Pasar Gentan Raih Predikat Pasar Ber-SNI

Sertifkasi pasar ber-SNI akhirnya mampu diraih Pasar Gentan Kabupate Sleman setelah melewati proses pendampingan, penilaian dan pemenuhan persyararatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI). Pasar Gentan menjadi salah satu satu di antara tujuh pasar di Indonesia yang meraih anugerah tersebut.

Anugerah SNI ini diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga kepada Bupati Sleman yang diwakili Kepala Dinas Perindag Sleman Mei Rusmi, Rabu (8/12/2021), di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang menjadi tuan rumah acara penganugerahaan tersebut.

Adapun 7 pasar yang memperoleh penghargaan yakni Pasar Padang Panjang yang berada di Padang Panjang, Pasar Bauntung di Banjarbaru, Pasar Paddy’s Market di Kendari, Pasar Cisalak di Depok, Pasar Gunung Batu di Bogor, Pasar Gantung di Belitung Timur, dan Pasar Gentan di Sleman.

Dengan diraihnya sertifikasi SNI dari Kemendag tersebut, Mei Rusmi berharap akan menjadi motivasi  seluruh pihak dapat bekerja sama menjaga fasilitas pasar dan memberikan pelayanan yang terbaik di pasar. 

“Kita jaga fasilitas pasar ini dan kepada para pedagang dapat menyajikan kualitas terbaik untuk para pembeli,” tuturnya.

Sementara itu, Wamendag Jerry mengatakan, SNI Pasar Rakyat yang diterima tujuh Kabupaten/Kota hari ini, dapat menjadi contoh teladan bagi  daerah lain.

“Tentu tidak hanya sekadar penghargaan, tetapi kelayakan terhadap standardisasi SNI itu sendiri,” ucapnya.

Jerry juga meminta adanya gerakan digitalisasi penerapan pembayaran nontunai menggunakan Q-Ris. Disebutkannya, hal itu bagian dari program Kemendag.

“Penerapan Q-Ris di pasar ini, program Kemendag. Bila UMKM menggunakannya, sangat bagus. Prokes juga terjaga,” ujarnya. (Humas Sleman)




Antisipasi Banjir Lahar Susulan, Pemkab Sleman Pastikan Pasokan Air Bersih untuk Warga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya memperbaiki jaringan pipa air bersih di sekitaran Kali Kali Boyong dan Kali Kuning. Langkah perbaikan ini salah satunya juga mempertimbangkan potensi adanya banjir lahar susulan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan, upaya perbaikan sudah dimulai satu hari pasca kejadian banjir lahar pada Rabu (1/12/2021) lalu.

Upaya perbaikan pipa air bersih tersebut dilakukan bersama antara pemerintah dengan masyarakat sekitar.

“Langkah cepat yang diambil tentu memperbaiki jaringan pipa yang rusak dan yang masih selamat. Kalau yang rusak tentu, agar air dapat kembali mengalir meski belum maksimal,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi, Rabu (8/12/2021).

Selain memperbaiki pipa, upaya perbaikan lain yang sedang dikebut adalah pengamanan sumber mata air. Salah satunya dengan membuat bronjong atau tanggul untuk menahan sumber mata air dari terjangan banjir lahar.

Seperti yang dilakukan di Sendang Wadon dan Lanang di Kali Kuning, Umbulharjo, sebuah excavator sudah diturunkan ke lokasi.

“Kita pakai excavator untuk membantu proses pembuatan bronjong. Tujuan kita mengamankan mata air dan pipa yang masih ada. Pipa yang masih ada kemarin juga ditata dan dipindah ke tempat yang lebih tinggi agar aman,” kata Kustini.

Dilanjutkan Kustini, kebutuhan air bersih masyarakat yang belum bisa mengakses air dari lereng Merapi, juga masih jadi perhatian.

Hingga Rabu (8/12/2021), dropping air bersih yang disalurkan ke masyarakat mencapai lebih dari 100 ribu liter air. Pihaknya juga menegaskan, dropping air bersih akan tetap dilakukan hingga air dari lereng Merapi dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

“Sampai jaringan pipanya normal. Karena saat ini masih ada yang sudah bisa (mengalir), ada yang belum. Tentu akan kita pantau terus laporan dari pemerintah setempat berkaitan dengan suplai air,” tambah Kustini. (Humas Sleman)