Terapkan Program Kampus Merdeka, STIE SBI Jalin Kerja Sama dengan Bawaslu Sleman

Dalam rangka penerapan program Kampus Merdeka sebagai salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia yang berupaya untuk mendorong mahasiswa agar menguasai beragam ilmu penting dalam dunia kerja, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Solusi Bisnis Indonesia (STIE SBI) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Institusi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Nomor 03/Kt/Akd/MoU-TAM/STIE SBI/X/2021 dengan Nomor 044/ antara dua lembaga tersebut dilakukan oleh Ketua STIE SBI Yogyakarta, Saifudin Zuhri bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa disaksikan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Suparno, dan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati di Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman, Jumat (12/11/2021).

“Salah satu implementasi program Kampus Merdeka yang diwujudkan dalam tugas akhir magang bagi mahasiswa sebagai persiapan untuk menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang pesat serta kompetensi mahasiswa harus lebih adaptif dengan kebutuhan zaman,” kata Ketua STIE SBI Yogyakarta, Saifudin Zuhri.

Di sisi lain Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan bahwa pihaknya bersedia untuk menjalin kerja sama dengan STIE SBI Yogyakarta dalam program magang untuk memberikan kesempatan mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna memberikan referensi akademis untuk mendukung tugas pokok dan fungsi Bawaslu Kabupaten Sleman dalam pengawasan tahapan pemilihan umum (Pemilu) sehingga terjalin hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.

Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dengan inovasi program-program yang lain guna mendukung pengembangan pengawasan Pemilu partisipatif yang telah diterapkan Bawaslu Kabupaten Sleman selama ini. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Caturtunggal Gelar Pekan Adminduk 2021

Depok – Dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), Kalurahan Caturtunggal bersama Dinas Kependudukan da Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman menggelar Pekan Adminduk yang meliputi sosialisasi informasi dan rekam data adminduk (sisir adminduk) di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Kamis (11/11) dan Jumat (12/11).

Kegiatan tersebut merupakan integrasi dari berbagai bidang dalam bentuk sosialisasi dengan konsultasi adminduk langsung antara pemohon dan petugas, pelayanan perekaman KTP-el, pembaharuan KK dan KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pelayanan akta kelahiran serta akta kematian di satu tempat.

Selam dua hari pelaksanaan kegiatan, terdapat 58 warga pemula yang melakukan perekaman KTP-el, update KTP-el (rusak, hilang, perubahan elemen data) sebanyak 20 permohonan, pembaharuan KK sebanyak 230 permohonan, permohonan akta kelahiran sebanyak 29 permohonan, permohonan akta kematian sebanyak 34 permohonan, dan permohonan KIA sebanyak 157 permohonan.

Lurah Caturtunggal, Agus Santoso, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan secara bertahap dapat mewujudkan masyarakat yang tertib dan sadar adminduk di wilayah Kalurahan Caturtunggal.

“Kami sampaikan juga terima kasih kepada Dinas Dukcapil yang telah membantu program ini dan harapannya ke depan dapat terus berkolaborasi mewujudkan pelayanan yang prima bagi masyarakat Caturtunggal khususnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Dukcapil Sleman, Mayawati Jati Lestari, menyampaikan bahwa pelayanan jemput bola dan sisir adminduk ini merupakan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan dan mewujudkan masyarakat yang tertib adminduk.

“Kami apresiasi antusiame warga masyarakat, walau hujan selama dua hari ini tapi tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengurus maupun memuthakirkan dokumen kependudukannya,” pungkasnya. (Danang/KIM Depok).




FLH Minggir Kulik Sistem Pengelolaan Sampah di FLH Berbah

Berbah – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Minggir melakukan kunjungan ke FLH Kapanewon Berbah pada Kamis (11/11/2021) di Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Klakah Elok, Padukuhan Klakah, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah.

Marsono, Ketua FLH Minggir menuturkan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk saling berbagi pengalaman antar FLH dalam pengelolaan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Kusnadi Priyono, Ketua FLH Berbah mengatakan bahwa FLH Berbah mendapatkan dukungan dari Kapanewon dalam menjalankan kegiatan. “Selain itu ada juga pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sleman,” ujar Kusnadi.

Lebih lanjut, Kusnadi memaparkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh FLH Berbah seperti mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah, edukasi ke masyarakat, pelatihan kerajinan daur ulang, dan pendampingan kelompok pengelola sampah.

“FLH Berbah juga bermitra denga 24 kelompok, yang terdiri dari 2 TPS3R, dan 22 kelompok lain berbentuk bank sampah dan sedekah sampah,” jelasnya lagi.

Selain itu, FLH Berbah juga pernah turut serta dalam kegiatan World Clean Up Day, yaitu kegiatan bersih-bersih yang serentak dilakukan bersama 113 negara di dunia, yang dilakukan pada September 2018 di Wisata Lava Bantal. “Selain itu ada juga kegiatan peringatan hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Dukuh Krikilan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah yang difasilitasi DLHK Kabupaten Sleman,” ujar Kusnadi.

Kusnadi juga mengatakan bahwa FLH Berbah memiliki beberapa peralatan inovasi pengelolaan sampah berupa Reaktor Sampah Plastik yang merupakan alat untuk memproses plastik yang tidak berharga, untuk dijual dan diproses menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), meski kapasitasnya masih bersifat edukasi. “Ada juga komposter berbahan batu paras yang dinamakan Pesona, yang berguna untuk mengolah bahan organik sisa dapur menjadi kompos yang bisa dipakai untuk memupuk tanaman,” jelas Kusnadi lagi. (Retno Andayani/KIM Kapanewon Berbah)




Satlantas Sleman Sosialisasikan Sistem ETLE in Hand

Sleman – Unit keamanan dan keselamatan (Kamsel) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sleman mengadakan Sosialisasi Mekanisme Penggunaan Perangkat Electrical Traffic Law Enforcement (ETLE) in Hand di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Sleman, Jumat (12/11/2021)

Bripka Hana Hermawan, Dikyasa Satlantas Polres Sleman yang hadir memberikan sosialisasi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada para pelajar agar tertib berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas,

”Melalui sosialisasi ini, diharapkan tidak banyak siswa yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan tertib dalam berlalu lintas ketika ada petugas maupun sedang tidak ada petugas,” jelas Bripka Hana.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Satlantas Polres Sleman telah memanfaatkan ETLE untuk menindak para pelanggar lalu lintas.

“Melalui kamera ETLE ini petugas akan merekam semua pelanggaran lalu lintas yang ada di jalan dengan menggunakan kamera HP. Terdapat 4 titik kamera perangkat ETLE di yang dipasang di Yogyakarta.  Keempat lokasi itu adalah Tambak Wates Kulonprogo, Ngabean Kota Jogja, Maguwoharjo Sleman, dan terakhir di Gunungkidul yang mengarah ke Banguntapan, Ketandan, Bantul,” tambahnya.

Mengakhiri acara sosialisasi Bripka Hana kemudian memberikan sebuah helm kepada salah satu siswa MAN 1 Sleman. Galuh P, Siswa Kelas XII IPS 2 yang menerima helm tersebut mengaku senang dan mengucapkan terrim kasih. Galuh juga akan  mengajak teman-temannya yang lain untuk menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas dengan menggunakan helm. (smn)




Mendibudristek RI Kunjungi Unisa Yogyakarta

Sleman – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI Nadiem Anwar Makariem melakukan kunjungan ke Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) yang terletak di Kalurahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, pada Kamis (11/11/2021). Kunjungan dilakukan untuk mendiskusikan beberapa permasalahan pendidikan yang berkualitas dan perempuan.

“Karena pendidikan dan emansipasi perempuan menjadi salah satu pilar utama gerakan Aisyiyah,” ujar Nadiem.

Hal ini juga memiliki keterkaitan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 30 tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Ia juga menilai, kesetaraan gender, nilai akhlak, dan agama memiliki peran penting dalam pendidikan di perguruan tinggi.

Pada pertemuan tersebut, Nadiem juga diajak untuk melihat fasilitas dan layanan yang dimiliki oleh Unisa Yogyakarta, salah satunya adalah fasilitas skrining di laboratorium fisioterapi. (Berita: Arief Hartanto/Foto: Unisa)