeng Kelompok Tani Padukuhan Kebur agar proses penyemprotan dan monitoring setelah penyemprotan dapat dilakukan secara maksimal.

“Semoga dengan penyemprotan ini, penyakit blas dapat dicegah dan tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen bisa meningkat,” ujar Indarto.

Sementara itu, Mukhlis, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) mengatakan penyemprotan yang dilakukan menggunakan ageh hayati, di antaranya Beveribasiana sebagai pencega hama secara organik, PGPR sebagai bahan organik untuk membantu pertumbuhan dan menjaga imunitas tanaman, klorin sebagai pencegah penyakit blas, dan molase sebagai activator PGPR. (Marman/KIM Cangkringan)




Teknologi Informasi untuk Ekonomi yang Lebih Baik

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Konten Positif di Balai Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (4/11/2021)

Kegiatan tersebut diikuti dari perwakilan karang taruna, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta tokoh masyarakata milenial dari seluruh warga Kapanewon Gamping.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan dalam hal positif, seperti untuk produktivitas yang dapat meningkatkan ekonomi dan alat untuk bermasyarakat.

“Meskipun keadaan yang sedang mengalami pandemi COVID-19, kegiatan sehari-hari masyarakat sekarang sudah bisa mengunakan teknologi informasi,” ujarnya.

Kegiatan diisi oleh 2 narasumber yaitu Siti Nurjanah, Anggota Komisi A DPRD DIY yang memberikan wawasan mengenai cara aman dan pemanfaatan media sosial. Ia mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial, seperti tidak mengumbar masalah pribadi, serta lebih digunakan sebagai sarana meningkatkan ekonomi warga.

Untuk narasumber kedua adalah pemilik usaha Ngombe Jamu, Niken Agustin. Pada kesempatan tersebut, Niken menyampaikan bagaimana dirinya memanfaatkan media untuk memperkenalkan produk jamu miliknya.

Sementara itu, Sukarjo Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dari Diskominfo Sleman yang turut menghadiri diseminasi konten positif tersebut berharap sosialisasi yang diadakan dapat bermanfaat bagi warga dalam menjalankan keseharian mereka, khususnya yang berada di Gamping.

“Bagaiamana kita membuat konten yang bertanggungjawab, dengan bahasa yang santun dan sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan, karena sekarang banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya harapkan untuk warga Sleman khususnya masyarakat dan pelaku UMKM mampu memberikan informasi yang baik serta bertanggungjawab,” ungkapnya. (Rep Tsaltsa)