Donoharjo Gelar Sertijab Lurah Terpilih

Donoharjo – Kalurahan Donoharjo menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Lurah dari Penjabat (Pj) Lurah Rismunandar kepada Lurah Donoharjo Terpilih, Hadi Rintoko yang diselenggarakan di Aula Balai Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (16/11/2021). Sertijab dihadiri langsung oleh Muspika Ngaglik, termasuk Panewu Ngaglik, Siti Wahyu Purwaningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Siti menyampaikan terima kasihnya kepada kepada Panitia Pemilihan Lurah (Panpilur) beserta seluruh pihak yang terlibat, sehingga dapat mengatarkan seluruh tahapan Pilur di Kalurahan Donoharjo berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali.

“Karena kerja sama yang baik, nyatanya membuahkan hasil yang baik,” jelas Siti.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pj Lurah yang telah melaksanakan tugas dengan baik, serta mengucapkan selamat kepada Lurah Donoharjo yang berhasil memenangkan Pilur Donoharjo. Ia juga meminta lurah terpilih untuk dapat mengembangkan potensi di Kalurahan Donoharjo.

“Dibutuhkan kerja sama antara pamong kalurahan, kapanewon, lembaga, serta pihak ketiga. Manfaatkan semuanya untuk mengembangkan potensi kalurahan,” tutup Siti. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Kalurahan Jogotirto Gelar Sertijab Lurah Terpilih Periode 2021-2027

Berbah – Pemerintah Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Lurah antar Pejabat Lurah Ari Wibowo kepada Lurah Jogotirto terpilih periode 2021-2027, Mitha Mayasari di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Selasa (16/11/2021). Kegiatan ini merupakan tahapan terakhir dari rangkaian proses penyelenggaraan Pemilihan Lurah (Pilur) secara e-Voting pada tahun 2021 ini.

Panewu Berbah, Wildan Solichin yang hadir dalam prosesi sertijab mengucapak selamat kepada Mitha Mayasari yang terpilih sebagai Lurah Jogotirto berdasarkan hasi Pilur 2021. Ia juga berterimakasih kepada Pj Lurah Ari Wibowo yang telah melaksanakan kewajibannya selama menjabat sebagai Lurah Sementara Jogotirto.

“Diharapkan semua pamong dan warga dapat membantu nyengkuyung program lurah yang baru, demi kebaikan dan kemajuan Kalurahan Jogotirto,” ungkap Wildan.

Ari Wibowo, Pj Lurah Jogotirto pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama menjabat sebagai Pj Lurah. Ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya lurah yang baru. “Selamat bertugas,” ujarnya.

Sementara itu, Mitha Mayasari, Lurah Jogotirto terpilih yang berhasil memenangkan Pilur Jogotirto dengan perolehan suara sebanyak 2581 dari total DPT 8197 mengucapkan terima kasih kepada warga Jogotirto yang telah memberikan amanat kepadanya untuk menjadi lurah.

“Dalam kepemimpinan, kami akan memberikan kerha lebih baik untuk kemajuan Kalurahan Jogotirto. Mohon dukungan dan kerja samanya pamong dan warga untuk membangun Kalurahan Jogotirto,” ujar Mitha. (Awang Kurniawan/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Jalani Kehidupan Bernegara yang Mencerminkan Rasa Cinta Tanah Air

Sleman – Dalam kehidupan bernegara, hal terpenting yang harus dilakukan adalah bagaimana manjalani hidup yang mencerminkan rasa cinta terhadap negara. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Hery Sutopo saat mengisi seminar Wawasan Kebangsaan Goes to School di gedung olahraga SMP Negeri 3 Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Selasa (16/11/2021).

“Baik terhadap diri sendiri, dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam lingkungan sekolah hendaknya kita tidak lepas akan cara hidup yang mencerminkan rasa cinta kepada bangsa dan negara ini, kepada para pendahulunya dan para pahlawan negara yang memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Hery Sutopo.

Selain menambah wawasan kebangsaan di sekolah melalui organisasi dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Hery juga mengatakan bahwa pengalaman di kehidupan sehari-hari juga bisa menjadi pelajaran untuk diterapkan sebagai bentuk bela negara dan cinta tanah air.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang ikut hadir sebagai narasumber membenarkan pernyataan tersebut. Menurut Danang, berusaha menggapai cita-cita adalah satu dari sekian bentuk bentuk bela negara.

“Jika dulu para pahlawan nasional memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah hingga berdarah-darah sebagai bentuk cinta tanah air, maka sekarang untuk kita yang mengisi kemerdekaan,  bentuk cinta tanah air yang bisa dilakukan adalah berjuang meraih prestasi untuk mengharumkan nama bangsa,” tegasnya.

Menurutnya, bentuk prestasi bisa disesuaikan dengan bagaimana peran kita di suatu posisi masyarakat. Dalam hal profesi misalnya, tidak hanya siswa sekolah yang bisa berprestasi. Guru, pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha, seniman, budayawan, olahragawan, politisi dan berbagai profesi lain bisa disebut berprestasi jika memiliki suatu pencapaian dalam hal positif.

Danang Maharsa berharap, dengan adanya acara bertema ‘Berprestasi dan Tetap Cinta NKRI’ ini membuat para siswa bisa hidup rukun dalam kebhinekaan, berusaha lebih dalam merai cita-cita, dan tidak lupa dengan tanah air jika nanti telah merasakan kesuksesan. (Rep Umam/Foto Humas)




Gelar Pembinaan Kearsipan, Bawaslu Sleman Gandeng DPAD DIY

Menindaklanjuti permohonan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman perihal pendampingan penataan arsip, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan urusan kearsipan yang berlangsung di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Sleman, Selasa (16/11/2021).

Pembinaan kearsipan tersebut diawali dengan sambutan Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa didampingi Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Vici Herawati, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi, Arjuna Al Ichsan Siregar, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Mujibur Rahman, serta Koordinator Penanganan Pelangaran, Ibnu Darpito. Turut hadir dalam kegiatan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Suparno, beserta Kepala Sub Bagian Administrasi, Fajar Marchito Saleh.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menyampaikan apresiasi kepada DPAD Daerah Istimewa Yogyakarta yang bersedia hadir untuk melakukan pembinaan kearsipan dokumen supaya pengelolaan arsip inaktif dan statis di lembaga yang dipimpinnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

“Kami memerlukan pendampingan terkait penomoran dan penataan arsip yang dimiliki  Bawaslu Kabupaten Sleman guna menunjang peningkatan kinerja pengawasan dalam pemilihan umum,” tutur Karim.

Kegiatan yang dipandu oleh Arsiparis Ahli Muda, Murjono yang dibantu 2 personil Arsiparis Mahir dan Naban mengungkapkan bahwa perlu adanya penataan dan pengelolaan dokumen yang baik dan sesuai standar regulasi yang ada untuk menunjang penyimpanan arsip agar lebih efektif dan efisien dari segala segi kebutuhan. Selain itu, dokumen yang dikelola dengan sistem pengarsipan yang baik akan menjadi sarana pencegahan kehilangan dan memudahkan  pengambilan kembali dokumen secara cepat saat dibutuhkan.

“Arsip baiknya disimpan di tempat khusus sendiri dan terhindar dari gangguan lalu lalang aktivitas dan binatang. Ruangan (tempat penyimpanan) tidak lembab atau bocor jika hujan, serta ditata rapi dalam wadah seperti rak besi sesuai dengan urutan nomor yang telah diinput datanya,” tegas Murjono.

Di akhir kegiatan, Murjono berpesan bahwa dokumen yang belum diarsipkan dengan baik sangat berpotensi untuk hilang selamanya, sehingga nanti akan sulit ditemukan ketika dibutuhkan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bawaslu Sleman Jalin Kemitraan Pengawasan Partisipatif di Lingkungan Kampus

Menindaklanjuti pembicaraan antara Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa dengan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Solusi Bisnis Indonesia, Saifudin Zuhri mengenai program pengawasan pemilu partisisipatif maka pimpinan kedua institusi tersebut sepakat menandatangani Nota Kesepakatan kerjasama dalam hal sosialisasi pengawasan partisipatif pada hari Selasa (16/11/2021).

Penandatanganan Nota Kesepakatan yang dilakukan di Ruang Rapat STIE SBI Yogyakarta disaksikan oleh Pembantu Ketua III STIE SBI Yogyakarta Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Hardoko, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi, Arjuna Al Ichsan Siregar, serta Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Mujibur Rahman.

Sebelum dilakukan penandatanganan Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa memberikan gambaran maksud dan tujuan sinergitas lembaga yang dipimpinnya bahwa pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif akan dilaksanakan di lingkungan kampus berupa pelatihan, pendidikan kader pengawasan partisipatif, dan pendampingan pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bagi mahasiswa STIE SBI Yogyakarta sebagai pembelajaran berdemokrasi.

“Selain itu, Bawaslu Kabupaten Sleman dapat memfasilitasi penelitian terkait pemilihan umum dan pengawasannya yang akan dilakukan oleh Civitas Akademika maupun mahasiswa STIE SBI Yogyakarta,” imbuh Karim.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STIE SBI Yogyakarta, Saifudin Zuhri memberikan apresiasi dan menerima ajakan Bawaslu Kabupaten Sleman karena berangkat dari implementasi program kebijakan ‘Kampus Merdeka’ yang bertujuan mendorong mahasiswa dapat menguasai berbagai keilmuan guna memasuki dunia kerja dan meningkatkan kompetensi, baik itu soft skills maupun hard skills agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

“Sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat maka diperlukan kerjasama simbiosis mutualisma antara institusi pendidikan tinggi dengan lembaga negara termasuk Bawaslu Kabupaten Sleman tentang pendidikan kewarganegaraan sesuai dengan kurikulum yang sudah ditetapkan,” tutur Saifudin.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati untuk memberikan kontribusi pada pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan masyarakat maka dapat diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran tentang manajemen organisasi bagi pengawas ad-hoc di tingkat Kapanewon maupun Kalurahan yang dapat dilakukan STIE SBI Yogyakarta.

“Termasuk perlu adanya instrumen monitoring dan evaluasi terhadap kinerja badan ad-hoc yang nantinya dapat dijadikan sebagai data base Sumber Daya Manusia yang berguna untuk meningkatkan mutu pengawasan pemilihan umum di waktu mendatang,” pungkas Vici. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)