Pemkab Sleman Salurkan Beasiswa Bagi Siswa Berprestasi

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan beasiswa bagi 81 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat Kabupaten Sleman. Beasiswa diserahkan secara simbolis olah Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Pendopo Parasamya, Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu (22/12/2021).

Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada para siswa berprestasi di Kabupaten Sleman yang dinilai telah mengharumkan Sleman dan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya.

“Beasiswa ini merupakan wujud apresiasi Pemkab Sleman atas prestasi yang telah ditorehkan siswa SD dan SMP dalam cabang lomba MTQ, Kompetensi Sains Nasional (KSN), serta Kompetensi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI),” jelas Kustini.

Selain itu, Kustini juga menyebut terciptanya siswa siswi berprestasi tentu tidak terlepas dari upaya, kualitas, dan kinerja para tenaga pendidik. “Untuk itu saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tenaga pendidik atas dedikasinya selama ini. Mari terus lanjutkan kinerja ini, agar semakin banyak siswa siswi berprestasi di Kabupaten Sleman,” katanya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Kustini menyampaikan sektor Pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian Pemkab Sleman. Hal tersebut menurutnya sesuai dengan misi Pemkab Sleman yakni Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

“Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan Pendidikan tidak hanya terhenti dengan mewujudkan akses pendidikan yang mudah bagi para siswa siswi, tapi harus mampu menciptakan siswa siswi yang berprestasi dan unggul dalam bidang akademik sekaligus siswa siswi yang unggul dalam akhlak dan budi pekerti,” ujar Kustini. (Humas Sleman)




Peringati Hari Ibu, Kapanewon Prambanan Santuni Yatim Piatu

Sleman – Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Pemerintah Kapanewon Prambanan memberikan santunan kepada anak yatim piatu korban COVID-19, di Aula Kantor Kapanewon Prambanan, Rabu (22/12/2021). Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Panewu Prambanan Ishadi Zayid, menjelaskan ada total 80 anak yatim piatu yang menerima santunan, dengan setiap anak menerima santunan sebesar Rp ,00. Ia mengatakan bahwa santunan tersebut berasal dari sejumlah sumber, diantaranya BAZNAS Sleman, swasta, dan donasi per seorangan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut berdonasi. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini diadakan banyaknya anak yang menjadi korban pandemi COVID-19. Menurutnya kondisi pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun ini tidak hanya menimbulkan masalah sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan saja, namun lebih dari itu. Menurutnya beberapa anak juga menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19.

Sementara itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengucapkan terima kasih atas kepedulian, kerja sama, dan bantuan yang yang telah diberikan oleh para donatur, Kapanewon dan masyarakat Prambanan dalam kepeduliannya terhadap korban COVID-19, khususnya anak yatim piatu.  Ia berharap dengan penyelenggaraan kegiatan ini, keluarga korban menjadi semakin kuat dan mampu bangkit kembali.

“Saya juga berpesan agar anak-anak yatim piatu penerima santunan tetap semangat dalam mengenyam pendidikan. Masa depan yang baik bisa diraih salah satunya dengan pendidikan yang setinggi-tingginya”, imbuhnya.




Jelang Nataru, Pemkab Sleman Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

Sleman – Menjelang Natal dan tahun baru, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok di wilayah Sleman timur, Rabu (22/12/2021).

Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, pemantauan dilakukan dengan menyasar tiga lokasi yaitu Pasar Prambanan, Agen gas elpiji Kalasan, dan Gudang sembako di wilayah Berbah.

Danang Maharsa dalam pemantauan tersebut menyampaikan hasil dari pantauan yang dilakukan, didapatkan informasi untuk ketersediaan bahan pokok, tidak terlalu mengalami penurunan.

“Untuk bahan pokok, ini ketersediaanya tidak terlalu mengalami penurunan dan dari segi harga ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti minyak goreng, telur dan cabai, tetapi secara keseluruhan ketersediaan stok masih memenuhi dan permintaan juga stabil,” jelasnya.

Danang menyebut hasil peninjauan dan informasi di lapangan ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kelangkaan stok bahan pokok.

“Pantauan ini sebagai bentuk anitisipasi pemerintah. Setelah ini instansi-instansi terkait untuk menindaklanjuti terkait komoditas-komoditas tadi yang mengalami kenaikan dari segi harga dan lainnya,” jelasnya.

Selain bahan pokok, peninjauan juga dilakukan di agen elpiji wilayah Berbah untuk mengetahui kondisi ketersediaan elpiji yang ada di Sleman.

“Dari diskusi yang kami lakukan dengan pihak agen dan pertamina, memang ada informasi keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan stok elpiji di pengecer. Namun setelah kita pantau, di agen sendiri ketersediaan stabil dan harga juga stabil. Maka kami akan melakukan komunikasi dengan Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DIY untuk kemudian nanti bisa mengetahui permasalahan yang mengakibatkan kelangkaan stok elpiji di tingkat pengecer,” jelasnya lagi. (Humas Sleman)




Gedung Baru Setda dan DPRD Sleman Diresmikan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, didampingi Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo beserta meresmikan dua gedung baru, yakni gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dan Gedung DPRD Kabupaten Sleman, Selasa (21/12/2021). Peresmian dilakukan dengan prosesi potong pita, penandatanganan prasasti dan potong tumpeng, kemudian diakhiri dengan meninjau gedung baru Setda Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini, menerangkan bahwa gedung DPRD dan gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dibangun secara bertahap selama tiga tahun, yaitu mulai 2018 sampai dengan 2020. Adapun dana pembangunan dua gedung tersebut bersumber sumber dari dana APBD Kabupaten Sleman.

Gedung Setda Sleman, lanjut Kustini, dibangun diatas tanah seluas m2. Pelaksanaan pembangunan gedung Setda Kabupaten Sleman ini dilaksanakan dalam 2 tahap. Pelaksanaan Tahap I dilaksanakan pada tahun 2019 dan tahap 2 dilaksanakan pada tahun 2020. Pelaksanaan Tahap pertama pekerjaan fisik berupa pekerjaan struktural. Sedangkan pelaksanaan tahap kedua berupa  pekerjaan finishing.

“Pembangunan gedung Sekda tahap I dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp Rp. . Sedangkan tahap II dilaksanakan pada tahun 2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp. . Adapun untuk pembangunan gedung DPRD Sleman dilaksanakan pada tahun 2019 dan tahun 2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp. ,” jelas Kustini.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah berhasil menyelesaikan seluruh tahap pembangunan, meski di masa pendemi ini. Ia juga mengapresiasi pengaplikasian serta pertimbangan unsur filosofi dan budaya lokal dalam pembangunan gedung tersebut.

“Ini adalah langkah kecil namun kongkrit dan layak diapresiasi, perwujudan upaya menunjukkan identitas jati diri serta melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal,” ungkapnya

Lebih lanjut Sri Sultan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman pernah mengatakan bahwa pembangunan gedung baru tersebut merupakan salah satu upaya optimalisasi pelayanan, dan upaya memantapkan posisi Kabupaten Sleman sebagai smart regency. Ia juga menyinggung pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Sleman di salah satu media yang mengungkapkan bahwa selain fungsi utamanya sebagai kantor, gedung DPRD pasca renovasi akan digunakan mewadahi kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM.

“Bertolak dari dua contoh penyataan tadi, besar harapan saya agar SDM, gedung, serta sarana dan prasarana pendukungnya dapat dioptimalkan pemanfaatannya sesuai dgn komitmen dan perencanaan yang pernah dibuat,” imbuhnya. (Humas Sleman)




Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, MWC NU Gamping Gelar Vaksinasi Massal

Gamping – Untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di Kabupaten Sleman, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Gamping bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan kegiatan vaksinasi massal dosis dua bagi warga Nahdliyin yang digelar di halaman SMP Ma’arif Nogotirto, Gamping, Sleman, Selasa (21/12/2021).

Kegiatan diawali dengan sambutan Rois Syuriah MWC NU Gamping, KH. Ahmad Mabarun yang menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang kedua kalinya ditujukan untuk menuntaskan program vaksinasi COVID-19 sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kapanewon Gamping.

“Upaya percepatan vaksinasi COVID-19 khususnya bagi warga Nahdliyin harus dilakukan karena sampai saat ini pandemi belum berakhir disamping cakupan vaksinasi di kabupaten Sleman baru mencapai 91,82%. Saya bersyukur karena masyarakat sudah banyak yang menyadari vaksinasi dapat menjadikan tubuh lebih tahan dari serangan COVID-19,” ujar Gus Barun panggilan akrabnya.

Ia juga bangga melihat keinginan masyarakat yang cukup tinggi untuk mengikuti program vaksinasi massal karena membuktikan bahwa masyarakat sudah sadar dan mengerti akan manfaat vaksin dalam mencegah dampak yang ditimbulkan oleh virus corona.

Menurut keterangan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Riastuti Rahayu sekaligus penanggung jawab kegiatan bahwa vaksinasi massal ini melibatkan 2 dokter, 3 vaksinator dan 3 pendamping, 2 petugas pendaftaran, 4 petugas vital sign, 6 petugas observasi, serta 2 petugas bagian gawat darurat, untuk melayani masyarakat yang mengikuti vaksinasi dosis dua menggunakan vaksin Astrazeneca.

“Vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat harus dilakukan utuh dua kali untuk membentuk ‘Herd Immunity’ atau kekebalan komunal di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta yang menjalani vaksinasi dosis dua kali ini sebanyak 214 orang dari 247 orang yang terdaftar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)