Bahas Pangamanan Objek Vital Nasional dan Daerah, FKDM Sleman Gelar Raker

Sleman – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) yang dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua FKDM tingkat Kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Bangsal Witana RM. Puri Mataram. Tridadi, Sleman, (Kamis/2/12/2021).

Raker dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Hery Sutopo didampingi Ketua FKDM Kabupaten Sleman, H. Saridjan. Dalam arahannya, Hery Sutopo menyampaikan bahwa terdapat beberapa objek vital nasional dan daerah yang harus diperhatikan secara deteksi dini, cegah dini, serta solusi cepat dan tepat oleh semua pihak terkait.

Adapun beberapa kawasan yang perlu diperhatikan antara lain kawasan pusat pemerintahan nasional maupun daerah sampai pemerintahan kapanewon, kawasan yang menyangkut kepentingan negara atau sumber keuangan penting dan strategis sebagai sumber pendapatan negara yang memiliki nilai politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta kawasan yang menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari dan hajat hidup orang banyak.

“Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kawasan yang jika ada gangguan atau ancaman dapat menyebabkan bencana alam dan bencana non alam sehingga mengakibatkan keselamatan umum dan terganggunya pembangunan nasional maupun daerah,” tegas Hery.

Dalam hal ini diperlukan peran aktif anggota FKDM seluruh kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki tugas menjaring, menampung, mengoordinasikan dan mengomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini.

“Selanjutnya, anggota FKDM  dapat memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati Sleman mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat,” tambah Hery.

Saat raker seluruh perwakilan FKDM Kapanewon melaporkan kondisi wilayah masing-masing agar dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi pada setiap wilayah guna mewujudkan kondisi lingkungan yang kondusif agar masyarakat bisa berkegiatan dengan tenang. Untuk itu anggota FKDM harus memiliki kemampuan antisipasi atas semua potensi masalah sebelum muncul sebagai masalah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkab Sleman Dropping Air Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin

Sleman – Sejumlah warga dusun yang berada di seputar lereng Gunung Merapi mulai mendapatkan bantuan dropping air bersih dari Pemkab Sleman.

Dropping air bersih dilakukan menyusul pipa jaringan air bersih yang berada di aliran kali Boyong dan Kali kuning putus, pada Rabu (1/12/2021) karena diterjang banjir lahar dingin. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan, pemerintah telah mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak banjir lahar dingin.

“Sudah dilakukan dropping (air bersih) di sana sejak kamis. Langsung kita respon karena memang jalur pipa air di sana putus,” ucap Kustini saat dikonfirmasi, Jum’at (3/12).

Dikatakan Kustini, dropping air sudah diturunkan satu tangki air di dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun. Sementara delapan dusun di desa Glagaharjo disediakan tiga tangki  dan enam tandon.

“Koordinasi sudah dilakukan dari aparat terkait, jika nanti air kirimannya habis akan langsung disuplai lagi,” terang Kustini.

Kustini juga mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan mempercepat upaya perbaikan jaringan pipa air di aliran Kali Boyong dan Kali Kuning. Perbaikan tersebut menjadi pioritas mengingat aliran tersebut menjadi pasokan air utama masyarakat sekitar.

“Sedang kita kebut untuk segera perbaikan. Anggaran sudah ada dan tinggal pengerjaan,” tambah Kustini. (Humas Sleman)




Pemkab Sleman Salurkan Dana Desa Tercepat se-DIY

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan atas kinerja tercepat penyaluran Dana Desa Tahun 2021 dari Kementrian Keuangan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jum’at (3/12/2021)

Penghargaan diserahkan Kepala Kanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Yogyakarta, Arif Wibawa kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Selain menyerahkan penghargaan tersebut, juga diserahkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2022.

Ditemui usai pemberian penghargaan, Kustini Sri Purnomo mengaku kaget dan tak menduga atas penghargaan tersebut. Apalagi penghargaan itu juga hanya diberikan kepada Pemkab Sleman dari seluruh pemerintahan yang ada di Provinsi Yogyakarta.

Dirinya hanya ingin memastikan setiap program dan juga anggaran baik itu dari pusat atau daerah harus sampai di tangan masyarakat.

“Tentu ini akan semakin menggugah semangat dan kinerja teman-teman di pemerintahan.  Apalagi untuk dana desa ini kan memang untuk masyarakat dan prinsip kita harus segera menyalurkan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” terang Kustini.

Kustini menuturkan, penggunaan dana desa di tahun 2021 masih difokuskan pada penanganan dampak pandemi COVID-19. Beberapa diantaranya untuk pemulihan ekonomi, program pioritas nasional serta adaptasi kebiasaan baru yaitu desa aman COVID-19.

“Memang di tahun 2021 kemarin dana desa masih untuk (penanganan dampak) COVID-19 ya. Seperti bantuan langsung tunai (BLT) salah satunya untuk menumbuhkan perekonomian. Dan yang lain fokus pada program padat karya,” kata Kustini.

Penggunaan dana desa di tahun 2022, Kustini menambahkan pemerintah desa masih harus berfokus pada program pemulihan ekonomi. Harapannya, ekonomi masyarakat bangkit dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertama penanggulangan kemiskinan, kedua pembangunan dan pengembangan BUMdes serta peningkatan BUMdes untuk pertumbuhan ekonomi yang merata. Manfaatnya dana desa harus bisa dirasakan merata oleh masyarakat,” tambah Kustini.

Dilanjutkan Kustini, pihaknya mengapresiasi kinerja semua aparatur pemerintahan desa dan kabupaten. Serta mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas diraihnya penghargaan tersebut.

Untuk diketahui, besaran DD tahun 2020 sebesar Rp110,5 Miliar. Alokasi dasar dianggarkan Rp65 miliar, alokasi kinerja Rp2,59 miliar dan alokasi formula Rp42,8 miliar. (Humas Sleman)




Sambut Akhir Tahun, Pemkab Sleman Siapkan Kebijakan Pembatasan Mobilitas

Sleman – Selaras dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (inmendagri) nomor 62 Tahun 2021, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mempersiapkan kebijakan dalam hal menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (nataru) untuk diterapkan di Kabupaten Sleman.

“Peraturannya masih dalam proses. Ada hal-hal tertentu yang perlu kami siapkan untuk menyesuaikan diri dengan inmen ini,” ungkap Kustini saat melakukan jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Kamis (2/11/2021).

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam persiapan ini antara lain Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.

Kustini menuturkan bahwa kebijakan yang sedang direncanakan oleh Pemkab Sleman menyikapi Inmen tersebut antara lain adalah tetap dibukanya destinasi wisata dengan pembatasan 50 persen kapasitas, peraturan ganjil genap transportasi, penambahan jam buka bagi pusat perbelanjaan, juga pelarangan petasan dan kembang api selama pergantian tahun.

Kustini juga mengimbau kepada masyarakat Sleman untuk tidak bepergian keluar atau tidak pulang kampung terlebih dahulu jika memang dirasa tidak perlu.

Selain itu, ia menginformasikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, BUMN maupun pekerja/buruh di Sleman untuk menunda cuti selama akhir tahun sampai awal Bulan Januari Tahun 2022.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau bagi para pelaksana perayaan natal yang ada di gereja untuk tetap berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan Covid di wilayah masing-masing sekaligus membentuk gugus tugas selama pelaksanaan perayaan berlangsung.

“Perayaan Natal yang ada di gereja diharap untuk dapat dilakukan secara sederhana, dibatasi kapasitasnya sebanyak 50 persen dan bisa dilakukan secara hybrid di rumah maupun di gereja. Apakah nanti pelaksanaanya dilakukan secara bergantian atau bagaimana sepenuhnya diserahkan pada pihak gereja,” imbuh Kustini.

Dengan pembatasan dan pengurangan mobilitas ini, Bupati Sleman berharap agar kasus dan potensi penyebaran COVID-19 bisa terus ditekan selama libur nataru, terutama mewaspadai varian baru omnicron yang sudah ada di luar negeri. (Rep Umam)




Bregada Widya Premana Gelar Tasyakuran Raih Kejuaraan Korsik Tingkat DIY

Keluarga besar Bregada Keprajuritan Widya Premana Banyuraden menggelar acara tasyakuran atas keberhasilannya meraih kejuaraan lomba Korps Musik (korsik) prajurit tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Sanggar Budaya Widya Premana Padukuhan Sukunan Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (2/12/2021) malam.

Dalam lomba korsik prajurit yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 27/11/2021 lalu, Bregada Widya Premana yang dikoordinir oleh Damar Asmoro Sejati berhak menyandang juara harapan II dengan menampilkan kreasi musik bregada klasik beserta tata lampahnya.

Tasyakuran yang dipandu oleh Oky Priajitama dihadiri oleh Ketua Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Kabupaten Sleman, Yulianto, Sesepuh Sanggar Budaya Widya Premana, Murdiyanto Murda Puspita, serta Kepala Padukuhan Sukunan Cokrowijayan, Subiyatna.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Kabupaten Sleman, Yulianto menuturkan bahwa keberhasilan ini perlu disyukuri karena dapat dijadikan pemacu semangat untuk lebih giat berlatih sehingga bisa meraih kejuaraan yang lebih tinggi di waktu mendatang.

“Kami selaku pengurus Paguyuban Bregada Rakyat Sembada kabupaten Sleman mengapresiasi kepada keluarga besar Bregada Widya Premana atas pencapaian kejuaraannya. Diharapkan di waktu mendatang dapat berkoordinasi bersama Paguyuban Bregada Rakyat Sembada dengan baik yang berfungsi sebagai wadah aspirasi seni keprajuritan bregada rakyat dalam mengembangkan warisan seni budaya nasional, khususnya bregada rakyat di wilayah kabupaten Sleman,” tutur Yulianto.

Ia menambahkan, Paguyuban Bregada Rakyat Sembada memiliki tugas melatih seni keprajuritan bagi bregada di setiap kalurahan yang dapat digunakan sebagai pengiring atau pengawal dalam setiap kegiatan upacara adat, tradisi budaya, merti desa atau dusun serta kirab budaya.

“Dengan terwujudnya masyarakat dan generasi muda di wilayah Kabupaten Sleman yang memahami jati diri dan falsafah budaya adiluhung serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung didalamnya maka diharapkan kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berlangsung dengan baik,” pungkas Yulianto.

Sebagai wujud syukur dilakukan prosesi pemotongan nasi tumpeng dan ingkung ayam yang dilakukan oleh Sesepuh Sanggar Budaya Widya Premana, Murdiyanto Murda Puspita yang kemudian diserahkan kepada Panji Parentah Bregada Widya Premana, Damar Asmoro Sejati dilanjutkan kembul bujana seluruh tamu undangan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)