BPD Syariah DIY Sosialisasikan Metode Berinfak Melalui QRIS

Ngaglik – Untuk meningkatkan target sasaran pengguna program QRIS, BPD Syariah DIY Cabang UII Yogyakarta mengadakan Sosialisasi Program QRIS kepada 25 Takmir Masjid Yayasan Akmal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) DIY di Komplek Masjid Baiturrahman Klidon, Ngaglik, Sleman, Senin (29/11/2021).

Suripto, Ketua Forum YAMP DIY mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk tindak lanjut dari kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sleman dengan BPD Syariah DIY. “Harapannya dengan sosialisasi ini bisa menambah jumlah masjid yang mengikuti program QRIS di BPD Syariah DIY,” ujar Suripto.

Sementara itu, Totok Suparwoto, perwakilan Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon berharap QRIS dapat mempercepat dan mempermudah transaksi digital, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dari infak jemaah.

“Yang sangat diperlukan untuk memelihara masjid agar tetap nyaman, aman, dan kemakmurah masjid terjaga,” ungkap Totok.

Sosialisasi sendiri disampaikan langsung oleh Ikhsan dari tim sosialisasi QRIS. Dalam penjelasannya, Ikhsan mengatakan bahwa persyaratan untuk mengikuti program QRIS sangat mudah. Takmir masjid cukup mengisi formulir yang telah disiapkan dengan melaporkan persyaratan administrasi yang diminta.

“Semuanya gratis sampai pemberian barcode untuk masjid yang ikut program QRIS,” imbuh Ikhsan. Dalam sosialisasi juga digelar tata cara berinfak menggunakan barcode yang telah terdaftar dalam QRIS. (Srp/KIM Ngaglik)




Susun RKPKal, Condongcatur Gelar Musrenbangkal

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Musyawarah Kalurahan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur Tahun Anggaran 2022 bertempat di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Minggu (28/11/2021)

Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Feri Ferdian, dalam sambutan pembukaan Musrenbangkal menyampaikan bahwa RKP merupakan rumah bagi kegiatan-kegiatan yang dianggarkan dalam APBKal. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya tambahan kegiatan melalui BKK, yang belum masuk dalam APBKal.

“Sehingga perlu diantisipasi dengan memberi ruang dalam RKP untuk mengakomodasi kegiatan kegiatan tersebut,” jelas Feri.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan apresiasinya atas kerja Tim Verifikasi Pembangunan yang dalam waktu kurang dari satu pekan dapat merangmpungkan verifikasi pembangunan proyek-proyek yang diusulkan masyarakat 64 RW di 18 padukuhan yang ada.

”Sehingga semua proyek dinyatakan LAYAK untuk dikerjakan dan dibiayai oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” ungkap Reno.

Reno menuturkan bahwa tahun 2022, pembangunan di tingkat RW akan dibiayai dari beberapa sumber yaitu dari Dana Desa (DD), Alokokasi Dana Desa (ADD), Pendapatan Bagi Hasil (PBH), dan Silpa. Dana tersebut akan diserahkan sesuai termin yang ada.

“Harapanya pada semester pertama tahun 2022 sudah dapat dilaksanakan sehingga proyek yang direncanakan tahun 2022 juga dapat selesai. Ini merupakan tantangan bagi kita semua,” ujar Reno.

Menurut Reno, masing-masing RW bertanggungjawab terhadap kegiatan yang telah direncanakan karena program tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Jika dapat berjalan dengan baik dan lancar maka akan menentukan kegiatan di tahun berikutnya jadi bagi pemerintah desa, tim verifikasi, pengawas, pendamping desa ini merupakan pekerjaan yang berat,” ujar Reno.

Pada tahun 2022, ada 51 kegiatan pembangunan di Kalurahan Condongcatur yang meliputi, pembangunan sarana dan prasarana olahraga, balai pertemuan warga, konblokisasi, corblok, drainase, spah, dan talud. Dedangkan untuk non fisik dana stimulan rutin tahunan meliputi bidang sosial, seni, budaya, pemuda, olahraga, posyandu, kelompok wanita tani, gapoktan, dan jaga warga.

Rencana Kerja Pembangunan Condongcatur Tahun 2022 kemudian dituangkan dalam Berita Acara penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Condongcatur T.A 2022 meliputi Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Kalurahan, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan, Bidang Pembinaan Masyarakat Kalurahan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Kalurahan. (Wasana/KIM Depok)




Jaga Warga, Pengamanan Dari, Oleh, dan Untuk Warga

Sleman – Masalah keamanan warga bukan hanya menjadi tugas aparat, namun juga masyarakat. Karena itu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam upaya menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat.

Berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 28 tahun 2021, partisipasi masyarakat dalam keamanan diwadahi dalam lembaga yang disebut sebagai Kelompok Jaga Warga, yang merupakan lembaga kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Kalurahan atas inisiatif masyarakat yang berada di tingkat padukuhan atau RW (Rukun Warga), yang berperan sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat. Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Satpol PP Kapanewon Ngaglik, Tugiman dalam acara sambang siskamling di Padukuhan Penen Donoharjo Ngaglik Sleman, Sabtu (27/11/2021).

Lebih lanjut, Tugiman menjelaskan bahwa Kelompok Jaga Warga berkedudukan sebagai mitra Dukuh dan Ketua RW dengan wilayah kerja Kelompok Jaga Warga sama dengan wilayah kerja Dukuh dan Ketua RW. Kelompok Jaga Warga mempunyai tugas untuk membantu menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, memberikan saran dan pertimbangan kepada Dukuh dan Ketua RW dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan; serta melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Fungsi yang sangat penting dari Kelompok Jaga Warga adalah sebagai mediator dalam menyelesaikan Konflik Sosial,” jelas Tugiman.

Sementara itu Kapten Infantri Arly Iskandar, Komandan Koramil Kapanewon Ngaglik menyampaikan bahwa yang penting adalah apa yang bisa kita abdikan untuk bangsa dan negara. Ia juga menjelaskan bahwa siskamling hendaknya ada pos dan struktur organisasinya. 

“Hal yang juga penting adalah adanya transparansi, kepercayaan serta kelembagaan yang solid. Yang perlu diwaspadai juga adalah dampak covid. Setelah hampir dua tahun masyarakat mengalami keterpurukan, besar kemungkinan kriminal akan meningkat. Tugas kelompok Jaga Warga adalah  membantu masyarakat sekitar dalam keamanan maupun konflik antar warga. Untuk itu perlu dijalin komunikasi dengan aparat,” jelasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




FPRB Gamping Tingkatkan Kekompakan dan Kerja Sama Anggota dengan Outbound

Untuk meningkatkan kerja sama tim dan melatih kemampuan analisa dan pola pikir dengan memaksimalkan otak kiri dan kanan bagi para relawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Pemerintah Kapanewon Gamping berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan outbound yang berlangsung di Desa Wisata Dolan Deso Boro Kulon Progo, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Menjalin Kebersamaan dan Kekompakan Antar Relawan Untuk Penanganan dan Antisipasi Bencana Yang Lebih Baik’ secara resmi dibuka oleh Panewu Gamping, Sarjono didampingi Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Hery Sutopo, dan Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi.

Dalam sambutannya Panewu Gamping, Sarjono mengutarakan bahwa kegiatan outbound tersebut diperlukan sebagai sarana untuk menyatukan para relawan di wilayah kapanewon Gamping yang sangat beragam agar kompak dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana tanpa memandang dari mana asal komunitasnya.

“Apalagi di musim penghujan saat ini yang berpotensi terjadinya bencana alam dan diharapkan para relawan dapat bersinergi dengan baik bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, Pemerintah di wilayah Kapanewon (Muspika), masyarakat serta lembaga usaha dalam penanggulangan bencana,” tutur Sarjono.

Di sisi lain, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Hery Sutopo memberikan pencerahan kepada para relawan kebencanaan mengenai cinta tanah air dan bela negara. Menurutnya, salah satu sikap yang mencerminkan cinta tanah air yaitu dengan menjaga dan merawat kebersihan lingkungan bersama.

“Menjaga dan merawat lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah saja. Namun, masyarakat juga ikut berperan untuk menjaganya secara bersama-sama. Mari bentuk kesadaran diri sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegas Hery dihadapan para relawan.

Ia menambahkan, sebagai relawan harus dapat saling menghargai setiap perbedaan dan tidak membiarkan perbedaan tersebut berlarut-larut sehingga dapat mengakibatkan perselisihan atau terpecah-belah, Seharusnya keragaman perbedaan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan antar relawan sebagai wujud sikap bela negara.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengucapan dan penandatanganan Pakta Integritas seluruh Komunitas Relawan di Wilayah Kapanewon Gamping yang dilakukan oleh 21 Ketua Komunitas Relawan yang telah berkomitmen untuk pro aktif dan kompak dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di wilayah Kapanewon Gamping. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pelajari Penanganan COVID-19, BNPB Pusat Kunjungi Kalurahan Condongcatur

Condongcatur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melakukan kunjungan dan Monitoring Evaluasi (Monev) pengendalian Covid-19 di Kalurahan Condongcatur, Sabtu (27/11/2021).

Kunjungan dan Monev BNPB ini berdasarkan surat dari satgas penanganan COVID-19 nomor B-1403/SATGAS/ perihal kegiatan monitoring dan evaluasi di 11 provinsi prioritas. Daerah di Kabupaten Sleman DIY yang mendapat kunjungan dan monev adalah Kalurahan Nogotirto, Banyuraden dan Kalurahan Condongcatur. Dalam kegiatan monev ini dari Tim BNPB dipimpin Retno Asti Werdhani, dari Divisi Tracing, Bidang Kesehatan BNPB Pusat didampingi Dinkes DIY dan Dinkes Sleman.

Carik Condongcatur, Sugiyanto, mengatakan bahwa seluruh kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk penanganan COVID-19 mengikuti prinsip Condongcatur Rumah Kita.

“Jadi, seluruh Pamong sudah nyawiji (bersatu/berintegrasi) sehingga merupakan kunci keberhasilan di lapangan karena saling bersinergi dan terjalin komunikasi, koordinasi penanganan yang baik di masyarakat,” ujar Sugiyanto.  

koordinor Lapangan (Korlap) Destana Condongcatur, Sahid Fahrudin yang melaporkan kondisi perkembangan COVID-19 di Condongcatur. Pada bulan November 2021 Condongcatur masuk dalam Zona Hijau. Penanganan kasus positif juga menjadi hal yang ditekankan oleh Sahid.

“Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar pihak Puskesmas Depok II dengan kalurahan condongcatur maupun dengan Tracer, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas COVID-19 Kalurahan, Destana Condongcatur semua bersinergi dan saling menyupport dengan sangat baik,” jelas Sahid.

Sementara itu, Retno Asti Werdhani, BNPB Pusat menyampaikan bahwa maksud tujuan Monev ini adalah untuk mengetahui capaian kinerja pengendalian COVID-19 di Condongcatur. “Di mana permasalahan tidak hanya terjadi di sektor kesehatan saja, tetapi juga di segala sektor seperti ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Retno juga menanyakan faktor-faktor pendukung dalam capaian pengendalian COVID-19 yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Satgas COVID-19, Tracer, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam mengatur dan menerapkan kebijakan penanganan COVID-19.

Hal tersebut direspon langsung oleh Jagabaya Condongcatur, Kuwat. Ia mengatakan untuk penanganan dan pengendalian COVID-19 di Condongcatur melibatkan program Jagawarga yang ada di setiap Padukuhan, di mana setiap warga melakukan monitor kasus Covid-19 di masing-masing RT dan RW untuk dilaporkan ke Posko Satgas Covid-19.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur, lanjut Kuwat, selalu memberikan sosialisasi dan imbauan untuk tetap saling peduli terhadap warga yang mengalami kasus positif.

“Jika ditemukan 1 kasus terkonfirmasi COVID-19, jangan dikucilkan tetapi diminta untuk melakukan isolasi baik mandiri maupun di asrama haji,” ujarnya.

Bagi warga yang positif, kalurahan juga akan memberikan bantuan jatah hidup (Jadup) bersama warga sekitar dengan memanfaatkan dana kas dari R, RW maupun dana sosial warga lainya.

“Kemudian RT RW bekerja sama dengan tracer puskesmas melakukan traking sementara Destana ataupun satgas Covid Padukuhan melakukan penyemprotan disinfektan,” jelas Kuwat.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menambahkan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur melakukan sosialisasi dan himbauan dan penyampaian informasi melalui sosial media seperti WhatsApp Grup Info Condongcatur, Instagram maupun Facebook Condongcatur sehingga informasi dan laporan kasus dapat segera diketahui dan diambil langkah penangannya.

Dalam hal bantuan, Pemerintah Condongcatur juga telah berinisiatif memberikan bantuan paket sembako, dan dana desa untuk BLT kepada warga.

“Ada juga dapur umum pada awal awal kasus dulu juga diberikan, terutama bagi lansia,” tambah Al Thouvik.

Setelah Monev selesai dilakukan peninjauan Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Posko Destana Condongcatur untuk melihat administrasi catatan kegiatan, struktur posko maupun inventaris lainya. Untuk saat ini, posko COVID-19 di Condongcatur telah memiliki 2 armada mobil oranye operasional Destana dan 2 ambulans untuk mendukung posko Destana Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)