Promosikan Tempat Wisata, Komunitas Sepeda di Condongcatur Gelar Gowes Bareng

Sleman – Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menggelar Gowes Bareng dengan tujuan Objek Wisata Baru Watu Jagal, Sabtu (20/11/2021). Kegitan ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh Algojo setiap Sabtu Legi, bersama komunitas sepeda yang ada di DIY, maupun goweser mandiri.

Mengambil titik mulai di Halaman Kalurahan Condongcatur, para peserta mengayuh sepeda menyurusi jalan ke arah Barat menujut Watu Jagal yang berada di Plataran Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Perjalan yang juga melewati bangunan Buk Renteng tersebut diikuti oleh ratusan goweser yang terdiri dari beberapa komunitas, seperti Gowes Eaton Tekan (GWT) dan komunitas lainnya. Kegiatan juga mendapatkan dukungan dari Pos Pit Pakem.

Reno Candra Sangaji, Pembina Algojo yang juga merupakan Lurah Condongcatur mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Algojo, bersama komunitas sepeda di DIY untuk mempromosikan dan mengenalkan objek wisata baru kepada masyarakat.

“Bersepeda bersama juga dilakukan dengan tujuan guyup rukun mencari teman, sahabat, dan relasi, karena para goweser berasal dari berbagai macam latar belakang dan bidang pekerjaan, yang disatukan dengan hobi yang sama,” ujar Reno. (Wasana/KIM Depok)




Karang Taruna Diharap Dapat Berikan Inovasi di Bidang Teknologi

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, hadir dalam Rapat Kerja Karang Taruna Bhaktiloka Condongcatur yang digelar selama 2 hari dari Sabtu (20/11/2021) dan Minggu (21/11/2021) di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Raker dimulai dengan pengukuhan pengurus baru Karang Taruna Bhaktiloka periode 2021-2024, yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Lurah Condongcatur Nomor 15.1/ tentang Penetapan Pengurus Karang Taruna Bhaktiloka Kalurahan Condongcatur masa Bakti 2021 – 2024.

Ketua Karang Taruna Bhaktiloka terpilih periode 2021-2024, Iswandaru mengapresiasi para anggota yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti raker yang digelar di luar Yogyakarta ini. “Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk ikur membantu Pemerintah Kalurahan Condongcatur di bidang kepemudaan,” ujar Iswandaru.

Ia juga berharap agar ke depannya, Karang Taruna Bhaktiloka dapat lebih solida dan kompak dalam menyukseskan segala kegiatan dan program kerja yang telah disusun.

Ringga Sandra Admaja, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) mengatakan bahwa raker ini diadakan sebagai wadah koordinasi program antara bidang dan pemerintah kalurahan, agar tercipta keselarasan program kerja.

“(Selain itu) pengurus baru juga bisa saling belajar dengan para senior sehingga regenerasi dapat dipersiapkan dari sekarang untuk memegang estafet ke depan, bertugas bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk menanggulangi berbagi masalah kesejahteraan sosial, terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkunganya,” jelas Ringga.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, berharap karang taruna dapat terus berkiprah melalu peran sebagai lembaga kalurahan untuk ikut membina kepemudaan dan memberikaan gagasan dan inovasi, terutama di bidang pemanfaatan tekonologi yang tengah berkembang saat ini.

“Semoga dalam raker ini, semua program-program kerja karang taruna dapat dirumuskan dengan baik, untuk dilaksanakan 3 tahun ke depan di Pemerintahan Condongcatur,” jelas Reno. (Wasana/KIM Depok)




Milad Muhammadiyah ke-109, PDM Sleman Gelar Groundbreaking RS PKU Muhammadiyah Sleman

Sleman – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah yang ke-109, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman mengadakan Groundbreaking Unit Rawat Inap Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Sleman di Komplek PDM Sleman Sawahan, Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (20/11/2021). Groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang turut hadir dalam peringatan tersebut.

Kustini dalam kesempatan tersebut menyambut gembira pembangunan RS PKU Muhammdiyah ini, dan berharap untuk segera terwujud sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia juga berharap Muhammadiyah dapat terus menebar manfaat kepada bangsa dan negara, seiring dengan pertambahan usia yang ke 109 ini. “Serta terus memberi semangat dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bangkit di masa pandemi COVID-19,” imbuh Kustini.

Pembangunan RS PKU sendiri ditargetkan rampung pada Mei tahun 2022, dan mendapatkan dukungan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping.

“Untuk pembangunan ini kami support dan back up sampai nantinya dapat berjalan secara mandiri,” kata dr. Faisol, Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Sementara itu, Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam Pidato milad 109 menyampaikan komitmen Muhammadiyah dalam memajukan generasi penerus bangsa dan akan terus menjaga kerukunan antar manusia. (Arief Hartanto)




Tingkatkan Kemampuan Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Pembuatan Brownies Motif Batik

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam Pelatihan Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan bagi Wirausaha Baru, Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kalurahan Donoharjo memberi pelatihan pembuatan brownies motif batik di Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Minggu (21/11/2021).

Tri Aprilia selaku pemateri dalam pelatihan tersebut menjelaskan bahwa sebagian brownies kukus dengan motif batik yang kini sedang digemari masyarakat memiliki keunikan tersendiri karena terkesan, etnik, artistik, dan elegan. Terdapat beragam motif batik yang dipakai dalam pembuatan brownies, di antaranya kawung, parang, sidomukti, sekar jagad, dan jarik gendong.

“Kombinasi warna pun bisa dibuat dengan banyak variasi tergantung permintaan konsumen dan motif batik yang diinginkan. Sedangkan untuk motif batik klasik biasanya memakai kombinasi warna coklat, coklat tua, dan putih,” papar Tri yang memiliki usaha brownies di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul tersebut.

Membuat brownies batik, lanjut Tri, membutuhkan ketrampilan dan ketelitian, karena harus memperhatikan nilai artistik tanpa meninggalkan cita rasa brownies itu sendiri.

“Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat pola motif batik atau mal pada kertas dan ditempel di loyang. Mal tersebut dilapisi kertas kue dan motif dibuat mengikuti pola tersebut. Adonan yang sudah diberi warna dijadikan tinta untuk melukis di atas pola batik, kemudian dikukus selama 10 menit. Langkah selanjutnya membuat adonan brownies, tuangkan di atas motif batik dan kembali dikukus sampai matang,” jelas Tri.

Brownies batik pada umumnya bisa tahan hingga lima hari pada suhu ruangan dan lebih dari seminggu bila disimpan dalam kulkas.

Tri juga memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan bahwa peluang usaha brownies batik masih terbuka lebar mengingat Yogyakarta yang merupakan destinasi wisata. Banyaknya wisatawan yang membeli oleh-oleh untuk keluarga, teman, atau tetangga menjadikan brownies batik memiliki potensi usaha yang cukup menjanjikan.

“Pesanan brownies batik biasanya meningkat pesat saat musim liburan tiba, hari raya, atau dipakai sebagai hantaran acara pernikahan,” ujarnya.

Selain itu, Anggota DPRD DIY, KPH Purbodiningrat, yang berkesempatan hadir menutup pelatihan tersebut berharap agar materi pelatihan bermanfaat bagi para peserta sebagai modal ilmu memulai wirausaha untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)