DPMPTSP Sleman Gelar Dengar Pendapat Perubahan Perda Perizinan

Mlati – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman menggelar public hearing (dengar pendapat umum)mengenai perubahan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Perizinan Daerah, yang digelar di Balai Pertemuan Ketingan Resto, Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Minggu (14/11/2021). Kegiatan ini dilakukan untuk mendengarkan pendapat, dan mendapatkan masukan dari masyarakat terkait dengan rancangan Perda Penyelenggaraan Perizinan Daerah.

Acara dengar pendapat yang dimoderatori oleh Suryana, Anggota DPRD Sleman ini mengadirkan langsung pemateri Retno Susiyati, Kepala DPMPTSP Sleman, dan Ida Nurtanti, Kepala Seksi Pelayanan dan Pengaduan DPMPTSP Sleman.

Materi sosialisasi mengenai perizinan disampaikan langsung oleh Kepala Dinas DPMPTSP Sleman, Retno Susiyati. Dalam pemaparannya, Retno mengatakan bahwa aturan perizinan yang dibuat tidak lepas dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Untuk itu, perubahan perda harus disosialisasikan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat, sebelum diundangkan,” jelas Retno.

Menurut Retno, ada 3 perizinan di Kabupaten Sleman yang mengalami perubahan yaitu perizinan usaha, perizinan non-berusaha, dan perizinan lainnya.

“Perubahan terhadap aturan ini, izin usaha bagi masyarakat akan lebih dipermudah. Pengurusan bisa melalui aplikasi OSS RBA, waktu juga lebih cepat. Pengurusan perizinan usaha ini melalui sistem online. Catatannya persyaratan yabg dibutuhkan sudah lengkap,” tukasnya.

Sementara untuk izin non-usaha, Retno menyampaikan prosenya harus melalui Sistem Online Sleman (Sinom) yang dapat diakses melalui laman , dengan kriteria di antaranya adalah bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum, bidang pertanian, bidang pendidikan, dan bidang lingkungan hidup. “Dengan syarat kelengkapan data sudah terpenuhi,” imbuh Retno.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan dan Pengaduan DPMPTSP Sleman, Ida Nurtanti menambahkan bahwa izin usaha penting dipahami dan dimiliki karena merupakan bukti legalitas dari pelaku usaha.

“Izin usaha juga merupakan sarana untuk mendapat pembinaan dari dinas terkait. Dengan adanya izin usaha, akan melindungi usahanya, terutama jika ada complain dari masyarkat,” jelas Ida. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Peringati HUT Ketiga, Kelompok Senam Bulu Putri Gelar Senam Sehat

Berbah – Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ketiganya, Kelompok Senam Srikandi Bulu Putri yang berada di Padukuhan Jogotirto, Kapanewon Berbah menggelar kegiatan Senam Senam Sehat di Rumah Dhahar Mbah Wanto, Kuton Tegalsari, Berbah, Sleman, Minggu (14/11/2021).

Ina Ikhwatun, Ketua Kelompok Senam Srikandi Bulu Putri menuturkan kegiatan ini terselenggara atas dukungan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Rahayu Widi Nuryani dan Mbah Wanto, pemilik Omah Dhahar Mbah Wanto.

“Semoga jalinan silaturahmi yang dijalin ini semakin baik, dan dapat memberikan semangat untuk selalu guyup rukun antar anggota,” jelasnya

Sementara itu, Sudarmo, Dukuh Bulu Putri mengapresiasi antusiasme peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini. Ia juga mengingatkan kegiatan untuk selalu dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembagian doorprize dengan mengundi kupon yang telah dibagikan sebelumnya. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Peringati Hari Pahlawan, RAPI Sleman Gelar Donor Darah

Sleman – Keluarga besar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 05 Kabupaten Sleman, menyelenggarakan Peringatan Hari Pahlawan dengan Bhakti Sosial Kemanusiaan Donor Darah, Minggu (14/11/2021) di Sekretariat Komplek Stadion Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Peserta Donor Darah yang terdaftar adalah 88 orang yang berasal dari pengurus, anggota, dan masyarakat umum. Di antara calon peserta itu terdapat 28 gagal, sedang yang bisa diambil 60 orang atau 60 kantong.

Ketua RAPI Kabupaten Sleman Untung K, menuturkan bahwa dipilihnya Bhakti Sosial Kemanusiaan Donor Darah dalam memperingati Hari Pahlawan, dimaksudkan untuk meneladani semangat pengabdian, semangat kejuangan dengan rasa pengorbanan yang tulus para pahlawan untuk bangsa dan negara. “Mereka berjuang dengan merelakan jiwa dan raga untuk kebesaran bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia mengharapkan dengan kegiatan ini, jajaran pengurus dan anggota RAPI dapat lebih peka terhadap rasa kemanusiaan.

“Lebih khusus lagi turut membantu ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan melalui PMI,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta GBPH Prabukusumo dalam sambutanya mengatakan bahwa PMI Senantiasa siap bekerja sama dengan siapapun dalam melaksanakan tugas kemanusiaan.

Kepada keluarga besar RAPI Gusti Prabu berharap agar RAPI makin besar, makin mengakar diseluruh wilayah hingga satuan masyarakat terkecil padukuan, dan keberadaan serta petanya makin nyata dirasakan oleh masyarakat. Kerja Keras, kerja cerdas disertai jujur, lanjutnya.

“Saya memberi apresiasi atas kegiatan kemanusiaan ini, jadikan kegiatan rutin demi kesehatan pendonor maupun penerima transfusi. PMI siap kerja bersama untuk sesama,” jelasnya.

Disela-sela berlangsungnya donor darah, Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono berharap kepada pengurus RAPI agar kegiatan donor darah bisa dilaksanakan secara rutin. “Setidaknya tiga bulan sekali,” imbuh Sunarto. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




FKIM Sembada Gelar Rakor di Kapanewon Berbah

Berbah – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman kembali menggelar rapat koordinasi di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sabtu (13/11/2021). Rakor diikuti oleh pengurus dan anggota KIM Sembada Sleman, termasuk KIM Tirto Gumregah Kapanewon Berbah ini dihadiri juga oleh Panewu dan Panewu Anom Kapanewon Berbah. Rakor dibuka dengan penampilan tarian tradisional Golek Ayun Ayun yang diperagakan oleh Rena dari Desa budaya Karongan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.

Wildan Solichin, Panewu Berbah mengatakan bahwa pembentukan KIM Kapanewon Berbah diatur berdasarkan Keputusan Panewu Berbah Nomor: 22/ dengan ketuanya adalah Tri Sajuli. “Komposisi anggotanya ada yang tua dan ada yang muda dari lintas profesi, agar dapat lebih banyak informasi yang digali dari masyarakat,” ungkap Wildan.

Wildan juga mengatakan bahwa KIM juga harus dapat bertanggung jawab dalam menggali dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarjo, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman. Menurut Sukarjo, KIM adalah kegiatan yang dilakukan untuk menggali informasi dari masyarakat dan diberitakan untuk masyarakat.

“Harapannya, selain KIM di Kapanewon, juga dibentuk KIM tingkat kalurahan sehingga akan lebih banyak informasi yang tergali dan tersampaikan,” ujar Sukarjo.

Ketua KIM Sembada Sleman, Suripto memaparkan beberapa hal mengenai KIM Sembada Sleman, seperti pengurus dan tugas yang dilakukan.

”(Pengurus) menjembatani kebutuhan anggota KIM dengan memberikan beberapa pelatihan peningkatan kemampuan untuk menunjang kegiatan menggali dan menyampaikan informasi dari dan untuk masyarkat,” ujar Suripto.

Suripto juga mengapresiasi KIM Kapanewon Berbah yang telah aktif memberikan informasi kepada masyarakat, meskipun baru terbentuk. (Kusnadi/KIM Tirto Gumeregah Berbah)  




Silase Komplit, Solusi Cadangan Pakan Ternak

Para peternak hewan pemamah biak (ruminansia) seperti sapi, kambing, dan domba biasanya dihadapkan pada permasalahan ketersediaan pakan. Hal ini berkaitan dengan kondisi iklim tropis, di mana pada saat musim kemarau mengalami kekeringan sehingga ketersediaan bahan pakan hijauan sangat sulit didapatkan. Sebaliknya pada musim hujan, jumlah pakan melimpah melebihi kebutuhan.

Ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT) yang tidak berkelanjutan tersebut menjadi masalah bagi peternak, mengingat pakan merupakan sarana produksi terpenting untuk keberhasilan usaha peternakan.

“Pada saat musim hujan pun menjadi kendala manakala hujan berhari-hari dan peternak tidak bisa mencari rumput untuk pakan. Bagi peternak yang memiliki hewan di bawah 5 ekor mungkin masih bisa diatasi tapi bagi pemilik puluhan atau ratusan ekor akan menjadi masalah besar,” kata Albertus Budi Setiawan, peternak sapi dari Donolayan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, saat ditemui Minggu (14/11/2021).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ia mengolah dan mengawetkan pakan ternak dengan membuat silase, yaitu pakan hijauan yang difermentasi.

“Prosesnya sederhana, bahannya pun ada dan melimpah di sekitar kita. Bahan yang digunakan meliputi bahan utama, misalnya tanaman jagung, rumput gajah, kolonjono, atau jenis rerumputan yang lain,” jelasnya.

Pemberian silase pada ternak ruminansia dapat secara langsung maupun dicampur dengan hijauan lain bisa juga ditambahkan konsentrat yang biasa dipakai atau membuat  campuran sendiri berupa bungkil kedelai, tepung jagung, ampas jagung, bungkil sawit dedak, bekatul ampas bir, kulit kopi, dan lain sebagainya.

“Berdasarkan pengalaman, silase dapat meningkatkan nafsu makan ternak dan mengurangi bau tidak sedap dari kotoran yang dihasilkan,” ungkap Budi.

Silase dapat disimpan dalam jangka waktu hingga satu tahun dan tetap terjaga kualitasnya, sehingga  bisa dijadikan pakan alternatif pada ternak pada musim apa pun terutama pada saat kemarau panjang, kekeringan, atau saat peternak kesulitan mendapatkan hijauan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)