Kelompok Pengelola Wisata Kapanewon Depok Ikuti Bimtek Pengelolaan Destinasi Wisata

Sebanyak lima kelompok pengelola wisata di Kapanewon Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Destinasi Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada Senin (29/11/2021) hingga Selasa (30/11/2021) di Gedung Sasana Anglocita Tama Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Sleman.

Pelaksanaan bimtek dikemas dengan 2 metode, yaitu metode ceramah di kelas pada hari pertama dan metode kunjungan lapangan di hari kedua. Kunjungan lapangan yang dikemas dengan studi orientasi mengambil lokasi wisata Kalisuci di Padukuhan Jetis, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

“Dari lima kelompok pengelola destinasi wisata yang ada di Kapanewon Depok ini, ada dua rintisan desa wisata yaitu Green Kayen dan Ekowisata Nologaten, semuanya masih pemula. Untuk itulah kedatangan kami ke Kalisuci ini untuk menimba ilmu dan sharing serta membangun jejaring dengan Pokdarwis yang ada di Kalisuci,” terang Muhari, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan, Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, menuturkan bahwa sektor pariwisata ini menjadi sektor andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bersama dengan potensi sub sektor ekonomi kreatif lainnya yaitu seni pertunjukan, kriya atau kerajinan dan kuliner, pariwisata berdampak pada menurunnya tingkat kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul.

“Untuk itu diperlukan skema industri pariwisata dengan pengelolaan administrasi yang bagus, profesional, pengembangan yang masif, dan tata kelola mengadopsi industri,” jelas Supriyanto.

Sementara itu, pengelolaan wisata minat khusus ini tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kalurahan. Di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kalurahan menggandeng dua objek wisata lainnya yaitu Goa/Luweng Jomblang dan Telaga Jonge.

“Kami memfasilitasi pelatihan bagi pokdarwis dan sertifikasi pemandu wisata. Selain itu, juga memfasilitasi pembangunan sarpras pendukung seperti akses jalan masuk,” terang Suhadi, Lurah Pacarejo.

Ketua Pokdarwis Kalisuci, Muslam Winarta, menuturkan bahwa wisata ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan objek wisata lainnya.

“Kalisuci merupakan sungai di permukaan dan di gua. Kemudian masuk lagi di bawah tanah, dan berakhir di Pantai Baron. Wisata ini hanya ada tiga di dunia, yaitu di Meksiko, Selandia Baru, dan di Indonesia adanya di Kalisuci ini,” jelas Muslam. (Andri Afriyanto/KIM Depok)




Bupati Sleman Panen Raya Ikan Patin KPI Mina Kebon

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan panen raya ikan patin di Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kebon Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada hari Selasa (30/11/2021).

Ia mengapresiasi upaya diversifikasi yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan KPI Mina Kebon, sehingga dapat mencapai hasil yang baik dan memberikan nilai tambah bagi petani ikan.

“Saya berharap ini dapat ditularkan kepada kelompok-kelompok petani ikan yang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kustini mendorong antar kelompok pembudidaya ikan di kabupaten Sleman harus saling mendukung.

Menurutnya, antar kelompok harus menjalin kerjasama, sehingga kelompok petani ikan yang maju dapat mendorong kelompok lain untuk maju bersama.

“Kunci utama Pembangunan Perikanan di Kabupaten Sleman adalah menjaga komunikasi yang didasari keterbukaan yang bertanggungjawab, keikhlasan dan kepercayaan serta saling menghargai, sehingga terjadi keselarasan dan keharmonisan dalam bersama-sama membangun Perikanan Kabupaten Sleman,” ucap Kustini.

Sementara M. Imam S. Bonso selaku Ketua KPI Mina Kebon menyebutkan bahwa sebelumnya ia menerima bibit ikan patin sebanyak bibit pada 18 Mei 2021.

Bibit tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman dengan sumber anggaran DAK Kelautan dan Perikanan. Kemudian bibit tersebut dipelihara di tiga kolam berbeda milik anggota KPI Mina Kebon selama 6 bulan 10 hari.

“Dari ketiga kolam tersebut mendapat keuntungan bersih sebesar ,000,” jelasnya.

Usai melakukan panen patin yang didampingi Plt Kadin Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Panewu Ngaglik & Lurah Sariharjo juga meresmikan jalan untuk jogging track sepanjang 360 meter yang di kanan kirinya terdapat pepohonan buah-buahan dan kolam ikan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo juga menyerahkan sertifikat kepada KPI Mina 21 yang beralamat di Demangan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, yang telah berhasil naik kelas dari madya menjadi kelas utama. (Humas Sleman)




Pramuka Penegak Pangkalan MAN 1 Sleman Raih Juara 1 ESC

Sleman – Pramuka Penegak pangkalan MAN 1 Sleman berhasil meraih juara 1 Environment Scout Chalennenge (ESC) kategori Eco Printing. ESC merupakan kegiatan perlombaan yang diselenggarakan oleh Saka Kalpataru Sleman bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman pada tanggal 22 Oktober hingga 28 November 2021.

Menurut pembina Pramuka MAN 1 Sleman, Muhammad Irawan, Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru adalah Satuan Karya Pramuka  yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

“Saka Kalpataru dibentuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Salah satu programnya  menekankan pada isu lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati,” kata Irawan di MAN 1 Sleman, Selasa (30/ 11)/2021)

Sedangkan Ernawati, Wakil Kepala MAN 1 Sleman Bidang Kesiswaan berharap prestasi ini dapat mendorong pramuka kita semakin ramah dengan lingkungan, sebagaimana tujuan akhir Saka Kalpataru adalah membentuk generasi muda yang ramah pada lingkungan hidup. “Alhamdulillah anak-anak pramuka berhasil menjuarai ESC kategori Eco Printing,” kata Erna.

ESC sendiri bertujuan untuk mendukung program gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. (smn) 




Dukuh Jumeneng Margomulyo Resmi Dilantik

Seyegan – Asto Nur Wimantoro resmi dilantik sebagai Dukuh Jumeneng yang baru di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan pada Selasa (30/11/2021. Asto dilantik sebagai dukuh berdasarkan Keputusan Lurah Margomulyo Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Asto Nur Wimantoro sebagai Dukuh Jumeneng.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang melakukan pengambilan sumpah berharap dukuh yang baru dilantik dapat selalu mengingat tugasnya sebagai pamong seluruh masyarakat. “Dukuh harus dapat menampung aspirasi masyarakat yang heterogen,” ujar Eko.

Ia juga menekankan agar dukuh sebagai tokoh masyarakat harus tetap menjaga budaya di tengah masyarakat, seperti penggunaan Bahasa Jawa yang benar sebagai bentuk komunikasi dengan masyarakat.

“Dukuh yang baru juga harus segera bekerja sesuai dengan kewenangannya, melaksanakan program kerja berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan,” imbuh Eko.

Hal senada juga diungkapkan oleh Panewu Seyegan, Yakti Yudanto. Ia berpesan agar dukuh dapat segera berperan dalam pembangunan karena telah menjadi bagian dari sistem pemerintahan kalurahan. “Segera menyesuaikan diri dengan kewenangan yang dipunyai,” ungkapnya.

Ia meminta agar Dukuh Jumeneng yang baru dapat memperhatikan peran dan pemberdayaan peremuan dengan menunjuk tokoh wanita Jumeneng untuk membantu mengakomodasi peningkatan kapasitas wanita, terutama dalam bidang ekonomi. “Karena banyak program yang langsung ke padukuhan,” tambah Yakti.

Selain itu, Yakti juga mengajak para dukuh untuk mendukung program Kapanewon Seyegan dalam hal peningkatan keamanan, ketentraman, dan ketertiban dengan mengaktifkan pos ronda di wilayah masing-masing. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tentukan DTKS Terbaru, Kalurahan Condongcatur Gelar Muskal

Condongcatur – Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Condongcatur melaksanakan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Condongcatur Verifikasi dan Validasi DTKS Tahun 2022 bertempat di Ruang Wacana Loka, Selasa (30/11/2021).

DTKS sendiri adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. DTKS berisikan data warga yang dinilai layak mendapatkan bantuan sosial baik berupa PKH, BPNT, KIP, KIS, BLT, dan lainnya.

Musyawarah Kalurahan DTKS dihadiri yang diselenggarakan BPKal dihadiri Lurah, Pamong, Dukuh, Tokoh Masyarakat, TPSD, Lembaga Kalurahan, TKSK, PKH, Babinsa,Bhabinkamtibmas, Kader Sosial

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan bahwa kader sosial dan dukuh di masing-masing padukuhan berperan dalam pengusulan data baru warga yang kurang mampu (miskin).

“Diharapkan data tersebut benar-benar riil sesuai kondisi yang ada, sehingga tepat sasaran dan dapat benar-benar dapat membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Reno.

Kamituwa, Al Thouvik Sofisalam, memandu pelaksanaan Verifikasi DTKS usulan Padukuhan. Berdasarkan data awal yang masuk dari pusat, ada 2230 KK yang terdaftar dalam DTKS. Namun setelah dilakukan verifikasi, ada 528 KK yang dicoret karena berbagai alasan seperti telah meninggal dunia, pindah, dan sudah mampu secara ekonomi. Sehingga, ada 1702 KK yang dianggap layak masuk dalam DTKS.

“Kemudian dalam Verikasi terdapat penambahan usulan baru sebanyak 747 KK sehingga Total DTKS yang di tetapkan menjadi 2449 KK pada tahun 2022,” jelas Al Thouvik.

Sementara itu, Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan dari padukuhan yang memverifikasi dan validasi data DTKS tahun 2022 untuk diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman. (Wasana/KIM Depok)